
"Apa yang kau lakukan disini, Aris?" Tanya Rendi
"Aku hanya ingin mendapatkan apa yang muridku inginkan" Jawab Aris
"Kalau begitu, kita akan bertarung, kan?" Tanya Rendi
"Sebenarnya aku tidak suka bertarung. Tapi, karena lawannya adalah sahabat dari The Master Academy aku ingin sekali melanjutkan pertarungan yang sebelumnya" Kata Aris semangat
"Baiklah, aku terima tantanganmu. Lagipula pemenangnya sudah ditentukan" Kata Rendi
"Jangan senang dulu hanya karena lawan sebelumnya menyerah. Aku bingung memang apa hebatnya sahabatnya dari The Master Academy?" Tanya Aris
"Kau akan mengetahuinya" Jawab Rendi
"Sepertinya lawannya tidak menyerah walau hanya mendengar namanya saja. Apakah ini akan menjadi saksi sejarah bahwa kita masih bisa melihat kemampuan dari sahabatnya dari The Master Academy? Baiklah para peserta bersiap di posisinya masing-masing" Kata pembawa acara
Rendi dan Aris sudah berada di posisinya masing-masing.
"Baiklah, peraturannya sederhana. Mereka yang sudah pingsan dan tidak bangun lagi dinyatakan kalah dan juga meraka yang menyerah juga dinyatakan kalah. Apa kalian berdua paham?" Tanya wasit yang berada di arena
"Baik!!" Kata mereka berdua tegas
"Kalau begitu pertandingan. DIMULAI!!" Kata wasit
Aris dan juga Rendi langsung mundur beberapa langkah dan memasang kuda-kuda.
"Ayolah serang aku" Kata Rendi
"Kau saja duluan. Aku yang akan menyerang balik" Kata Aris
"Aku sudah pernah melihat teknik pedangnya dan yang paling aku benci saat menggunakan sihir adalah dia bisa menggunakan penghapusan energi seperti milik-Nya. Baiklah aku akan menyerang" Kata Rendi tersenyum
"Aku akan menunggu" Kata Aris
"Jika aku menggunakan sihir yang besar ia pasti akan menggunakan penghapusan energi dan jika beradu pedang dengannya kemungkinan aku akan juga akan kalah. Kalau begitu hanya itu.." Kata Rendi dalam hati
Rendi menyerang dengan sangat cepat dan juga ia sedikit menggunakan sihir untuk menyerangnya tetapi semua itu sia-sia.
"Aku tidak berpikir akan bertemu dengannya di pertandingan ini. Tapi karena hadiahnya sangat luar biasa jadi aku tidak boleh kalah darinya" Kata Rendi dalam hati
"Kemampuan pedangmu sudah lumayan meningkat, ya?" Tanya Aris
"(kaget).. Kau melihatnya?" Tanya Rendi
"Tentu saja, tapi maaf sekuat apapun kau berlatih dan sekeras apapun kau menggunakan pedang. Kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku" Jawab Aris
"Apa kau bilang?" Tanya Rendi kesal
"Aku hanya mengatakan sesuai fakta saja. Aku yakin Dia juga akan mengatakan itu" Kata Aris
"Jadi menurutmu, sia-sia selama ini aku berlatih?" Tanya Rendi
"Latihanmu tidak sia-sia hanya lawanmu saja yang kuat" Kata Aris
"Bukankah itu temannya dari The Master Academy?" Tanya Dinda
__ADS_1
"Tentu saja, dan juga dia sahabat dari kakakku" Jawab Resti
"Kakakmu seorang The Master Academy?" Tanya Dinda kaget
"Iya, dan juga dialah kalah dari The Master Academy yang sekarang" Kata Resti
"Aku akan tunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya agar kau mengerti perbedaan diantara kita berdua" Kata Rendi
"Dengan mengeluarkan pedangmu dan juga memiliki tanduk?" Tanya Aris
"(kaget).. Kau!!" Kata Rendi mulai kesal
"Jika kau melakukan itu kau harus meminta izin kepada panitia untuk meningkatkan keamanan area ini. Karena hanya aku yang tahu kekuatanmu dan juga ada Resti disana" Kata Aris sambil menunjuk ke arah kursi Raja
"Resti?" Kata Rendi langsung menengok ke arahnya
"Bagaimana? Jika kau memaksa maka semua orang disini akan menghentikanmu dan juga kau akan didiskualifikasi" Kata Aris
"Aku.." Kata Rendi kebingungan
"Atau kau ingin menyerah saja? Kenalanku sangat mengagumi sosok The Master Academy aku yakin dia akan menjaga pedangnya dengan aman" Kata Aris menyarankan
"Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Rendi
"Itu pilihanmu" Jawab Aris
"Baiklah, aku akan mempercayakan pedangnya kepadamu" Kata Rendi
"Aku berjanji akan menjaga pedangnya" Kata Aris
Sontak para penonton dan pembawa acara pun kaget dan terdiam melihat apa yang dilakukan sahabat The Master Academy itu.
"Aku bahkan belum melihat kemampuannya" Kata penonton laki-laki
"Lelaki itu siapa? Kenapa dia bisa mengalahkannya hanya dengan kata-katanya saja?" Tanya penonton perempuan
"Aku tidak percaya dia bisa dikalahkan dengan mudah. Orang yang bernama Aris Darmayudha memang sangat mengerikan" Kata pembawa acara
"Namaku seperti monster saja" Kata Aris
"Baiklah, Aris. Aku akan kembali ke hutan Frizala. Tolong kau jaga pedang itu" Kata Rendi
"Hati-hati. Aku akan menjaganya" Jawab Aris
Rendi pun pergi meninggalkan Aris yang sendirian di arena.
"Sepertinya sudah selesai" Kata Aris sambil meninggalkan arena
"Baiklah semuanya, kita akan melanjutkan pertandingannya" Kata pembawa acara
Saat Aris ingin pergi ke bangku penonton. Ia telah ditunggu oleh Angelia, dan Angelia langsung memeluk Aris sekuat tenaga sehingga membuat Aris kesulitan untuk bernafas.
"Su-sudahlah lepaskan aku" Kata Aris
"Kau memang hebat bisa mengalahkan sahabat The Master Academy" Kata Angelia
__ADS_1
"Itu bukan apa-apa" Kata Aris
"Tapi tetap saja itu bisa dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa" Kata Aris
"Sudahlah jangan berlebihan. Ngomong-ngomong dimana mereka?" Tanya Aris
"Mereka berada di bangku paling belakang dan bersembunyi. Aku takut mereka akan selalu begitu sampai mereka dewasa" Kata Angelia
"Baiklah, kau bisa tenang dan fokus terhadap pertandingannya biarkan aku yang bersama mereka" Kata Aris
"Baiklah, aku serahkan padamu" kata Angelia
Aris pun pergi dan menemukan mereka sedang bersembunyi di balik bangku penonton.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Aris
"Kami sedang bersembunyi untuk menghindari manusia" Kata Tasya
"Kalian masih takut dengan manusia?" Tanya Aris
"Iya" Kata Tasya
"Kalau begitu aku akan menggunakan sihir kepada kalian" Kata Aris
"Sihir? Sihir apa yang akan kau gunakan?" Tanya Tasya
"Tentu saja, sihir menghilang" Jawab Aris sambil tersenyum
"Menghilang?" Tanya Melani kebingungan
"Iya, kalian akan menghilang dan tidak terlihat manusia jadi kalian bisa duduk di bangku ini dan juga kalian tidak perlu sembunyi lagi" Jawab Aris
"Tapi apa kami akan selalu tidak terlihat?" Tanya Melani
"Tidak, waktu kalian mungkin sekitar 3 jam. Itu cukup untuk kalian melihat Kak Angelia bertanding" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu, aku mau dipakaikan sihir menghilang" Kata Melani
"Aku juga" Kata Tasya
"Aku juga mau, aku yakin mereka juga mau" Kata Riana
"Baiklah, kalian semua tutup mata aku akan memberikan kalian sihirnya. Kalian siap?" Tanya Aris
"Iya..!!" Kata mereka serentak
Aris pun memberikan sihirnya dan tidak berapa lama mereka semua menghilang. Tetapi mereka kebingungan karena hanya Aris yang bisa melihat mereka.
"Kenapa kau bisa melihat kami?" Tanya Melani
"kalau kau bertanya begitu. Tentu saja aku yang memberikannya, kan?" Tanya balik Aris sambil tersenyum
"Kak Aris mulai aneh" Kata Melani
...END...
__ADS_1