
Keesokan harinya. Aris dan Nia pergi ke toko kue itu. Mereka kesana pada pagi hari. Pada saat masuk ke toko kue itu, mereka ditawari teh oleh pelayan itu. Nia yang melihatnya hanya bisa tersenyum kepadanya. Begitupun juga pelayan itu.
"Kau kenal dengannya?" Tanya Aris
"Dia adalah pelayan yang semalam" Jawab Nia
"Benarkah?" Tanya dengan terkejut Aris
"Benar. Dia yang memberiku kue dan juga teh" Jawab Nia
Tidak berapa lama, pelayan itu memberikan teh kepada Aris dan juga Nia.
"Silahkan" Kata pelayan itu sambil memberikan teh
"Terimakasih" Kata Aris
"Terimakasih banyak" Kata Nia
"Bisakah kami memesan kue?" Tanya Aris
"Kue apa yang anda inginkan, tuan?" Tanya balik pelayan itu
"Kue yang kumakan semalam. Apa masih ada?" Tanya Nia
"Baik. Akan saya siapkan" Jawab pelayan itu
Tidak berapa lama, akhirnya pesanan mereka sampai. Pelayan itu memberikan kue cokelat yang diatasnya ada satu buah stroberi.
"Silahkan" Kata pelayan itu
"Terimakasih. Kalau boleh tahu, siapa namamu?" Tanya Aris
"Ah, baik. Namaku Tahlia" Jawab Tahlia
"Nama yang indah. Jika berkenan, kalau tidak ada waktu bisakah kita mengobrol berdua saja?" Tanya Aris
Mendengar itu, Tahlia sedikit terkejut dan merasa tidak nyaman. Karena disampingnya, ada Nia yang Tahlia mengira bahwa ia adalah kekasih Aris.
"Tenang saja. Aku masih belum menjadi miliknya" Kata Nia
"Kalau begitu, bagaimana kalau nanti malam?" Tanya Tahlia
"Baiklah. Aku akan kembali lagi nanti malam" Jawab Aris
Setelah mendengar jawaban itu. Tahlia pun pergi dengan tersipu malu sambil menundukkan kepalanya.
"Apa kau mempunyai rencana?" Tanya Nia
"Mungkin saja" Jawab Aris
Setelah itu Aris dan Nia pulang ke penginapan dan menyusun rencana untuk nanti malam.
"Jadi, bagaimana rencananya?" Tanya Nia
"Agar bisa mendekati penjaga itu, aku harus bisa akrab dengan Tahlia. Setelah cukup akrab, aku bisa melumpuhkan penjaga itu dan masuk kedalam sana" Jawab Aris
"Apa kau yakin?" Tanya Nia kurang meyakinkan
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya lagi Aris
"Setelah cukup akrab dengannya, apa yang akan kau lakukan setelah itu?" Tanya lagi Nia
"Aku akan mengajaknya keluar dari toko itu, kemudian aku akan menyelinap masuk ke tokonya dan melumpuhkan para penjaga" Jawab Aris
"Satu pertanyaan. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Nia
"Kau dan aku akan menyelinap masuk ke ruangan itu dan mengalahkan pemilik dari acara lelang itu" Jawab Aris
"Baiklah, aku siap. Walaupun aku harus menahan sakit hati. Karena kau berjalan dengan perempuan lain" Kata Nia agak kesal
Aris yang melihatnya hanya bisa tertawa kecil. Malam pun tiba. Aris dan Nia sudah bersiap-siap untuk pergi dengan rencana yang sudah dibuat.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Aris
"Sudah" Jawab Nia
Tidak beberapa lama, Aris masuk ke toko itu dan Nia menjaga di luar.
"Kau tunggu disini" Kata Aris
"Baik" Kata Nia
Saat didalam, Aris sedang duduk dan datanglah Tahlia yang sedang membawa kue dan juga secangkir teh.
"Silahkan" Kata Tahlia sambil memberikan teh hangat kepada Aris
"Terimakasih" Kata Aris
"Jadi, apa yang mau dibicarakan?" Tanya Tahlia
"Kenapa aku harus melakukannya?" Tanya lagi Tahlia
"Karena aku sangat ingin melihat sekeliling kota ini" Jawab Aris
"Kau mencurigakan. Katakan saja, apa yang kau inginkan?" Tanya lagi Tahlia
"Sebenarnya aku ingin membantumu. Maka dari itu kau harus ikut denganku" Jawab Aris
"Membantuku dari apa?" Tanya lagi Tahlia
"Dari anak buah Pak Karso" Jawab Aris
"Tapi, kenapa kau melakukannya?" Tanya lagi Tahlia
"Aku pernah mendengar bahwa mereka pernah memaksamu untuk meminta kunci ruangan itu. Jadi, aku akan membantumu untuk mendapatkan ruangan itu kembali. Karena, ruangan itu adalah milik ayahmu dulu" Jawab Aris
"Sudahlah, asalkan aku bisa membayar hutang-hutang ayahku itu sudah cukup" Kata Tahlia
"Baiklah, kalau begitu. Biar aku yang akan membayar hutang-hutang ayahmu" Kata Aris
"Apa kau yakin? Hutang ayahku sudah sangat banyak. Itu saja belum dengan bunganya" Kata Tahlia
"Tenang saja. Asalkan kau ikut denganku keluar maka akan selesai sebelum matahari terbit" Kata Aris
Mendengar itu, Tahlia langsung menuruti apa kata Aris. Dan mereka berdua pun pergi keluar. Saat sudah diluar dan berjalan cukup jauh, Aris langsung membuat bayangannya dan kembali ke toko kue itu untuk bertemu dengan Nia.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap?" Tanya Aris
"Jika kau disini. Lalu, siapa yang bersama Tahlia?" Tanya balik Nia
"Tenang saja. Dia akan baik-baik saja. Dan yang terpenting. Apa kau sudah siap?" Tanya Aris
"Tentu saja. Biarpun begini, aku juga pelayan The Master Academy, loh" Kata Nia
"Kalau begitu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kan" Kata Aris
"Baiklah. Ayo, kita masuk" Kata Nia
Mereka berdua pun masuk ke dalam toko.
"Siapa kalian?" Tanya penjaga
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami. Sekarang menyingkirlah, atau aku akan menghajarmu" Kata Aris
"Dasar bocah" Kata penjaga itu
Aris pun menghajar penjaga itu dan juga Nia. Tanpa berlama-lama, mereka berdua pun berhasil mengalahkan penjaga itu. Setelah mengalahkan penjaga itu, mereka masuk ke dalam ruangan itu dan saat di dalam mereka sudah dikelilingi oleh para penyihir tingkat tinggi yang berjaga di posisinya masing-masing.
"Bagaimana ini, Aris?" Tanya Nia
"Tenanglah" Jawab Aris
"Yo, ada perlu apa kalian sampai memaksa masuk kesini?" Tanya orang berkumis itu
"Aku ada keperluan dengan pemimpin kalian" Jawab Aris
"Eh? Benarkah? Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami. Karena kami memiliki penyihir tingkat tinggi yang menjaga pemimpin kami" Kata orang berkumis itu
"Kau tahu, aku sudah bosan dengan ini. Apanya yang penyihir tingkat tinggi. Mereka hanyalah sekumpulan badut yang sedang mencari uang dengan cara yang tidak sehat" Kata Aris
"Apa katamu!! Jaga ucapanmu, bocah. Kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa" Kata orang berkumis itu berkata kasar
"Tentu saja. Aku tahu. Aku sedang berbicara dengan badut" Kata Aris
"Kau!! Semuanya serang mereka" Kata orang berkumis itu
Semuanya penyihir mengarahkan sihir kepada Aris dan Nia.
"Bagaimana ini, Aris?" Tanya Nia yang sudah ketakutan
"Silahkan saja. Aku tidak akan takut pada sihir kalian yang katanya memiliki sihir tingkat SSS" Kata Aris
"Kau!! Benar-benar membuatku kesal" Kata orang berkumis itu
"Lucu sekali. Saat kau mengatakannya. Kalau begitu, jangan salahkan aku jika kalian terluka, ya" Kata Aris merendahkan
"Aris, jangan terlalu membuat mereka marah" Kata Nia
"Memangnya kenapa? Ini sangat menyenangkan" Kata Aris
"Semuanya serang mereka. Bagi mereka yang berhasil mengalahkan mereka akan diberi imbalan yang besar" Kata orang berkumis itu
Mereka semua pun bersiap mengeluarkan sihir dan juga sangat banyak. Nia pun panik ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
...END...