Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Tantangan


__ADS_3

Aris dan lainnya memutuskan untuk pergi tetapi mereka tidak bisa kemana-mana dikarenakan monsternya terlalu cepat.


"Aris bagaimana ini?" Tanya Dedi


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau mereka tahu identitasku termasuk adikku" Kata Aris dalam hati


Tiba-tiba muncul orang dari belakang monster itu.


"Hahahaha... ternyata ada juga orang yang bisa bertahan dari hewanku" Kata orang memakai jubah hitam


"Siapa!!!" Kata Aris dengan nada keras


"Perkenalkan namaku Agus Marto dan ini adalah hewan peliharaanku Herberus" Kata Agus sambil menunjukkan hewan peliharaannya


"Apa kau yang menyebabkan pertanian disini menjadi kacau?" Tanya Aris


"Tentu saja, tetapi aku mengalami kegagalan gara-gara petani sialan itu. Dia merebut semua milikku" Kata Agus


"Jadi alasan itu kau membuat pertanian di desa ini kacau?" Tanya Aris


"Tentu saja. Agar mereka tahu siapa pemimpin di pertanian ini" Kata Agus


"Begitu ya, baiklah sekarang aku ingin mengajukan permohonan untukmu" Kata Aris


"Permohonan?" Tanya Agus


"Ya.. pertama menyerahlah dan lepaskan hewanmu itu atau kau ingin jalan kekerasan" Kata Aris


"Begitu ya.. kalau begitu pilihan nomor 2 saja. Herberus serang!!!" Kata Agus


Herberus menyerang dengan cepat tetapi Resti membuat dinding es untuk menahan serangannya.


"Resti..!!" Kata Aris


"Baiklah... Elemen Es - Dinding Es" Rapalan Resti


Beberapa kali diserang Herberus bisa menghindari semua pertahanannya.


"Baiklah kalau begitu aku tidak punya pilihan lain" Kata Aris


"Tahan Herberus, ada apa sudah mau menyerah?" Tanya Agus


"Kalian semua adalah orang yang penting bagiku maka dari itu kalian pergilah dulu aku akan menahannya" Kata Aris


"Jangan aris... !!!" Kata Dedi


"Apa kau bodoh?" Tanya arina


"Kenapa kau..? Bukankah kau berjanji untuk berada disisi ku?" Tanya Resti


"Ya.. aku memang orang bodoh maka dari itu cepatlah keluar duluan" Kata Aris


"Kalau begitu kita pergi" Kata Dedi


"Jangan sampai mati, ya" Kata Arina


"Kumohon tetaplah berada disisi ku" Kata Resti


"Tentu saja" Kata Aris sambil memegang kepala Resti


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan bawah tanah dan meninggalkan Aris yang sendirian.


"Ada apa? Apa sudah mau menyerah?" Tanya Agus


"Tentu saja tidak.. aku akan mengalahkanmu disini" Kata Aris


"Kenapa kau bisa seyakin itu?" Tanya Agus


"Karena aku dipercayakan oleh mereka" Kata Aris


"Begitu ya.. kalau begitu Herberus serang" Kata Agus

__ADS_1


Herberus menyerang dengan cepat tetapi langkahnya terhenti oleh jebakan es.


"Sialan apa yang kau lakukan?" Tanya Agus


"Aku hanya menghentikan langkahnya saja" Jawab Aris


"Herberus serang dia menggunakan sihir" Kata Agus


Herberus mengeluarkan sihir api dari mulutnya. Tetapi Aris dapat menahannya menggunakan elemen tanah.


"Sialan bagaimana kau bisa menggunakan 2 elemen?" Tanya Agus


"Mudah saja, yaitu dengan mengalahkan mu" Jawab Aris


"Baiklah selanjutnya.." Kata Aris sambil mengeluarkan sihir es yang besar untuk mengalahkan Herberus


"Jangan.. aku mohon.. jangan" Kata Agus sambil teriak


"Matilah.." Kata Aris sambil mengeluarkan sihir es yang besar


"TIDAK!!" Agus berteriak


Setelah keluar dari ruangan bawah tanah mereka bertiga menunggu sampai Aris keluar.


"Yeah... kau sudah kembali" Kata arina


"Kerja bagus" Kata Dedi


"Kau menepati janjimu" Kata Resti


"Tentu saja" Kata Aris sambil tertawa


Saat disekolah Aris datang ke kantor kepala sekolah untuk melaporkan kejadiannya.


"Permisi.." Kata Aris sambil mengetuk pintu


"Silahkan masuk" Kata ibu kepala sekolah


"Lapor, penyebab terjadinya kekacauan di hutan Frizala adalah warga itu sendiri dikarenakan ia tidak merasa tidak puas dengan apa yang dilakukan warga lain terhadap dia" Kata Aris


"Terimakasih banyak tapi dari pihak sekolah mana?" Tanya Aris


"Oh benar.. aku hampir lupa" Kata kepala sekolah sambil memberikan kantung kecil yang berisi uang sebesar 10 keping Emas


"10 keping Emas? Pihak sekolah tidak bercanda, kan?" Tanya Aris lagi


"Tentu saja, kalau kau tidak mau aku bisa mengambilnya lagi" Kata kepala sekolah sambil tersenyum


"Yah jangan begitu dong.. ya sudah aku terima" Kata Aris pasrah


Setelah Aris keluar dari kantor kepala sekolah langsung pergi menuju ke asrama perempuan untuk memberikan hasilnya. Tetapi, ia bertemu dengan ketua OSIS yang sedang pergi menuju ke ruangan latihan sihir.


"Ketua OSIS, mau kemana kau?" Tanya Aris sambil berlari ke arah Angelia


"Ah Aris, aku ingin latihan sihir" Kata Angelia


"Begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu, ya" Kata Aris sambil tertawa


"Tunggu, tadi kau pergi ke ruangan kepala sekolah apa yang kau lakukan?" Tanya Angelia


"Aku hanya ingin mengambil imbalanku saja" Jawab Aris


"Oh begitu, kau tahu aku tidak memiliki teman bermain maukah kau menemaniku?" Tanya Angelia


"Memangnya kau ingin bermain apa?" Tanya balik Aris


"Tentu saja latihan sihir denganku" Jawab Angelia tersenyum


"baiklah" kata Aris


Saat di ruangan latihan sihir Aris dan Angelia berlatih sihir .

__ADS_1


"Baiklah Aris, kalau begitu aku menantangmu" Kata Angelia


"Menantang?" Tanya Aris kebingungan


"Iya, jika aku kalah maka aku akan berkencan denganmu" Kata Angelia


"Terus bila kamu menang?" Tanya Aris


"Kau harus mentraktirku makan selama seminggu" Kata Angelia


"Kau gila ya? Mana ada orang yang ingin bertaruh bila harus mentraktir selama seminggu" Kata Aris teriak


"Tapi tentu saja kan ini taruhan yang pas, bila aku kalah maka aku akan berkencan denganmu dan membuat harga diriku turun bahkan kita bisa dianggap sebagai kekasih" Kata Angelia


"Kau mungkin benar" Kata Aris mukanya memerah


"Bagaimana? Lagipula ini kan cuma latihan sihir tidak harus serius tetapi aku tetap akan serius bahkan ini cuma pura-pura" Kata Angelia


"Entah kenapa dia memiliki aura yang menyeramkan, baiklah kalau begitu aku terima tantanganmu" Kata Aris


"Sepakat' kata Angelia


Latihan sihir pun dimulai.


"Peraturannya sederhana dilarang menggunakan sihir terlarang, semua jenis sihir boleh digunakan dan siapa yang menyerah atau tidak bisa bertarung lagi dia akan kalah. Bagaimana? Tanya Angelia


"Tentu saja" Kata Aris


"Kalau begitu aku duluan Elemen Air - Water Bullet" Rapalan Angelia


"Water gun, ya?" Kata Aris sambil menghindari semua peluru airnya


"Kau hebat juga tetapi tetap saja aku tidak akan berpura-pura" Kata Angelia


"Elemen Tanah - Tanah Guncang" Rapalan Angelia


Tanah seketika berguncang sangat hebat dan membuat Aris terombang-ambing. Tetapi Aris bisa menghindarinya.


"Kau hebat juga sebagai pengguna elemen tanah. Tetapi, tetap saja aku akan mengalahkanmu dan membuatmu berkencan denganku. Elemen Tanah - Hantaman Tanah" Kata Aris sambil memukul tanah untuk memberhentikan guncangan tanahnya


"Eh.. ternyata kata Debi benar kau bisa menggunakan sihir. Tapi aku tidak akan pernah mengencani siapapun dan yang kuinginkan hanyalah makanan. Elemen Air - Kraken" Rapalan Angelia


"Aku juga tidak berniat mentraktir siapapun!!" Kata Aris semangat


"Kalau begitu jangan nangis ya, Elemen Tanah - Sarung Tanah. Kau tahu sarung tanah membuat pukulan meningkat, kau seharusnya harus berhati-hati" Kata Angelia


"Terimakasih atas sarannya" Kata Aris


Angelia menyerang dengan kecepatan tinggi tetapi Aris bisa menghindarinya lalu Angelia menarik kaki kanannya Aris menggunakan 1 tentakel air.


"Apa!!" Kata Aris kaget


Aris pun terbanting dari atas.


"Kau hebat juga, ternyata ketua OSIS memang hebat sekaligus putri sekolah. Tetapi, kau hanya bisa menggunakan 2 elemen, ya?" Tanya Aris


"I-iya benar. Apa itu membuatmu masalah?" Tanya balik Angelia


"Tidak juga kalau begitu apa kau pernah melihat pengguna semua elemen?" Tanya Aris sambil tersenyum


"Ti-tidak juga" Jawab Angelia


"Baiklah kalau begitu. Kau tahu kan kalau aku si tanpa sihir?" Tanya Aris lagi


"Ya, tentu saja" Kata Angelia


"Kalau begitu apa kau akan percaya jika aku bisa menggunakan semua elemen?" Tanya Aris


"Kau bisa? Tidak mungkin" Kata Angelia


"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja ronde ke-2" Kata Aris

__ADS_1


"Baiklah, aku akan serius mengalahkanmu" Kata Angelia


...END...


__ADS_2