Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Rencana Penaklukan


__ADS_3

Keesokan paginya, Aris dan Nia pergi ke toko Roy.


"Kita akan pergi kemana?" Tanya Nia


"Kita ingin membeli beberapa ramuan sihir dan juga perlengkapan untuk besok" Jawab Aris


"Terus, kita akan membelinya dimana?" Tanya lagi Nia


"Kita akan membelinya di toko orang yang telah membantuku" Jawab Aris dengan tersenyum


"Baiklah, kemanapun kamu pergi aku akan ikut" Kata Nia


"Eh? Ada apa denganmu hari ini?" Tanya Aris


"Tidak ada apa-apa" Jawab Nia sambil tertawa kecil


Saat di perjalanan Nia sudah mulai kelelahan.


"Apakah masih jauh tempatnya?" Tanya Nia


"Aku rasa sedikit lagi. Lagipula tempatnya disebelah selatan Ibukota kerajaan Ketral" Jawab Aris


"Memangnya ada pembeli yang ingin pergi ke toko di ujung kerajaan?" Tanya Nia yang sudah mulai kelelahan


"Tahanlah sebentar lagi. Kita akan sampai" Kata Aris


Tidak beberapa lama, akhirnya mereka sampai di tujuan.


"Permisi" Kata Aris teriak


"Apa benar ini tempatnya?" Tanya Nia


Tidak berapa lama keluarlah seseorang berpakaian merah dan juga memakai celana panjang.


"Oh, kau yang kemarin. Ada keperluan apa?" Tanya Roy


"Kenalkan dia ini temanku namanya Nia. Nia, dia Roy" Kata Aris


"Salam kenal. Aku adalah Roy, pemilik toko ini. Ternyata kau manis juga. Apakah kau pacarnya dia?" Tanya Roy


Mendengar itu Nia langsung kaget dan mukanya memerah.


"Sudahlah, jangan bercanda" Kata Aris


"Jadi, ada keperluan apaan kalian datang kesini? Kan sudah kukatakan jadwalnya besok" Tanya Roy


"Aku kesini untuk membeli beberapa ramuan. Dan mungkin salah satunya cocok denganku" Jawab Aris


"Oh, kau ingin mencoba ramuanku, ya?" Tanya Roy


"Dan juga perlengkapan untuk besok" Jawab Aris


"Coba kulihat, Nona yang disana. Sepertinya kau kelelahan saat sampai disini. Bagaimana kau mencoba ramuanku ini" Kata Roy sambil memberikan sebotol minuman berwarna ungu


"Nia?" Tanya Aris yang melihat Nia sedang melamun


Aris pun mencubit pipi Nia dan mencoba membuatnya tersadar.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Aris


"Aku sedang memikirkan apa yang dikatakan pedagang itu" Jawab Nia


"Jadi, yang kau maksud adalah aku benar-benar menjadi pacarmu?" Tanya Aris sedikit kesal

__ADS_1


"Iya" Kata Nia dengan senyum yang manis


"Dasar bodoh, kita ini sedang dalam misi tahu. Mohon maafkan temanku ini" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


Melihat itu, Roy tertawa kecil.


"Ini dia, nona. Pastikan kau meminumnya hingga habis, ya" Kata Roy sambil memberikan ramuan itu


"Baik, terimakasih" Kata Nia menerima botol ramuan itu


Tanpa pikir panjang Nia langsung meminum ramuan itu dan seketika rasa lelahnya menjadi hilang.


"Bagaimana?" Tanya Roy


"Rasanya tubuhku menjadi ringan tanpa ada beban sedikitpun" Jawab Nia


"Wah, ternyata kau hebat" Kata Aris


"Yah, begitulah.." Kata Roy sambil tertawa


"Baiklah, kita akan mengambil beberapa ramuan itu dan juga perlengkapannya" Kata Aris


"Jika ingin perlengkapan, apa yang kau inginkan?" Tanya Roy


"Coba kulihat, Apa kau punya pedang kecil?" Tanya Aris


"Pedang kecil? Sepertinya aku punya satu. Memangnya untuk apa?" Tanya balik Roy


"Hanya untuk jaga-jaga" Jawab Aris


"Apa ada yang kau inginkan, nona muda?" Tanya Roy


"Tidak, tidak ada yang aku inginkan" Jawab Nia


"Baik" Kata Aris


Aris dan Nia pun pergi kembali ke penginapan. Di sekolah Arina menanyakan keberadaan Aris kepada Dedi. Tetapi, Dedi mengatakan bahwa dia sedang ada misi.


"Apa menurutmu, dia bisa menggunakan sihir dan sengaja menutupinya agar tidak terlalu mencolok disekolah?" Tanya Arina


"Sebenarnya, aku juga bertanya--tanya. Bagaimana dia bisa dipakai disetiap misi? Apa memang dia tidak bisa menggunakan sihir atau ia menggunakan akalnya sebagai kekuatannya?" Tanya kembali Dedi penasaran


"Percuma saja, kita tidak akan bisa mengetahui apa yang disembunyikan darinya" Kata Arina putus asa


"Aku harap suatu saat bisa mengetahui apa yang selama ini disembunyikan oleh sahabatku" Kata Dedi


Di kantor OSIS. Debi mengetuk pintunya dan Angelia mempersilahkan masuk.


"Ada apa?" Tanya Angelia


"ini tentang Aris, bukankah kau bersama dengannya. Pada saat, turnamen kemarin?" Tanya Debi


"Apa maksudmu?" Tanya balik Angelia


"Wali kelasnya mengatakan ia sudah cuti selama 3 hari. Dan dia juga berkunjung ke asramanya. Tapi, dia tidak menemukannya. Apa kau tahu sesuatu?" Tanya Debi


"Dia meminta izin kepadaku untuk pergi ke kerajaan Ketral. Jadi, aku mengizinkannya" Jawab Angelia


"Apa yang dia katakan?" Tanya lagi Debi


"Dia mengatakan bahwa temannya sedang diculik" Jawab Angelia


"Diculik? Apakah oleh monster?" Tanya lagi Debi

__ADS_1


"Tidak, dia tidak diculik oleh monster melainkan oleh bangsawan yang ada disana" Jawab Angelia


"Untuk apa seorang bangsawan menculik temannya dia? Apa dia memiliki rasa dendam masa lalu?" Tanya Debi


"Tidak, yang mereka culik adalah anak kecil" Jawab Angelia


"Anak kecil? Jadi, jika bukan masalah dendam pribadi maka artinya?" Tanya lagi Debi


"Biar kuberitahu kau, apa kau percaya jika masih ada ras manusia setengah hewan?" Tanya balik Angelia


"Manusia setengah hewan? Maksudmu ras yang telah lama punah pasca kebakaran itu?" Tanya Debi


"Ya, ternyata ras mereka masih ada" Jawab Angelia


Mendengar itu, Debi langsung kaget dan terdiam. Dia tidak menyangka bahwa ras yang selama ini punah ternyata masih ada yang selamat.


"Bagaimana kau mengetahuinya?" Tanya Debi penasaran


"Tentu saja, karena aku ada disana waktu itu. Aku awalnya tidak percaya. Tapi, setelah melihat dengan kepalaku sendiri aku tersadar. Bahwa ras yang kita anggap punah ini ternyata masih ada" Jawab Angelia


"Kalau kau beranggapan begitu, pasti banyak orang yang tidak akan percaya" Kata Debi


"Jika mereka mendengar apa yang kukatakan itu hak mereka untuk percaya atau tidak. Yang pasti aku telah melihatnya bahwa mereka masih hidup" Kata Angelia


"Berapa banyak yang masih selamat?" Tanya Debi


"Mereka semua ada 6 orang dan mereka semuanya perempuan" Jawab Angelia


"Berapa umurnya?" Tanya lagi Debi


"Aku tidak tahu. Yang aku tahu ada satu perempuan yang sangat besar, mungkin dialah yang paling besar di kelompok itu" Jawab Angelia


"Ceritanya agak sedikit aneh menurutku" Kata Debi


"Apa maksudmu?" Tanya Angelia


"Coba kau pikir, apa mungkin ras itu meninggal karena kebakaran dan yang tersisa itu hanya 6 orang?" Tanya Debi


"Kau benar. Sebenarnya itu juga menggangguku. Tapi, yang hanya bisa kulakukan adalah percaya padanya" Jawab Angelia


"Apa perlu kita mencari informasi tentang ras itu?" Tanya Debi


"Tidak usah, aku rasa Aris dapat menemukan apa yang terjadi dengan ras itu" Jawab Angelia


Di lain tempat.


"Dedi, kau mau pergi kemana?" Tanya Arina


"Aku ingin ke tempat latihan sihir" Jawab Dedi


"Untuk apa kau pergi kesana?" Tanya lagi Arina


"Aku ingin menjadi kuat dan pada saat ia kembali, aku akan mengajaknya bertanding denganku" Jawab Dedi


Di lain tempat yang terdapat banyak orang.


"Apa persiapannya sudah selesai?" Tanya orang itu


"Sudah ketua" Jawab orang satunya


"Baiklah, demi kerajaan ini. Kita akan menggulingkan perdagangan budak itu dan menangkap pelaku yang sebenarnya. Tunggu saja kamu!!!" Kata orang itu tertawa kencang


Seketika tempat itu banyak orang yang berkumpul dalam kegelapan.

__ADS_1


...END...


__ADS_2