
Tidak lama terdengar suara bel lonceng berbunyi.
"Sepertinya hanya bisa sampai di sini. Bagaimana kalau kita melanjutkan nanti setelah pulang sekolah?" Tanya Aris
"Baiklah. Aku akan membantumu setelah pulang sekolah" Jawab Resti
"Aku juga akan membantumu setelah ini" Kata Arina
"Kenapa Dedi lama sekali, ya? Terus.. bagaimana dengan roti lapisku?" Tanya Aris dalam hati
Aris pun merapikan tugas-tugasnya dan memasukkannya ke dalam tas dan tidak berapa lama Dedi datang dengan membawa roti lapis.
"Aris.. Maaf ini roti lapisnya. Tadi aku melihat latihan sihir sebentar setelah itu malah kebablasan" Kata Dedi
"Oh begitu, ya. Tidak apa-apa. Ini uangnya sebagai pengganti roti lapisnya" Kata Aris
"Terimakasih, Aris" Kata Dedi
"Ya, sudah cepat sana kembali ke tempat dudukmu. Karena pelajaran akan segera dimulai" Kata Aris
"Baiklah" Kata Dedi
Mereka semuanya kembali ke bangkunya masing-masing dan mulai melanjutkan pelajarannya.
"Aris, apa kau sibuk nanti sepulang sekolah?" Tanya Dedi
"Pulang nanti aku sangat sibuk. Aku masih harus mengerjakan tugas-tugasku" Jawab Aris
"Begitu, ya. Mungkin lain waktu, ya" Kata Dedi tersenyum
"Ya. Aku minta maaf" Kata Aris
Bel pulang pun berbunyi menandakan bahwa pelajaran telah selesai dan mengisyaratkan kepada semua siswa-siswi untuk kembali ke asrama nya masing-masing. Saat hendak merapikan peralatannya, Arina dan Resti datang ke mejanya untuk membantu mengerjakan tugas-tugasnya Aris.
"Kalian belum pulang?" Tanya Aris
"Sebenarnya kami ingin mencicipi masakanmu, makanya kami berdua akan membantumu mengerjakan tugas-tugasnya" Jawab Arina
"Begitu, ya. Kalian sangat menginginkannya" Kata Aris tersenyum
"Bukan menginginkannya. Tapi, sangat ingin" Kata Resti
"Baiklah. Aku mengerti. Lebih baik kita mengerjakan jangan sampai terlalu malam, ya" Kata Aris
"Baik!!" Kata mereka berdua serentak
Setelah mengerjakan tugas-tugasnya cukup lama, mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang ke asrama nya masing-masing.
"Kalau begitu, sampai jumpa" Kata Arina
"Kalian berdua, terimakasih. Berkat kalian tugasku sedikit lagi selesai" Kata Aris
"Sama-sama" Kata Resti
"Sudah wajar, kan. Kalau kita itu berteman" Kata Arina
"Baiklah. Sampai bertemu besok pagi" Kata Aris
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Aris sampai di asrama nya. Ia melihat sekitaran lorong asrama sudah sangat sepi. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 7 malam.
"Sepi sekali. Biasanya jam segini banyak yang keluar atau bermain dikamar temannya" Kata Aris
"Apakah tuan tidak tahu? Sebentar lagi akan diadakan ujian" Kata Quester
"Ujian? Aku tidak tahu. Tapi, bagaimana kau tahu sebentar lagi ada ujian?" Tanya Aris
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Arina dan juga Resti pada saat kalian pulang bersama" Jawab Quester
"Begitu. Tapi, kenapa mereka tidak memberitahuku, ya?" Tanya Aris
"Mereka ingin mengatakannya. Tapi, mereka melihatmu berjalan dengan sangat cepat" Jawab Quester
"Perasaan aku berjalan seperti biasa. Sudahlah, lagipula mereka pasti akan mengatakannya besok. Untuk sekarang kita istirahat dulu. Aku lelah sekali" Kata Aris
"Hari libur 2 hari lagi, Tuan" Kata Quester
"Kau benar. Setelah aku membuat dapur, apa kau ingin mencoba masakanku, Quester?" Tanya Aris
"Benarkah? Aku sudah lama tidak makan masakan, Tuan. Kira-kira bagaimana rasanya, ya?" Kata Quester bertanya-tanya
"Kau akan tahu setelah mencobanya" Kata Aris
"Baiklah. Kalau masakan Tuan enak. Maka aku akan tidur dengan Tuan. Dan juga apabila masakan Tuan tidak enak makan Tuan harus tidur denganku" Kata Quester sangat senang
"Kau mengatakan untuk keuntunganmu saja, kan" Kata Aris
"Eh? Aku rasa itu taruhan yang pas" Kata Quester yang sedikit panik
"Baik, Tuan" Kata Quester
Aris yang sudah di dalam kamar menyuruh Quester untuk keluar karena ia ingin mandi.
"Kenapa? Padahal aku ingin melihat Tuan yang perkasa" Kata Quester
"Tidak boleh" Kata Aris
"Jahatnya" Kata Quester
"Sudahlah, keluar. Atau aku keluarkan secara paksa" Kata Aris
"Baiklah" Kata Quester sedih
"Bagaimana kalau kau mencoba tidur di kasurku yang baru" Kata Aris
"Apa boleh?" Tanya Quester dengan senang
"Tentu saja. Pakai saja. Aku ingin mandi terlebih dahulu" Jawab Aris dengan tersenyum
"Baiklah" Kata Quester
Akhirnya Aris bisa mandi dengan tenang. Dan tidak berapa lama, Aris pun selesai mandi.
"Ah, segarnya. Aku tidak sabar ingin segera memiliki dapur" Kata Aris tersenyum
Aris melihat Quester sedang tertidur pulas di kasurnya.
__ADS_1
"Memang bagus, ya. Efek kasur baru" Kata Aris sambil melihat Quester yang sedang tidur
"Aku jadi ingin tidur juga" Kata Aris tambahnya
Karena sudah sangat lelah, Aris pun tidur disamping Quester. Keesokan paginya Aris bangun lebih awal dari Quester. Jadi, ia pun membangunkan Quester dan ia pun juga bangun.
"Cepatlah, kau ingin ikut tidak?" Tanya Aris
"Iya, tunggu aku" Jawab Quester yang masih mengantuk
"Cepatlah!!" Kata Aris teriak
"Ya, ya" Kata Quester berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuh Aris
Setelah masuk, Aris bergegas ke sekolah. Tidak membutuhkan waktu yang lama Aris pun tiba di kelas. Melihat semua siswa yang sedang membaca buku, Aris pun terheran-heran.
"Ada apa ini? Kau juga membaca buku?" Tanya Aris kebingungan
"Kau tidak tahu, ya. Sebentar lagi akan diadakan ujian. Makanya semua siswa sedang belajar" Jawab Dedi
"Aku tidak tahu. Bahkan, kalian juga?" Tanya Aris kepada Resti, Dinda, dan juga Arina
"Memangnya kau tidak belajar?" Tanya Arina
"Padahal, baru kita semua kemarin bersantai-santai" Jawab Aris
"Oh, iya. Apa kau tidak melihat papan pengumuman di depan tangga?" Tanya Dinda
"Pengumuman. Aku benar-benar tidak tahu" Jawab Aris
"Pengumuman itu dibuat pada saat kita pulang kemarin. Makanya semua siswa belajar agar tidak mendapatkan nilai dibawah rata-rata" Kata Dinda
"Terus, bagaimana dengan acara besok kita? Yang pergi ke pusat kota untuk merenovasi dapurku?" Tanya Aris
"Renovasinya bisa ditunda, kan? Tenang saja, minggu depan kita bisa pergi. Lagipula, ujian ini hanya sampai Jumat" Kata Dedi
"Begitu, ya. Yasudah. Aku ikut belajar saja" Kata Aris
"Tuan, apa kau mengerti pelajaran jaman sekarang?" Tanya Quester lewat telepati
"Kurang lebih mengerti" Jawab Aris lewat telepati
"Begitu, ya. Baiklah" Kata Quester
"Tapi, aneh sekali. Kenapa para guru memberikan ujian yang mendadak sekali. Berarti ujiannya 2 hari lagi, yaitu hari Senin" Kata Aris
"Iya. Rasanya seperti mereka semua fokus pada 1 hal" Kata Quester
"Yah, mau bagaimana lagi. Ini adalah cara guru menilai kemampuan belajar seorang siswa yang sudah cukup lama" Kata Aris
"Dengan ujian? Apa hanya sekolah ini saja?" Tanya Quester
"Semua sekolah pun sama" Jawab Aris
"Begitu, ya" Kata Quester
...END...
__ADS_1