Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Batu Merah


__ADS_3

"Cepatlah kau serang aku" Kata Aris


"Sombong sekali kau Heryuforh - Serhiyu" Rapalan Rendi sambil mengayunkan pedangnya


Tetapi Aris masih bisa menahan serangannya.


"Begini saja, katamu jika aura pedangnya menyentuh apapun maka benda itu akan hancur, kan?" Tanya Aris


"Ya.. benar sekali" Jawab Rendi


"Bagaimana kalau kau menyerang dengan pedangmu tanpa menggunakan sihir? Aku akan melawanmu dengan tangan kosong" Kata Aris


"Aris!!!" kata Resti


"Ha?? Kau gila? Tapi baiklah karena kau mulai serius maka aku akan meladeni mu" Kata rendi


"Tenang saja Resti, setelah misi ini berakhir aku akan mentraktir mu minum teh" Kata Aris


"Kau sialan!!!" Kata Rendi menyerang dengan cepat


Aris menahan serangannya dengan tangan kosong sehingga membuat Rendi dan Resti kaget.


"Apa!!! Ba-bagaimana kau bisa menahannya aura pedangku tidak ada yang bisa menahannya?" Tanya Rendi kebingungan


"Kita hanya harus serius, kan? Tidak ada waktu mengobrol. Sebaiknya kau persiapkan pertahananmu" Kata Aris sambil menyerang maju


"Apa..? Elemen Tanah - ..." Rapalan Rendi yang terpotong


"Lambat" Kata Aris


Rendi terpental jauh, Aris masih menyerangnya dengan cepat.


"Heryuforh - Earthfroh" Rapalan Rendi


Muncul dinding yang besar di depan rendi. Tetapi, dinding itu hancur hanya dengan satu pukulan dan langsung mengenai perut Rendi, sekali lagi ia terpental jauh.


"Aku memberimu kesempatan untuk menunjukkan jalan menuju batu merah pepaya atau kau ingin aku membuatmu terpental lagi?" Tanya Aris


"Baiklah aku menyerah. Ternyata kau hebat juga. Aku belum pernah mendapatkan lawan yang sebanding "dia" sebelumnya" Kata rendi sambil wujud perubahannya memudar


"Berdiri!" Kata Aris


"Baik" Kata Rendi


"Aris kau tidak apa-apa?" Tanya Resti sambil berlari ke arahnya


"Tenang saja aku baik-baik saja" Jawab Aris


"Kau hebat penyihir. Siapa namamu?" Tanya Rendi


"Namaku Aris Darmayudha" Jawab Aris


"Kau adalah orang kedua yang berhasil mengalahkanku" Kata Rendi


"Begitu ya.." Kata Aris


"Baiklah kalau begitu aku akan tunjukkan jalannya, silahkan lewat sini" Kata Rendi sambil pergi


Setelah beberapa saat Rendi menyarangkan untuk beristirahat di sini. Ada sebuah gubuk kecil di tengah hutan ia mengatakan bahwa ia suka disini karena tempatnya yang tenang dan sejuk.


"Baiklah kita akan beristirahat disini" Kata Aris


"Ngomong-ngomong sepertinya kau masih murid sekolah ya? Kenapa kau bisa mendapatkan pekerjaan di guild?" Tanya Rendi

__ADS_1


"Gara-gara dia aku terseret dalam hal yang tidak menyenangkan" Kata Aris sambil mengepalkan tangannya memikirkan Angelia


Tidak berapa lama muncul 2 harimau putih membawa buah-buahan.


"Silahkan makan" Kata Rendi


"Hebat, ya. Kau bisa mengendalikan harimau" Kata Aris


"Yah tidak juga, ini tidak seberapa.. tapi sahabatku lah yang paling hebat, ia memiliki hewan peliharaan berupa naga emas yang bernama Quester" Kata Rendi


"Iya betul.. kakakku mempunyai naga yang paling kuat bahkan The Master Academy yang sekarang hanya hewan peliharaan terkuat No.3" Kata Resti


"Oh iya aku lupa, Quester kau baik-baik saja disana?" Tanya Aris lewat telepati


"Tenang saja tuanku, selagi aku didekat mu itu saja sudah cukup" Jawab Quester


"Selanjutnya apa yang akan kau lakukan setelah mendapatkan batu itu?" Tanya Rendi


"Aku akan kembali ke sekolah dan tidak akan melakukan misi guild lagi" Jawab Aris


Tiba-tiba terdengar suara auman harimau.


"Itu tanda kita, ayo pergi" Kata Rendi


"Ada apa?" Tanya Aris


"Disini adalah wilayah milik raja monster Redro" Jawab rendi


"Raja Redro?" Tanya lagi Aris


"Ya.. dia memiliki kemampuan bisa menghilang dan menyerangnya dari belakang" Jawab Rendi


"Harimau-harimau ku mengatakan bahwa raja tersebut sudah pergi dan menuju selatan" Kata Rendi


"Kalau begitu kita harus cepat-cepat pergi dari sini" Kata Resti


"Ini adalah tempatnya" Kata Rendi


"Kau ikut?" Tanya Aris


"Tentu saja.. aku akan memandu kalian" Jawab Rendi sambil tersenyum


Saat mereka di dalam suasana gelap dan mencekam. Dan Rendi menyarankan untuk berhati-hati.


"Disini adalah wilayah milik kelelawar merah" Kata Rendi


"Kau tau wilayah sini, ya?" Kata Aris


"Disini hanyalah tempat aku melatih seni pedangku" Kata Rendi


"Pantas saja kau bisa menggunakan teknik itu" Kata Aris


Setelah beberapa saat akhirnya mereka menemukan batu merah pepaya tetapi mereka di hadang oleh monster kelelawar. Dan beberapa saat akhirnya mereka mengalahkan kelelawar itu.


"Disana adalah tempatnya" Kata Rendi


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Aris


"Aku akan berjaga disini" Jawab Rendi


"Baiklah kalau begitu kami masuk dulu, terimakasih Rendi" Kata Resti


"Iya tentu saja apalagi untuk adik sahabatku" Kata Rendi sambil malu-malu

__ADS_1


Setelah mereka selesai mendapatkan batunya mereka langsung bergegas keluar.


"Sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan?" Tanya Rendi


"Sudah.. terimakasih banyak atas bantuannya Rendi" Jawab Resti


"Ya.. setelah ini apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Rendi


"Aku dan Resti akan kembali ke sekolah untuk melaporkannya dan menyerahkan batunya" Kata Aris


"Jika kalian sudah lulus jadilah petualang agar kita bisa selalu bersama" Kata Rendi


"Entah kenapa jika aku didekatmu membuat diriku merasa aneh" Kata Aris


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Kata Rendi sambil melambaikan tangannya


"Apa kau masih ingat dengan janjimu?" Tanya Resti


"Iya iya.. aku janji" Jawab Aris


"Dan juga beberapa kue?" Tanya lagi Resti


"Terserah apapun tuan putri" Jawab Aris


Saat mereka berjalan Quester merasakan ada hawa monster yang kuat dan menyuruh Resti untuk pergi lebih cepat.


"Tuanku sepertinya ada monster yang sangat cepat menuju ke arahmu" Kata Quester lewat telepati


"(diam sejenak).. Resti cepatlah aku memiliki firasat tidak enak" Kata Aris sambil memperhatikan sekitar


"Ada apa emangnya?" Tanya Resti kebingungan


"Sudahlah cepat saja" Kata Aris mulai waspada


Tidak berapa lama Aris mengangkat Resti sambil bergerak menjauh untuk menghindari serangan monster.


"Ah.." Kata Resti teriak dan kaget


"Tenang lah" Kata Aris


"Tuan apa yang akan kau lakukan?" Tanya Quester lewat telepati


"Aku harus menghindarinya aku tidak mau menunjukkan kekuatan ku pada adikku" Jawab Aris


"Tenang lah aku akan membawamu ke tempat aman" kata Aris


Tidak berapa lama Aris dan Resti menemukan gua kecil tepat dibawah pohon besar dan mereka berdua memasuki tanpa melihat keadaan sekitar.


"Tenanglah kita aman disini" Kata Aris tersenyum


"Aris aku takut" Kata resti sambil memegang tangannya


"Kau tunggulah disini aku akan mengecek keadaan di luar" kata Aris sambil melepaskan pegangannya


"Jangan.. jangan tinggalkan aku" Kata resti sambil memegang tangannya


"Resti.." Kata Aris dengan nada kecil


"Kumohon jangan tinggalkan aku" Kata Resti sambil memeluk aris


"Baiklah aku tidak akan meninggalkanmu. Aku merasa kasian padanya, dia terlalu menerima banyak sekali penderitaan" Kata Aris sambil membalas pelukannya


Tidak beberapa lama saat Resti terbangun ia melihat dirinya seorang diri dan mencoba keluar dari gua tersebut. Saat keluar gua ia kaget melihat Aris berbicara dengan roh berwarna putih.

__ADS_1


"Siapa dia?" Tanya Resti


...END...


__ADS_2