
"Apa kau melihat ada seseorang disana?" Tanya Nia
"Seseorang? Aku tidak melihat siapapun" Jawab Aris sambil menoleh ke arah jendela
"Baiklah" Kata Nia
"Kau kenapa? Ini kuncinya. Kamarmu ada di lantai satu dan kamarku ada di lantai dua" Kata Aris sambil memberikan kunci padanya
"Kita tidak sekamar?" Tanya Nia bersuara kecil
"Ah? Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Aris
"Ah, tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa" Jawab Nia panik
"Baiklah, aku kamarku dulu" Kata Aris sambil pergi
"Baiklah. Perasaan aku melihat orang disana tadi" Kata Nia
Nia pun pergi ke kamarnya. Saat sampai di depan pintu, Aris kaget karena kamarnya sangat rapi dan bersih.
"Bagaimana menurutmu, Quester?" Tanya Aris
"Bagus tuan, aku sangat suka" Jawab Quester
Di tempat Nia.
"Wah, aku suka sekali dengan kamar ini. Seandainya kami berdua di kamar, pasti akan lebih seru" Kata Nia sambil halusinasi
"Baiklah, sekarang waktunya aku ingin istirahat" Kata Aris sambil tiduran di lantai
"Tuan, kau tidak ingin jalan-jalan sebentar?" Tanya Quester
"Aku sangat malas untuk berjalan ke pintu saja" Jawab Aris
"Tapi, tuan ini waktu yang bagus untuk melihat-lihat ibukota Ketral" Kata Quester
"Baiklah, kau yang minta, ya" Kata Aris tegas
Quester pun memasuki tubuhnya Aris dan Aris pergi ke luar, saat ia selesai turun dari tangga ia bertemu dengan Nia yang juga sedang ingin mandi.
"Aris" Kata Nia
"Oh, Nia. Ingin pergi kemana kau?" Tanya Aris
"A-aku ingin pergi mandi, kau ingin pergi kemana?" Tanya juga Nia
"Aku ingin jalan-jalan. Sesekali melihat ibukota kerajaan Ketral" Jawab Aris
"Kalau begitu, aku ikut" Kata Nia
"Eh? Kau tidak jadi mandinya? Tanya Aris kaget
"Aku ikut!!!" Kata Nia tegas
"Ba-baiklah, aku akan menunggu di luar" Kata Aris ketakutan
Tidak beberapa lama, akhirnya Nia keluar dari penginapan. Ia menggunakan pakaian yang tadi.
"Mau kemana kita hari ini?" Tanya Aris
"Terserah, aku akan pergi kemanapun kau pergi" Jawab Nia
"Baiklah, pertama kita akan membeli pakaian baru. Soalnya kita bakalan lama di sini" Kata Aris
"Baik, kita akan cari" Kata Nia
__ADS_1
Tidak berapa lama, mereka sampai di toko pakaian. Aris dan Nia bertemu dengan penjaga toko tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya penjaga toko tersebut
"Kami ingin mencari pakaian baru. Bisa anda tolong carikan?" Jawab Aris
"Baik, akan saya carikan. Terutama untuk kekasih anda yang sangat cantik ini" Kata penjaga toko
"Dia bukan.." Kata Aris dipotong oleh Nia
"Ya, benar. Aku adalah kekasihnya. Kami sangat mencintai satu sama lain. benar kan, sayang?" Tanya Nia tersenyum
"Ayah dan anak sama-sama jahatnya. Ya, benar" Jawab Aris dengan tersenyum palsu
"Baiklah, silahkan tuan tunggu disini. Ayo nona, silahkan ikut aku" Kata penjaga toko
Aris pun ditinggal sendiri di toko tersebut. Tidak berapa lama, ia melihat baju yang sangat indah menurutnya. Baju itu berwarna merah dengan ada seperti bulu burung berwarna kuning. Aris pun pergi dan memeriksanya.
"Bagaimana menurutmu, Quester?" Tanya Aris
"Sepertinya cocok denganmu, tuan" Jawab Quester
"Kalau begitu, aku akan mencobanya" Kata Aris
Aris pun mengambil baju itu dan mencobanya. Saat hendak memasuki ruang ganti, Aris langsung mengeluarkan Quester dengan paksa sehingga membuatnya terpental dan jatuh di depan ruang ganti pakaian.
"Jahat sekali kau, tuan" Kata Quester
"Aku tidak ingin seseorang melihat tubuhku saat ganti pakaian. Apalagi seorang wanita" Kata Aris
"Aku ini seekor naga tahu" Kata Quester
"Tapi, tetap saja. Kau seekor naga betina" Kata Aris
"Ehm.." Ekspresi wajah ngambek Quester
Tidak beberapa lama, akhirnya Nia keluar dari ruang ganti dan memutuskan apa yang ia beli. Saat hendak pergi menemui Aris, ia kaget dan terkagum karena melihat Aris menggunakan baju berbulu itu.
"Wah, itu sangat cocok denganmu" Kata Nia
"Benarkah?" Tanya Aris
"Ya, menurutku kau itu sangat keren. Dia tampan sekali. Bisa-bisa hatiku pindah padamu Aris. Ini semua kesalahan The Master Academy kemana kau selama ini. Teganya kau meninggalkan hati seorang wanita yang mencintaimu" Kata Nia dalam hati
"Apa benar aku cocok dengan baju ini? Menurutku ini agak kuno" Kata Aris merendah diri
"Sudah, sudah. Sini biarkan aku yang membayarnya" Kata Nia mengambil baju milik Aris
"Eh, tunggu!!" Kata Aris teriak
"Sudah, sudah" Kata Nia
"Sekarang bagaimana, tuan?" Tanya Quester
"Untung saat aku selesai ganti pakaian kau langsung masuk. Jadinya kau sempat tidak bisa melihat tubuhku" Jawab Aris
"Suatu saat aku akan melihat tubuhmu yang indah itu, tuan" Kata Quester
"Coba saja, aku akan menghentikannya secara cepat" Kata Quester
"Aris, kau berbicara dengan siapa?" Tanya Nia
"Ah, tidak. Aku tidak berbicara dengan siapa-siapa" Jawab Aris
"Oh, iya. Ngomong-ngomong kemana adikmu?" Tanya Nia
__ADS_1
"Ah, dia. Sudah mulai tinggal di asrama kami dan tidak menangis saat aku tinggalkan" Jawab Aris
"Siapa yang kau panggil menangis?" Tanya Quester lewat telepati
"Sudahlah, diam" Jawab Aris lewat telepati
Tiba saatnya mereka sampai di depan kasir. Nia membayar semua belanjaan miliknya maupun Aris.
"Terimakasih, Nia" Kata Aris
"Sebagai gantinya ajak aku jalan-jalan ke kota" Kata Nia
"Baiklah, kita akan pergi kemana? Sejujurnya aku tidak tahu kota ini. Aku tidak pernah kesini sebelumnya" Kata Aris
"Kalau begitu, kau tinggal temani aku saja berkeliling" Kata Nia
"Baiklah, akan aku lakukan apapun untuk membayar hutangku" Kata Aris bersemangat
"Apapun? Kalau begitu aku ingin kita ber-ber-ci--ci.." Kata Nia putus-putus
"Kau bilang apa?" Tanya Aris
"Ti-Tidak, aku tidak bilang apapun" Kata Nia mukanya memerah
"Baiklah, hari ini kita akan kemana?" Tanya Aris
"Aku ingin ke makan sesuatu" Kata Nia
"Baiklah, mari kita beli sesuatu" Kata Aris
Mereka berdua pun berjalan-jalan dan membeli beberapa makanan. Tidak terasa waktu sudah sore hari. Sesaat kemudian, mereka berdua istirahat di depan bangku taman.
"Kau lelah?" Tanya Nia
"Ah, tidak. Aku masih ingin jalan-jalan" Jawab Aris sambil menguap
"Kau sepertinya kelelahan. Lebih baik kita pulang saja" Kata Nia
"Baiklah, kita harusnya melaksanakan misi kita. Tetapi malah bermain-main" Kata Aris
"Nanti saja kita pikirkan itu. Untuk sekarang, kita pulang dulu" Kata Nia
"Baiklah" Kata Aris
Saat mereka sampai di penginapan, mereka langsung ditanyai oleh wanita yang sudah tua renta.
"Kalian sudah pulang?" Tanya wanita itu
"Iya, kami pulang" Jawab Nia
"Kau langsung ke kamar?" Tanya Nia
"Ya, aku sudah kelelahan" Jawab Aris
Tidak beberapa lama, datang seorang gadis cantik ke kamarnya Aris. Gadis itu pun mengetuk pintunya dan Aris mengizinkannya masuk.
"Permisi?" Kata gadis itu
"Silahkan masuk, eh. Kamu siapa?" Tanya Aris
"Namaku Bela Agustine. Aku adalah cucu dari pemilik penginapan ini" Jawab Bela
"Oh. Jadi kau cucunya. Aku tidak tahu" Kata Aris
Tiba-tiba jendela rumah kaca pecah dilempari batu oleh seseorang.
__ADS_1
...END...