Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Membeli Bahan Baku


__ADS_3

keesokan harinya Aris dan Quester pergi ke sekolah untuk melihat hasil ujiannya. Sesaat sudah sampai disana, banyak orang yang melihat hasilnya di papan pengumuman. Semua siswa-siswi disana semuanya berhasil dan tidak ada satupun yang remedial. Dan yang paling mengejutkan adalah Aris menduduki peringkat pertama dengan nilai sempurna. Sontak saja itu semua membuat para guru dan juga teman-temannya terkejut.


"Apa pendapatmu tentang itu?" Tanya Debi


"Apanya?" Tanya balik Angelia


"Tentang Aris yang menduduki peringkat pertama" Jawab Debi


"Menurutku itu hebat. Aku tidak percaya dia bisa mendapatkan peringkat pertama, dan juga ia cepat sekali mengerjakan ujiannya seolah-olah ia pernah memahami ujian tersebut" Kata Angelia


"Jadi, menurutmu ia melakukan kecurangan?" Tanya Debi


"Bukan begitu, aku rasa ia tahu semua jawabannya" Kata Angelia


"Begitu, ya. Setelah ini apa yang Ketua lakukan?" Tanya Debi


"Aku tidak tahu. Kalau kamu?" Tanya balik Angelia


"Aku ingin mengunjungi orangtuaku. Jadi, aku akan pulang selama liburan sekolah" Jawab Debi


"Begitu, ya. Selamat. Dan juga hati-hati" Kata Angelia


"Terimakasih. Kalau begitu, aku pergi dulu untuk bersiap-siap" Kata Debi


"Ya" Kata Angelia


Di taman.


"Tuan, kau hebat sekali. Bisa mendapatkan peringkat pertama" Kata Quester


"Ya, terimakasih. Lagipula, ujiannya sama seperti dulu. Apakah menurutmu aku melakukan kecurangan?" Tanya Aris


"Menurutku tidak, Tuan. Lagian salah mereka sendiri membuat ujiannya sama seperti dulu" Jawab Quester


"Kalau begitu. Syukurlah" Kata Aris


"Setelah ini, apa yang akan Tuan lakukan?" Tanya Quester


"Sudah kukatakan, kan. Kita akan membuat dapur" Jawab Aris


"Sendirian?" Tanya lagi Quester


"Ya, lagipula mereka pasti memiliki kesibukan masing-masing. Apalagi sekarang liburan selama satu minggu" Jawab Aris


"Kalau begitu, kita berangkat, ya. Aku jadi ingin ke pusat kota lagi" Kata Quester


"Baiklah. Ayo, pulang" Kata Aris


"Ya" Kata Quester senang


Saat berjalan menuju ke asrama, Aris ditahan oleh Arina, Dinda dan juga Resti.


"Kalian.." Kata Aris


"Jangan lupa janjimu, ya" Kata Dinda


"Aku tidak akan pergi sebelum mencoba masakanmu" Kata Resti


"Hehehe" Kata Arina


"Bukannya kalian punya acara penting? Bukankah sekarang waktunya kalian mengunjungi orangtua kalian?" Tanya Aris


"Kalau aku sih, tidak apa-apa" Kata Arina


"Aku pulang pun orangtuaku pasti tidak ada dirumah" Kata Resti

__ADS_1


"Apalagi orangtuaku. Saat ini, mungkin mereka sedang bersenang-senang" Kata Dinda


"Baiklah. Kalau begitu. Tunggu sebentar, Dedi kemana?" Tanya Aris


"Aku tidak tahu. Mungkin pulang ke asramanya" Jawab Arina


"Ya sudah. Ayo pergi" Kata Aris


Saat mereka berempat berjalan, Angelia melihat dari jendela dan langsung menghampiri mereka.


"Angelia.." Kata Aris


"Kalian ada acara apa?" Tanya Angelia


"Ah, kami berempat ingin pergi ke pusat kota" Jawab Dinda


"Ke pusat kota. Apa ada yang ingin kalian beli?" Tanya lagi Angelia


"Tentu saja. Kami ingin membantu Aris membuat dapur. Karena dia sudah berjanji akan mencoba masakannya setelah kami membantunya membuat tugas yang pernah ketinggalan" Jawab Resti


"Masakan? Apa kau bisa memasak, Aris?" Tanya Angelia


"Oh, jadi kau ingin mencobanya juga?" Tanya balik Aris


"Kalau soal makanan, aku tuh jagonya" Jawab Angelia


"Tapi, kau harus kerja, ya" Kata Aris tersenyum


"Kau ini... Baiklah. Lagipula aku juga tidak kerjaan selama liburan ini" Kata Angelia


"Baiklah. Kita pergi" Kata Aris


"Ya..!!!" Kata mereka semua


Setelah sampai di asrama laki-laki, mereka semua bertemu dengan Dedi yang sudah menunggu di kamarnya Aris.


"Lama sekali. Kemana saja kau?" Tanya balik Dedi


"Ya, aku jalan-jalan sebentar di sekolah. Oh, ya. Apa yang kai lakukan disini?" Tanya Aris


"Sesuai janji, ya" Kata Dedi


"Begitu, ya. Apa kau tidak punya acara?" Tanya lagi Aris


"Tentu saja, tidak. Aku akan pulang setelah kenaikan kelas saja" Jawab Dedi


"Begitu, ya. Baiklah, semuanya masuk" Kata Aris


Mereka semua pun masuk ke kamarnya Aris yang penuh dengan kerusakan disana sini. Angelia terkejut karena kamarnya Aris begitu.


"Apa benar ini kamarmu?" Tanya Angelia


"Oh, kau baru pertama kali, ya. Yah, sudah sewajarnya kamu akan bilang begitu" Kata Arina


"Eh? Apa kalian pernah kesini sebelumnya?" Tanya Angelia


"Kami sudah sering main kesini. Jadi, tidak kaget" Jawab Dinda


"Kamar ini pemberian oleh sekolah karena pada saat tes masuk, ia mendapatkan nilai terendah. Makanya ia disebut sebagai No Magic" Kata Resti


"Jahatnya" Kata Angelia


"Menurutku itu bagus. Dari semua kamar, hanya aku yang seorang diri disini" Kata Aris


"Baiklah, Aku sudah mengukur semuanya. Kita tinggal beli bahan bakunya saja" Kata Dedi

__ADS_1


"Begitu, ya. Baiklah. Kalian tunggu disini saja. Kami yang akan pergi membeli bahan bakunya" Kata Aris


"Tunggu sebentar, aku tidak setuju" Kata Arina


"Kalau kami ingin mencicipi masakanmu maka yang harus kami lakukan adalah membantumu" Kata Resti


"Segitunya kalian ingin mencicipinya, ya" Kata Angelia


"Baiklah. Jangan salahkan aku, jika aku menyuruh kalian membawa yang berat-berat, ya" Kata Aris


"Boleh saja" Kata Dinda


"Ayo semuanya. Kita berangkat" Kata Aris


Setelah keluar dari asrama, Aris pergi ke tempat penyewaan kereta kuda.


"Itu dia" Kata Dedi


"Kereta kuda? Apa kita semua akan naik ini?" Tanya Angelia


"Tentu saja. Kami semua bisa masuk disana" Jawab Arina


"Yah, karena kalian yang bilang begitu. Baiklah" Kata Angelia


Setelah sampai, Aris membukakan pintunya dan mereka semua pun memasukinya.


"Biasanya kau menyewa kereta kuda dua kenapa sekarang hanya satu?" Tanya Dedi dengan tersenyum


"Kau masih mengingatnya, ya" Kata Aris


"Mengingat apa?" Tanya Angelia yang kebingungan


"Itu loh, kami pernah pergi ke pusat kota untuk membeli kasur. Pada saat ingin pergi, ia menyewa dua kereta kuda. Padahal kereta kuda muat untuk 10 orang. Makanya Dedi menyinggungnya dengan tidak menyewa dua kereta kuda" Kata Arina


"Begitu, ya. Ternyata kalian lumayan seru" Kata Angelia


"Seru?" Tanya Aris kebingungan


"Sudah kuputuskan. Aku akan bermain bersama dengan kalian dan menjadi teman kalian" Kata Angelia


"Apa tidak apa-apa?" Tanya Arina


"Aku rasa itu bagus. Apalagi dia seorang ketua OSIS" Jawab Aris


"Ya sudah jika itu keputusan Aris. Lagian, mengapa kita harus menolaknya" Kata Resti


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka semua sampai di pusat kota. Mereka semuanya turun dan berangkat ke toko penjual kayu.


"Sepertinya kita butuh bahan yang banyak, ya" Kata Aris


"Ada apa temanku?" Tanya Dedi


"Aku hanya berpikir, sepertinya ini akan memakan banyak bahan baku" Jawab Aris


"Aku rasa tidak. Lagipula kamarnya kecil. Kita juga harus membuatnya agar tidak memakan banyak tempat" Kata Dedi


"Begitu, ya. Hei, apa kalian ingin pergi ke suatu tempat? Soalnya ini bakalan lama" Kata Aris


"Benarkah? Kalau begitu kami akan pergi untuk membeli beberapa pakaian. Dimana kita akan bertemu kembali?" Tanya Arina


"Disini saja. Lagipula kereta kudanya juga akan kembali bersama kita" Jawab Aris


"Kalau begitu, sampai jumpa. Ayo semuanya" Kata Arina


"Ya!!" Kata mereka serentak

__ADS_1


...END...


__ADS_2