Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Kesalahpahaman Yang Terjadi


__ADS_3

Maya membawa wanita elf itu ke rumahnya. Wanita itu dibersihkan oleh Maya hingga bersih dan cantik.


"Sudah, sekarang tambah cantik" Kata Maya


Tasya dan yang lainnya melihatnya terkejut. Tiba-tiba wanita elf itu menyerang Maya, Maya dengan mudahnya menghindarinya. Tapi, wanita elf itu langsung pergi.


"Kak Maya?" Tanya mereka semua serentak


"Kakak tidak apa-apa. Tenang saja. Wanita itu bisa bela diri, boleh juga" Kata Maya tersenyum


Wanita elf itu pergi ke hutan. Tetapi, setelah berlarian ke dalam hutan. Ia bertemu dengan beberapa monster. Wanita itu mengalahkan monster dengan mudah. Tetapi, monster yang lainnya juga sudah berdatangan lagi. Wanita itu sudah merasa kelelahan.


"Apa aku akan mati disini? Aku tidak akan pernah mempercayai manusia lagi. Tidak akan pernah" Kata wanita elf itu


Para monster mulai menyerang wanita itu dengan bergerombol. Wanita elf itu hanya bisa pasrah. Tetapi, datanglah Maya mengayunkan sabit besarnya ke arah monster yang datang. Para monster itu terpental cukup jauh oleh ayunan sabitnya Maya.


"Kenapa? Kenapa kau menyelamatkanku?" Tanya wanita elf itu


"Karena kau sepertinya kesulitan. Maka dari itu, tempat ini sangat berbahaya. Mari kita pulang" Kata Maya


Mereka berdua pun pulang ke rumahnya. Setelah sampai dirumah, mereka disambut meriah oleh Tasya dan yang lainnya. Mereka pun semuanya masuk kedalam rumah.


"Ririn, apa kau memiliki burung pengantar pesan milik Aris?" Tanya Maya


"Ada, memangnya untuk apa?" Tanya Ririn


"Aku akan mengirimkan laporan padanya tentang apa yang terjadi hari ini" Jawab Maya


"Baiklah. Summon" Rapalan Ririn


Datanglah burung berwarna merah dan bertengger di meja makan.


"Kirim ini padanya, ya. Aku mempercayaimu. Burung kecil" Kata Maya sambil memasukkan kertas di kakinya


Burung itu pun pergi meninggalkan rumah mereka dan terbang untuk mencari Aris.


"Hei, hei, siapa namamu?" Tanya Yuni


"Namaku Elfiza. Aku dari ras manusia elf. Kalian bukankah manusia setengah hewan?" Tanya Elfiza


"Ya, tentu saja. Kami diselamatkan oleh Kak Aris" Kata Yuli


"Kak Aris?" Tanya Elfiza kebingungan


"Ya. Dia adalah penyelamat kami. Awalnya kami juga takut kepada manusia. Tapi, Dia memperlakukan kami secara berbeda. Dia bilang akan melindungi kami semua" Jawab Melani


"Jadi, kami mempercayainya" Kata Tasya


"Apa kau punya tujuan hidup?" Tanya Maya


"Sebelum ditangkap. Aku adalah budak dari seorang bangsawan, dia menyuruhku untuk mengirim sebuah barang. Tetapi, aku ditipu olehnya. Dia sengaja membuangku dan membiarkanku di tangkap oleh para pencuri itu" Jawab Elfiza

__ADS_1


"Kasian sekali. Kalau begitu, tinggallah bersama kami. Disini kamu aman dan tidak ada lagi orang yang akan menangkapmu. Percayalah padaku" Kata Maya


"Benar. Kami saja percaya dengan Kak Aris dan Kak Maya" Kata Yuni


"Kalian.." Kata Elfiza


"Kau adalah ras elf. Bagaimana dengan ras kalian yang lainnya?" Tanya Maya


"Kebanyakan dari kami bersembunyi di hutan dan juga kami sering sekali melakukan migrasi dari hutan ke hutan lain. Terakhir kalinya aku ditangkap oleh bangsawan itu 3 bulan lalu. Jadi, aku yakin saat ini mereka pasti sudah berpindah tempat sebanyak 4 kali. Tapi, aku tidak tahu dimana hutannya" Jawab Elfiza


"Begitu, ya. Pasti sangat sulit untuk mencari rasmu yang lainnya" Kata Maya


"Ya. Lagipula jika salah satu rasku bertemu dengan manusia. Mereka akan menyerang dan langsung pergi" Kata Elfiza


"Itu sama denganmu yang menyerangku sebelumnya, ya" Kata Maya


"Maafkan aku" Kata Elfiza menundukkan kepalanya


"Sudahlah, aku tahu itu untuk pertahanan diri. Karena sebentar lagi malam, apa kau ingin makan bersama kami?" Tanya Maya


"Ya. Aku ingin. Sudah lama sekali aku tidak pernah memakan makanan yang layak" Jawab Maya


"Baiklah. Aku akan memasak sesuatu yang sangat enak hari ini. Persiapkan dirimu" Kata Maya


"Terimakasih banyak" Kata Elfiza


Aris yang sedang duduk santai sambil memikirkan rencana kedepannya tiba-tiba mendengar ada yang mengetuk jendela kamarnya. Melihat itu, Aris langsung membuka dan mendapati burungnya sedang membawa pesan.


"Sepertinya aku harus pergi. Quester, Alan. Aku akan pergi ke rumah sebentar, kalian jangan lama-lama pulangnya" Kata Aris lewat telepati


"Baik, Tuan" Kata Quester


"Dimengerti, Tuanku" Kata Alan


Aris pun berteleportasi ke rumah yang berada di dalam hutan Ecber. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya dia sampai di depan pagar rumah itu.


"Maya, semuanya. Aku pulang" Kata Aris sambil mengetuk pintunya


Tasya pun membuka pintunya dan mempersilahkan masuk.


"Jadi, dimana yang lainnya?" Tanya Aris


"Mereka sedang berkumpul di meja makan. Kak Maya sedang masak. Kau tahu, Kak Aris. Kita mendapatkan teman baru" Kata Tasya


"Benarkah? Aku senang mendengarnya" Kata Aris sambil tersenyum


Saat Aris datang ke meja makan. Elfiza melihat ada manusia, tanpa pikir panjang ia langsung menyerang dengan kekuatan penuh untuk mengalahkan Aris. Tapi, Aris sudah sigap untuk menahan serangannya.


"Siapa kau? Apa yang akan kau lakukan disini? Ini rumah kami" Tanya Elfiza dengan ekspresi wajah marah


"Oh, begitu. Sepertinya dia sangat membenci manusia. Aku adalah pencuri dan aku telah menyandera dia. Jika kau ingin dia kulepaskan, berikan semua harta kalian" Kata Aris sambil menyandera Tasya

__ADS_1


"Eh? Kakak?" Kata Tasya yang kebingungan


"Dasar kalian manusia, semuanya egois hanya mementingkan dirinya sendiri. Lepaskan dia atau aku akan mengalahkanmu" Kata Elfiza


"Wah, mengerikan. Aku takut sekali. Maju sini, aku yang akan mengalahkanmu dan mengambil semua hartamu" Kata Aris memprovokasinya


"Tidak akan kubiarkan" Kata Elfiza sambil menyerang Aris dengan kecepatan tinggi


Aris pun terkejut dengan kecepatannya. Tetapi, Aris hanya bisa menghindar-hindar saja.


"Ternyata manusia itu lemah. Mereka hanya bisa menghindar jika bertemu dengan lawan yang kuat" Kata Elfiza


"Begitu, ya. Boleh juga kekuatanmu. Sepertinya aku juga harus serius" Kata Aris


"Oh, ternyata manusia bisa juga serius, ya. Baiklah, mungkin aku akan menahan diri untuk tidak kasar terhadapmu" Kata Elfiza


Yang lainnya hanya ketakutan. Datanglah Maya membawa panci yang berisi sayuran.


"Kalian! Apa yang kalian lakukan?" Tanya Maya sambil teriak


"Kak Maya?" Tanya Elfiza terkejut


"Maya?" Tanya Aris yang juga terkejut


"Kau, apa hubungannya dengan Kak Maya. Apa kau juga ingin menculiknya?" Tanya Elfiza marah


"Lebih baik kita hentikan saja" Kata Aris


"Ha? Ternyata kau takut, ya" Kata Elfiza


"Aku tidak mau berurusan dengan Maya. Jika kau masih ingin melanjutkan ini, lawan saja dia" Kata Aris


"Elfiza? Sepertinya kau salah paham" Kata Maya menghela nafas


"Salah paham? Memangnya dia siapa?" Tanya Elfiza


"Elfiza, dia adalah Kak Aris yang baru saja kita bicarakan" Jawab Melani


"Kak Aris? Apa benar dia orangnya?" Tanya Elfiza


"Hai, salam kenal" Kata Aris sambil tersenyum


"Ah, maafkan aku. Maafkan aku. Aku tidak tahu" Kata Elfiza sambil menundukkan kepalanya


"Sudahlah. Aku bersyukur karena kesalahan pahaman ini sudah selesai. Lebih baik kita makan saja" Kata Aris


"Ya, Kak Aris" Kata Elfiza


Mereka semua pun makan malam bersama dengan Elfiza. Hingga pada saat malam tiba, Elfiza bingung dengan listriknya. Akhirnya, Tasya mengatakan semuanya. Dan akhirnya, Elfiza mengerti dengan kondisinya.


...END...

__ADS_1


__ADS_2