Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Petualangan #4


__ADS_3

"Namaku adalah Aris Darmayudha dan ini adalah adikku Alice" Kata Aris


"Jadi apa kalian yang menghancurkan semua jebakanku?" Tanya orang itu


"Tentu saja kami yang menghancurkan semuanya" Jawab Aris


"Kurang aja kau bocah. Elemen Api - Bola Api" Rapalan orang itu


"Dia bisa menggunakan sihir?" Tanya Aris dalam hati sambil menghindari serangannya


Orang itu terus-terusan menyerang Aris dan Quester tetapi mereka berdua bisa dengan mudah menghindarinya.


"Berhentilah menghindar dan lawanlah aku" Kata orang itu


"Baiklah kalau begitu maumu. Keluarlah Basdar" Kata Aris


Muncul pedang dari samping Aris dan langsung menariknya keluar. Pedang Basdar memiliki aura hijau pekat dan sangat tajam.


"Kau tidak bisa menggunakan sihir, ya?" Tanya orang itu


"Bukan tidak bisa, aku lebih suka menggunakan pedang" Jawab Aris


"Alasan kau!! Terima ini.." Kata orang itu sambil mengeluarkan bola api


"Dan kau tidak bisa menggunakan sihir selain api, ya?" Tanya Aris sambil menangkis bola apinya


"Sialan kau!!" Kata orang itu teriak sambil mengeluarkan bola api


"Menyerahlah kau akan segera ku tangkap" Kata Aris


Setelah mengalami penyerangan sebentar akhirnya orang itu ditangkap, sebelum diserahkan kepada pengadilan sihir Aris mengintrogasinya terlebih dahulu.


"Untuk apa kau menjebak mereka?" Tanya Aris


"Aku membutuhkan uang. Jika aku menjual mereka maka uang yang bisa kudapatkan akan sangat banyak dan aku juga akan menggunakan semua uangku untuk minum-minum dan bermain dengan gadis-gadis cantik" Jawab orang itu


"Jadi uang yang kau gunakan itu untuk foya-foya?" Tanya Aris


"Tentu saja. Memang begitu kan hidup, Tidak seperti dirimu hanya bocah ingusan yang baru bisa menggunakan pedang" Jawab orang itu


Mendengar itu Quester langsung marah dan mendorong orang itu sampai jatuh sambil mengancam pisau yang dipegangnya ke arah lehernya.


"Dengar manusia rendahan, tuanku tidaklah seperti itu jika saja aku bisa melakukan apa saja kau sudah kubunuh dari tadi" Kata Quester bermuka serius


"Sudahlah adikku biarkan saja yang terpenting kita serahkan saja kepada pengadilan sihir" Kata Aris


"Baik tuan" Kata Quester sambil memukul orang itu hingga pingsan


Setelah beberapa saat mereka membawa orang itu ke kerajaan untuk diserahkan kepada pengadilan sihir kerajaan Ruhyus. Dan mereka berdua juga kembali ke tempatnya ras kelinci.


"Permisi" Kata Aris sambil mengetuk pintu


"Ya.. silahkan masuk" Kata Regar dari dalam rumah


"Ketua.. pelaku sudah ditangkap dan hutan di sebelah sana sudah aman dari jebakan" Kata Aris


"Benarkah? Terimakasih anak muda kau memang baik" Kata Regar


"Jadi kalian semua bisa beraktivitas seperti biasa?" Tanya Aris


"Tentu saja.. ini berkat bantuanmu anak muda. Oh.. iya ada yang ingin kutanyakan" Kata regar

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Aris


"Kau ingin pergi ke desa Afharza, kan?" Tanya balik Regar


"Ya tentu saja" Jawab Aris


"Begitu ya.. mungkin dari kerajaan bisa sedikit membantumu" Kata Regar


"Bagaimana caranya?" Tanya Aris


"Kudengar raja sangat baik kepada rakyatnya dan juga kepada pendatang, mungkin kau bisa sedikit meminta bantuan kepadanya untuk mengantar ke desa tersebut" Jawab Regar


"Entahlah sepertinya susah ketua, apalagi aku harus masuk ke kerajaan. Kan disana tempatnya raja pasti penjagaannya ketat" Kata Aris


"Baiklah kalau begitu tunggu disini" Kata Regar


Tidak beberapa lama akhirnya Regar memberikan surat permohonan untuk raja. Surat ini nantinya akan membantu Aris pergi ke desa Afharza.


"Apa ini?" Tanya Aris


"Ini surat permohonan. Serahkan saja kepada penjaganya nanti dia akan memberikan suratnya ke raja" Jawab Regar


"Baiklah kalau begitu terimakasih ketua" Kata Aris


"Tidak, kami yang harusnya berterimakasih karena adanya dirimu kami sudah tidak takut keluar rumah lagi" Kata Regar


"Kalau begitu kami pergi dulu" Kata Aris sambil membuka pintu


"Ah.. tunggu" Kata Regar


"Ada apa?" Tanya Aris


"Ini aku berikan ini untukmu gadis kecil" Kata Regar sambil memberikan kalung bunga


"Tentu saja.. dan juga kalung ini bisa memanggil pasukan kelinci yang ada disekitar" Kata Regar


"Pasukan? Memang ras kelinci tidak hanya di kerajaan sini?" Tanya Aris


"Kebanyakan dari kami lebih memilih menjadi petualang karena uang yang bisa dihasilkan lebih dari tempat sini" Jawab Regar


"Baik kalau begitu terimakasih" Kata Aris


"Terimakasih ketua" Kata Quester


"Iya.. tolong hati-hati. Jika ada keperluan lainnya silahkan datang lagi, kami akan membantumu sebisa mungkin" Kata Regar


"Baik terimakasih selamat tinggal" Kata Aris sambil teriak pergi


Mereka berdua pun pergi menuju ke kerajaan, di tengah perjalanan mereka memutuskan untuk makan siang bersama.


"Apa kamu lapar?" Tanya Aris


"Iya" Jawab Quester


"Baiklah kalau begitu bagaimana dengan toko itu?" Tanya Aris sambil menunjuk ke toko itu


"Tentu saja" Jawab Quester


Tidak berapa lama akhirnya mereka masuk ke toko itu, tampaknya toko itu sangat ramai.


"Tuan, sepertinya ramai sekali aku takut kita tidak kebagian kursi" Kata Quester

__ADS_1


"Tenang saja aku akan mencari kursi yang kosong" Kata Aris


Saat kebingungan datang pelayan yang sangat cantik berambut pirang panjang.


"Tuan silahkan lewat sini" Kata pelayan itu sambil menunjukkan mejanya


"Silahkan tuan.. namaku Nia aku pelayan disini. Silahkan pesanannya?" Kata Nia


"Bagaimana menurutmu? Mau makan daging?" Tanya Aris


"Tuan aku ingin makan daging ikan" Kata Quester sambil menunjukkan menunya


"Baiklah.. daging ayam satu dan juga ikan bakar satu" Kata Aris


"Baik.. minumannya?" Tanya Nia


"Susu dengan es" Kata Aris


"Baik silahkan tunggu" Kata Nia


Setelah menunggu akhirnya pesanannya mereka sudah datang.


"Ini dia silahkan tuan" Kata Nia sambil memberikan makanan dan minumannya


"Terimakasih.. dan ini untukmu" Kata Aris sambil memberikan uang tip


"Terimakasih tuan.. kalau begitu saya permisi dulu" Kata Nia


"Tuan apa tidak apa-apa memberikan uang tip kepadanya?" Tanya Quester


"hal itu sudah biasa bagi di kalangan masyarakat" Jawab Aris


Setelah menghabiskan makanannya mereka berdua pun pergi dari tempat itu tetapi langkah mereka dihentikan oleh Nia.


"Tunggu anak muda" Kata Nia


"Ada apa?" Tanya Aris


"Kau ingin pergi kemana? Sekarang sudah waktunya sore lebih baik kalian istirahat dulu kami mempunyai penginapan disini" Kata Nia


"Tuan sepertinya kata dia benar aku sudah lelah berjalan" Kata Quester


"Maaf lancang.. tapi siapa dia?" Tanya Nia


"Dia adalah adikku namanya Alice" Jawab Aris


"Ah.. begitu ya" Kata Nia


"Ada apa?" Tanya Aris kebingungan


"Tidak, tidak ada apa-apa. Silahkan lewat sini tuan" Kata Nia mukanya memerah


"Baiklah terimakasih" Kata Aris


Setelah mendapatkan kamar mereka berdua langsung masuk ke kamar.


"Tuan aku ingin mandi" Kata Quester


"ah.. silakan" Kata Aris


"Jika tuan ingin mengintip silakan saja" Kata Quester

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi!!" Kata Aris sambil teriak


...END...


__ADS_2