
"Aku tidak berbohong. Aku benar-benar ingin berkembang" Kata Aris meyakinkan
"Kalau kau bilang begitu. Yasudah. Tapi, apa kamu yakin padahal rumah itu sudah hampir rapuh loh" Kata Ade
"Tenang saja. Aku juga memiliki modal yang cukup untuk membangun kembali rumah itu" Kata Aris
"Sebenarnya rumah itu ingin kuberikan kepada anakku tapi karena anakku telah tiada. Yasudah aku akan menjualnya padamu" Kata Ade
"Terima kasih banyak" Kata Aris
"Kalau gitu tunggu sebentar. Aku akan mengambil surat-suratnya" Kata Ade
"Baik. Terima kasih banyak" Kata Aris
"Memangnya apa yang ingin kau lakukan dengan rumah itu" Tanya Ida
"Aku sebenarnya ingin membuka usaha di sana. Jadi, sebelum itu aku ingin memiliki rumah terlebih dahulu" Jawab Aris
"Maaf jika tidak sopan. Memangnya anda ingin usaha apa? Tanya lagi Ida
"Aku ingin membuka usaha sayuran dan juga buah-buahan. Aku dengar juga di sana tanahnya sangat subur. Jadi aku ingin menggunakannya untuk peluang usahaku" Jawab Aris
"Memang benar di sana itu tanahnya sangat subur saking suburnya tanaman yang biasanya tumbuh lebih lambat di sana hanya membutuhkan beberapa hari saja" Kata Ida
"Tapi, apa kau yakin ingin membuka usaha di sana. Aku dengar tempatnya sangat dalam dan tidak ada seorang pun pedagang yang ingin membeli barangmu di sana dikarenakan banyak monster-monster yang berada di sana" Kata Ida
"Tenang saja. Aku juga berniat ingin membangun gudang di luar hutan. Jadi yang aku perlukan hanya mengirim hasilnya di gudang tersebut" Jawab Aris
"Ternyata kau cukup pintar. ya. Kalau begitu, aku juga akan mendukungmu" Kata Ida
"Terimakasih banyak" Kata Aris
Setelah mengobrol, datanglah Ade membawa surat-suratnya. Ade yang melihat mereka merasa seperti melihat anaknya yang sedang mengobrol dengan ibunya.
"Baik. Ini dia surat-suratnya" Kata Ade
"Terimakasih banyak. Jadi, berapa harganya?" Tanya Aris
"Kami akan berikan rumah itu seharga 200 keping emas. Bagaimana?" Tanya Ade
"Baiklah. Aku terima" Jawab Aris
"Kalau begitu, silahkan tanda tangan dibagian sini" Kata Ade
"Baiklah" Kata Aris
Setelah transaksi jual beli selesai. Aris dan Quester pergi dari kantor asosiasi sihir.
"Sayangku, ada apa?" Tanya Ida
"Melihat kau mengobrol dengannya mengingatkanku pada Darma. Kalian mengobrol seolah-olah ibu dan anak" Jawab Ade
"Apakah itu benar?" Tanya lagi Ida
"Benar. Aku jadi teringat akan Darma. Tapi, waktu sudah berlalu. Kita hanya harus fokus pada masa depan" Kata Ade
"Aku juga berpikir demikian" Kata Ida
"Sekarang kita kemana, Tuan?" Tanya Quester
"Hey, Quester. Apakah kau lapar?" Tanya Aris
"Eh? Ya, aku sedikit lapar. Memangnya ada apa?" Tanya Quester
__ADS_1
"Kalau begitu. Kita makan terlebih dahulu. Aku ingin mencoba makanan disana. Sepertinya enak" Kata Aris
"Baiklah" Kata Quester
"Tolong, 2 Daging sayurnya" Kata Aris memesan
"Baik, anak muda" Kata penjual itu
Tidak lama, makanan mereka akhirnya selesai.
"Wah, enak sekali" Kata Aris
"Benar, Tuan. Aku jadi sampai ingin membeli lagi" Kata Quester
"Benar sekali. Aku jadi ingin menambah lagi" Kata Aris
"Dagingnya yang dibakar benar-benar enak dan merasa didalam mulut" Kata Quester
"Ah, benar. Aku juga harus memberikannya pada mereka. Tolong, berikan 20 lagi" Kata Aris
"Baik. Terimakasih banyak, anak muda" Kata penjual itu
Setelah itu, merekapun pergi ke hutan Ecber. Tidak lama, mereka sampai ditujuan.
"Oy, Tasya" Kata Aris teriak sambil melambaikan tangannya
"Ah, Kak Aris" Kata Tasya sambil berlari ke arahnya
"Kak Aris, selamat datang" Kata Tasya
"Iya" Kata Aris
"Kak Quester, selamat datang" Kata Tasya
"Iya" Kata Quester
"Mereka semua didalam rumah" Jawab Tasya
"Begitu, ya. Antarkan kami kesana. Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua" Kata Aris
Setelah memasuki rumah tersebut. Semuanya sudah berada di atas meja.
"Aku pulang. Semuanya" Kata Aris
"Wah, ada Kak Aris" Kata Melani
"Selamat datang" Kata Riana
"Kakak" Kata Yuni dan Yuli
"Selamat datang. Tuan" Kata Ririn
"Kakak, selamat datang" Kata Septi
"Ah, terimakasih. Kau masih sangat imut, Septi" Kata Aris mencubit pipinya dan menggendongnya
"Jadi, ada apa kemari?" Tanya Melani
"Baik. Semuanya tolong dengarkan aku" Kata Aris
Mereka semuanya duduk di meja kecuali Septi yang berada di pangkuannya Aris dan mendengar apa yang Aris katakan.
"Pertama-tama, aku sudah membeli rumah ini. Dan kedua, maaf karena membuat kalian menganggur. Aku tahu ras setengah hewan suka sekali dengan bekerja. Tapi, aku malah mengambil hak kalian. Mohon maafkan aku" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Tidak. Tidak apa-apa, Tuan. Kami mengerti kok" Kata Ririn
"Jadi, sekarang aku membuka usaha sayuran dan buah-buahan. Aku ingin kalian membantuku untuk mencapai tujuan itu" Kata Aris
"Itu hebat. Jadi, kami bisa bekerja di ladang lagi?" Tanya Melani
"Ya, kalian juga tidak perlu khawatir akan hasil panennya yang busuk. Karena aku akan menjualnya dengan sangat murah" Kata Aris
"Akhirnya, aku bisa kembali ke ladang lagi" Kata Tasya
"Aku juga bosan di rumah terus" Kata Melani
"Tapi, bagaimana dengan pembelinya? Mereka tidak akan mau kesini gara-gara ada monster, kan?" Tanya Riana
"Aku akan membersihkannya dan juga membuat jalan agar para pembeli kita tidak takut akan monster yang ada. Tapi, jika semakin parah. Maka, aku akan membuat gudang di luar hutan untuk menyimpan hasil panen kita. Dengan begitu, para pembeli tidak perlu masuk ke hutan untuk membeli dagangan kita" Kata Aris
"Ide yang hebat, Tuan" Kata Ririn
"Aku juga setuju" Kata Yuni
"Aku pun juga" Kata Yuli
"Riana, bagaimana hasil panen kita selama aku tidak ada?" Tanya Aris
"Seperempat dari hasil kita pada busuk" Jawab Riana
"Baiklah. Sebelum kita mengerjakan rencana kita. Waktunya kita makan terlebih dahulu. Quester, keluarkan" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester
Quester pun mengeluarkan daging sayurnya yang telah dibeli sebelumnya. Meraka pun memakan semuanya dengan lahap sampai tidak tersisa. Setelah selesai, Aris pun menyiapkan perbekalannya untuk membawanya ke pasar terdekat.
"Baiklah. Aku berangkat dulu. Setelah ini, aku akan membawa bibitnya dan mulailah menanam" Kata Aris
"Baik" Kata mereka semua
"Ayo, Quester" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester
Di tempat lain.
"Ada apa ini?" Tanya Bekti
"Kenapa?" Tanya balik Vera
"Guciku isinya tidak penuh. Padahal aku sudah mengirim pasukan yang banyak. Ada apa sebenarnya?" Tanya Bekti
Datanglah satu panggilan Bekti membawa kabar bahwa ada seorang wanita yang membawa sabit besar membasmi semua monster yang ada desa tersebut.
"Apa! Kalau begitu, perintahkan mereka untuk mundur" Kata Bekti
"Baik!" Kata monster panggilan itu
"Jarang sekali, ada orang yang menghalangi rencana kita" Kata Vera
"Selagi masih ada manusia baik maka hal-hal yang jahat harus dihapuskan" Kata Bekti
"Terus, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Vera
"Kita mundur. Tenang saja, waktunya kita masih banyak" Jawab Bekti
"Baik" Kata Vera
__ADS_1
"Maju semua kalian. Akan ku basmi kalian semua bersama kekasihku..!!" Kata wanita tersebut dengan tertawa jahat
...END...