
Begitu Aris mendengarnya, iapun langsung menghampiri orang yang sedang mengobrol tadi.
"Permisi, apa maksud kata kalian tentang budak tersebut?" Tanya Aris
"Ah, tentang budak. Sebenarnya ini sangat rahasia. Kita tidak boleh memberitahukan lokasi tempat perdagangan budak tersebut kepada siapapun" Jawab orang itu
"Ya, karena takutnya para pasukan kerajaan mengetahui tempat tersebut dan menyegel tempat itu" Jawab orang satunya
"Jadi, kami tidak bisa memberitahukan kepadamu. Soalnya pembicaraan ini sangat sensitif. Belum lagi, sekarang banyak pasukan kerajaan yang menyamar sebagai warga biasa hanya untuk mencari informasi itu" Kata orang itu
"Kalau begitu, biar aku tanya kepada kalian. Apa kalian tahu dimana lokasi perdagangan itu?" Tanya Aris
"Aku tidak tahu. Tapi, temanku yang seorang pedagang tahu dimana tempat tersebut" Jawab orang itu
"Maukah kau memberitahukan tempatnya?"" Tanya Aris
"Maaf, aku tidak bisa memberitahukannya pada orang lain apalagi padamu" Jawab orang itu
"Tolonglah, sepertinya temanku ada disana" Kata Aris
"Apa kau mau berjanji tidak akan memberitahukan pasukan kerajaan?" Tanya orang itu
"Baiklah, lagipula untuk apa aku memberitahukan kerajaan? Aku percaya, suatu saat pasti perdagangan itu akan ketahuan" Jawab Aris
"Baiklah. Tapi, kau harus ingat ini hanya kita berdua yang tahu" Kata orang itu
"Baik" Kata orang itu
"Nia, aku ingin kau segera kembali penginapan. Aku akan menunggumu disana" Kata Aris tergesa-gesa
"Baiklah, kalau itu yang kau inginkan" Kata Nia
Nia pun pulang ke penginapan. Setelah mereka selesai di toko itu. Mereka berdua pun langsung pergi ke pedagang tersebut. Tempat pedagang tersebut lumayan jauh, tepatnya di bagian selatan ibukota Ketral. Tidak beberapa lama, mereka berduapun sampai tiba di tempat pedagang itu. Tempat itu sangat rapi dan juga banyak sekali barang-barang seperti ramuan, pedang, Dll.
"Permisi, apa Roy ada didalam?" Tanya orang itu
"Ya, sebentar" Kata Roy
"Aku yakin pasti dia sedang membuat barang aneh lagi" Kata orang itu
"Apa maksudmu barang aneh?" Tanya Aris
Tidak lama terdengar suara ledakan dari dalam dagangan orang itu. Aris yang melihat dan mendengar kejadian itu sangat terkejut. Akan tetapi, orang itu hanya santai saja. Seperti sudah terbiasa melihat kejadian serupa.
"Apa yang terjadi?" Tanya Aris dengan penuh terkejut
"Itulah yang kumaksud dengan barang aneh" Jawab orang itu
"Maksudmu dia bisa membuat alat-alat sihir?" Tanya Aris
"Bukan, dia hanya bisa membuat ramuan sihir saja" Jawab orang itu
Aris dan orang itu pun kaget melihat pedagang itu. Dikarenakan mukanya dipenuhi oleh cairan-cairan ramuan. Orang itu pun bertanya kepada pedagang itu.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya orang itu
"Aku sedang membuat ramuan. Akan tetapi, sepertinya gagal" Jawab Roy
"Memang ramuan apa yang sedang kau buat?" Tanya Aris
"Aku ingin membuat ramuan yang bisa membuat badan terluka menjadi sembuh" Jawab Roy
"Apa kau sudah gila? Di zaman sekarang sudah banyak orang yang bisa menggunakan sihir penyembuhan. Apa yang kau pikirkan?" Tanya orang itu
"Aku tahu. Tapi, tidak semua orang bisa menggunakan sihir penyembuhan" Jawab Roy
"Sudahlah hentikan saja" Kata orang itu
"Aku tidak akan pernah berhenti sampai aku bisa mewujudkan impianku. Ngomong-ngomong, ada keperluan apaan kalian kesini?" Tanya Roy
"Ah, benar. Dia ingin mengetahui lokasi tempat penjualan budak" Jawab orang itu
"Oh, Eh?. Apa kau yakin? Itu bisa membuatmu menjadi buronan loh" Kata Roy sedikit kaget
"Aku yakin. Yakin sekali bahwa temanku ada disana" Kata Aris sedikit kesal
"Oh, jadi temanmu telah dijual, ya?" Tanya Roy
"Jadi, apa kau bisa bantu?" Tanya orang itu
"Aku? Tentu saja bisa. Tapi, untuk masuk kesana kau harus bertiga" Kata Roy
"Bertiga, ya? Sulit sekali mencari 2 lagi" Kata orang itu
"Eh? Kami berdua? Tapi, apa kamu yakin? Disana penjaganya itu para penyihir tingkat SSS" Kata Roy
"Jika ada ancaman, mereka semua akan turun tangan menanganinya. Ini seperti mereka dibayar" Kata orang itu tambahnya
"Dari mana asal mereka?" Tanya Aris
"Mereka berasal dari Asosiasi Sihir" Jawab orang itu
Mendengar itu Aris kaget dan kesal. Melihat Aris dengan marah, orang itu pun mengatakan.
"Aku tidak tahu siapa yang kau cari. Tapi, kita tidak bisa menghancurkan perdagangan budak itu. Belum lagi katanya ada orang dari kerajaan yang bekerjasama dengan bisnis itu" Kata orang itu
"Disana, ada temanku yang sangat berharga. Aku kenal dengannya belum lama ini. Tapi, teman-temannya dia sangat menunggu kedatangannya. Maka dari itu, aku akan menyelamatkannya" Kata orang itu
"Aku tidak tahu siapa orangnya. Tapi, aku dan temanku akan membantumu" Kata orang itu
"Benar, aku akan membantumu. Tapi, kau harus sering belanja di tokoku, ya?" Kata Roy
"Tidak masalah, terimakasih Roy dan juga.." Kata Aris kebingunan
"Namaku Ijas" Kata Ijas
"Terimakasih Ijas" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah, kita lihat jadwalnya. Mereka akan mengadakan lelangnya lusa ini" Kata Roy melihat kalender
"Baiklah, kalau begitu kita akan berkumpul disini" Kata Ijas
"Semuanya terimakasih. Kalau begitu aku pulang dulu" Kata Aris berpamitan dan pergi
"Apa kau yakin ingin membantunya?" Tanya Roy
"Aku juga pernah begitu. Tapi, kejadian ini menimpa adikku. Jadi, aku berharap bisa membantunya semampuku karena kejadian yang sama tidak boleh sampai terulang kembali" Jawab Ijas
"Aku berharap ia membawa uang yang banyak. Karena tempat itu adalah tempat pelelangan bukan pasar yang begitu mudah untuk dihancurkan" Kata Roy
"Aku lupa, aku harap ia mengerti" Kata Ijas sambil tertawa kecil
Sesaat sampai di penginapan, Aris langsung memberitahu kepada Nia agar tetap di penginapan.
"Memangnya ada apa?" Tanya Nia
"Aku sudah menemukan lokasi tempat penjualan budak tersebut" Jawab Aris
"Terus, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nia
"Mereka berkata jadwalnya dimulai lusa ini dan aku akan berkumpul dengan mereka pada saat itu juga" Jawab Aris
"Apa benar aku tidak boleh ikut?" Tanya Nia lagi
"Aku ingin kau disini untuk menjaga penginapan ini" Jawab Aris
"Apa kau mempercayai mereka bahwa mereka akan membantumu?" Tanya lagi Nia
"Aku percaya padanya" Jawab Aris
"Kalau begitu, aku tidak bisa memaksa sih" Kata Nia merasa lega
"Memangnya kenapa?" Tanya Aris
"Soalnya kamu itu kuat" Jawab Nia
Mendengar itu Aris sedikit terkejut dan mukanya memerah.
"Baiklah, makan malam sudah siap" Kata Bela
"Wah, sepertinya enak" Kata Aris
"Aku yakin masakannya lebih enak daripada yang di alun-alun" Kata Nia
"Sudahlah, jangan memujiku terus. Cepatlah habiskan sebelum makanannya dingin" Kata Bela
"Baik" Kata Aris dan Nia
Di tempat lain.
"Jadi, Bagaimana?" Tanya seseorang
__ADS_1
"Persiapannya sudah selesai, kita akan menyerang selepas lusa" Kata seseorang dalam kegelapan
...END...