Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Penasaran


__ADS_3

"Baiklah. Kita istirahat dulu. Aku lapar sekali" Kata Aris


Penghalangnya hilang dan juga bayangan Aris yang hilang. Di rumah, Tasya yang memasak semuanya.


"Silahkan, Kak Aris" Kata Tasya


"Terimakasih. Septi, kemari. Kakak butuh energi" Kata Aris memanggil Septi


"Ya, Kak Aris" Kata Septi


"Ah, imutnya. Kalau begini terus, aku bisa mati karena gula" Kata Aris dalam hati


"Kak Aris, ada apa?" Tanya Septi


"Ti-Tidak ada. Hanya saja aku senang" Jawab Aris


"Begitu, ya. Septi juga senang" Kata Septi sambil tersenyum


"Ah, manisnya" Kata Aris dalam hati


"Kak Aris, wajahmu memerah. Apa kau sakit?" Tanya Tasya


"Tidak. Tidak sama sekali" Jawab Aris


"Oh, baiklah. Jadi, bagaimana dengan latihannya?" Tanya Tasya


"Ya, mereka berlatih dengan serius. Aku suka dengan kegigihannya" Jawab Aris


"Baguslah, kalau begitu" Kata Tasya


"Aku bakalan pulang lambat hari ini. Aku juga ingin bertemu dengan pedagang yang akan membantuku" Kata Aris


"Apa begitu?" Tanya Ririn


"Ya, maaf. Kita akan lanjutkan besok pagi" Kata Aris


"Kalau begitu, kami akan menunggu" Kata Riana


"Terimakasih banyak. Nah, Septi. Terimakasih, ya sudah memberikan aku energi. Aku sangat senang" Kata Aris


"Sama-sama Kakak" Kata Septi sambil tersenyum


"Kalau begitu, kamu turun, ya. Kakak mau pergi" Kata Aris


"Ya, dadah" Kata Septi


"Baiklah. Semuanya, terimakasih banyak" Kata Aris sambil menghilang


"Apa? Dia menghilang?" Kata Tasya kebingungan


"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah yang tadi asli dan bayangannya yang dipasar?" Tanya Riana yang terkejut kebingungan


"Apa jangan-jangan itu sihir bayangan tingkat lanjut?" Tanya Ririn


"Tingkat lanjut? Apa maksudmu?" Tanya Riana


"Jika kau membuat bayangan dan satu bayangan yang lain pergi. Kau bisa menukarnya dengan bayangan yang baru saja pergi" Jawab Ririn


"Oh, jadi seperti menukar nyawa, ya" Kata Riana


"Seperti itulah" Kata Ririn


"Sebenarnya dia itu siapa? Aku jadi takut" Kata Riana


"Tenang saja, dia itu baik orangnya" Kata Ririn


"Ya, kau memang ada benarnya. Tapi tetap saja menakutkan" Kata Riana


Dipasar.

__ADS_1


"Baiklah. Quester, sepertinya sudah habis. Aku mau ke rumah kepala desa. Apa kau mau ikut?" Tanya Aris


"Ya, aku mau. Tapi, Tuan kan hanya bayangan. Apa bisa kesana?" Tanya Quester


"Itu tidak benar. Aku yang asli" Kata Aris


"Eh? Benarkah? Bagaimana caranya?" Tanya Quester yang terkejut


"Yah, aku menggunakan sihir tingkat lanjut" Kata Aris


"Jadi, maksudmu seperti bertukar nyawa?" Tanya Quester teriak


"Ya, ya. Kau berisik sekali. Mari kita pergi. Lagipula besok kita akan libur" Kata Aris


"Libur? Memangnya ada apa?" Tanya Quester


"Bukankah dagangan kita habis?" Tanya Aris


"Ah, ya. Kau benar" Jawab Quester tertawa kecil


Mereka pun pergi ke rumahnya kepala desa. Setelah sampai disana, mereka langsung mengetuk pintunya dan yang membukakan pintunya adalah istrinya.


"Ah, ternyata kau. Mana daganganmu?" Tanya wanita itu


"Maaf, semuanya sudah habis dan juga besok kami akan libur" Jawab Aris


"Eh, libur? Kenapa? Apa ada orang jahat yang mengancammu? Tanya wanita itu


"Tidak, tidak. Semua hasil panenku sudah habis dan kemarin aku baru saja menanamnya. Kemungkinan 3-5 hari sudah bisa dipanen" Jawab Aris


"Begitu, ya. Silahkan masuk. Akan aku panggilkan dia. Sayangku, ada Aris" Kata wanita itu pergi


Kepala desa pun datang.


"Aris, kemana saja kau kemarin? Bukankah sudah kubilang untuk kembali lagi kesini sore hari?" Tanya kepala desa menceramahi Aris


"Kenapa bisa lupa? Biarlah, untung saja dia masih disini" Kata kepala desa


"Kalau begitu, aku akan menunggu" Kata Aris


Istrinya kepala desa membuatkan teh untuk Aris dan Quester. Aris pun meminumnya. Rasanya seperti kurang, tapi ia sembunyikan agar tidak menyakiti perasaan orang lain.


"Permisi, tehnya memang enak. Maukah kau kubawakan teh dengan rasa yang nikmat?" Tanya Aris


"Apa? Jadi tehnya tidak enak, ya?" Kata istri kepala desa


"Bukan begitu, hanya saja rasanya kurang. Pokoknya besok akan kubawakan" Kata Aris


"Baiklah. Aku terima" Kata istri kepala desa


Tidak lama, datanglah pedagang yang ingin ditemui Aris. Pedagang itu sangat ramah padanya dan juga memberikan buah apel yang menurutnya sangat enak.


"Silahkan, kau pasti suka" Kata pedagang itu


"Terimakasih" Kata Aris sambil memakannya


"Bagaimana?" Tanya pedagang itu


"Enak sekali" Jawab Aris


"Aku yakin, apel mu jauh lebih enak daripada punyaku. Jadi, kapan kamu akan membawakan sampelnya?" Tanya pedagang itu


"Sekitar 5 harian. Soalnya aku baru menanamnya" Kata Aris


"Begitu, ya. Jadi, apa aku bisa kerumahmu?" Tanya pedagang itu


"Lebih baik jangan" Jawab Aris


"Kenapa?" Tanya pedagang itu

__ADS_1


"Soalnya dia tinggal di dalam hutan Ecber" Kata Istri kepala desa


"Benarkah? Tempat itu terlalu berbahaya. Aku saja tidak berani untuk mendekati apalagi masuk kesana" Kata pedagang itu


"Terimakasih banyak pak .." Kata Aris kebingungan


"Panggil saja, Johan" Kata pedagang itu


"Baiklah. Terimakasih banyak Pak Johan" Kata Aris


Mereka pun selesai berbicara dan langsung pulang ke rumahnya masing-masing.


Sesampainya di rumah. Mereka semua terkejut.


"Kak Aris, apa itu kamu?" Tanya Tasya


"Eh? Kenapa?" Tanya Aris yang kebingungan


"Bagaimana, kalau kita pukul? Biasanya bayangan dipukul dengan keras maka ia akan menghilang" Kata Riana


"Tentu saja. Kita juga bisa bakar dia" Kata Ririn


"Kalian, aku ini yang asli!!" Kata Aris


Setelah mereka beristirahat, Aris langsung mandi. Disana para gadis sangat penasaran dengan tubuhnya Aris. Saat hendak mendekati kamar mandi, mereka dikagetkan dengan suara Quester.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Quester


Mendengar itu semuanya kaget dan panik.


"Ti-Tidak. Tidak ada apa-apa" Kata Tasya


"Kami hanya.." Kata Riana


"Hanya?" Tanya Quester


"Hanya memastikan bahwa Tuan tidak terjadi apa-apa" Kata Ririn


"Heh, mencurigakan" Kata Quester


"Lalu, untuk apa Kak Quester kemari?" Tanya Melani


"Aku? Aku hanya melihat kalian sedang mengendap-endap jadi kupikir ada hal yang mencurigakan dan ternyata tebakanku benar" Kata Quester


"I-Ini bukan seperti yang kau kira. Sudahlah aku mau masak makan malam" Kata Tasya pergi


"Aku lupa, aku juga harus membantunya. Dadah" Kata Melani


"Aku lupa menyiram tanaman, ya kan. Riana" Kata Ririn


"Ya, kau benar. Kalau begitu kamu pergi dulu" Kata Riana


"Kalian bertiga tidak pergi?" Tanya Quester


"Jadi, kami boleh pergi? Ayo Yuni, Septi kita makan malam" Kata Yuli pergi


Melihat semuanya pergi, Quester diam-diam mendekati kamar mandi. Hal tak terduga terjadi.


"Kak Quester!!" Kata mereka serentak


Quester pun panik. Setelah itu, mereka duduk dimeja dengan keadaan diam semua. Aris yang selesai mandi hanya bingung.


"Kalian, kenapa?" Tanya Aris kebingungan


Meraka hanya diam Aris bertanya itu. Di lain tempat. Wanita bersabit telah tiba di kerajaan Ayus.


"Tunggu aku. Ayah, ibu. Sayangku" Kata wanita itu sambil tertawa jahat


...END...

__ADS_1


__ADS_2