Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Pertandingan Final Yang Menegangkan


__ADS_3

"Aku juga tidak tahu kenapa. Tapi, aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian. Itu saja" Kata Aris


Saat sedang mengobrol datanglah Angelia ke kamarnya Aris dan mengetuk pintunya.


"Aris, apa kau ada didalam?" Tanya Angelia sambil mengetuk pintunya


"Ya, ada apa?" Tanya balik Aris sambil berjalan ke arah pintu dan membukakannya


"Anu, besok adalah hari terakhir pertandinganmu. Jika kau tidak sanggup tidak apa-apa. Aku tidak mau kau terlalu memaksakan diri untukku" Jawab Angelia


"Tenanglah, aku akan menepati janjiku. Karena kau sudah menyewaku" Kata Aris


Mendengar itu Angelia tersenyum.


"Sudahlah, tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku berjanji padamu akan memenangkan lomba ini dan membawa hadiahnya" Kata Aris semangat


"Baiklah, aku mempercayaimu. Selamat malam" Kata Angelia


"Ya, selamat malam" Kata Aris sambil menutup pintunya


Saat di dalam kamar, Aris dan Quester sudah merasa mengantuk. Jadi mereka memutuskan untuk tidur.


"Aku ngantuk sekali" Kata Aris


"Aku juga, tuan?" Tanya Quester


"Ada apa?" Tanya balik Aris


"Aku ingin tidur denganmu. Bolehkah?" Tanya lagi Quester


"Akan lebih baik jika kau tetap disana" Jawab Aris


"Aku janji tidak akan mengganggumu" Kata Quester


"Bukan itu permasalahannya. Tetapi, jika mereka masuk ke kamarku akan berbahaya jika mereka tahu tentang keberadaanmu" Kata Aris


"Baiklah, aku akan tetap didalam" Kata Quester


"Mungkin suatu saat nanti kau boleh tidur denganku" Kata Aris


"Baik, tuan. Terimakasih" Kata Quester


Tidak berapa lam akhirnya mereka berdua pun tidur dan tiba saatnya menjelang pagi. Saat hendak pergi ke luar kamar banyak orang yang sudah menunggunya di bawah, mereka ingin mengantarnya ke tempat arena.


"Aku yakin kamu bisa" Kata ayahnya Nia


"Bawa hadiahnya, ya" Kata salah satu pengunjung


"Aku sudah bertaruh besar padamu, ya. Anak muda" Kata salah satu pengunjung lainnya


"Kakak, jangan sampai kalah, ya" Kata Melani


"Kalau kau kalah aku tidak akan menganggap kak Aris sebagai kakakku" Kata Tasya


"Itu kejam sekali" Kata Aris sambil tertawa


"Aris, kau mengobrol dengan siapa?" Tanya salah satu pengunjung


"Ah, tidak. Aku hanya sedang berimajinasi" Jawab Aris


"Bila kau kalah, jangan pernah kembali kesini" Kata Nia beraura marah


"Baiklah, ayo kita pergi. Ke tempat tujuan kita" Kata Angelia


"Sudah waktunya, ya. Cepat sekali" Kata Aris

__ADS_1


Mereka berdua pun diantar oleh rombongan pendukungnya. Pada saat sampai di arena semua orang dan para bangsawan telah berkumpul.


"Banyak sekali orangnya, aku rasa pertandingan ini seperti acara yang besar" Kata Aris


"Baiklah, Aris. Aku mengharapkan yang terbaik darimu" Kata Angelia


"Seperti biasa, aku selalu di dekatmu. Padahal kan aku bukan tamu istimewa" Kata Resti


"Sudahlah, kau itu adalah adik dari The Master Academy" Kata Dinda


"Tetap saja, aku merasa tidak enak sama yang lain" Kata Resti


"Ingat, apa yang aku katakan. Dia bisa menggunakan semuanya" Kata Miftah


"Baik, terimakasih sarannya" Kata Nadia


"Seperti biasa, aku akan menggunakan sihir menghilang ke kalian" Kata Aris


"Baik, kak Aris" Kata Tasya


Tidak berapa lama akhirnya Aris menggunakan sihirnya untuk membuat Tasya dan yang lainnya menghilang.


"Para hadirin yang terhormat, terimakasih telah datang di acara puncak pertandingan antar pedang. Aku Male selaku pembawa acara ini akan ikut memeriahkan acara ini" Kata Male


Penonton pun bersorak dengan sangat keras


"Baiklah, para peserta harap bersiap-siap di arena" Kata Male


Nadia dan Aris pergi untuk bersiap-siap. Nadia sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mengalahkannya.


"Aku harus bisa mengalahkannya, bagaimanapun caranya" Kata Nadia


"Baiklah, para peserta. Silahkan keluar" Kata Male


Nadia dan Aris pun keluar dari tempat persiapan.


"Hebatnya. Aku saja sampai kagum padamu" Kata Aris


"Bagaimana caranya dia bisa mengalahkannya, ya?" Tanya Yuni


"Itu karena musuhnya sudah melihat kelemahan kak Aris" Jawab Yuli


"Begitu, ya. Jadi kak Aris bakalan kalah, ya?" Tanya Yuni


"Tenang saja, kak Aris itu sangat kuat. Aku yakin dia pasti bisa mengalahkannya. Maka dari itu kita harus memberikan semangat padanya" Jawab Angelia


"Baik, kak Aris semangat" Kata Yuni


"Apa benar dia bisa mengalahkannya setelah dia melihat semua kekuatannya?" Tanya Angelia dalam hati


"Aku yakin dia pasti tidak memiliki apa-apa lagi" Kata Miftah dalam hati


Tidak berapa lama akhirnya pertandingannya pun dimulai dan yang memulai penyerangan adalah Nadia.


"Teknik pedang - Tusukan ganda" Rapalan Nadia


Aris masih bisa menghindari semua serangannya.


"Teknik menghindar yang bagus. Tapi ini hanya permulaan, Teknik pedang - Serbuan Angin" Rapalan Nadia


Sekali lagi Aris bisa menghindarinya.


"Apa kau hanya bisa menghindar tanpa menyerangku" Kata Nadia meledek


"Aku hanya menunggu waktu saja untuk menyerang balik" Kata Aris

__ADS_1


"Baiklah kalau itu maumu. Elemen Angin - Tebasan Angin" Rapalan Nadia sambil mengayunkan pedangnya


"Baiklah, ini sangat mudah" Kata Aris sambil menghindar


"Sangat mudah, ya? Kalau begitu Elemen Api - Bola Api" Rapalan Nadia


"Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Aris


Muncul dinding yang sangat besar menahan serangan bola api milik Nadia.


"Dinding yang sangat hebat. Aku sudah menduga pasti kau hebat dalam teknik pedang dan juga sihir


"Aku hanya melindungi tubuhku agar tidak kepanasan. itu saja" Kata Aris


"Sepertinya sudah cukup main-mainnya. Bagaimana kalau kita selesaikan ini secepatnya?" Tanya Nadia


"Aku setuju. Sejujurnya aku juga ingin pulang" Jawab Aris


"Oh, apa kau tidak ingin hadiahnya?" Tanya lagi Nadia


"Tentu saja aku ingin hadiahnya juga. Tapi, masalahnya aku juga sudah mulai bosan disini" Jawab Aris


"Baiklah kalau begitu, kita selesaikan ini secepatnya" Kata Nadia


"Aku juga tidak segan padamu" Kata Aris


Nadia mengeluarkan aura berwarna putih di sekitar tubuhnya. Aris pun juga mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


"Apa kau yakin bisa menahan seranganku?" Tanya Nadia


"Aku tidak tahu. Tapi aku akan mencobanya" Jawab Aris


"Sepertinya aku akan menang dengan mudah" Kata Nadia sambil menyerang dengan sangat cepat


"Itu sangat mudah" Kata Aris sambil menghindari serangannya


Tiba-tiba Nadia dengan cepat sudah berada di samping Aris. Dan seketika Aris pun reflek menahan serangannya hanya dengan menggunakan pedangnya.


"Apa?" Kata Aris kaget


"Kena kau" Kata Nadia


Seketika Aris terpental dan menyebabkan sihir yang menghubungkan ke Tasya dan yang lainnya terganggu. Pada akhirnya Tasya dan yang lainnya terlihat oleh para penonton dan juga para bangsawan yang lainnya. Orang-orang yang melihat itu langsung mencoba menangkap salah satu manusia setengah hewan itu.


"Mereka, kan.." Kata salah satu penonton


"Manusia setengah hewan" Kata penonton satunya


"Jika menangkapnya maka bisa kaya mendadak" Kata penonton lainnya


"Woy, cepat. Tangkap mereka" Kata salah satu bangsawan


Angelia pun menahan semua orang yang ingin mencoba menangkap temannya itu. Lantas, dia pun memanggil Aris.


"Aris!!!" Kata Angelia


"Sialan, serangannya benar-benar mengenai sihirku" Kata Aris dalam hati


"Cepatlah!!!" kata Angelia


"Bagus, masih ada kabut. Aku harus kabur sekarang" Kata Aris dalam hati


Setelah kabur, Aris langsung berada di bangku penonton dan berada di tengah-tengah Tasya dan yang lainnya. Aris pun memegang Angelia dan yang lainnya untuk pergi dari tempat itu. Saat hendak pergi, salah satu bangsawan menangkap Yuni dengan menggunakan tali panjang.


"Berpindah" Rapalan Aris

__ADS_1


"Yuni!!!" Kata Yuli teriak


...END...


__ADS_2