Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
6 Murid Ras Manusia Setengah Hewan


__ADS_3

Tidak berapa lama, makanan mereka pun sampai.


"Permisi" Kata Nia mengetuk pintu


"Ya, silahkan masuk" Kata Melani


"Ini dia makanan kalian, makan pelan-pelan, ya. Soalnya masih panas" Kata Nia


"Baik, kak" Kata Yuni


"Masakan mu enak sekali, kak" Kata Yuli


"Benarkah? Terimakasih banyak" Kata Nia


"Ngomong-ngomong kemana kak Aris?" Tanya Tasya


"Ah.. dia pergi ke kamarnya" Jawab Nia


"Hm.. sepertinya mencurigakan" Kata Melani


"Ah, tidak kok. Dia benar-benar ke kamarnya" Kata Nia


"Hm.. Benarkah?" kata Melani


"Lupakan saja, apa benar kalian dari ras manusia setengah hewan?" Tanya Nia


"Memangnya kenapa?" Tanya balik Melani


"Anu.. jika di izinkan aku ingin sekali memegang telinganya" Jawab Nia


"Eh.. telinga? Yah.. itu memang diperbolehkan" Jawab Melani malu-malu


"Jadi bolehkah?" Tanya Nia serius


"Si-silahkan" Jawab Melani


Tanpa pikir panjang Nia pun langsung memegang telinganya dengan buas. Melani yang sedang disentuh telinganya menjadi sangat kegelian.


"Su-sudah cukup, kan?" Tanya Melani masih kegelian


"Ah.. aku lupa, maafkan aku. Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu. Silahkan nikmati makanan kalian" Kata Nia sambil meninggalkan kamarnya


"Ternyata kak Aris memiliki banyak teman yang baik, ya?" Tanya Tasya


"Aku jadi ingin menjadi sepertinya" Kata Riana


"Aku juga ingin" Kata Septi


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita minta kak Aris untuk mengajari kita bermain pedang?" Tanya Tasya


"Memangnya kau tahu dia pengguna pedang?" Tanya Melani


"Iya, aku tahu. Pada saat pertama kali bertemu. Aku melihatnya bertanding dengan salah satu keluarga bangsawan" Jawab Tasya


"Jadi, sudah dipastikan, ya?" Tanya Melani


"Ya. Aku ingin menjadi seorang yang bisa menjaga kak Aris dari bahaya apapun" Kata Riana semangat


"Baiklah, kalau begitu. Siapa yang akan mengatakannya?" Tanya Yuli


"Lebih baik kita istirahat dulu waktu sudah mulai sore dan sebentar lagi malam" Kata Yuni


"Baiklah, jika kita ingin membuatnya senang kita hanya perlu mengikuti apa perkataannya" Kata Tasya


"Baik!!" kata Mereka serentak


Waktu sudah malam dan Tasya ingin pergi ke kamarnya Aris, Saat keluar kamar ia kebingungan mencari kamarnya. Jadi, dia memutuskan untuk pergi ke resepsionis dan menanyainya.


"Ada apa, dek Tasya?" Tanya Nia

__ADS_1


"Kakak, kamarnya kak Aris dimana?" Tanya Tasya


"Dia tidak menyewa kamar. Tapi, kalau kau ingin bertemu dengan kak Angelia dia ada disebelahmu" Kata Nia


"Kak angelia? Aku ingin bertemu dengan kak Aris. Kemana dia?" Tanya lagi Tasya


"Dia sedang ada urusan mungkin nanti malam baru pulang. Bagaimana kalau bertemu dengan kak Angelia dulu?" Tanya Nia


"Baiklah" Kata Tasya


Nia mengantarkan Tasya ke kamarnya Angelia.


"Permisi?" Tanya Nia sambil mengetuk pintu kamarnya


"Ya, siapa?" Tanya Angelia dari dalam kamar


"Ini saya Nia" Jawab Nia


"Oh Nia, silahkan masuk. Pintunya tidak dikunci kok" Kata Angelia


"Kau tahu tidak baik jika tidak mengunci pintu pada saat malam hari" Kata Nia sambil membuka pintunya


"Ah tidak apa-apa, eh ada dek Tasya. Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" Tanya Angelia


"Kakak, kamarnya kak Aris dimana?" Tanya Tasya


"Kamarnya kak aris? Coba kupikir.." Kata Angelia berpikir


"Kakak!!" Kata Tasya kesal


"Ah maaf, maaf. Tapi kakak tidak tahu" Kata Angelia


"Begitu, ya" Kata Tasya bersedih


"Memangnya ada apa?" Tanya Angelia


"Belajar pedang? Untuk apa?" Tanya Angelia


"Kami sudah tidak bisa kembali. Jadi kami memutuskan untuk selalu berada disampingnya kak Aris dan juga sebagai pelindungnya" Kata Tasya


"Apa kalian yakin?" tanya Angelia sambil tertawa kecil


"Memangnya salah? Jika kami memiliki tujuan?" Tanya Tasya


"Begini ya dek Tasya, kak Aris itu kuat jadi dia tidak perlu perlindungan lagi. Dia bisa menjaga dirinya sendiri" Kata Angelia


"Tapi.. aku ingin bisa berguna untuknya" Kata Tasya


"Kalau kau ingin bisa berguna untuknya, cobalah membantunya saat dia sedang membutuhkan bantuan" Jawab Angelia


"Baiklah, aku dan teman-temanku akan membantunya saat dia sedang kesusahan" Kata Tasya sambil pergi ke kamarnya


"Kau hebat, ya? Seperti menjadi seorang ibu" Kata Nia


"Ah, tidak. Aku hanya kasihan kepadanya" Kata Angelia


"Begitu ya" Kata Nia


"Ngomong-ngomong, kemana Aris?" Tanya Angelia


"Aku tidak tahu. Pada saat itu dia hanya bilang kepadaku untuk menjaganya" Jawab Nia


"Begitu ya. Ya sudah aku akan istirahat. Selamat Malam" Kata Angelia


"Kalau begitu, saya permisi" Kata Nia sambil menutup pintunya


Keesokan paginya Aris sudah ada meja makan.


"Kapan kau sampai disini?" Tanya Nia

__ADS_1


"Tadi malam, Ayahmu yang melayani para pelanggan disini" Jawab Aris


"Apalagi yang ia katakan?" Tanya Nia


Mengingat kembali apa yang dikatakan oleh ayahnya Nia.


"Aris, jika kau ingin kau bisa menikahi anakku. Aku rasa kalian cocok sekali" Kata ayahnya Nia


"Ti-tidak ada" Jawab Aris


"Begitu ya. Ya sudah aku akan kembali bekerja" Kata Nia


"Yah, hati-hati. Tidak mungkin kan aku harus memberitahu apa yang dikatakan ayahnya" Kata Aris dalam hati


Tidak berapa lama akhirnya Tasya turun dari kamarnya dan berjalan menuju ke resepsionis tetapi saat di tangga ia melihat Aris yang sedang menikmati minumannya. Melihat itu Tasya langsung menghampirinya dan memeluknya.


"Kak Aris!!" Kata Tasya berlari dan memeluknya


"Dek Tasya" Kata Aris


"Kakak, kakak darimana saja? Aku kangen" Kata Tasya


"Eh.. kakak dari tadi disini kok" Kata Aris


Tidak berapa lama akhirnya Melani dan yang lainnya turun dari tangga. Melihat ada Aris mereka semua langsung berlari ke arahnya.


"Wah, ada kak Aris" Kata Melani langsung berlari


"Iya, benar. Ada kak Aris" Kata Riana ikut berlari juga


Yang lain pun juga ikutan berlari.


"Kakak sehat, kan?" Tanya Yuli


"Tentu saja, kakak sehat. Kalian bagaimana tidurnya?" Tanya balik Aris


"Aku dan Yuni bisa tidur dengan nyenyak, kok" Kata Yuli


"Aku dengan septi bisa tidur" Kata Riana


"Aku sih bisa tidur. Tetapi, Tasya tidak bisa tidur karena dia kangen denganmu" Kata Melani tertawa kecil


"Kenapa kau memberitahunya!!" Kata Tasya membantahnya


"Baru semalam kutinggalkan kalian sudah kangen, ya?" Tanya Aris


"Tentu saja. Karena kamu adalah penyelamat kami" Jawab Tasya


"Begitu ya, aku senang bisa bertemu dengan kalian" Kata Aris


"Kak Aris, tolong ajarkan kami cara menggunakan pedang" Kata Riana


"Menggunakan pedang? Tapi kenapa?" Tanya Aris


"Kami ingin menjadi penjaga sekaligus pelindung kak Aris" Jawab Riana


"Pelindung?" Tanya Aris


"Ya.. tolong ajari kami" Kata Tasya


"Tapi.." Kata Aris


"Kami ingin bisa berguna untuk mu" Kata Melani


"Baiklah, aku akan mengajari kalian cara menggunakan senjata. Tapi ini untuk menjaga diri kalian, ya?" Tanya Aris


"Baik kakak!!" Kata mereka serentak


...END...

__ADS_1


__ADS_2