
"Kau..??" Kata Dinda kaget
"Inilah wujud yang selama ini kau kagumi. Tunggu saja disini dan lihat apa saja yang kau suka. Quester! Keluarkan saja tidak perlu menahannya" Kata Aris
"Baik tuan" Jawab Quester
"Jika kau memang penggemarku. Pedang apa yang paling kau sukai?" Tanya Aris
"Ah.. pedang yang aku sukai adalah Aurora Sword" Jawab Dinda
"Aurora Sword?" Tanya Aris
"Ya.. saat pertandingan melawan sekolah the Order of Magic pedangmu menurut ku sangat indah" Jawab Dinda
"Begitu ya? Baiklah. Keluarlah Aurora sword" Kata Aris
Muncul pedang beraura biru dan berhawa dingin.
"Quester kita basmi semuanya" Kata Aris
"Baik tuan" Kata Quester
"Teknik pedang rora - Sabetan Beku" Rapalan Aris
Seketika sabetan pedang mengeluarkan aura biru hingga membuat monster tersebut beku.
"Quester!!" Teriak Aris
"Baik tuan" Kata Quester
Quester langsung mengebaskan ekornya dan membuat monster yang terbeku menjadi hancur.
"Hebat.." Kata Dinda terdiam
"Bagaimana? Kau suka?" Tanya Aris tersenyum
"Ya.. sangat indah" Jawab Dinda
"Kalau begitu kau lihat kan monster itu?" Tanya Aris sambil menunjukkan jarinya
"Ya.. aku lihat. Memangnya ada apa?" Tanya Dinda kebingungan
"Kau perhatikan saja terus" Jawab Aris
Saat melihat monster itu Aris mengeluarkan sihir cahayanya yang akan menghapus ingatannya pada saat ia menjadi The Master Academy tadi. Tangan Aris mengeluarkan aura cahaya dan langsung menyentuh kepalanya sehingga membuat Dinda pingsan seketika.
"Apa kau yakin ingin terus menyimpan rahasia ini?" Tanya Quester
"Jika mereka tahu aku telah berubah gara-gara memakan buah itu maka akan ada kekacauan dimana-mana" Jawab Aris
"Setelah ini apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester
"Untuk sekarang kita nunggu dia bangun dan kita akan kembali ke sekolah" Jawab Aris
"Tapi mereka semua pergi kemana, ya?" Tanya Quester
"Aku ingin istirahat dulu" Kata Aris sambil duduk
Tiba-tiba Quester langsung bersiap karena mereka kedatangan seseorang.
"Siapa kau?" Tanya Quester dalam mode siaga
"Tenanglah" Kata Aris
__ADS_1
"Tenang saja aku dari asosiasi sihir namaku Tika Putri. Kami akan menyelamatkan kalian" Kata Tika
"Baiklah" Jawab Quester
"Nurul, ada warga yang terluka. Cepat kemari!!" Kata Tika teriak
"Baik!!" Jawab Tika
Datanglah 2 orang lainnya yang pertama bernama Nurul Cahya dia merupakan wanita berambut sedang berwarna merah bermata hitam dia juga merupakan pengguna elemen cahaya dan satunya Rehan Nada dia laki-laki berambut pendek berwarna hitam bermata biru. Dia merupakan pengguna pedang sabit terbaik yang ada di asosiasi sihir.
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Nurul sambil memeriksa kondisi mereka
"Kami baik-baik saja" Jawab Aris
"Apa kalian yang mengalahkan mereka semua?" Tanya Rehan terdiam
"Tidak. Tapi dialah yang mengalahkan mereka semua" Kata Aris tersenyum sambil melihat ke arah Dinda yang pingsan
"Jangan-jangan? Dia adalah.." Kata Rehan
"Ya.. dia adalah putri dari kerajaan Ruhyus. Dialah yang menyelamatkan kami berdua. Oh iya.. namaku Aris Darmayudha dan ini adalah adikku namanya Alice" Kata Aris
"Ya. Namaku adalah Tika dan ini adalah Nurul dan satunya adalah Rehan. Kami diberitahu tahu oleh mba Ida bahwa di desa afharza sedang tidak dalam keadaan baik. Maka dari itu, kami dipanggil untuk memeriksa kondisi warga yang ada disana" Jawab Tika
"Lebih baik kalian bawa dia ke tempat yang aman. Aku dan adikku hanya butuh istirahat sedikit" Kata Aris
"Tapi kami harus membawa mereka yang terluka" Kata Tika
"Kau lihat kan hanya kami berdua saja yang tidak terluka. Lebih baik kalian secepatnya. Aku dan adikku akan berdiam diri dulu untuk sementara" Kata Aris
"Tapi.." Kata Tika
"Sudahlah bawa dia" Kata Aris
"Sudahlah kita turuti saja apa katanya" Kata Rehan membisikkan telinganya Tika
"Baik terimakasih" Kata Aris
Mereka bertiga pun pergi membawa Dinda dan meninggalkan Aris dan Quester.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, tuan?" Tanya Quester
"Kita masih perlu menutup celahnya" Jawab Aris
"Baik. Tuan apa kau tidak ingin istirahat dulu?" Tanya Quester
"Tumben kau bertanya begitu? Memangnya kenapa?" Tanya Aris
"Jika kau butuh istirahat tidurlah sejenak di pahaku ini" Jawab Quester sambil duduk dan mengarahkan tangannya ke pahanya
"Tidak, tidak perlu" Kata Aris mukanya memerah
"Aku tidak keberatan" Kata Quester
"Baiklah kalau begitu aku terima tawaranmu" Kata Aris sambil mulai tidur di atas pahanya
"Aku sangat senang bisa menjadi peliharaanmu" Kata Quester sambil mengusap kepala Aris
"Apa kau masih kepikiran soal kata-katanya?" Tanya Aris
"Tapi memang tugas kami para peliharaan yang akan mengorbankan dirinya untuk melindungi tuannya" Jawab Quester sambil terus mengusap kepala Aris
"Kau tau jika terjadi masalah, aku tidak akan pernah mengorbankan siapapun" Kata Aris
__ADS_1
"Kau.." kata Quester sambil memukul kepala Aris
"Aduh.. sakit" Kata Aris
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang besar dan mengagetkan mereka berdua.
"Ada apa?" Tanya Aris terbangun
"Disana tuan" Jawab Questeruester sambil menunjukkan jarinya
"Kita harus mengetahuinya" Kata Aris berdiri
"Baiklah" Kata Quester
Saat mereka berdua pergi ke arah sumber suara mereka melihat 3 petualang yang sedang mengalahkan monster tersebut. Dan salah satunya terluka, melihat itu Aris langsung membantunya.
"Keluarlah, Basdar. Teknik Pedang - Tebasan Angin" Kata Aris
Monster itu pun hancur dan membuat para ketiga petualang itu kaget.
"Terimakasih atas pertolongannya. Jika tidak ada anda kami tidak tahu nasib kami bagaimana" Kata salah satu petualang
"Ya.. kami sangat berterimakasih" Kata petualang satunya
"Kenapa dia?" Tanya Aris
"Ah.. dia terluka cukup parah. Kami bertiga tidak memiliki kemampuan sihir penyembuh tapi kami hanya bisa membuat penahan sakitnya dengan menggunakan kain" Kata petualang satunya
"Kalian dari mana? Dan ada keperluan apa di tempat ini? Tempat ini sangat berbahaya. Banyak monster yang berada disini" Tanya Aris
"Kami dari kerajaan Gurdur. Kami menerima misi untuk membantu mengalahkan monster yang ada di desa Afharza" Kata salah satu petualang
"Kerajaan Guldur, ya? Apa kalian sudah kelelahan? Dan apa kalian masih bisa berjalan?" Tanya Aris
"Tentu saja kami bisa berjalan tapi.." Kata petualang satunya sambil melihat temannya yang terluka
"Tenang saja. Disebelah tenggara ada pengungsian kalian bisa mendapatkan pertolongan dan juga jalannya aman kalian bisa melewatinya walaupun berjalan sangat lambat" Kata Aris
"Begitu ya. Kalau begitu kami permisi dulu dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih" Kata petualang satunya
Mereka pun pergi meninggalkan Aris dan Quester.
"Tuan, kenapa kau tidak menyembuhkan dia?" Tanya Quester
"Aku.. hanya.. tidak ingin melakukannya" Jawab Aris
"Begitu ya.. baiklah kalau tuan bilang begitu. Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester
"Kita istirahat dulu malam sudah semakin larut" Kata Aris
"Baik tuan. Kita akan tidur dimana?" Tanya Quester
"Aku melihat disana ada rumah kecil. Aku merasa kita bisa menggunakannya untuk istirahat" Jawab Aris
Mereka berdua pun langsung bergegas menuju rumah tersebut dan ternyata tempat itu sangat gelap dan semua barang yang ada pada berantakan.
"Apa tuan yakin rumah ini kosong?" Tanya Quester ragu-ragu
"Aku rasa sudah ditinggalkan karena rumah ini adalah bekas pengungsi yang lari pasca kejadian kemarin" Jawab Aris menyakinkan
"Baiklah kalau begitu aku akan tidur. Selamat malam" Kata Quester
"Selamat malam" Kata Aris mulai menutup matanya
__ADS_1
Saat terbangun mereka bangun dan panik karena mereka melihat orang yang sudah tua memasuki rumah ini.
...END...