Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Renovasi : Selesai


__ADS_3

Aris pun tiba di hutan yang tidak terlalu jauh. Ia menemui Maya dan juga yang lainnya.


"Kak Aris, kenapa Kakak memakai jubah jelek dan juga topeng?" Tanya Yuni


"Rumah kita sedang di renovasi. Maka dari itu Kakak menyembunyikan wajah asli Kakak agar mereka tidak tahu siapa Kakak" Jawab Aris


"Begitu, ya. Kakak memang hebat" Kata Yuli


"Setelah ini, aku mau Maya membuatkan makanan yang banyak agar para pekerja kita senang. Ririn, Riana bantu ya" Kata Aris


"Baik" Kata mereka berdua


"Baiklah. Sekarang waktunya kalian akan aku pindahkan" Kata Aris


"Aku jadi tidak sabar" Kata Melani


"Seperti apa ya nanti tempatnya?" Tanya Tasya


"Apa kita akan aman di sana?" Tanya Septi


"Tenang saja. Master akan melindungi kita semua dan menjaga kita" Jawab Ririn


"Kalian tidak usah takut. Aku jamin tempat itu akan jauh lebih aman daripada di sini" Kata Aris


"Sungguh?" Tanya Septi yang masih kurang yakin


"Kak Aris itu kuat. Jadi septi tidak usah khawatir, ya" Kata Riana


"Ya. Septi akan berusaha untuk tidak takut" Kata Septi


"Baiklah semuanya. Aku akan mengirim kalian semua ke asramaku. Disana banyak manusia. Sebenarnya aku sedikit khawatir tapi tenang saja aku akan melindungi kalian semua" Kata Aris


"Kami siap dengan resikonya" Kata Riana


"Masalah apapun kita pasti bisa melewatinya" Kata Ririn


"Baiklah semuanya. Bersiaplah" Kata Aris merapal kan sihir teleportasinya


Muncullah sihir yang berwarna biru tepat di bawah kaki mereka dan langsung membuat mereka semua berpindah ke sebuah kamar.


"Di mana ini?" Tanya Melani


"Ini adalah kamarku. Aku sudah memasang sihir senyap, jadi kalian tidak perlu khawatir jika berisik di dalam sini. Karena mereka yang ada di luar tidak dapat mendengar apa yang kita bicarakan" Jawab Aris


"Jadi ini kamarnya Kak Aris, ya. Hey, apa Kak Aris masih sekolah?" Tanya Yuni


"Ya tentu saja. Kakak masih sekolah" Kata Aris


"Enaknya, ya. Aku juga ingin sekolah" Kata Yuni


"Sekolah di sini terlalu bahaya bagi kita. Kau sudah tahu kan apa yang terjadi di ras kita sebelumnya" Kata Tasya


"Tapi.." Kata Yuni


"Tenang saja. Nanti kalian semua Kak Maya ajarin sampai pintar" Kata Maya


"Benarkah? Asik. Akhirnya aku bisa sekolah" Kata Yuni


"Syukur, ya. Aku jadi ikut senang" Kata Yuli


"Terima kasih" Kata Yuni tertawa kecil

__ADS_1


"Baiklah. Waktunya aku tinggal pergi. Maya tolong, ya" Kata Aris


"Baik. Serahkan saja padaku" Kata Maya


Aris pun pergi menggunakan sihir teleportasinya untuk kembali ke hutan Ecber dan mengawasi para pekerja.


"Tuan, kami membutuhkan atap" Kata komandan bagian atap


"Tuan, ini gawat. Kita kekurangan batu bata dan juga pasir" Kata komandan bagian pengecoran


"Baiklah, baik. Aku akan pergi membelinya sebentar" Kata Aris


Aris pun masuk ke dalam hutan dan berteleportasi untuk membeli batu bata dan juga atap.


"Baiklah semuanya. Ini dia pesanan kalian. Ah, jangan lupa nanti siang kita akan istirahat" Kata Aris


Tiba-tiba salah satu pekerja berlari ketakutan ke arah Aris.


"Tuan, Tuan" Kata salah satu pekerja


"Ada apa?" Tanya Aris


"A-Ada monster" Jawab pekerja itu


"Oh, itu. Kalian tidak perlu takut. Mereka tidak akan masuk kesini. Jika kalian tidak ingin nyawa kalian hilang, maka jangan jauh-jauh dari rumah ini" Kata Aris


Para pekerja itupun mendengarkan apa kata Aris. Setelah itu tibalah waktunya siang. Mereka semua beristirahat dan memakan apa yang Aris diberikan.


"Wah, makanannya enak sekali" Kata pekerja itu


"Syukurlah kalian suka. Aku harap kalian lebih semangat lagi kerjanya" Kata Aris


Setelah beristirahat, mereka semua langsung melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Tidak membutuhkan waktu sampai sore hari. Mereka sudah selesai merenovasi rumahnya. Aris yang melihatnya pun terkejut.


"Apa kalian benar-benar mengerjakannya?" Tanya Aris yang terkejut


"Benar, Tuan. Tanpa ada celah. Rumah ini akan bertahan lebih lama. Apa ada lagi yang perlu dikerjakan?" Tanya salah satu komandan


"Gudangnya. Tolong" Jawab Aris


Mereka pun pergi ke gudang penyimpanan hasil panennya.


"Kita akan menutup temboknya dengan cor-an dan juga ganti atap. Itu saja yang aku tahu" Kata salah satu komandan


"Benarkah? Kau tahu dengan hanya melihatnya saja" Kata Aris kagum


"Benar. Woy semuanya, ini adalah pekerjaan terakhir. Mari kita buat Tuan merasa puas" Kata salah satu komandan memberikan semangat


"Semuanya" Kata Aris terharu


Mereka pun berbondong-bondong merapikan gudang hasil panennya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, gudang itu pun terlihat seperti baru. Karena, yang mengerjakannya sangat banyak.


"Aku tidak percaya. Mereka mengerjakan kurang dari satu hari" Kata Aris


"Pekerjaan ini mudah bagi kami" Kata salah satu komandan


"Kalau ada yang kurang. Katakan saja" Kata satu komandan yang lainnya


"Baiklah. Terimakasih semuanya. Semuanya mari berbaris. Waktunya kalian gajian" Kata Aris


Mereka semua pun berteriak dan senang. Tanpa basa-basi, mereka langsung berbaris. Setelah berbaris, Aris membagikan semuanya tanpa ada yang terlewat. Setelah itu, mereka dikembalikan lagi ke luar gerbang.

__ADS_1


"Semuanya, terimakasih banyak atas bantuannya" Kata Aris


"Ya. Jika ada perlu lagi. Taruh saja di pengumuman. Nanti kami akan baca" Kata salah satu warga


"Terimakasih. Kalau begitu, nikmati hasil kerja kalian" Kata Aris


"Ya" Kata mereka membubarkan diri


"Aku juga harus menjemput mereka" Kata Aris


Aris pun kembali ke asramanya.


"Kak Aris" Kata Yuni


"Ya, ada apa?" Tanya Aris


"Apa sudah selesai?" Tanya Yuni


"Sudah. Kita kembali, yuk" Kata Aris


"Cepat sekali" Kata Maya


"Kau tahu, ramai sekali yang mau bekerja" Kata Aris


"Yah, itu sihh wajar. Apalagi dengan bayarannya" Kata Quester


"Memangnya berapa bayarannya?" Tanya Maya


"Tuan menulis di surat pengumumannya sebesar 2 keping emas dan pada saat berpidato ia berbohong pada mereka semua bahwa bayarannya adalah 5 keping emas" Kata Quester


"Benarkah? Apa uangmu tidak habis, Aris?" Tanya Maya


"Tentu saja, tidak. Setiap bulan kantor asosiasi sihir mengirimiku sekantung uang dengan kisaran 5000-7500 keping emas dan itu setiap bulan" Kata Aris


"7500 keping emas? Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Maya


"Tentu saja dari gelar ku sebagai The Master Academy. Dan seharusnya hari ini mereka mengirim lagi. Coba ku cek" Kata Aris mengambil sesuatu dari portalnya


Aris terkejut karena tidak ada kantung sama sekali. Ia pun panik.


"Ada apa?" Tanya Maya


"Aku lupa. Mereka hanya mengirim selama 5 tahun. Dan juga berarti bulan kemarin adalah bulan terakhir" Jawab Aris kaku


"Terus?" Tanya Maya


"Aku tidak mempunyai uang lagi. Aku benar-benar menjadi pengangguran sekarang" Jawab Aris ketakutan


"Tenang saja. Walaupun kau pengangguran, aku tetap mencintaimu. Maka dari itu, biarkan aku yang bekerja" Kata Maya memeluk Aris


"Woy, lepaskan. Aku masih punya pekerjaan" Kata Aris


"Benarkah?" Tanya Maya


"Tentu saja. Dari usaha buah dan sayurku" Kata Aris tersenyum


"Baiklah. Kalau begitu, jangan boros-boros, ya" Kata Maya


"Baik. Aku akan mengaturnya lagi" Kata Aris sedikit menangis


...END...

__ADS_1


__ADS_2