Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Pertemuan Dengan Kekasih Dan Juga Sifat Aslinya


__ADS_3

"Aku harus bagaimana sekarang?" Tanya Aris dalam hati


"Ada apa? Masih tidak mau bicara? Baiklah, aku akan menyerang kalian" Kata Maya


"Serangan apa yang akan dia lancarkan? Jika itu serangan rendah, Quester saja mampu menahannya" Kata Aris dalam hati


"Wahai penghuni yang ada di senjata ini, aku adalah tuanmu. Maka datanglah dan penuhilah panggilanku. Dan hancurkan semua musuh yang ada di depanku. Tebasan Malaikat Maut" Rapalan Maya


"Dia langsung menggunakan teknik itu. Itu bahaya. Awas!!" Kata Aris


"Sekarang apa yang kau lakukan sekarang, Sayangku?" Kata Maya tertawa kecil jahat


"Tidak ada pilihan lain. Penghapusan Energi" Kata Aris berdiri di depan Quester


Serangan milik Maya pun menghilang.


"Sudah kuduga itu milikmu, Darma. Atau kusebut sebagai Sa-ya-ng-ku" Kata Maya


"Baiklah. Aku ketahuan" Kata Aris pasrah


"Tuan!!" Kata Quester bersuara pelan


"Tidak apa-apa Quester. Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang? Menyerahkan ku pada asosiasi sihir?" Tanya Aris


"Tidak. Bukan itu tujuanku. Aku hanya ingin bertemu dengan kekasihku itu saja" Kata Maya tersenyum jahat


"Apa tidak ada yang lain?" Tanya Aris


"Yang lain? Sebenarnya aku kesini untuk kau segera menikahi ku" Kata Maya


"Apa? Apa yang kau katakan?" Tanya Aris terkejut


"Wah, bukankah sebenarnya umurmu diatas 20 sama denganku" Kata Maya


"Orang ini. Jadi, kenapa harus melakukan itu?" Tanya lagi Aris


"Pada saat aku sekolah di daratan Scortland. Banyak para lelaki yang ingin menjadikan ku kekasihnya. Bahkan ada yang menggunakan gelar bangsawannya. Tapi itu semua, aku menolaknya. Banyak dari mereka yang ingin membunuhku. Jadi, sebelum mereka membunuhku. Aku sudah melenyapkan suruhan mereka" Jawab Maya


"Melenyapkan? Kau tidak membunuhnya, kan?" Tanya Aris


"Tentu tidak sayangku. Aku tidak mau mengotori tanganku sebelum kau menyentuh tubuhku" Kata Maya memegang dagunya Aris


"Lalu, kenapa setelah lulus sekolah. Baru sekarang kau datang kesini?" Tanya Aris


"Tentu saja. Aku ingin mendapatkan uang agar bisa bertemu denganmu. Pada saat aku mencari pekerjaan, rasanya mudah sekali. Bahkan terkadang aku mendapatkan bonus dari bos ku" Kata Maya


"Bukankah mereka hanya ingin mendapatkan dirimu" Kata Aris dalam hati


"Yah, pokoknya. Aku datang kesini untuk menikah denganmu. Tenang saja. Aku tidak akan selingkuh" Kata Maya


"Baiklah. Tapi, dengan satu syarat" Kata Aris


"Syarat? Apa kau ingin aku membunuh semua wanita di dunia ini agar kau tidak melirik wanita lain?" Tanya Maya


"Bukan itu. Aku ingin kau merahasiakan bahwa aku adalah Darma" Kata Aris


"Baiklah. Kita sepakat" Kata Maya


"Apa dia bisa dipercaya, Tuan?" Tanya Quester lewat telepati


"Aku kenal dia cukup lama. Tenang saja" Jawab Aris lewat telepati


"Ngomong-ngomong, siapa wanita kecil yang di sampingmu?" Tanya Maya

__ADS_1


"Dia.. Dia adalah adikku" Jawab Aris


"Adikmu? Apa kau ingin berbohong padaku, ha?" Tanya Maya sambil memarahinya


"Ya, maaf. Dia adalah Quester. Kau tahu, naga suci yang aku taklukkan" Kata Aris ketakutan


"Oh, jadi kau, ya. Aku tidak sadar kau bisa berubah wujud menjadi manusia" Kata Maya


"Ya" Kata Quester juga sedikit takut


"Ngomongin soal adik. Bagaimana kabarnya Resti?" Tanya Maya


"Dia baik-baik saja" Jawab Aris


"Apa dia tahu juga bahwa kau adalah Darma?" Tanya lagi Maya


"Tidak. Tidak tahu" Jawab Aris


"Kenapa?" Tanya Maya


"Ini hanya masalah waktu saja" Kata Aris


"Baiklah. Sekarang tugas pertama aku sebagai istrimu adalah memasak. Bawa aku ke rumahmu" Kata Maya


"Untuk apa?" Tanya Aris teriak


"Tentu saja. Untuk suamiku tercinta" Jawab Maya


"Baiklah. Tapi, jangan kaget ya dengan apa yang terjadi" Kata Aris


"Tenang saja. Aku tidak akan terkejut dengan punyamu" Kata Maya


"Jangan membuat salah paham" Kata Aris


Setelah sampai dirumah. Maya terkejut melihat banyak sekali ras setengah hewan yang berada di rumahnya.


"Apa maksudmu?" Tanya Aris


"Kau mengajaknya kesini untuk merawatnya, kan. Aku sudah siap kok menjadi ibu bagi anak-anakmu" Jawab Maya


"Ah, kenapa kau selalu mengartikannya salah" Kata Aris pusing


"Tenang saja. Aku akan merawatnya dengan baik" Kata Maya


"Hei, kakak ini siapa? Dan juga hubungannya dengan Kak Aris apa?" Tanya Yuni


"Kami hanya dekat. Tapi, itu tidak lama lagi" Jawab Maya


"Jangan kau racuni pikiran polos mereka" Kata Aris teriak


"Baiklah. Anak-anak, apa kalian ingin makan?" Tanya Maya


"Ya, kami ingin makan" Kata mereka bertiga


"Hei, Aris. Apa masih ada lagi?" Tanya Maya


"Coba kupikir. 2 di ladang, dan 2 yang lainnya sedang latihan" Jawab Aris


"Aris, kau ini. Sebenarnya ingin mempunyai berapa anak denganku?" Kata Maya malu-malu


"Jangan samakan mereka dengan pikiranmu" Kata Aris benar-benar pusing


Setelah itu, waktu sudah menunjukkan siang hari. Maya, pergi ke belakang rumah dan memanggil Riana dan Ririn yang sedang berlatih.

__ADS_1


"Semuanya, waktunya makan" Kata Maya teriak


Mereka berdua pun terkejut.


"Ririn, kau lihat itu, kan?" Tanya Riana


"Tentu saja. Aku lihat. Tapi, siapa dia sebenarnya?" Tanya Ririn


"Aku tidak tahu. Mungkin kenalan Kak Aris" Jawab Riana


"Yasudah. Mari kita masuk" Kata Ririn


Mereka berdua pun masuk kedalam. Tasya dan Melani juga datang sehabis di ladang. Mereka berdua pun terkejut.


"Kak Aris, aku pulang" Kata Melani terkejut


"Melani, ada apa? Kenapa diam saja" Kata Tasya


Tasya yang melihatnya pun ikut terkejut.


"Wah, semakin banyak saja. Ayo masuk, jangan malu-malu" Kata Maya


Tasya dan Melani pun masuk dan duduk di meja makan.


"Baik, makanlah yang banyak. Hari ini aku yang masak" Kata Maya


"Anu, permisi. Anda siapa, ya" Kata Melani


"Perkenalkan namaku Maya. Dan aku adalah istrinya Aris" Kata Maya


Mereka semua pun terkejut dan diam.


"Maya, jangan buat mereka salah paham" Kata Aris panik


"Eh? Tapi, benarkan" Kata Maya


"Itu tidak benar" Kata Aris teriak


"Baiklah, semuanya. Makan yang banyak, ya" Kata Maya


Mereka pun makan dengan lahapnya. Dikarenakan makanannya sangat enak.


"Enak sekali" Kata Aris


"Wah, apa sekarang kau mengakui ku sebagai istrimu?" Tanya Maya


"Diam!" Kata Aris


Setelah mereka semua makan. Mereka pun istirahat sejenak.


"Aku tidak tahu dia bisa memasak" Kata Quester


"Dia sejak dulu suka sekali memasak. Dan aku yang selalu menjadi kelinci percobaannya" Kata Aris


"Kelinci?" Tanya Quester


"Sebelum dia jago memasak. Ia pernah membuatkan ku masakan yang buruk dan aku ditunjuk sebagai orang yang harus mencicipinya. Aku hampir pingsan pada saat memakannya" Kata Aris


"Tapi, apa dia akan selamanya disini?" Tanya Quester


"Sepertinya dia tidak akan menyerah" Jawab Aris


"Tapi, menurutku ia cantik dan juga jago memasak. Apalagi dalam pertarungannya" Kata Quester

__ADS_1


"Ya, kau benar. Dia memang cantik" Kata Aris


...END...


__ADS_2