Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Tes Latihan


__ADS_3

Keesokan paginya, Aris keluar untuk melihat Riana dan Ririn yang sedang berlatih.


"Mereka sangat akrab, ya" Kata Maya


"Ya, itulah pentingnya kerjasama. Mereka juga saling melengkapi apa yang kurang" Kata Aris


"Kak Aris, belum mengirimkan sampelnya?" Tanya Melani


"Nanti saja, saat ini pagi. Kemungkinan aku akan berangkat siang hari" Jawab Aris


"Begitu, ya. Yang perlu kita lakukan adalah menunggu saja. Anggap saja ini seperti hari libur" Kata Aris tambahnya


"Master" Kata Ririn melambaikan tangannya


"Ya" Kata Aris


Mereka pun berlari ke arahnya.


"Master, tolong latihan dengan Kak Maya" Kata Ririn


"Eh? Kenapa?" Tanya Aris


"Kami ingin melihat pertarungan Kak Aris dan juga Kak Maya" Jawab Ririn


"Eh? Sepertinya boleh. Aku juga sudah lama tidak bertarung denganmu" Kata Maya


"Kau kenapa ikut-ikutan, Maya?" Tanya Aris


"Tidak apa-apa. Aku sudah lama tidak mengasah kemampuanku" Jawab Maya


"Kalian selalu meminta hal yang merepotkan. Baiklah, akan aku lakukan" Kata Aris


Datanglah lah Tasya, Yuni, Yuli dan juga Septi.


"Ada apa ini?" Tanya Tasya


"Mereka sedang melakukan latihan" Jawab Melani


"Wah, aku tidak sabar" Kata Yuni


"Ya, aku juga tidak sabar" Kata Yuli


"Semangat" Kata Septi


"Jadi, bagaimana peraturannya?" Tanya Aris


"Gunakan seluruh kekuatanmu dan buatlah lawanmu menyerah atau membuatnya tidak bisa bergerak lagi" Jawab Maya


"Peraturan keras itu mah. Apa kalian yakin?" Tanya Aris


"Aku sih setuju saja" Kata Tasya


"Sepertinya bagus" Kata Melani


"Baiklah. Elemen Kegelapan - Dark Wall" Rapalan Aris


Muncul penghalang transparan yang membatasi rumah dan hutan.


"Begini saja sudah cukup?" Tanya Aris


"Ya. Karena menggunakan seluruh kekuatanku maka aku akan menggunakan itu" Kata Maya


"Ya, gunakan seluruh kekuatanmu" Kata Aris


"Keluarlah. Sabit Grim Reaper" Kata Maya


Muncul sabit besar berwarna merah dengan ada satu mata.


"Sudah kuduga pasti kau menggunakan itu. Sesuai sekali dengan julukan mu, Si Sabit Psikopat" Kata Aris


"Psikopat?" Tanya Riana yang kebingungan


"Dia mendapatkan julukan itu karena mengalahkan monster tanpa henti dan tanpa istirahat" Kata Aris


"Wah, hebatnya" Kata Riana


"Selanjutnya aku" Kata Aris


Hanya dengan memejamkan matanya, keluarlah jubah transparan berwarna emas dengan tulisan "The Master".

__ADS_1


"Wah, Kak Aris hebat" Kata Tasya


"Dengan jubah ini, aku bisa menggunakan kekuatanku hanya 50%" Kata Aris


"Apa itu cukup untuk melawan Kak Maya yang sudah menggunakan seluruh kekuatannya?" Tanya Melani


"Tentu saja" Jawab Aris


"Baiklah. Ririn, mulai menghitung mundur" Kata Maya


"Baik. Siap, mulai" Kata Ririn


Maya menyerang Aris dengan sangat cepat. Tetapi, Aris masih bisa menghindarinya.


"Cepat sekali" Kata Riana


"Aku tidak bisa melihat apa-apa" Kata Ririn


"Keluar lah, Bayangan Kegelapan" Rapalan Maya


Muncul bayangan yang menyerang Aris.


"Penghapusan Energi" Rapalan Aris


"Heh, kau sepertinya langsung menggunakannya" Kata Maya


"Hei, apa tidak apa-apa?" Tanya Riana


"Aku tidak tahu" Jawab Ririn


"Kulihat kau hanya menggunakan jubah itu. Aku yakin kau pasti pengguna sihir" Kata Maya


"Kata siapa?" Kata Aris menyerang dengan sangat cepat


"Seorang penyihir harus dibelakang tahu" Kata Maya


"Keluarlah, Aurora Sword" Kata Aris


Aris mengambil pedang berwarna Biru dengan cahaya yang putih.


"Aurora Sword, ya. Pedang sihir. Tapi, aku tidak takut" Kata Maya


Aris menyerang dengan penuh semangat dan juga Maya menunggu untuk membalikkan keadaan. Aris mengeluarkan bola es untuk menyerang Maya. Tetapi, Maya bisa menghindari semua itu.


"Dia, mengeluarkan sihir tanpa rapalan" Kata Ririn juga ikut terkejut


"Sudah cukup. Elemen Kegelapan - Bola Kegelapan" Rapalan Maya


Aris menahan serangannya dan menyebabkan asap yang tebal.


"Apa berhasil?" Tanya Maya


"Sayang sekali. Itu tidak berpengaruh padaku" Jawab Aris


"Tidak hanya es. Ia juga bisa menggunakan elemen tanah" Kata Ririn masih terkejut


"Sudah kuduga, The Master Academy memang sulit untuk dikalahkan. Sesuai dengan gelarnya" Kata Maya


"Mari kita selesaikan ini sekarang. Aku masih punya urusan" Kata Aris


"Ya, kau benar. Aku juga ingin..." Kata Maya terpotong


Muncul bayangan Aris dibelakang kiri Maya sambil mengacungkan pedangnya ke lehernya.


"Sudahlah. Menyerah" Kata Aris


"Sejak kapan kau .. Ternyata begitu" Kata Maya mengingat apa yang terjadi


"Wah hebat!!" Kata Tasya


"Kak Aris memang hebat" Kata Melani


"Baiklah. Akui kekalahan mu" Kata Aris


"Kekalahan? Mana mungkin aku menerima itu" Kata Maya


"Oh, kau tidak mau menerimanya?" Tanya bayangan Aris disisi satunya sambil mengacungkan pedangnya


"Menyerah lah" Kata Aris

__ADS_1


"Hebat. 3 bayangan" Kata Riana


"Ya, bagaimanapun juga aku tidak akan pernah mengalahkan mu. Kau terlalu cerdas dalam pertempuran" Kata Maya


"Terimakasih atas pujiannya" Kata Aris


"Aku menyerah" Kata Maya


Ririn dan yang lainnya pun memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Dan juga penghalang yang dibuat Aris menghilang begitu pula dengan jubahnya.


"Kak, Maya. Aku ingin makan daging sayur" Kata Yuni


"Baiklah. Akan Kakak buatkan" Kata Maya pergi meninggalkan Aris


"Bukankah hebat, Tuan?" Tanya Quester


"Ternyata aku masih bisa bertarung dengan kekuatan 50%, walaupun Maya sangat kuat" Jawab Aris


"Sekarang apa yang kau lakukan?" Tanya Quester


"Waktu masih pagi, aku mau ke gudang terlebih dahulu. Riana, Ririn. Ikut aku" Kata Aris


"Baik" Kata Riana


"Siap" Kata Ririn


Mereka pun tiba di gudang.


"Riana, aku mau kau membawa sayuran dan untuk Ririn kau bawa buah-buahan, ya" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Riana


"Oke, master" Kata Ririn


Mereka berdua memilih hasil panen yang bagus untuk dibawa ke Pak Johan. Setelah mereka selesai semua. Mereka pun pergi untuk bersiap-siap.


"Setelah sampai disana, jaga sikap kalian, ya. Di luar sana sangat berbahaya. Jika ada yang menyerang kalian. Buatlah pingsan saja" Kata Aris


"Baik" Kata mereka berdua


"Bagus, sekarang ganti pakaian kalian. Dan kita akan berangkat" Kata Aris


"Tapi, hanya ini pakaian yang kami punya. Dari awal pertemuan kita pun sudah seperti ini" Kata Riana


"Aduh, aku lupa. Yasudah kalian mandi saja. Aku akan temui kalian di depan rumah" Kata Aris


"Dimengerti" Kata mereka berdua


Setelah selesai bersiap-siap, Aris menemui mereka berdua di depan rumah.


"Apa kalian sudah siap?" Tanya Aris


"Sudah, Master. Kami siap berangkat" Jawab Riana


"Pakai ini" Kata Aris mengambil sarung pedang dari portal


"Apa ini?" Tanya Riana


"Itu adalah sarungnya. Masukkan pedangmu agar tidak terlihat mencurigakan" Jawab Aris


"Baik. Akan saya gunakan" Kata Aris


"Kami berangkat dulu. Aku akan meninggalkan Quester disini. Jika kalian membutuhkan sesuatu, katakan saja padanya. Dia bisa mengabari ku lewat telepati" Kata Aris


"Baik. Aku mengerti. Sampai jumpa" Kata Maya


Mereka pun pergi tanpa menggunakan sihir teleportasi.


"Kita tidak menggunakan sihir teleportasi, Master?" Tanya Ririn


"Tidak. Aku ingin menguji kekuatan kalian langsung" Jawab Aris


"Baik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin" Kata Riana


"Tenang saja. Aku akan membantu kalian jika situasinya semakin parah" Kata Aris


"Akhirnya, aku akan bertarung dengan monster secara langsung" Kata Riana


"Akan ku tunjukkan kekuatanku pada master" Kata Ririn

__ADS_1


Setelah keluar dari penghalang, sudah ada beberapa monster yang menunggunya.


...END...


__ADS_2