Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Penghapusan Energi


__ADS_3

Pada saat makan malam, mereka semua makan dengan santai layaknya keluarga. Keesokan paginya, Aris masih melatih Riana dan Ririn.


"Dengar, aku akan membawa kalian berdua untuk menjadi pengawal ku. Karena aku akan bertemu dengan pedagang. Jadi, jagalah sikap kalian" Kata Aris


"Baik!!" Kata mereka berdua


"Baiklah. Mari kita latihan" Kata Aris


"Ya!!" Kata mereka berdua


Mereka bertiga pun latihan hingga siang hari. Sedangkan Tasya dan Melani bekerja di ladang.


"Baiklah, waktunya istirahat. Kau sudah semakin berkembang, ya" Kata Aris


"Terimakasih banyak" Kata Riana yang sudah kelelahan


"Dan juga sihir anginmu, sudah lumayan. Tinggal kembangkan sedikit lagi maka kau bisa menggunakan sihir tingkat S" Kata Aris


"Terimakasih banyak" Kata Ririn


"Baiklah. Waktunya kita makan. Setelah itu, kita latihan lagi" Kata Aris


"Baik" Kata Riana


"Ya" Kata Ririn


Setelah mereka selesai beristirahat. Mereka pun melanjutkan latihannya hingga sore hari.


"Akhirnya, latihan kita hari ini telah selesai" Kata Aris


"Kenapa waktu sangat cepat?" Tanya Riana


"Ya, padahal aku ingin latihan lagi" Kata Ririn


"Latihan keras memang bagus. Tapi, jangan sampai memaksakan diri. Itu tidak "Baik" Kata Aris


"Baik" Kata mereka sedih.


Aris bisa melihat ekspresi mereka dengan hanya melihat telinga hewannya.


"Sebegitu nya kalian ingin bisa, ya?" Tanya Aris


"Ya, apalagi kata Master kita akan menjadi pengawalnya. Tapi, kami ingin kuat dan melakukan apa yang harus dilakukan pengawal seperti yang lainnya" Kata Ririn


"Begitu, ya. Yah, kalau kalian memaksa aku akan membantu kalian" Kata Aris sambil mengeluarkan botol ramuan


Melihat Ada lubang di samping Aris mereka berdua pun terkejut.


"Apa itu?" Tanya Riana


"Ini adalah penyimpanan ku. Aku bisa menyimpan barang dengan kapasitas yang tidak sedikit" Jawab Aris


"Begitu, ya" Kata Riana


"Ini, minum ini. Maka kalian tidak perlu khawatir akan merasa lelah. Karena efek ramuan ini akan mengembalikan stamina kalian seperti semula" Kata Aris


Mereka pun meminum ramuan itu dan merasa tubuh mereka sangat ringan.


"Tubuhku sangat ringan" Kata Riana


"Kau benar. Aku merasa mana ku juga terisi penuh" Kata Ririn


"Syukurlah kalian suka" Kata Aris

__ADS_1


"Kak Aris, lawan kami" Kata Riana


"Eh? Kenapa?" Tanya Aris terkejut


"Tentu saja untuk latihan" Jawab Riana


"Bagaimana denganmu, Ririn?" Tanya Aris


"Aku tidak keberatan. Aku juga ingin melawan Master" Jawab Ririn


"Baiklah. Aku terima tantangan kalian. Kalau kalah, jangan menangis, ya" Kata Aris


Mereka pun bersiap-siap.


"Jadi, bagaimana peraturannya?" Tanya Aris


"Hanya boleh menggunakan sihir tingkat S dan juga teknik pedang yang biasa saja" Jawab Riana


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menggunakan ini" Kata Aris mengambil pedang berwarna merah terang


"Apa itu?" Tanya Riana


"Ini? Hanya pedang biasa kok. Begini, saja. Jika kalian menang, maka aku akan memberikan pedang ini kepada Riana dan untuk Ririn aku akan memberikan buku ini. Buku ini adalah buku sihir, hanya dengan merapalkannya dan juga membayangkan maka sihirnya akan keluar. Aku melihat banyak sekali potensi di dalam tubuhmu. Jadi, bagaimana? Bukankah ini taruhan yang menarik?" Tanya Aris sambil memperlihatkan bukunya


"Lalu bagaimana jika kami kalah?" Tanya Riana


"Tenang saja. Aku tidak akan meminta apapun dari kalian" Kata Aris


"Baiklah. Aku terima taruhan Master" Kata Ririn


"Baiklah. Kita langsung mulai saja" Kata Aris


Aris pun menyerang dengan berlari. Riana bisa menghindari tebasan.


Muncul angin yang sangat kencang sehingga membuat Aris kesulitan untuk melihat.


"Sekarang, Riana" Kata Ririn teriak


"Baik" Kata Riana menyerang


Aris pun menangkis pedangnya Riana.


"Tidak berhasil?" Tanya Ririn terkejut


"Hebat sekali kalian. Aku jadi sangat senang karena mendidik kalian dengan benar" Kata Aris


"Riana! Mundur" Kata Ririn


Riana pun mundur dan membuat strategi baru.


"Jadi, bagaimana?" Tanya Riana


"Aku tidak yakin kita bisa memenangkan ini" Jawab Ririn


"Lalu? Apa kita akan menyerah begitu saja?" Tanya lagi Riana


"Tidak. Kita akan terus melawannya" Jawab Ririn


"Baiklah. Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan. Tapi, setidaknya aku juga tidak ingin menyerah" Kata Riana


"Oh, kalian sudah membuat strategi ternyata. Majulah, aku akan melawannya" Kata Aris


"Walaupun kami kalah dan juga tidak ada kesempatan untuk menang. Tapi, aku tidak suka dengan kekalahan. Ayo Ririn" Kata Riana

__ADS_1


"Baik" Kata Ririn


Riana pun maju dan Ririn merapal kan sihir. Riana dan Aris pun saling beradu pedang dan pada tiba saatnya. Sihir api milik Ririn sudah keluar menyerang Aris.


"Riana mundur lah. Elemen Api - Bola Api" Kata Ririn


Riana pun mundur dan datanglah bola api yang besar menyerang Aris dengan sangat cepat. Dengan terpaksa Aris menggunakan penghapusan energi untuk menghilangkan bola api raksasa itu.


"Apa itu?" Tanya Ririn terkejut


"Aku belum pernah melihatnya" Kata Riana


"Bagus sekali. Aku suka dengan strategi kalian. Kalau begitu, temui aku di dalam. aku akan memberikan kalian hadiahnya" Kata Aris tersenyum


"Hey, dia kenapa?" Tanya Riana


"Aku tidak tahu. Yang pasti aku melihat bola api ku menghilang dalam sekejap" Jawab Ririn


"Terus, apa yang harus kita lakukan? Apa kau melihatnya? Dia sepertinya sedih karena menggunakan teknik itu" Kata Riana


"Kita harus minta maaf padanya" Kata Ririn


"Mungkin, kau benar" Kata Riana


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan melihat Septi sedang berdiri di depan pintu kamarnya Aris.


"Septi, ada apa?" Tanya Ririn


"Kakak, sedih" Jawab Septi dengan polosnya


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Riana


"Seharusnya kita masuk saja. Septi, tolong tunggu sebentar, ya" Kata Ririn


"Master" Kata Ririn bersuara pelan sambil mengetuk pintunya


"Masuklah" Kata Aris


Mereka berdua masuk ke kamarnya dan melihat Aris yang sedang melihat ke arah jendela.


"Kakak" Kata Riana


"Master?" Kata Ririn


"Hebat sekali. Aku senang sekali dengan kerja sama kalian. Ini, aku berikan hadiahnya sebagai atas kekalahanku" Kata Aris


"Kakak, tidak apa-apa?" Tanya Riana


"Kenapa? Aku baik-baik saja kok" Jawab Aris


"Bohong. Aku tahu sifatnya Master. Tidak mungkin kau baik-baik saja" Kata Ririn menundukkan kepalanya


"Kau hebat sekali, ya. Bisa menebaknya. Tapi, teknik itu adalah teknik andalanku. Setiap kali aku menggunakannya, aku sangat takut. Sesuai namanya, penghapusan energi. Teknik ini adalah teknik legenda yang aku pelajari secara diam-diam. Jika aku salah mengarahkannya maka setiap yang terkena tebasannya maka akan hilang baik itu benda maupun manusia. Makanya aku menggunakan teknik itu harus dengan hati-hati agar tidak menyakiti orang lain. Mohon maafkan aku. Aku seharusnya tidak menggunakan teknik itu" Kata Aris


"Tidak. Tidak apa-apa. Yang penting kami tahu teknik itu" Kata Ririn


"Baiklah. Terimakasih atas pengertiannya. Sekarang, sebentar lagi makan malam. Ambil hadiah kalian dan tunggu aku di meja makan. Aku ingin mandi" Kata Aris


"Baik" Kata mereka berdua


Mereka berdua pun pergi dengan gembira.


"Apa tidak apa-apa?" Tanya Aris dalam hati

__ADS_1


...END...


__ADS_2