
Tidak berapa lama akhirnya mereka bertiga berada di depan sebuah toko kue. Toko itu ramai dikunjungi oleh para bangsawan dan orang yang berada disekitarnya. Setelah berada di dalam Roy memeriksa tempat itu dan bertemu dengan penjaga yang merupakan salah satu anak buah dari penguasa itu.
"Apa kami bisa masuk?" Tanya Roy
"Siapa saja yang kamu bawa?" Tanya penjaga itu
"Itu, mereka disana" Jawab Roy sambil menunjukkan jarinya
"Apa kalian pedagang?" Tanya penjaga itu
"Aku adalah pedagang dan mereka adalah bangsawan yang berada jauh Utara" Jawab Roy
"Apa tujuan kalian datang kemari?" Tanya penjaga itu
"Tentu saja, bangsawan itu ingin membeli budak. Aku dengar mereka sedang membutuhkan budak dan juga yang aku tahu kantung mereka sangat berisi" Jawab Roy sambil berbisik
"Baiklah, silahkan masuk" Kata penjaga itu
Mereka bertiga pun masuk. Saat di dalam, Aris kaget melihat disekelilingnya banyak penyihir yang bertingkat SSS.
"Dasar para pengkhianat" Kata Aris dalam hati kesal
Tempatnya lumayan besar, seperti tempat arena dan banyak bangsawan yang datang dari berbagai tempat hanya untuk sekedar membeli atau melihat. Banyak juga bangsawan yang sudah duduk di bangkunya masing-masing.
"Cepatlah, kita duduk" Kata Roy
"Tempatnya ramai sekali, ya" Kata Ijas
"Aku juga berpikir begitu. Padahal biasanya tempat ini tidak terlalu ramai" Kata Roy yang juga kebingungan
"Penyebabnya adalah mereka mengetahui bahwa barang yang dijual berjenis manusia. Jadi, wajar saja jika mereka hanya ingin melihat atau membelinya, kan?" Kata Aris
"Kau benar. Pantas saja tempat ini ramai sekali" Kata Roy
"Apa masih lama? Aku rasa seperti ada yang aneh" Kata Ijas
"Apa katamu?" Tanya Roy
"Lihatlah, mereka mengunci pintu keluarnya" Jawab Ijas sambil menunjukkan jarinya
"Sebenarnya ada apa ini" Tanya Roy yang kebingungan
"Ini seperti rencana mereka" Jawab Aris
"Apa kau mengetahui sesuatu?" Tanya Roy
"Coba kau pikir, apa mereka akan membiarkan pintunya terbuka pada saat pemberontakan terjadi?" Kata Aris
"Ti-tidak" Kata Roy
"Jika pada saat pemberontakan terjadi. Maka kemungkinan yang terjadi adalah mereka yang tidak berhasil mendapatkan budaknya akan kabur dan begitupula sebaliknya, jika mereka mendapatkan budaknya maka mereka juga bisa kabur" Kata Aris
"Jadi begitu. Terus apa yang akan kita lakukan?" Tanya Roy
"Kau bilang, siapa saja pemegang kartu maka dia akan mendapatkan budaknya setelah acara berakhir?" Tanya Aris
"Begitulah yang mereka katakan" Jawab Roy
"Kalau begitu, yang harus kita pertahankan adalah kartu kita sendiri" Kata Aris
"Kenapa kau berpikir begitu?" Tanya Roy
__ADS_1
"Apa penguasa disini menaruh barangnya dalam kandang yang kokoh?" Tanya Aris
"Benar. Terus?" Tanya balik Roy
"Apa kau percaya bahwa kandang yang mereka buat tidak akan bisa dicuri atau dihancurkan?" Tanya lagi Aris
"Itu.." Kata Roy terdiam
"Maka dari itu, sebisa mungkin kita mempertahankan kartu yang telah kita beli. Karena aku mengetahui sedikit, bahwa penjaga yang menjaga budak-budak tersebut tidak akan mengenali pemilik kartu sebelumnya. Yang mereka tahu adalah bahwa siapapun pemegang kartu tersebut maka mereka akan mendapatkan budak tersebut" Kata Aris
"Hebat juga rupanya. Baiklah, kita akan mempertahankan kartu milikmu. benar 'kan, Ijas?" Tanya Roy mengepalkan tangannya
"Tenang saja, karena kau sudah membayar kami. Maka, biarkan kami juga melakukan tugas kami" Kata Ijas
"Kalian.." Kata Aris tersenyum
Tidak berapa lama, lampu menyorot ke tengah arena. Menandakan bahwa acara pelelangan akan segera dimulai.
"Baiklah, para bangsawan sekalian. Hari ini kita hanya memiliki 3 budak. Dan juga kami juga memiliki 2 barang yang sangat istimewa" Kata orang berkumis memakai celana panjang dan agak gemuk
"Kenapa tahun ini budaknya sedikit, ya. Sepertinya, bakalan menegangkan" Kata Roy
"Aku sudah siap" Kata Ijas
"Baiklah. Barang pertama adalah seekor tikus Roid. Tikus ini dikatakan mampu membuat lubang sedalam 25 meter. Budak ini cocok bagi pemiliknya yang ingin segera melarikan diri dari kejaran musuh. Dan juga hewan ini sudah langsung jinak bila kita memberikannya segel budak kepadanya. Tikus ini ditemukan oleh seorang petualang di dalam labirin" Kata orang berkumis itu sambil menjelaskan budak yang berada di dalam kandang
"Wah, sepertinya bagus" Kata salah satu bangsawan di kursi penonton
"Aku tidak terlalu suka" Kata bangsawan satunya
"Apa kau ingin membelinya?" Tanya Bangsawan yang lainnya
"Apa kau akan membelinya?" Tanya Roy
"Tidak, aku akan tetap pada tujuanku" Jawab Aris
"Baiklah" Kata Roy tersenyum
"Kalau begitu. Mari kita buka harga dari 75 keping emas" Kata orang berkumis itu
"85 keping emas" Kata salah satu bangsawan sambil mengangkat tangannya
"Ada yang ingin lebih?" Tanya orang berkumis itu
"90 keping emas" Kata bangsawan yang lainnya
"Wah, 90? Ada yang lainnya?" Tanya lagi orang berkumis itu
"Kau tidak ingin membelinya?" Tanya bangsawan yang berada di kursi penonton
"Aku hanya mempunyai 60 keping emas saja" Jawab bangsawan itu
"Apa ada lagi? Kalau tidak ada maka TERJUAL" Kata orang berkumis itu sambil mengetuk palu
Para bangsawan yang lain bertepuk tangan.
"Baiklah tuan, silahkan turun dan ambil kartu ini" Kata orang berkumis itu
Bangsawan itu pun turun menggunakan pakaian panjang berwarna kuning.
"Silahkan tuan" Kata orang berkumis itu memberikan kartu berwarna hitam mengkilap
__ADS_1
"Baik" Kata bangsawan itu menerima kartunya
"Terimakasih banyak, tuan" Kata orang berkumis itu
Bangsawan itu pun kembali ke bangkunya. Dan acara itu pun kembali dilanjutkan.
"Baiklah, ini adalah barang kedua kita. Beruang Jigzy, beruang ini memiliki kekuatan penghancur yang besar dan juga cakar yang sangat tajam. Pemilik beruang ini sebelumnya adalah ketua suku yang berada di daerah selatan. Tapi, dengan segel budak maka beruang ini akan menjadi hewan peliharaan anda. Marilah kita buka dengan harga 300 keping emas" Kata orang berkumis itu
"300 keping emas? Mahal sekali" Kata Aris
"Tentu saja, itu sudah sebanding dengan kekuatannya" Kata Roy
"Tapi, percuma..." Kata Aris terpotong
"450 keping emas" Kata salah satu bangsawan sambil mengangkat tangan
"450? Ada lagi?" Tanya orang berkumis itu
"Aku tidak percaya, masih ada orang yang membeli hewan itu" Kata Aris
"Baiklah, TERJUAL" Kata orang berkumis itu sambil mengetuk palu
"Dari segi kekuatannya aku yakin, beruang ini pasti mampu menghancurkan hutan dalam sehari" Kata Roy
"Silahkan tuan, maju ke depan untuk mengambil kartunya" Kata orang berkumis itu
Bangsawan yang menggunakan pakaian panjang merah dengan motif cakar naga itu pun maju ke depan. Sesampainya di depan, orang berkumis itu memberikan kartu kepada bangsawan tersebut.
"Baiklah, ini adalah barang terakhir dari ras binatang. Aku perkenalkan dia adalah harimau Yupkille. Harimau ini mampu mengejar dan menangkap mangsa dengan sangat cepat. Pemilik sebelumnya ialah dari anggota asosiasi sihir. Dia merupakan penyihir tingkat SSS. Tapi, pemilik sebelumnya meninggalkannya dikarenakan sifat alaminya yang terkenal dengan buasnya. Kalau begitu, aku buka harga senilai 1000 keping emas" Kata orang berkumis itu
"1000 keping emas? Apa mungkin para bangsawan mempunyai uang sebanyak itu?" Tanya Aris terkejut
"Para bangsawan memiliki harta sekitaran 30000-150000 keping emas. Jadi, wajar saja jika harga tersebut sudah terlampau murah" Jawab Roy
"150000? Banyak sekali" Kata Aris terkejut
"Apa kau ingin membelinya?" Tanya Roy
"Tidak, aku tetap akan membeli temanku" Jawab Roy
Ternyata sudah banyak sekali bangsawan yang membeli hewan itu.
"Apa mereka yakin, ingin membelinya?" Tanya Aris makin terkejut
"Kenapa kau tidak menawar saja?" Tanya Roy
"Apa maksudmu? Penawarannya sekarang saja sudah 5000 keping emas. Bagaimana aku bisa bersaing dengannya" Tanya balik Aris
"Aku hanya memberi saran saja" Jawab Roy sambil tertawa
"Kau.." Kata Aris kesal
"TERJUAL. Dengan harga 6500 keping emas" Kata orang berkumis itu sambil mengetuk palu
"APA??? 6500 keping emas?" Tanya Aris yang semakin terkejut
"Baiklah, siapkan uang kalian. Karena harga budak ini melebihi harga harimau itu.
Kupersembahkan budak langka.." Kata orang berkumis itu sambil menyambutnya
...END...
__ADS_1