
"Teknik Pedang - Putaran Angin" Rapalan Zer sambil memutar pedangnya
"Baiklah, aku juga tidak akan sungkan. Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Aris
Muncul dinding tanah yang besar menghadang tebasan milik Zer dan tebasan yang berhasil dihadang menciptakan ledakan yang besar ditengah arena.
"Hebat juga kau, tapi ini baru permulaan" Kata Zer menyerang dengan pedangnya
Pertarungan di arena menjadi sangat heboh, dikarenakan dua orang hebat sedang beradu pedang.
"Elemen Api - Bola Api" Rapalan Zer
"Elemen Air - Bola Air" Rapalan Aris
Ledakan pun terjadi lagi. Aris yang mulai kelelahan sudah menunjukkan kelemahannya.
"Mulutmu besar juga walaupun hanya sebagai kroco" Kata Zer
"Kau tahu aku muak dipanggil kroco" Kata Aris mulai menyerang
"Itu hebat sekali. Aku jadi semakin semangat"" Kata Zer
Pada saat beradu pedang, Aris membuat kesalahan dan Zer yang melihat kesempatan itu langsung menyerangnya dan membuat ia terpental bersama pedangnya.
"Aris!!" Kata Angelia
"Kakak!!!" Kata Melani
"Aris" Kata Dinda dan juga Resti
"Sepertinya kroco ini sudah mulai kelelahan, ya?" Kata Zer meledek
"Menyerahlah atau kau akan mati disini" Kata Zer tambahnya
"Aku sudah berjanji padanya, bahwa aku akan memenangkan pertandingan ini dan membawa hadiahnya" Kata Aris sambil berdiri dengan penuh luka diseluruh tubuhnya
"Apa kau yakin bisa mengalahkanku dengan penuh luka di tubuhmu itu?" Tanya Zer
"Luka apa? Aku tidak merasakannya" Kata Aris sambil menggunakan sihir penyembuhan yang membuat tubuhnya berwarna hijau dan semua luka yang ada pada tubuhnya pulih
"Itu kan sihir penyembuhan, bagaimana kau bisa menguasainya?" Tanya Zer kebingungan
"Aku belajar dari salah satu dokter yang terkenal" Jawab Aris berbohong
"Terserah, selagi kau memulihkan diri aku akan terus menyerangmu sampai kau tidak bisa memulihkan dirimu sendiri" Kata Zer
"Kalau begitu coba saja" Kata Aris membalas serangannya
"Baiklah" Kata Zer
Mereka berdua saling beradu pedang dan juga melakukan kontak fisik.
"Pukulanmu hebat juga" Kata Zer
"Dan kau juga tinjumu benar-benar mengesankan" Kata Aris
"Militer melatihku dengan cara itu" Kata Zer sambil terus menyerang
"Aku juga tidak akan kalah" Kata Aris juga menyerang
Keduanya pun saling terkena pukulan dan membuat mereka berdua terpental.
__ADS_1
"Hebatnya, aku tidak bisa membayangkan bahwa dia bisa mengimbangi kekuatannya" Kata Rendi yang sedang melihat dari atas arena
"Ternyata orang yang bernama Aris ini cukup mengagumkan" Kata Ronald
"Ya, master. Sepertinya dia masih punya jurus andalan lainnya" Kata Tiara
"Melihat ia bisa menggunakan sihir penyembuhan, aku yakin ia tidak akan bisa kalah" Kata Resti
"Bagaimana kau bisa yakin bahwa ia tidak bisa dikalahkan?" Tanya Dinda
"Sihir penyembuhannya tidak masuk akal, biasanya orang yang baru bisa menggunakan sihir penyembuhan pasti pemulihannya tidak secepat ini" Jawab Resti
"Begitu, ya. Aku tidak tahu. Kau tahu banyak tentang sihir, ya?" Kata Dinda
"Ah, tidak juga. Aku hanya belajar dari kakakku saja" Kata Resti sambil tertawa
"Entah kenapa, setiap aku melihat Aris rasanya seperti melihat Darma dan aku juga pernah bermimpi bahwa dia pernah menggunakan Aurora Sword" Kata Dinda
"Aurora Sword? Aku masih penasaran siapa Aris itu" Kata Resti dalam hati
"Aku tahu, dia pasti tidak bisa dikalahkan" Kata Melani
"Kakak, ayo semangat" Kata Tasya
"Ini aneh, aku belum pernah melihat ia menggunakan sihir penyembuhan" Kata Angelia bingung
"Eh? Jadi kak Angelia tidak tahu kalau kak Aris bisa menyembuhkan luka sendiri?" Tanya Melani
"Waktu di sekolah ia tidak pernah menggunakan sihir, makanya ia disebut sebagai No Magic" Jawab Angelia
"Eh? Kenapa begitu?" Tanya Tasya
"Aku juga tidak tahu. Dulu kakak pernah membenci kak Aris karena ia tidak bisa menggunakan sihir. Jadi menurutku, ia tidak akan bisa lulus dari sekolah. Tapi nyatanya ia bisa lulus tes dan bisa diterima di sekolah ini" Jawab Angelia
"Ya begitulah" Kata Angelia
"Selain mempunyai jurus menghapus semua sihir, ia juga bisa menyembuhkan diri juga. Aku rasa aku akan kalah dengannya" Kata Nadia
"Kau masih bisa mempunyai kesempatan untuk menang darinya" Kata Miftah
"Tapi, bagaimana caranya?" Tanya Nadia
"Dengan membuat ia terpojok" Jawab Miftah
"Jadi aku harus menyerangnya dengan terus-menerus?" Tanya Nadia
"Ya. Hanya itu cara satu-satunya" Jawab Miftah
"Baiklah, akan aku coba" Kata Nadia
Aris dan Zer masih terlihat semangat dan masih ingin bertarung lagi.
"Sepertinya fisikmu masih kuat, ya?" Tanya Aris
"Dan kau sepertinya masih belum lemah, ya?" Tanya balik Zer
"Aku harus mengakhirinya" Kata Aris dalam hati
"Aku tidak bisa lama-lama dengannya. Jika aku terus bertarung dengannya bisa-bisa aku kalah dengannya. Apalagi ia bisa menggunakan sihir penyembuhannya" Kata Zer dalam hati
"Hanya ada satu mengalahkannya. Yaitu dengan itu.." Kata mereka berdua dalam hati
__ADS_1
Aris dan Zer mengisi tenaganya masing-masing.
" Wow, apakah ini berakhir dengan 1 serangan? Aku masih tidak percaya apa yang aku lihat disini. Para hadirin semuanya" Kata pembawa acara
"Quester, bantu aku" Kata Aris lewat telepati
"Baik, tuan" Kata Quester lewat telepati
"Apakah ini akan berakhir dengan cepat? Dan siapakah pemenangnya?" Kata pembawa acara
Keduanya pun menyerang sehingga melewatinya masing-masing dan yang kalah adalah Zer.
"Aku tidak percaya yang kalah adalah anggota dari pembasmi monster yaitu Zer. Dan pemenangnya adalah Aris Darmayudha" Kata pembawa acara
Semua penonton pun bersorak hebat karena pertandingannya.
"Yey.. dia menang" Kata Dinda
"Aku sudah pasti tahu dia akan menang" Kata Resti
"Sudah kuduga dia akan menepati janjinya" Kata Angelia
"Hore.. kak Aris menang" Kata Melani bersorak dengan yang lainnya
"Aku harap kau ingat apa yang aku katakan" Kata Miftah
"Baik. Aku harus mengalahkannya dan mendapatkan hadiahnya" Kata Nadia dalam hati
"(Tersenyum)... Aku tahu dia itu manusia misterius" Kata Rendi sambil pergi menghilang
"Orang yang bernama Aris Darmayudha adalah orang yang aneh" Kata Ronald
"Aku rasa dia cukup kuat, tapi yang aku pikirkan apa dia juga bisa menggunakan sihir? Karena yang kita lihat hanyalah gaya permainan pedangnya saja" Tanya Tiara
"Kalau itu kita akan mencari tahu" Kata Ronald
Aris pun menghampiri Zer yang sudah lemas.
"Cepatlah bunuh aku" Kata Zer pasrah
"Aku tidak akan membunuhmu, tidak ada gunanya jika aku membunuhmu" Kata Aris sambil menggelengkan kepalanya
"Jika kau berada pada saat ini, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Zer
"Tentu saja aku akan mengatakan yang sama padamu. Karena ini adalah pertandingan penghabisan" Jawab Aris
"Siapa saja tolong selamatkan dia" Kata Aris teriak dia di tengah arena
Aris hanya bisa mendengar suara sorakan penonton yang sangat keras. Dan tidak beberapa lama akhirnya ada pengguna sihir penyembuh yang datang menyelamatkan Zer. Zer pun dibawa di ruang penyembuhan untuk mendapatkan perawatan.
"Tunggu, sepertinya aku berhutang padamu" Kata Zer
"Tidak usah dipikirkan, pikirkan lukamu sendiri" Kata Aris
"Sungguh menyedihkan bahwa anggota regu pembasmi monster kalah dalam permainan adu pedangnya sendiri" Kata Zer
"Sudahlah, setiap manusia pasti pernah merasakan kalah" Kata Aris
"Lain kali aku akan membalasnya" Kata Zer
"Terimakasih, sekarang pergilah" Kata Aris
__ADS_1
"Terimakasih" Kata Zer yang sudah mulai menutup matanya
...END...