Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Keputusan Elfiza


__ADS_3

"lebih baik kita bertemu dengannya langsung" Kata Aris


"Ke-Kemana kau akan membawa kami?" Tanya Elfa sedikit ketakutan


"Tenang saja. Kau akan segera tahu dan juga siapa aku" Jawab Aris


Aris melakukan sihir teleportasi dan membuat mereka berempat pindah ke rumah yang berada di hutan Ecber.


"Ini, kan.." Kata Elfa sedikit terkejut


"Baik. Kita sampai" Kata Aris sambil pergi ke arah rumah tersebut


"Tunggu sebentar, jika kau bisa melakukan sihir teleportasi. Itu artinya.." Kata Elfa


"Ya. Aku adalah The Master Academy yang hilang. Lebih tepatnya, aku kabur sebelum peresmian itu" Jawab Aris


Mendengar itu, Elfa langsung menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


"Ma-Maafkan aku, karena menyerangmu tiba-tiba. Aku tidak tahu kalau kau adalah The Master Academy. Karena kami para elf jika mendengar salah satu ras kami ada di kehidupan manusia maka kami secara reflek akan menyerang manusia itu" Kata Elfa


"Begitu, ya. Sudah sewajarnya kau akan bertindak begitu. Kalau begitu, ayo kita pergi. Mari temui rasmu" Kata Aris


"Ya" Kata Elfa


"Pahlawan, aku tidak tahu jika ia adalah The Master Academy. Bukankah dia sudah tewas diserang oleh sekelompok monster?" Tanya pengawalnya


"Aku mendengarnya juga begitu. Tapi, aku percaya dia adalah The Master Academy yang hilang itu. Buktinya, ia bisa menggunakan sihir teleportasinya. Di dunia ia tidak banyak orang yang menggunakan sihir teleportasi. Hanya segelintir orang-orang saja yang bisa menggunakannya" Jawab Elfa


"Baiklah. Kita sampai" Kata Aris


"Jadi, ini adalah rumahmu, ya. Master?" Tanya Elfa


"Ya, aku juga sudah merenovasinya" Jawab Aris


"Dimana dia?" Tanya Elfa


"Lebih baik kita masuk saja. Permisi" Kata Aris sambil mengetuk pintunya


Datanglah Maya menyambut mereka.


"Wah, ada tamu" Kata Maya


"Maya, dia adalah salah satu pahlawan dan juga sebelahnya adalah pengawalnya" Kata Aris


"Be-Begitu, ya. Maafkan aku, Tuan pahlawan" Kata Maya


"Tidak apa-apa. Bicara dengan formal saja" Kata Elfa


"Jadi, ada keperluan apa datang kemari?" Tanya Maya


"Maya, dimana Elfiza?" Tanya Aris

__ADS_1


"Elfiza? Dia sedang berada di ladang bersama dengan yang lainnya" Jawab Maya


"Begitu, ya. Terimakasih. Kami akan pergi" Kata Aris


"Hati-hati di jalan" Kata Maya


Mereka pun pergi ke ladang. Sesampainya di ladang, mereka bertemu dengan Elfiza yang sedang bermain lumpur bersama Tasya dan yang lainnya. Aris pun langsung memanggil mereka dan mereka semua berlari ke arah Aris. Elfa terkejut karena ia melihat ras manusia setengah hewan.


"Apa mereka setengah hewan?" Tanya Elfa


"Iya. Mereka adalah ras terakhir dari golongan mereka" Jawab Aris


"Berarti kejadian kemarin benar-benar nyata?" Tanya Elfa


"Sepertinya aku harus memberitahumu cerita yang sebenarnya" Kata Aris


"Eh? Apa maksudmu?" Tanya Elfa


"Sebenarnya, kepunahan ras setengah hewan bukanlah disebabkan oleh kebakaran melainkan pembantaian yang dilakukan oleh para ksatria kerajaan" Jawab Aris


"Master, aku tahu kau cuma bercanda. Tapi, aku serius loh" Kata Elfa sedikit tertawa


"Apa menurutmu aku seperti orang yang bercanda?" Tanya Aris


"Apa kau benar-benar serius? Jika iya, kenapa mereka melakukannya?" Tanya Elfa


"Para ksatria tahu bahwa manusia harus setengah hewan merupakan harta yang berharga bagi daratan sebelah. Makanya mereka sebisa mungkin untuk menangkap para wanita dan anak-anak dari ras tersebut dan lebih parahnya, kaum laki-laki akan dibunuh jika mereka melawan para ksatria" Jawab Aris


"Nanti saja akan aku ceritakan detailnya untuk saat ini tidak baik mengungkapkan masa lalu mereka di sini apalagi sampai terdengar telinga mereka. Aku takutnya membuat mereka mengingat masa lalu" Kata Aris


Datanglah mereka sambil berlari ke arah Aris. Elfiza juga terkejut melihat ada ras elf yang lainnya di sekitar Aris.


"Kak Aris, kapan kau datang?" Tanya Tasya


"Baru saja. Jadi, bagaimana ladangnya?" Tanya Aris


"Ladangnya baik-baik saja. Sebentar lagi panen karena sudah memasuki musim panen Jawab Tasya


"Begitu, ya. Aku senang kalian berada di sini" Kata Aris


"Kami juga senang berada di samping Kak Aris" Kata Tasya tersenyum


"Baiklah. Kak Maya menyuruh kalian untuk pulang dan untuk Elfiza ada yang ingin kubicarakan denganmu" kata Aris


Semua orang pun pergi kecuali Aris, Elfiza dan juga Elfa.


"Jadi, ada hal apa yang ingin dibicarakan?" Tanya Elfiza


"Elfiza, dia adalah salah satu pahlawan dari ras elf. Silakan berbicara dengannya. Semua keputusan ada di tanganmu. Itu adalah pilihanmu sendiri. Apapun pilihanmu, aku akan menghormati apapun itu" Jawab Aris


"Salam kenal, namaku adalah Elfa. Seperti yang kau tahu, aku adalah salah satu dari empat pahlawan yang terkenal. Kedatanganku ke sini adalah ingin membawamu ke tempat yang aman. Apa kau ingin pergi bersamaku?" Tanya Elfa

__ADS_1


"Jika aku pergi bersamamu, apa itu artinya aku tidak akan bisa bertemu dengan Kak Aris lagi?" Tanya Elfiza


Mendengar itu, Aris pun sedikit terkejut apa yang dikatakan Elfiza


"Tentu saja. Kau akan mendapatkan fasilitas yang mewah dan juga tempat yang aman dari para manusia yang berbuat jahat padamu" Jawab Elfa


"Jika itu artinya aku tidak bisa bertemu dengan Kak Aris lagi, aku tidak mau. Aku tidak akan pergi!!" Kata Elfiza teriak


"Elfiza, apa kau yakin? Dia adalah salah satu dari empat pahlawan loh, jika kau pergi bersama mereka, kau pasti akan sangat aman di sana" Kata Aris


"Jika aku tidak bertemu dengan Kak Aris sama saja hidupku tidak ada gunanya. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pergi kemanapun karena aku ingin selalu berada di samping Kak Aris" Kata Elfiza


"Tapi.." Kata Aris


"Kak Aris, sebelumnya kau mengatakan ini, apapun keputusanku kamu kamu hormatinya dan semua pilihanku ada di tanganku. Maka dari itu, tolong hormati pilihanku. Aku tidak akan pergi kemanapun jika tidak ada kamu" Kata Elfiza


"Baiklah, aku mengerti. Kau sudah dengar katanya?" Tanya Aris


"Baiklah. Aku kan membiarkanmu untuk merawatnya. Jadi tolong jaga dia baik-baik" Kata Elfa


"Kau pikir kau berbicara dengan siapa?" Tanya Aris sambil tersenyum


"Ah, aku lupa. Mohon maafkan aku" Kata Elfa


"Baiklah, untuk sekarang. Bagaimana jika kita kembali untuk makan siang?" Tanya Aris


"Kebetulan aku juga lapar" Kata Elfa


Mereka pun pulang ke rumahnya Aris sambil mengobrol.


"Oh, iya. Aku hampir lupa, siapa teman wanitamu yang di sana?" Tanya Elfa


"Kau tidak kenal?" Tanya balik Aris


"Sepertinya aku pernah melihatnya. Cuma samar-samar, siapa dia?" Tanya lagi Elfa


"Apa kau tahu si Sabit psikopat?" Tanya Aris


"Maksudnya kekasih The Master Academy yang sangat hebat itu?" Tanya balik Elfa yang sedikit terkejut


"Iya itu dia. Sebenarnya dia yang memaksaku untuk menjadi kekasihnya" Kata Aris pasrah


"Padahal kau adalah seorang The Master Academy, kenapa kau bisa tunduk begitu saja dengan wanita seperti dia?" Tanya lagi Elfa


"Sejujurnya aku dan dia adalah teman masa kecil. Dia selalu bermain denganku setiap hari dan juga seringkali menjahili ku dengan cara yang ekstrem" Jawab Aris


"Begitu, ya. Pantas saja kau bisa tunduk dengan wanita seperti itu" Kata Elfa


"Apa itu bisa disebut dengan pujian?" Tanya Aris


"Tidak juga" Jawab Elfa

__ADS_1


...END...


__ADS_2