Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Kekuatan Orang Lama


__ADS_3

"Jadi ada apa Tuan Darma datang kemari?" Tanya Alan


"Aku sedang melaksanakan misi dan juga aku ingin kau yang mewakilkan ku" Jawab Aris


"Misi? Sudah lama aku tidak mendapatkan misi. Terakhir 5 tahun lalu saat kau pergi ke tempatku" Kata Alan


"Apa kau ingin menerimanya atau tidak?" Tanya Aris


"Suatu kehormatan bagiku untuk melaksanakan misi darimu Tuanku" Jawab Alan


"Baiklah. Kita berangkat siang ini dan kau bawa juga alat-alat untuk alkoholmu. Karena sekarang aku sudah memulai usaha makanan jadi aku ingin minumanmu ada di tempatku" Kata Aris


"Baik, Tuanku" Kata Alan


Aris dan Quester menunggu di luar bar, sedangkan Alan sedang mempersiapkan diri untuk perjalanan ini.


"Sudah lama aku tidak bersama Tuanku. Aku ingin berguna baginya" Kata Alan dalam hati


Setelah itu keluarlah Alan sembari membawa koper.


"Apa itu saja yang kau bawa?" Tanya Aris


"Ya, Tuanku. Hamba hanya membawa sedikit pakaian dan juga alat-alat untuk minumanku" Jawab Alan


"Begitu, ya. Baiklah, kita pergi" Kata Aris menggunakan sihir teleportasinya untuk berpindah tempat


Mereka muncul di samping asrama laki-laki.


"Kau masih bisa menggunakan sihir itu, Tuanku. Aku kagum denganmu" Kata Alan


"Alan, disini adalah tempat istirahatku. Aku tidak yakin bisa membawamu kedalam. Tapi, aku punya gerobak makanan yang bisa kau gunakan untuk istirahat. Lagipula ini hanya sebentar" Kata Aris


"Suatu kehormatan bagi hamba untuk menuruti semua keinginan Tuanku" Kata Alan


"Maafkan aku, aku ini sebenarnya tidak layak. Untuk sekarang uangku sudah habis, masa jabatanku sebagai The Master Academy sudah berakhir. Bulan lalu mereka sudah tidak mengirimiku lagi uang. Jadi, untuk kedepannya aku hanya berjualan makanan dan juga usahaku sebagai penjual buah dan sayuran" Kata Aris


"Anda itu layak Tuanku. Aku sebagai pelayanmu sangat senang memiliki Tuan seperti Anda" Kata Alan


"Kau belum pernah ke rumahku, ya. Bagaimana kalau kita kesana?" Tanya Aris


"Rumahmu? Aku tidak tahu Tuan punya rumah" Kata Alan sedikit terkejut


"Rumah ini kubeli dari orangtuaku. Tempatnya, di dalam hutan Ecber. Sejak awal aku tidak tahu kenapa orangtuaku mempunyai rumah di dalam hutan itu" Kata Aris


"Hutan Ecber? Bukankah disana hutan yang sangat berbahaya?" Tanya Alan


"Disana memang bahaya. Para monster sekarang sudah mulai agresif, aku tidak tahu penyebabnya. Tapi untungnya aku sudah memasang penghalang agar mereka tidak masuk dalam rumahku" Kata Aris


"Begitu, ya. Bagaimana kalau kita basmi para monster disana?" Tanya Alan


"Percuma saja, monster disana cepat sekali berkembang biaknya. Bahkan bisa dibilang tidak ada habisnya. Sebelum pergi kesana, aku ingin memperkenalkanmu pada orang yang memberikanku misi" Kata Aris


"Baik, Tuanku. Saya mengerti" Kata Alan


"Tapi, saat disana kau jangan memanggilku Tuan, ya. Katakan saja kau adalah saudara jauhku" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Alan


"Kalau begitu, mari kita pergi" Kata Aris


Aris pun pergi dengan Alan menuju ke sekolah. Sesampainya disana, ia bertemu dengan Debi yang sedang membawa buku.


"Hay, senior" Kata Aris

__ADS_1


"Oh, kau Aris. Ada apa?" Tanya Debi


"Apa Angelia ada di kantornya?" Tanya balik Aris


"Tidak. Dia sedang di kelas. Mau aku panggilkan?" Tanya Debi


"Ya, tolong. Aku ingin memperkenalkan padanya bahwa orang ini adalah yang akan mewakilkanku di pertandingan nanti" Jawab Aris


"Baiklah. Kau tunggu saja di kantor OSIS. Nanti aku akan panggilkan" Kata Debi


"Kau dengar itu, kita juga harus pergi" Kata Aris


"Ya" Kata Alan membungkukkan badannya


Aris pun pergi ke kantor OSIS. Dan tidak lama datanglah, Angelia bersama dengan Debi.


"Jadi, dia orangnya" Kata Angelia


"Ya, kemampuannya diatas rata-rata. Dia yang akan mewakilkanku, apa kau setuju dengan pilihanku?" Tanya Angelia


"Maaf menyinggung anda, tapi dengan usia anda. Apa Anda akan baik-baik saja?" Tanya Angelia


"Mohon maafkan aku. Aku hanya bisa memastikan satu hal. Yaitu kepercayaan" Jawab Alan


"Dia ini kuat. Percaya saja padaku" Kata Aris


"Baiklah, aku percaya padamu. Jadi, siapa nama anda?" Tanya Angelia


"Namaku adalah Alan. Dan aku adalah saudara jauhnya Aris" Jawab Alan


"Saudara jauhnya? Aku tidak tahu kau memiliki keluarga. Kukira kau yatim piatu" Kata Angelia


"Yah, memang begitu" Kata Aris sambil tertawa pelan


"Senior, bagaimana dengan jubahku? Apa sudah selesai?" Tanya Aris ke Debi


"Mohon maaf. Kemungkinan besok siang baru selesai" Jawab Debi


"Begitu, ya. Baiklah. Apa kau sudah sembuh dari luka yang diberikan Rafi?" Tanya lagi Aris


"Sudah, sekarang aku bisa bertarung. Memangnya ada apa?" Tanya balik Debi


"Untuk permulaan kenapa kau tidak latihan saja dengan saudaraku?" Tanya Aris


"Apa boleh begitu?" Tanya Debi


"Alan, apa kau bisa?" Tanya Aris


"Tentu saja. Kondisiku juga sedang baik-baik saja" Jawab Alan


"Kau dengar itu?" Tanya Aris


"Baiklah. Ayo kita lakukan latihannya" Kata Debi


Mereka berempat pun pergi ke ruangan latihan sihir.


"Jadi, bagaimana peraturannya?" Tanya Debi


"Gunakan semua kekuatanmu dan sihirmu" Jawab Aris


"Ha? Kau gila? Itu bisa melukai dia. Apa tidak apa-apa?" Tanya Debi


"Alan, bagaimana? Seharusnya aku yang mengatakan ini. Alan, kau harus menahan diri, ya. Aku tidak mau kau melukai temanku" Kata Aris

__ADS_1


"Baiklah, saya akan menahan diri" Kata Alan


"Senior, keluarkan semua kemampuanmu. Jika bisa, seluruh teknik rahasiamu" Kata Aris


"Kalau kau bilang begitu. Akan aku lakukan. Pak Alan, mohon maafkan aku" Kata Debi


"Baiklah, semuanya. Bersiap. Mulai!!" Kata Aris


"Baiklah, aku akan menggunakan seluruh kemampuanku. Untuk sekarang aku tidak akan menggunakan sihirku" Kata Debi dalam hati sambil kedua tangannya mengeluarkan cahaya


Debi dengan secepat kilat menyerang dengan kekuatan penuh menggunakan tinjunya. Tapi, tinjunya mudah ditangkis oleh Alan.


"Apa?" Tanya Debi yang terkejut


"Tidak buruk, anak muda. Coba serang aku dengan penuh kekuatan, mungkin itu bisa melukaiku" Kata Alan melepaskan tangannya


"Padahal itu adalah kecepatan yang luar biasa. Bagaimana bisa menahannya dengan mudah" Kata Angelia


"Sudah kubilang, kan. Dia adalah orang yang kuat" Kata Aris


Debi menyerang dengan penuh tenaga. Tetapi, tidak ada satupun yang bisa melukai Alan.


"Anak muda, sepertinya kau sudah kelelahan. Ini, kuberikan ramuanku padamu. Ramuan ini mengembalikan tenaga seperti semula. Gunakan tenagamu itu untuk menahan semua serangan ku, ya" Kata Alan melemparkan botol ramuannya


Debi tanpa ragu meminum ramuan itu hingga habis.


"Baiklah, sekarang giliranku. Kau tahan ini, ya" Kata Alan


Debi sudah bersiap dengan pertahanannya. Seketika Alan menyerang dengan sangat cepat sehingga membuat Debi terpental.


"Debi!!!" Kata Angelia


"Masih belum. Aku masih bisa menahannya" Kata Debi yang sudah kesakitan


"Padahal hanya tangan kosong biasa. Dan bukan teknik tangan kosong. Apa dia sekuat itu walaupun hanya dengan tangan kosong?" Tanya Angelia yang kebingungan


"Itulah kehebatannya. Tangan kosong adalah senjata kesukaannya. Sihir yang bisa dia gunakan hanyalah elemen es" Kata Aris


"Alan, gunakan sihirmu" Kata Aris


"Baik. Anak muda, apa kau masih kuat?" Tanya Alan


"Jangan remehkan aku. Aku masih kuat menerima beberapa seranganmu" Jawab Debi yang mulai berdiri


"Baiklah, terima ini" Kata Alan mengeluarkan sihir es dengan kecepatan penuh


"Dia.. Tanpa rapalan?" Tanya Angelia terkejut


"Sihir tanpa rapalan? Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Debi


Dinding buatan Debi pun hancur dan membuat Debi terpental jauh.


"Bagaimana bisa? Apa dia berada ditingkatan yang lebih tinggi?" Tanya Angelia


"Entahlah. Jadi bagaimana?" Tanya Aris


"Aku terima. Tolong, menangkan pertandingan itu" Jawab Angelia


"Baiklah. Alan, sudah cukup" Kata Aris


"Anak muda, ini. Ini adalah ramuanku. Minumlah" Kata Alan


"Baik, terimakasih. Kakek Alan" Kata Debi meminum ramuan itu

__ADS_1


...END...


__ADS_2