Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Waktu Santai


__ADS_3

"Cek semuanya!!!" Kata pemimpin asosiasi sihir


Aris berlari ke asramanya disitu dia bertemu dengan Dedi, Arina dan juga Resti.


"Ada apa?" Tanya Aris kebingungan


"Katanya ada yang menyerang pemimpin asosiasi sihir tingkat SS di hutan Hergurol dan para anggota asosiasi sihir langsung mencari pelakunya ke seluruh sekolah sihir" Kata Arina


"Menyerang? Kenapa dia melakukan itu?" Tanya Aris


Seketika Aris bertanya pemimpin asosiasi sihir langsung menengok ke arah Aris dan berjalan ke arahnya.


"Karena dia adalah manusia berdosa yang menyelamatkan monster" Kata pemimpin itu dengan muka tua dan berjanggut


"Begitu ya" Kata Aris


"Kau tidak memiliki sopan santun ya.. Fera cek sihir dia" Kata pemimpin itu


"Baik" Kata Fera


Seketika saat Fera datang Aris langsung menyembunyikan kekuatan sihirnya.


"Dia tidak memiliki sihir dan mana-nya kosong" Kata Fera saat membetulkan kacamatanya


"Tidak bisa menggunakan sihir? Kau bertarung menggunakan apa?" Tanya pemimpin asosiasi sihir


"Aku menggunakan pedang" Jawab Aris


"Pedang sihir?" Tanya Fera


"Tidak.. hanya pedang biasa" Kata Aris


"Kemarin kau ikut kontes di Master Academy? Dan berapa kali menang?" Tanya pemimpin itu


"Aku ikut dan menang 2X" Jawab Aris


"Begitu ya.. nanti akan kucari info lagi tentang mu" Kata pemimpin itu sambil mengelus janggutnya


"Semuanya kita sudahi pencarian ini dan ibu kepala sekolah aku harus bicara denganmu" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Baik tentu saja" Kata ibu kepala sekolah


Saat di kantor. Kepala sekolah memberikan berkas-berkas data milik Aris. Pemimpin asosiasi sihir bingung dan heran bahkan yang membuatnya kaget adalah ia bisa menggunakan penghapusan energi.


"Benarkah?" Tanya pemimpin asosiasi sihir kaget


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku berbohong padamu, kan?" Kata kepala sekolah


"Ini aneh, seharusnya pengguna penghapusan energi hanya Darma seorang. Siapa dia?" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Entahlah. Tapi yang paling penting aku telah memiliki murid yang bisa menggunakan penghapusan energi" Kata kepala sekolah


"Aku ingin kau mengawasi dia" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Tentu saja" Kata kepala sekolah


Saat di asrama yang bisa dilakukan Aris adalah tidur karena pada saat pengecekan sekolah diliburkan.


"Tuan, apakah para monster itu sungguh-sungguh akan memanggil raja iblis?" Tanya Quester lewat telepati


"Aku tidak tahu" Kata Aris


"Dasar manusia rendahan mereka telah menuduh tuanku yang melakukannya. Aku tidak akan memaafkannya" Kata Quester lewat telepati


"Biarkan saja, lagipula saat pemeriksaan tadi aku sempat menyembunyikan kekuatan sihirku. Jadi tidak perlu cemas" Kata Aris


"Tuanku memang hebat, aku sangat senang menjadi hewan peliharaanmu" Kata Quester lewat telepati

__ADS_1


"Oh iya.. sejak kapan ya kau menjadi hewanku?" Tanya Aris


"Kau lupa tuan? Pada saat itu kan kau ingin mencari batu permata. Tetapi saat itu mungkin nasibku sial karena kalah darimu dan bahkan aku juga yang ingin menjadikan diriku sebagai peliharaanmu" Kata Quester lewat telepati


"Apakah kau bisa berubah wujud menjadi manusia?" Tanya Aris


"Tentu saja tuan" Jawab Quester lewat telepati


Muncul cahaya keluar dari tubuh Aris dan berubah menjadi wujud manusia berambut perak bermata biru dengan tanpa pakaian.


"Kau.. apa yang kau lakukan?" Tanya Aris sambil menutup matanya


"Ini adalah wujud manusiaku dan kenapa tuan sangat kaget?" Tanya Quester


"Tentu saja.. dimana pakaianmu?" Tanya Aris sambil menutup matanya


"Pakaian? Kami para naga tidak pernah menggunakan pakaian dan bahkan kami tidak tahu apa itu pakaian" Kata Quester


"Kau tunggu disini aku akan pergi untuk membeli pakaian untukmu" Kata Aris


"Tidak, aku akan pergi juga. Takutnya ada bahaya yang tidak terduga" Kata Quester


"Baiklah kalau begitu aku akan mencari kain untukmu" Kata Aris sambil melihat ke lemari


"Tuan, kamarmu buruk sekali dan kenapa kamar mereka jauh lebih bersih?" Tanya Quester


"Ah.. ini karena peringkat sihirku yang paling bawah" Kata Aris


Tidak berapa lama Aris mendapatkan kain untuk digunakan Quester. Dan merekapun pergi menuju toko pakaian.


"Oy... anak siapa yang kau bawa?" Tanya penjaga asrama


"Ah.. ini adikku. Orang tua kami tidak bisa menjaganya maka dia dibawa kesini" Kata Aris


"Begitu ya.. ya sudah hati-hati dijalan" Kata penjaga asrama


Saat beberapa waktu penjaga asrama mulai menyadari ada yang aneh.


"Dia kan tidak punya orang tua, apalagi adik? Terus yang dia bawa siapa?" Tanya penjaga asrama sambil melihat Aris pergi


"Biarlah ini urusan dia" Kata penjaga asrama


Saat di toko pakaian Quester sangat senang dan bahagia karena banyak pakaian yang berwarna-warni.


"Ah.. tuan ini sangat indah" Kata Quester


"Kau pilihlah satu yang menurutmu cocok nanti biar aku yang bayar" Kata Aris


"Apakah boleh lebih?" Tanya Quester memohon


"Terserahlah.. pilihlah" Kata Aris


"Yeah.." Kata Quester senang


Setelah memilih Aris meminta kepada pegawai toko untuk membantu memakai pakaiannya.


"Ah.. tuan ini sangat cocok dan lucu" Kata pegawai perempuan


"Apa kau suka Quester?" Tanya Aris


"Jika tuan senang maka aku akan mengambil ini saja" Jawab Quester


"Baiklah sudah diputuskan, kami akan mengambil ini" Kata Aris


"Baik terimakasih tuan" Kata pegawai


Saat jalan-jalan Arina melihat Aris dan anak kecil.

__ADS_1


"Setelah ini kita mau kemana?" Tanya Aris


"Tuan pergi kemanapun aku akan ikut" Jawab Quester


"Kalau begitu kita akan pergi makan" Kata Aris


"Ah aris.. siapa anak kecil ini?" Tanya Arina


"Dia.. adikku" Jawab Aris


"Oh adikmu" Kata Arina sambil menghela nafas


"Kenapa?" tanya Aris bingung


"Ah tidak.. apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Arina


"Aku sedang membeli beberapa pakaian dan hendak pergi makan" Kata Aris


"Boleh aku ikut?" Tanya Arina


"Tentu saja" Kata Aris


Saat jalan bersama Arina menanyakan hal-hal tentang adiknya.


"Jadi kenapa dia disini?" Tanya Arina


"Orang tua kami pergi jadi mereka tidak bisa menjaganya maka dari itu mereka membawanya kesini" Jawab Aris


"Begitu ya.. apakah dia bisa menggunakan sihir?" Tanya lagi Arina


"Tentu saja bisa.. tidak seperti kakaknya" Kata Aris sambil tertawa


"Disana adalah tempat makan yang nyaman, mau kesana?" Tanya Arina


"Kalau menurutmu nyaman, tentu saja" Kata Aris


Aris, Arina dan Quester memutuskan untuk pergi ke tempat makan yang disarankan Arina.


"Wah ternyata enak sekali" Kata Aris


"Tuan saya sangat senang bisa makan denganmu" Kata Quester


"Oh iya.. sedang apa kau disini?" Tanya Aris


"Gara-gara sekolah diliburkan aku harus mencari hiburan dan terlintas di pikiranku mungkin aku harus ke pusat perbelanjaan dan tidak terduga akan bertemu denganmu bahkan adikmu" Kata Arina


"Begitu ya ternyata kau orangnya cepat bosan" Kata Aris


Saat sedang makan tiba-tiba datang Debi membawa pesan.


"Maaf mengganggu waktu kalian tapi Aris, ketua memanggilmu harap datang ke sekolah" Kata Debi


"Tidak bisakah aku bersantai sehari saja?" Kata Aris sambil menghela nafas


"Sudah sudah.. mungkin dari guild yang ingin meminta bantuan" Kata Arina


"Mungkin saja" Kata Aris


"Tuan biarkan aku ikut" Kata Quester


"Tentu saja" Kata Aris


"Kau gila, ya? Membawa anak kecil ini untuk tugas?" Tanya Arina


"Tenang saja, dia jauh lebih kuat dariku" Kata Aris


...END...

__ADS_1


__ADS_2