Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Petualangan #10 : Akhir


__ADS_3

"Untuk permintaan terakhirmu sudah kami siapkan, tapi kalau ini berhasil atau tidaknya" Kata Raja


"Saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, Yang Mulia" Kata Aris


"Kami saja jika ingin keluar kamar selalu saja merasa kesakitan saat melewati pintu itu" Kata Raja


"Ternyata benar memang pintu itu yang berbahaya" Kata Aris dalam hati


"Sudah banyak dari petualang yang ingin menyelamatkan kami tapi tetep saja tidak ada yang berhasil" Kata Raja


"Ayah, jika berhasil aku ingin menikahi anak muda ini" Kata Dinda


Mendengar itu Aris kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Apa kau yakin, anakku?" Tanya Raja


"Tentu saja ayah aku yakin tapi jika ini berhasil" Kata Dinda


"Anakku memang suka menawarkan diri untuk menjadi istrinya bagi siapa saja yang berhasil mengangkat kutukan ini" Kata Raja


"Aku mohon juga nak Aris tolong selamatkan kami" Kata Erna


"Baiklah Yang Mulia akan saya usahakan, kalau begitu saya permisi dulu" Kata Aris pergi


"Apa kita yakin bisa mempercayainya?" Tanya Ratu


"Bagaimana pun kita harus mempercayainya" Kata Raja


"Aku mohon selamatkan keluargaku" Kata Dinda dalam hati sambil berdoa


Setelah keluar dari kamarnya Aris langsung mensterilkan aura hitam yang ada di setiap sudut pintu.


"Baiklah, kita gunakan itu saja" Kata Aris


Aris mengeluarkan sihir berwarna putih dan mengalirkan ke tangannya. Tetapi, saat disentuh dia merasa kesakitan dan membuat tangannya terbakar.


"Tuan, kau tidak apa-apa?" Tanya Quester panik


"Ternyata benar sihirnya lebih kuat bisa dikatakan tingkat SS. Efek dari healing pun tidak bisa berbuat banyak" Kata Aris


"Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester


"Pertama aku harus menyembuhkan tanganku" Jawab Aris


"Baik tuan" Kata Quester


Aris dan Quester pun pergi keluar istana. Dan pergi menuju rumah sakit. Saat ingin keluar istana mereka di tahan oleh dua penjaga.


"Anak muda anda ingin kemana?" Tanya penjaga


"Aku ingin ke rumah sakit" Kata Aris


"Ke rumah sakit? Memangnya ada apa?" Tanya penjaga satunya


"Tanganku terluka cukup parah. Jadi aku harus pergi ke rumah sakit" Jawab Aris


"Kalau begitu silahkan tapi jangan pergi karena Raja sudah mempercayakannya padamu" Kata penjaga


"Aku juga percaya padamu kami juga ingin melayani Raja kami dengan sebaik-baiknya" Kata penjaga satunya


"Begitu ya, aku suka kesetiaan kalian pada Raja. Sepertinya aku tidak perlu ke rumah sakit. Aku akan melanjutkannya" kata Aris


"Tapi tuan, tanganmu?" Tanya penjaga


"Tenanglah ini hanya sebuah tangan" Jawab Aris sambil pergi


"Terimakasih banyak!!" Kata kedua penjaga tersebut


"Tuan, apa tidak apa-apa?" Tanya Quester


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja" Kata Aris sambil tersenyum

__ADS_1


Sebelum melanjutkan Aris datang ke kamarnya Raja dan lainnya. Dia ingin meminta maaf padanya bahwa sepertinya dia tidak akan berhasil. Tapi, kutukannya akan segera terangkat.


"Terimakasih atas bantuannya. Terimakasih" Kata Raja


"Nona Dinda, maaf" Kata Aris


"Tidak apa-apa, kami akan selalu mengingat jasamu" Kata Dinda


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu" Kata Aris


"Apa tidak apa-apa? Dia masih muda sudah sampai mengorbankan dirinya untuk kita" Kata Erna


"Kita harus mencari tahu keluarganya dan kita akan terus memberikan bantuan" Kata Raja


"Ya" Kata Erna


Setelah keluar dari kamarnya Aris langsung mengeluarkan sihir berwarna putih dan mengalirkannya ke tangannya tetapi hasilnya sama saja dia hanya membuat tangannya terbakar. Aris yang merasa kelelahan langsung terbaring lemas di lantai tanpa ada seseorang pun yang lewat.


"Kau tidak apa-apa tuan?" Tanya Quester


"The Master Academy saja tidak akan berkutik dengan kutukan, tapi aku akan menyelesaikannya secepatnya" Kata Aris sambil berdiri


"Elemen Cahaya - Hawa Cahaya" Rapalan Aris


Muncul cahaya berwarna kuning dari kedua tangannya. Dan Aris mencobanya sekali lagi dan akhirnya ia berhasil tetapi setelahnya ia pingsan. Saat terbangun dia sudah berada di kamar yang mewah dan disampingnya ada Quester yang sedang menunggu.


"Aku dimana?" Tanya Aris sambil melihat ke sekeliling


"Ah.. tuan kamu sudah bangun" Kata Quester


"Ini dimana?" Tanya Aris


"Kita masih di istana, tuan pingsan saat menghilangkan aura yang ada di pintu Raja" Jawab Quester


"Begitu ya, aku ingat" Kata Aris


"Permisi, tuan sudah sadar" Kata salah satu pelayan saat membuka pintu


"Anu.. namaku Agnes aku kepala pelayan disini" Kata Agnes


"Namaku Aris Darmayudha aku seorang pelajar" Kata Aris


"Pelajar? Berarti kamu masih sekolah?" Tanya Agnes kebingungan


"Iya, dan aku ditugaskan misi untuk pergi ke suatu tempat" Jawab Aris


"Begitu ya, baiklah. Aku siapkan teh, ya" Kata Agnes


"Baik. Terimakasih. Tapi ngomong-ngomong ini dimana?" Tanya Aris


"Ini kamarku tadi salah satu anggota pelayan kami menemukan tuan tergeletak tidak sadarkan diri di depan pintu Raja" Kata Agnes


"Begitu ya.. Terimakasih banyak" Kata Aris


"Baiklah.. setelah ini apa yang akan tuan lakukan?" Tanya Agnes sambil memberikan teh


"Aku ingin mengecek apakah Raja sudah aman" Jawab Aris sambil meminum tehnya


"Kalau begitu saya permisi dulu" Kata Agnes pergi


"Baiklah terimakasih banyak" Kata Aris


Setelah cukup beristirahat Aris kembali ke pintu kediaman Raja dan melihat apakah sudah hilang atau belum.


"Yosh, sepertinya sudah hilang. Kalau begini Raja dan lainnya sudah aman" Kata Aris


Setelah aman Aris mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Raja berserta keluarganya.


"Permisi" Kata Aris


"Masuklah" Kata raja

__ADS_1


Melihat Aris yang sehat Raja dan keluarganya sangat senang.


"Jadi kau selamat ya, Aris?" Tanya Raja


"ya.. aku hanya pingsan sebentar" Jawab Aris


"Kalau begitu, bagaimana hasilnya?" Tanya Raja


"Sudah aman. Raja dan lainnya bisa bebas kemana saja" Jawab Aris


"Benarkah? Kalau begitu.." Kata Raja sambil berdiri


"Iya ayah, aku siap menjadi istrinya" Kata Dinda


"Tunggu sebentar, kalian langsung menggelar pernikahannya?" Tanya Aris


"Tentu saja. Kami selaku kerajaan selalu menepati janjinya" Jawab Raja


"Tunggu dulu, aku tidak terima ini" Kata Aris


"Apa kau tidak mau denganku?" Tanya Dinda


"Bukan begitu, aku hanya belum cukup mengenalmu" Jawab Aris


"Terus apa yang aku harus lakukan?" Tanya Dinda


"Begini saja, aku akan membuat persyaratan" Kata Aris


"Persyaratan? Katakan.. katakan saja. Akan kami lakukan semuanya" Kata Raja


"Aku ingin dia cukup mengenal ku selama 2 tahun" Kata Aris


"Kau dengar itu anakku? Kejarlah dia dalam 2 tahun dan dapatkan hatinya" Kata Ratu


"Baik ibu" Kata Dinda tersenyum


"Jadi, permintaan apa lagi yang bisa aku lakukan untukmu?" Tanya Raja


"Ah.. surat itu. Apa kau sudah membacanya?" Tanya Aris


"Ya, sudah ku baca semua, tenang saja kami akan membantumu mengantarkan ke desa Afharza" Jawab Raja


"Benarkah?" Tanya Aris


"Tentu saja" Kata Raja


"Yeah.. akhirnya. Aku jadi tidak perlu berjalan lagi" Kata Aris senang


"Anu.. izinkan aku ikut. Karena mulai sekarang aku akan mengejar dan mendapatkan hatimu" Kata Dinda malu-malu


"Tentu saja dan juga apa kau yakin? Petualangan ku sangat berbahaya loh" Kata Aris


"Tenang saja aku juga bisa menggunakan sihir" Kata Dinda


"Baiklah kalau begitu. Terimakasih banyak" Kata Aris


"Ya.." Kata Dinda tersenyum


"Baiklah kalau begitu aku harus mempersiapkan permintaanmu yang sebelumnya. Apa tidak apa-apa kami keluar?" Tanya Raja


"Tentu saja. Silahkan pergi kemana saja" Kata Aris


Saat Raja keluar dia tidak merasa kesakitan lagi dan Ratu pun mulai mengikutinya. Dan Raja pun berteriak memanggil semua pelayannya. Sontak dengan teriakannya para prajurit dan pelayannya pun bingung. Sementara itu Dinda juga mulai keluar dari kamarnya dan mulai berlari untuk bertemu dengan Miftah dan Nadia. Setelah beberapa saat, Raja duduk di tahtanya dia memanggil penyelamatnya yang menyelamatkan nyawanya dan juga memberikan ucapan terimakasih sekaligus mengabulkan permintaannya yang tertulis di surat itu.


"Baiklah semuanya, saya harus berterima kasih kepada anak muda ini karena dia telah menyelamatkan saya dan keluargaku. Maka dari itu aku ingin mengabulkan permintaannya. Silahkan masuk" Kata raja


"Baik" kata orang tersebut sambil membuka pintu istana


"Kau.." kata Aris kaget


...END...

__ADS_1


__ADS_2