
Aris dan rekannya bertarung habis-habisan untuk mempertahankan kartu miliknya.
"Apa kau ada keinginan merebut kartu milik yang lainnya?" Tanya Roy
"Tidak perlu. Jika bisa, kita juga harus membantunya" Jawab Aris
"Kau ini, terlalu baik, ya" Kata Roy
"Ya, lagipula aku ini bukan bangsawan. Aku hanya warga biasa yang ingin hidup bebas" Kata Aris
"Dimana pemimpin kalian?" Tanya salah satu pemberontak
"Untuk apa? Dia telah membayarku. Ini sangat berbeda jika kau bekerja di asosiasi sihir" Jawab penyihir itu
"Kalian semua.." Kata pemberontak
Para pemberontak dan juga para penyihir saling bertarung. Ada juga beberapa yang terluka.
"Sial. Rasakan ini" Kata salah satu pemberontak melemparkan bom asap
"Semuanya mundur" Kata salah satu pemberontak
"Kami akan kembali suatu hari nanti" Kata pemberontak yang lainnya
Para pemberontak itu pun mundur karena kalah dan para penyihir senang akan kemenangan yang mereka lakukan.
"Ya, kita menang" Kata penyihir
"Pulang sana. Dasar pemberontak" Kata penyihir yang lainnya
Aris dan rekan-rekannya sudah sangat kelelahan. Mereka pun tiduran di bangku penonton.
"Bagaimana? Belanjanya?" Tanya Roy yang kelelahan sambil mengatur nafasnya
"Lumayan, untuk pengalaman pertama kali" Jawab Aris
"A-Aku ingin pulang. Akan kuceritakan kepada anak dan istriku" Kata Ijas yang sedang tiduran
"Semuanya.. Terimakasih" Kata Aris sambil tersenyum
"Woy, aku ingin bertanya" Tanya Aris
"Ada apa?" Tanya balik Roy
"Dikatakan bahwa siapapun pemilik kartu bisa menebus budaknya dengan yang tertulis disana" Jawab Aris
"Betul. Terus dimana letak yang ingin kau tanyakan?" Tanya lagi Roy
"Dikatakan juga jika ingin menebusnya maka disuruh membawa uangnya. Tapi jika ia tidak bisa memiliki uangnya. Apa yang harus ia lakukan agar bisa menebus budaknya?" Tanya Aris
"Kau tahu, setiap bangsawan mempunyai surat kebangsawanannya. Mereka juga bisa menggunakan itu sebagai jaminan untuk budaknya. Setiap kartu kebangsawanan yang tergadai itu harus ditebus. Karena setiap tahunnya akan ada pengecekan terhadap para bangsawan" Jawab Roy
"Begitu, ya" Kata Aris
"Tapi, jika tidak memiliki kartu kebangsawanan kau cukup bawa uangnya saja untuk menebus budak itu" Kata Roy
__ADS_1
"Jadi, begitu. Terimakasih. Pantas saja mereka berani melawan para bangsawan yang lainnya" Kata Aris
"Kau ini, memang suka merepotkan orang lain" Kata Roy tersenyum
"Maaf, maaf. Hari ini saja" Kata Aris tersenyum juga
"Dasar.. Tapi, terimakasih telah mengajakku. Karena aku tahu, bahwa sekarang banyak perubahan pada ibukota dan juga acara itu" Kata Roy
"Ya, aku juga harusnya berterimakasih karena jika tidak ada kalian apa yang akan terjadi pada temanku" Kata Aris
Tidak berapa lama, Aris tiba di penginapan Bela pada malam hari. Tubuhnya penuh luka dan juga pakaiannya banyak yang sobek. Aris pun mengetuk pintu dan yang membukanya adalah Bela. Melihat penampilan yang seperti itu, Bela terkejut dan juga menyuruh Aris untuk masuk kedalam dan juga mandi. Tidak lupa pula Bela memanggil Nia yang sedang berada dikamarnya. Mendengar kabar itu, Nia langsung melompat dari kamarnya dan segera turun untuk bertemu dengan Aris. Sesaat sampai di ruang tengah, Nia menangis karena tak tega melihat penampilannya seperti itu. Aris pun hanya bisa tersenyum. Dan Nia pun memeluk Aris yang sedang duduk di ruang tengah.
"Sudahlah, aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku" Kata Aris sambil membalas pelukannya
Mendengar itu Nia menangis sejadi-jadinya. Keesokan paginya, Aris terbangun dari kamarnya dan ia pun terkejut ada Nia yang juga tidur disampingnya. Aris pun tidak panik, ia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi pada dirinya. Dan tidak berapa lama akhirnya ia ingat semua kejadiannya.
"Ah, begitu. Aku jadi ingat" Kata Aris
Aris pun bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kebawah. Di bawah sudah ada Bela yang sedang menyiapkan makanannya.
"Dimana Nia?" Tanya Bela
"Ah, dia sedang tidur dikamarku" Jawab Aris
"Eh? Untuk apa dia dikamarmu?" Tanya lagi Bela
"Entahlah. Tunggu, Kau tidak tahu kejadian tadi malam?" Tanya balik Aris
"Yang aku ingat, kau tertidur di kursi dan aku bersama Nia membawamu ke kamar. Aku juga mengatakan padanya untuk segera tidur. Tapi, siapa sangka ternyata dia lebih memilih tidur dikamarmu daripada kamarnya" Jawab Bela
"Sialan kau.." Kata Aris dalam hati
"Tidak, tidak perlu. Karena kita akan lebih lama lagi disini" Kata Aris
"Begitu, ya" Kata Bela wajahnya sedih
"Ada apa?" Tanya Aris
"Tidak, tidak ada" Jawab Bela
"Dengar, jika kau sedang mengalami kesulitan, katakan saja padaku. Aku akan membantumu sebisa mungkin" Jawab Aris
"Terimakasih" Kata Bela tersenyum
"Hari ini kita makan apa?" Tanya Aris
"Hari ini kita makan dengan sayur jamur dan juga ikan" Jawab Bela
"Baiklah, lagipula aku juga belum menukarkan kartuku" Kata Aris
"Kartu? Kartu apa?" Tanya Bela kebingungan
"Tidak, tidak ada" Jawab Aris
Setelah itu Aris pun berdiri dari bangkunya dan pergi ke tempat Roy dan juga Ijas. Pada saat Aris sedang berjalan-jalan di sekitaran ibukota, ia bertemu dengan seseorang bangsawan. Bangsawan itu dikawal oleh 2 penjaga dan sepertinya penjaga itu sudah terlatih. Melihat itu Aris hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"Kenapa, tuan?" Tanya Quester
"Tidak, tidak ada" Jawab Aris
Tidak berapa lama, akhirnya Aris sampai di toko milik Roy. Roy mengatakan bahwa Ijas sedang liburan bersama istri dan juga anaknya.
"Hebatnya, ya" Kata Aris kagum
"Dia pergi liburan juga karena uangmu, kan? Apa jangan-jangan kau sudah lupa?" Tanya Roy
"Benar, katamu" Kata Aris
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Roy
"Temani aku menukarkan budak" Jawab Aris
"Baiklah, kalau begitu. Aku tutup tokoku ini" Kata Roy
"Terimakasih" Kata Aris
Mereka berdua pun pergi ke tempat toko kue yang sebelumnya. Sesampainya di sana, mereka langsung ke tempat pintu yang dijaga oleh 2 orang penjaga. Penjaga itu pun menanyakan maksud kedatangannya. Dan Aris pun menjawab pertanyaan kedua penjaga itu. Setelah mendengar itu, para penjaga mengijinkan Aris dan juga Roy untuk masuk ke ruangan lelang. Setelah sampai disana, mereka melihat orang berkumis dan juga orang yang gemuk.
"Ada apa?" Tanya orang berkumis itu
"Aku kesini untuk menukarkan kartuku ini dengan budaknya" Jawab Aris sambil mengeluarkan kartunya
"Ah, biar kuperiksa terlebih dahulu" Kata orang berkumis itu sambil mengambil kartu milik Aris
Tidak berapa lama, akhirnya mereka berdua diajak ke sebuah ruangan. Yang ruangan itu dipenuhi oleh kandang-kandang kosong.
"Ini, silahkan" Kata orang berkumis itu
"Baik, terimakasih" Kata Aris
"Aku tidak tahu, kau begitu memiliki banyak uang, tuan" Kata orang berkumis itu sambil membuka borgol kandangnya
"Itu adalah uang tabunganku selama setahun" Kata Aris
Tidak berapa lama, keluarlah Yuni dan juga Ririn dari kandangnya.
"Kak Aris" Kata Yuni sambil memeluk Aris dengan sangat keras
"Sudahlah, sekarang kau aman" Kata Aris menenangkannya
"Terimakasih, tuan. Biarkan aku bekerja dengan baik untukmu" Kata Ririn
"Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dahulu" Kata orang berkumis itu
"Tunggu, ada yang ingin aku tanyakan" Kata Aris memanggil orang itu
"Ada apa?" Tanya orang berkumis itu
"Yang disebelahmu, siapa dia?" Tanya Aris
"Dia adalah bos kami, Pak Karso namanya" Jawab orang berkumis itu
__ADS_1
Mendengar itu, Aris sedikit terkejut.
...END...