Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Manusia Elf


__ADS_3

Mereka semua kembali ke kantor OSIS.


"Aku tidak tahu kekuatannya sangat kuat. Apa dia sebelumnya bekerja di bagian militer?" Tanya Angelia


"Tidak, nona muda. Saya hanya seorang pelayan. Tidak lebih dari itu" Jawab Alan


"Benarkah? Kukira kau pernah ikut pelatihan militer. Ternyata aku salah" Kata Angelia


"Baiklah. Kalau begitu, kami permisi dulu. Kami akan menyiapkan beberapa barang untuk perjalanan ini. Debi, jika jubahku sudah selesai. Kirim ke kamarku, ya" Kata Aris


"Baiklah. Terimakasih bantuannya" Kata Angelia


Aris dan Alan pun pergi meninggalkan kantor OSIS.


"Apa kita akan menang?" Tanya Debi


"Tentu saja. Aku tidak tahu kau bisa dikalahkan oleh dia. Padahal kau sama-sama pengguna teknik tangan kosong" Kata Angelia


"Itu bukan teknik tangan kosong melainkan hanya kepalan tangan biasa. Aku bisa merasakannya. Seperti kekuatan dari dalam tubuh. Dan juga kecepatannya sangat tidak masuk akal, tidak secepat aku berkedip tiba-tiba dia sudah di depanku sambil memukulku. Aku tidak tahu, apa yang terjadi bila aku tidak menahan pukulannya" Kata Debi


"Debi saja yang ahli tangan kosong tidak bisa berbuat apa-apa. Siapa dia sebenarnya?" Tanya Angelia dalam hati


Di gerobak makanan samping asrama laki-laki.


"Alan, maafkan. Hanya ini yang bisa kuberikan padamu" Kata Aris


"Tidak apa-apa, Tuanku. Hamba sangat senang" Kata Alan


"Alan.." Kata Aris bersuara pelan


"Tuan, lebih baik aku belanja. Aku ingin membuka usaha makanan ini nanti malam" Kata Quester


"Kau benar, kau bisa ajak Alan. Bawa dia sekalian ajak berkeliling, ya" Kata Aris


"Itu adalah ide yang bagus, nona Quester. Kalau begitu, kami pergi dulu" Kata Alan


Keluarlah Quester dari tubuh Aris.


"Hati-hati, ya" Kata Aris


Mereka berdua pun pergi ke pusat kota untuk membeli beberapa bahan makanan.


"Sepertinya aku harus kedalam. Memikirkan rencana untuk kedepannya" Kata Aris memasuki asrama laki-laki


Di rumah hutan Ecber. Riana dan juga Ririn kembali dengan tubuh yang penuh luka. Maya yang melihatnya sangat terkejut dan langsung memberikan pengobatan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Maya


"Kak Maya, maafkan kami. Kami kira, kami sudah kuat. Nyatanya kami masih terlalu lemah" Jawab Riana


"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti" Kata Maya


"Saat kami sedang mengantarkan barang, kami dicegat oleh beberapa bandit. Awalnya kami menang melawan para bandit itu. Tapi, ia mempunyai seseorang yang kuat. Dia perempuan yang menggunakan masker. Sihirnya juga sangat kuat, bahkan kami berdua pun tidak sanggup melawannya" Jawab Ririn

__ADS_1


"Setelah itu, apa yang terjadi?" Tanya lagi Maya


"Mereka membawa tas yang berisi buah-buahan dan juga sayuran" Jawab Riana


"Jadi, begitu. Pantas saja perasaanku tidak enak sebelumnya" Kata Maya dalam hati


"Kak Maya?" Tanya Ririn yang melihatnya sedang melamun


"Tidak. Setelah itu apa yang mereka katakan?" Tanya Maya


"Bos bandit itu mengatakan dia akan membuat ulang pernjanjian untuk menangkap kami berdua. Dia mengatakan bahwa kami akan dijual" Jawab Ririn


"Berani-beraninya dia menangkap manusia setengah hewanku. Aku akan memberikannya pelajaran. Kalian semua tunggu di dalam. Biar Kakakmu ini yang akan mengalahkan mereka semua" Kata Maya berdiri


Maya pun merubah penampilannya dengan menggunakan gaun berwarna merah dengan garis-garis hitam sambil juga mengeluarkan sabitnya yang besar.


"Akan aku tunjukkan apa arti Si Sabit Psikopat. Kalian tunggu saja" Kata Maya


"Baik" Kata Riana dan juga Ririn


Maya pun pergi meninggalkan rumah itu dan berjalan ke arah desa sambil melihat-lihat hal yang mencurigakan. Tiba-tiba datanglah seorang wanita menggunakan masker.


"Wanita dengan masker. Apa itu kau yang menyerang manusia setengah hewanku?" Tanya Maya


"Oh, jadi. Kalian memang memiliki hubungan, ya. Kalau begitu, serahkan mereka padaku" Kata wanita itu sambil menyerang


"Sabit Merah - Tebasan Sabit" Rapalan Maya sambil mengayunkan sabitnya


Wanita itu pun terpental tidak cukup jauh.


"Woy, apa yang kau lakukan. Cepat tinggalkan dia dan tangkap manusia setengah hewan itu" Kata bos bandit itu


"Kau ini..." Kata wanita bermasker itu


"Oh, jadi kau yang menyuruhnya. Berarti kau juga yang mencuri barang-barang kami. Kalau begitu, biarkan aku yang akan mengirimmu ke neraka" Kata Maya menyerang bos bandit itu dengan cepat


"Sial, aku tidak akan biarkan ini. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan itu" Kata wanita bermasker itu


Wanita itu mengeluarkan sihir es dan membuat dinding yang sangat kokoh. Maya yang melihatnya pun terkejut.


"Sampai membuatku menggunakan sihir ini, kau benar-benar orang yang sangat kuat. Sepertinya aku tidak akan setengah-setengah mengeluarkan kekuatanku. Kau, kembalilah. Aku akan menangkap mereka setelah mengalahkan dia" Kata wanita bermasker itu


"Ba-Baiklah" Kata bos bandit itu


"Tidak akan kubiarkan" Kata Maya menyerang dengan cepat menggunakan sabitnya


Wanita itu menggunakan sihir es untuk menahan serangan Maya.


"Cih, kau pengganggu saja" Kata Maya


"Maaf saja, aku tidak bisa membiarkan mu mendekati dia. Mulai sekarang kau adalah lawanku" Kata wanita itu mengeluarkan sihir es nya


Maya pun bisa menahan serangannya.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain. Aku akan segera menangkapnya dan mengembalikan apa yang menjadi milikku" Kata Maya dalam hati


Wanita itu terkejut melihat Maya yang sedang mengeluarkan aura di sekitarnya.


"Wahai penghuni yang ada di senjata ini, aku adalah tuanmu. Maka datanglah dan penuhilah panggilanku. Dan hancurkan semua musuh yang ada di depanku. Tebasan Malaikat Maut" Rapalan Maya


Maya pun mengeluarkan tebasan yang sangat cepat dan kuat. Wanita itu pun mengeluarkan dinding es. Tetapi, dinding itu hancur oleh tebasan milik Maya.


"Apa-apaan dia itu?" Tanya wanita itu


"Sekarang aku harus membunuhmu. Karena kau sendiri yang memaksaku untuk menggunakan teknik ini" Kata Maya


"Sial" Kata wanita itu


Wanita itu pun terus-menerus menyerang Maya. Tapi, Maya bisa mengatasinya dengan mudah.


"Tebasan Malaikat Maut" Rapalan Maya


Wanita itu pun terkena serangan milik Maya sehingga membuatnya terjatuh dan tidak bangun lagi.


"Tetaplah berbaring disana dan jangan bangun lagi" Kata Maya


Tidak lama, tibalah Maya di sebuah markas yang bisa dibilang milik bos bandit itu.


"Dasar wanita itu, aku tidak akan membayar sedikitpun jika ia tidak bisa membawa manusia setengah hewan itu" Kata bos bandit itu kelelahan


"Sepertinya dia tidak akan kembali lagi. Karena aku sudah membunuhnya" Kata Maya


"Kau.. Wanita yang melawan pembunuh bayaranku. Kemana dia?" Tanya bos bandit dengan teriak


Para anak buahnya bandit itu datang.


"Bos, ada apa?" Tanya anak buah satunya


"Kalian habisi dia" Kata bos bandit itu


"Baik" Kata anak buahnya


Mereka yang menyerang Maya langsung dibantai satu persatu.


"Ti-Tidak mungkin. Kumohon, ampuni aku" Kata bos bandit itu pasrah


"Kesakitan mereka yang membuatmu bahagia harus dibalas dengan darah" Kata Maya sambil mengayunkan sabitnya


Setelah itu, Maya mencari tas miliknya. Setelah mendapatkannya, ia berhenti melihat ada kandang yang berisi seorang wanita elf.


"Kau.." Kata Maya


Wanita itu sangat ketakutan dan mulai menjauh dari pintu kandang. Tanpa pikir panjang, Maya langsung membuka gembok kandang itu menggunakan sabitnya. Alhasil, pintu kandang itu terbuka.


"Keluarlah, sekarang kau sudah aman" Kata Maya


Wanita itu sedikit-sedikit mulai keluar dari kandang itu.

__ADS_1


...END...


__ADS_2