
"Ada apa bocah? Apa kau ketakutan?" Tanya orang berkumis itu
"Ketakutan? Aku? Sihir kalian tidak akan mampu melukaiku dan juga temanku" Jawab Aris
"Sombong sekali kau! Semuanya, habisi mereka" Kata orang berkumis itu
Semua penyihir telah mengeluarkan rapalan sihir dan bersiap menyerang Aris dan juga Nia.
"Aris, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Nia yang ketakutan
"Tenang saja. Kau bisa berlindung dibelakangku" Jawab Aris dengan tenang
"Apa kau berpikir bisa menghindari semua serangannya?" Tanya orang berkumis itu teriak
"Bukan hanya menghindar. Tapi, aku akan menghadapinya" Jawab Aris
"Apa kau yakin? Sihir mereka semuanya berada di tingkat SSS. Bagaimana kau bisa mungkin menang jika menghadapinya?" Tanya orang berkumis itu
"Sepertinya kau terlalu meremehkanku" Jawab Aris
"Semuanya serang mereka" Kata orang berkumis itu sambil teriak
"Aris!!!" Kata Nia yang mulai ketakutan dan hanya bisa terdiam dibalik baju Aris
"Elemen Api - Bola Api" Rapalan para penyihir
Muncullah perisai yang menahan semua serangan sihir. Semua orang terdiam sejenak, melihat apa yang telah terjadi.
"A-Apa yang terjadi?" Tanya orang berkumis itu panik
"Sudah kubilang, kan. Kau terlalu meremehkanku. Biar kuberi tahu, meremehkan lawanmu adalah hal tidak baik, lo. Dan bisa saja, lawanmulah yang terlalu kuat untuk melawanmu" Kata Aris
"A-Apa yang sudah terjadi?" Tanya Nia sambil membuka matanya perlahan
"Tenang saja. Selagi kau berada disana, kau akan baik-baik saja" Jawab Aris
"Semuanya kembali serang mereka!!" Kata orang berkumis itu
"Ba-Baiklah. Elemen Api - Bola Api" Rapalan para penyihir
"Sudahlah. Aku terlalu cepat bosan dengan semua ini" Kata Aris sambil mengeluarkan perisai yang tadi
"Kenapa? Kenapa tidak ada satupun yang mengenai mereka? Tanya orang berkumis itu
"Hanya satu jawabannya. Jangan pernah meremehkan lawanmu" Jawab Aris
"Si-siapa kau sebenarnya?" Tanya lagi orang berkumis itu
"Aku?" Tanya Aris sambil berjalan ke arahnya
"Kau!! Kau adalah pembeli budakku yang sebelumnya" Jawab orang berkumis itu sambil ketakutan
"Ada apa? Kenapa kau sampai ketakutan begitu?" Tanya Aris yang hanya bisa tersenyum
"Untuk apa kau melakukan ini?" Tanya lagi orang berkumis itu
__ADS_1
"Urusanku denganmu itu tidak ada. Yang ada hanyalah urusanku denganmu pemimpinmu. Yang kuinginkan adalah hanya keberadaannya saja" Jawab Aris
"A-Aku tidak tahu dimana dia. Aku hanya disuruh untuk menjual budaknya saja. Sungguh, tidak lebih" Kata orang berkumis itu ketakutan
"Kau tahu, aku lebih suka menyiksa seseorang yang berani berbohong kepadaku daripada mereka yang berbicara jujur padaku" Kata Aris
"Tolong, aku benar-benar tidak tahu dimana dia. Aku bersungguh-sungguh" Kata orang berkumis itu
"Apa yang harus kita lakukan, Aris?" Tanya Nia
"Aku pun tidak tahu" Jawab Aris
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi. Tapi ingat, kata-kataku itu selalu aku tepati kalau kau ketahuan berbohong padaku" Kata Aris
"Baik!!" Kata orang berkumis itu gemetaran
"Dan untuk kalian para penyihir tingkat SSS yang sudah mengabdi pada kerajaan. Apa kalian tidak tahu malu bahwa kemampuan kalian digunakan untuk yang bukan melindungi kerajaan. Tetapi, malah digunakan untuk kepentingan yang jahat. Jika kalian butuh uang, pergilah ke dungeon atau tambang untuk memperoleh barang yang dibutuhkan oleh guild maupun masyarakat. Dan jika itu dikatakan belum cukup. Kalian bisa menjualnya pada kantor asosiasi sihir. Karena kantor asosiasi sihir juga sangat memerlukan bahan-bahan untuk membuat senjata maupun obat yang baik untuk kalian dan juga petualang lainnya. Sepertinya hanya itu saja yang bisa aku sampaikan. Aku akan pergi" Kata Aris
Para penyihir dan orang berkumis itu pun terdiam dan ada juga yang menangis. Aris dan Nia yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
"Mari kita pulang, Nia" Kata Aris
"Baik" Kata Nia
Pada saat keluar dari toko kue. Tahlia dan juga Nia terkejut karena Tahlia pada saat pulang ia bersama Aris dan juga Nia yang sudah keluar dari toko itu melihat Aris bersama dengan Tahlia. Keduanya pun bingung, siapa dan yang mana Aris yang sebenarnya.
"Aduh, aku lupa. Payahnya aku" Kata Aris dalam hati
"Tunggu, yang mana Aris yang sebenarnya?" Tanya Tahlia
"Kalian berdua. Maaf" Kata Aris sambil memukul bagian belakang kepala Nia dan juga Tahlia
Seketika mereka berdua pun pingsan. Pada saat terbangun Tahlia sudah berada di sofa dalam tokonya dan Nia sudah berada dalam kamarnya.
"A-Apa yang sudah terjadi?" Tanya Tahlia yang kebingungan
"Aku ada dimana?" Tanya Nia yang merasa sedikit pusing
"Tuan, mereka berdua telah mengetahui sihir bayanganmu. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Quester
"Tenang saja. Aku sudah menghapus ingatan mereka pada saat mereka pingsan" Jawab Aris
"Begitu, ya. Kalau begitu kita bisa tenang, kan?" Kata Quester
"Cepat atau lambat. Mereka akan mengetahui siapa aku sebenarnya" Kata Aris
"Jadi, tuan akan membongkar identitasnya? Dan juga, tuan tidak akan menghapus ingatan mereka?" Tanya Quester
"Ya, tapi untuk sekarang bukan waktu yang tepat" Jawab Aris
"Apapun yang tuan katakan dan tuan lakukan aku akan mengikutinya sampai kapanpun" Kata Quester
"Terimakasih. Tapi, sepertinya aku sudah lelah. Aku perlu istirahat" Kata Aris
"Tidurlah tuan, biar aku yang akan menjagamu" Kata Quester
__ADS_1
"Oh, iya. Aku belum pernah melihatmu tidur. Kapan kau tertidur?" Tanya Aris
"Kami ras naga selalu tidur 500 tahun sekali dan juga terbangun 500 tahun juga. Sekarang karena sudah 5 tahun aku bersama tuan. Jadi, aku masih punya waktu tersisa untuk terus terjaga adalah 495 tahun lagi" Jawab Quester
"Kau kuat sekali, ya. Baiklah, kalau begitu aku akan beristirahat dan setelah ini kita akan kembali ke kerajaan Ayus" Kata Aris
"Tapi, bagaimana dengan pemimpin yang membuat resah Bela?" Tanya Quester
"Untuk itu kita serahkan pada pasukan keamanan kerajaan Ketral" Jawab Aris
"Bukankah pada saat kita menukarkan kartu budak bertemu dengan pemimpin mereka?" Tanya Quester
"Memang benar. Tapi, pemimpin mereka suka berpindah-pindah tempat. Bisa dikatakan dia berada di satu tempat hanya beberapa menit saja" Jawab Aris
"Apa tuan percaya apa kata asistennya?" Tanya lagi Quester
"Aku tahu dia berbohong. Tapi, percuma memaksanya" Jawab Aris
"Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester
"Kita perlu bertemu dengan seseorang dari pasukan kerajaan untuk mengatasi masalah ini" Jawab Aris
"Tapi, siapa?" Tanya Quester
"Kita perlu memerlukan orang yang bisa dipercaya" Jawab Aris
"Dipercaya? Kita bahkan tidak tahu siapa orangnya" Kata Quester
"Tentu saja ada" Kata Aris
Setelah itu mereka berdua kembali ke penginapan. Saat di penginapan ia sudah tunggu oleh Nia yang berada di pintu penginapan.
"Ada apa?" Tanya Aris yang kebingungan
"Kau perlu menjelaskannya padaku" Jawab Nia
Setelah itu mereka masuk dan duduk di meja bersama dengan Tahlia.
"Jadi, kemana kau selama ini?" Tanya Nia dengan wajah marah
"Aku hanya keluar sebentar saja" Jawab Aris
"Eh, benarkah? Bukankah kau ingin bertemu dengan pemilik toko kue itu?" Tanya Nia semakin marah
"Tentu saja, Tidak. Aku hanya mencari pemimpin acara pelelangan kemarin. Itu saja" Jawab Aris
"Benarkah? Jika kau mencari perempuan selain diriku. Aku pasti akan membuatmu menyesal" Kata Nia
"Baik" Kata Aris menunduk
"Tuan, kau tidak berdaya di depan Nia" Kata Quester sambil tertawa
"Kau ini" Kata Aris bersuara pelan
...END...
__ADS_1