Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Penginapan


__ADS_3

Tidak berapa lama akhirnya mereka menemukan penginapan yang cocok.


"Baiklah, karena kalian berenam kalian akan tidur disini. Karena kamarnya memiliki 3 kasur, jadi kalian harus tidur berdua di kasur" Kata Aris


"Kakak tidur dimana?" Tanya Yuni


"Aku akan tidur di kamar sebelah" Jawab Aris


"Apa kakak dan kak Angelia akan tidur bersama?" Tanya Yuli


"Tentu saja tidak, jika kakak melakukan itu maka kakak akan dipukul, kan?" Tanya Aris


"Kak Angelia galak, ya?" Tanya Yuni


"Sebenarnya dia tidak galak, dia hanya peduli pada orang lain. Makanya kalian jangan membencinya, ya" Kata Aris


"Iya" Kata Yuni tersenyum


"Baiklah, karena kita sudah mendapatkan tempat istirahat. Mari kita kembali ke arena untuk bertemu dengan kak Angelia" Kata Aris


"Baik" kata mereka serentak


Saat mereka sampai di arena, mereka bertemu dengan Nadia dan juga Miftah. Melihat Aris bersama manusia setengah hewan, mereka langsung menghampirinya.


"Darimana kau bisa mendapatkan manusia setengah hewan ini?" Tanya Nadia


Para gadis itu ketakutan dan bersembunyi di belakang Aris.


"Tenanglah, mereka ini baik, kok. Mereka adalah para gadis yang aku selamatkan. Mereka merupakan ksatria yang menjaga kerajaan ini" Kata Aris


"Bukankah ras manusia setengah hewan sudah punah, ya?" Tanya Miftah


"Itu tidak benar!" Kata Melani tegas


"Apa?" Tanya Nadia kebingungan


"Justru kalian lah yang telah membuat ras kami punah!" Kata Melani marah


"Eh? Kenapa?" Tanya Miftah masih belum paham


"Karena kalian para ksatria yang menyerang desa kami dan menculik anak-anak dan juga perempuan untuk dijual kepada bangsawan" Jawab Melani


"Benarkah? Kukira penyebabnya adalah karena kebakaran" Kata Miftah


"Kebakaran? Jika itu kebakaran maka sisa dari ras kami tidak akan hanya segini. Aku masih ingat teriakan teman-temanku dan juga ibu mereka, sedangkan para ayah mereka berjuang untuk bertahan hidup. Tetapi mereka semua telah tewas dan aku dari sekian banyak yang selamat" Kata Melani menangis


"Sepertinya aku harus bicara kepada raja mengenai kasus ini" Kata Miftah


"Sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi. Tetapi jika aku menemukan salah satu pelakunya. Aku berjanji, akan membunuhnya" Kata Melani marah sambil mengusap air matanya


"Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanya Nadia menghadap Aris


"Apa kau yakin tidak ingin mendapatkan keadilan di kerajaan ini?" Tanya Aris ke arah Melani


"Kenapa.." Kata Melani


"Jika kau ingin, maka aku akan membantumu supaya kau bisa mendapatkan tempat tinggal mu kembali" Kata Aris


"Benarkah?" Tanya Melani


"Aku rasa kita tidak bisa kembali, lebih baik aku akan ikut dengan kak Aris" Kata Riana


"Riana..?" Tanya Aris bersuara kecil


"Tapi, kenapa?" Tanya Melani


"Karena sepertinya akan aman jika bersamanya, jika kita kembali dan mereka menyerang lagi kita tidak bisa bersembunyi lagi" Jawab Riana

__ADS_1


"Mungkin.. kau ada benarnya. Baiklah kak Aris aku akan ikut denganmu. Apa kalian juga ingin?" Tanya Melani


"Ya, mau bagaimana lagi, kan" Kata Yuni


"Kak Aris, mohon bantuannya" Kata Yuli


"Kak Aris sudah janji kan untuk melindungi aku dan teman-temanku?" Tanya Septi


"Ya, tentu saja. Kakak akan melindungi kamu dan teman-temanmu" Kata Aris menghampiri Septi dan mengusap kepalanya


"Maaf ya merepotkan kalian. Tapi, kau sudah tahu kan apa kata mereka?" Tanya Aris


"Yah, mau bagaimana lagi. Lami akan membiarkan mereka untuk bersamamu. Tapi kalau kau berani macam-macam dengan anak-anak ini. Aku jamin kau tidak akan bisa melihat matahari lagi" Kata Miftah


"Sepertinya kalian akrab sekali" kata Nadia sambil tertawa


"Itu tidak benar!" Kata mereka berdua


Para gadis itu pun tertawa. Tidak berapa lama akhirnya mereka bertemu dengan Angelia dan juga Tasya.


"Aris!" kata Angelia meneriaki namanya


"Ah.. kalian sudah sampai. Jadi, bagaimana jalan-jalannya?" Tanya Aris


"Sangat menyenangkan. Ternyata kak Angelia sangat baik" jawab Tasya


"Syukurlah" Kata Aris


"Jadi, kenapa kau bisa bertemu dengannya lagi?" Tanya Angelia


"Ini hanya sebuah kebetulan" Kata Aris


"Jika kau macam-macam dengan anak-anak ini. Aku berjanji akan menghancurkan dirimu" Kata Angelia mengintimidasi


"Oh.. justru jika kau yang macam-macam dengan anak-anak ini. Maka kau tidak akan bisa pulang hari ini" Kata Nadia


"Majulah, aku berjanji tidak akan pernah pelan kepadamu" Jawab Nadia


"Kalian.." Kata Aris


Tidak berapa lama Tasya menarik bajunya Aris.


"Ada apa, dek Tasya?" Tanya Aris


"Kakak aku lelah, Aku ingin istirahat" Jawab Tasya


"Begitu ya, kalau begitu bagaimana kalau kita ke penginapan?" Tanya Aris


"Baik, kakak" Kata Tasya


"Sialan imut banget" Kata Aris dalam hati


"Kak Angelia, mau sampai kapan disana? Ayolah kita pergi ke penginapan" Kata Melani


"Baiklah, hari ini kau kelepasan. Kalau bukan karenanya aku pasti akan mengalahkan mu" Kata Angelia


"Baik, kita akan buktikan sendiri di arena. Jadi, jangan pernah kalah dari siapapun" Kata Nadia


"Setuju!" Kata Angelia bersalaman


Tidak berapa lama akhirnya mereka semua sampai di penginapan.


"Ah, selamat datang. Aris" Kata Nia


"Ya, terimakasih" Kata Aris


"Aris, siapa dia?" Tanya Angelia membisikkan telinganya

__ADS_1


"Dia temanku saat aku dalam perjalanan misi ke desa Afharza. Dia adalah Nia" Jawab Aris


"Kalau begitu, salam kenal. Namaku Angelia Frasiska" Kata Angelia


"Aku Nia. Kau pasti temannya? Dia sudah banyak menceritakannya padaku. Aku dan Aris sudah berteman dengannya pada saat ada pencuri yang datang ke toko kami. Dan sekarang aku akan membalasnya" Kata Nia


"Ternyata dia benar-benar buaya darat. Jadi, dimana kamarnya? Tanya Angelia


"Ah, di atas. 1 kamar isinya 3 kasur untuk anak-anak ini dan kamarmu disebelahnya" Kata Nia


"Aku sendirian? Bagaimana dengan Aris?" Tanya Angelia


"Dia akan bersamaku di kamarku" Jawab Nia


"Ha? I-itu tidak bisa diterima! Aku tidak akan pernah mengizinkan kau tidur bersamanya. Karena, dia akan tidur bersamaku" Kata Angelia


"Mohon maaf, nona. Tapi sepertinya dia tidak akan tenang tidur denganmu. Makanya dia harus satu kamar denganku" Kata Nia


"Aris malam nanti kau akan tidur dimana?" Tanya Angelia kesal


"Aku sudah memiliki kamarku sendiri" Jawab Aris


"Kau!!" Kata Angelia kesal


"Ini dia kuncinya" Kata Nia


Angelia langsung mengambil kuncinya dengan perasaan kesal dan langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Baiklah, kalau begitu mari kita ke kamar" Kata Aris


"Baik, kakak" Kata mereka semua


Aris pun mengambil kuncinya dan pergi ke kamarnya.


"Baiklah, ini kamar kalian. Ingat ya jangan dirusakin" Kata Aris


"Kakak, aku ingin makan" Kata Yuni


"Aku juga, Kata Yuli


"Kalau begitu, kakak akan kebawah dan mengirim kalian makanan" Kata Aris


"Baik" Kata Tasya


Aris pun kebawah. Dan menemui Nia yang sedang berada meja resepsionis.


"Ah, Aris. Ada yang bisa dibantu?" Tanya Nia


"Iya, bisakah kau mengirimi mereka makanan?" Tanya Aris


"Makanan? Baiklah. Akan saya antarkan kesana" Kata Nia


"Terimakasih" Kata Aris


"Ngomong-ngomong, mereka itu kan manusia setengah hewan? Bagaimana mereka bisa selamat dari kebakaran itu? Padahal kan semuanya telah tewas dan kukira ras manusia setengah hewan sudah tidak ada" Tanya Nia


"Kau percaya desa itu kebakaran?" Tanya Aris


"Bukannya desa itu memang terjadi kebakaran?" Tanya balik Nia


"Apa cerita ini sudah menyebar?" Tanya lagi Aris


"Sudah cukup lama, kukira ras mereka sudah tidak ada dan ternyata masih ada yang selamat" Jawab Nia


"Ternyata mereka menyembunyikan rahasia ini, ya?" Tanya Aris dalam hati


...END...

__ADS_1


__ADS_2