
Saat berjalan-jalan, Aris dan Dedi menemukan toko kayu di ujung pusat kota. Tanpa pikir panjang, mereka berdua pun langsung masuk ke tokonya dan memesan barang yang diinginkan.
"Jadi, kita butuh berapa banyak?" Tanya Aris
"Kenapa tanyaku?" Tanya balik Dedi
"Kau, kan arsitekturnya" Jawab Aris
"Kalau begitu, kita membutuhkan kayu sebanyak 5 buah dengan panjang 5 meter, penggaris, paku, palu, papan, dan juga gergaji" Kata Dedi
"5 buah? Apa tidak kurang?" Tanya Aris
"Aku rasa tidak, soalnya kamarmu kan kecil. Jadi, aku rasa mungkin ada lebihnya" Jawab Dedi
"Baiklah, kau yang menentukan kayunya dan aku yang lainnya" Kata Aris
"Oke" Kata Dedi
"Aku pergi ke arah sana, mungkin ada disana barang yang dibutuhkan" Kata Aris
Aris pun pergi meninggalkan Dedi yang sedang memilih kayu yang diinginkan.
"Pakunya juga berapa banyak, ya?" Tanya Aris bersuara kecil
"Setengah kilogram mungkin, Tuan" Jawab Quester lewat telepati
"Sekilo saja, ya" Kata Aris
"Baiklah" Kata Quester
"Setelah itu kita butuh palu, penggaris, papan, dan juga gergaji" Kata Aris
"Disana, Tuan" Kata Quester
Aris pun menoleh ke arah yang diarahkan Quester dan benar saja ada barang yang dibutuhkan oleh Aris.
"Baik, sudah semua. Apalagi yang kurang?" Tanya Aris
"Sepertinya sudah semua, Tuan" Jawab Quester
"Kalau begitu, mari kita temui Dedi. Dan juga, Quester, terimakasih" Kata Aris
"Sama-sama, Tuan" Kata Quester
Setelah mengumpulkan barang yang dibutuhkan, Aris langsung menemui Dedi yang sudah membawa kayu.
"Apa kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan?" Tanya Aris
"Sudah, aku telah memilih kayu dengan kualitas yang tinggi. Jadi, tidak akan mudah terkena jamur ataupun rayap" Jawab Dedi
"Sesuai yang diharapkan dari temanku" Kata Aris
"Jangan panggil aku teman. Tapi, sahabat" Kata Dedi
"Baiklah, sahabat. Terimakasih" Kata Aris tersenyum
"Kau sudah mendapatkan apa yang kuminta?" Tanya Dedi
"Sudah, sekarang tinggal bayar?" Tanya Aris
__ADS_1
"Aku rasa sudah. Kau tidak membutuhkan yang lainnya, kan?" Tanya Dedi
"Sudah cukup. Aku yakin para gadis sudah menunggu kita" Kata Aris
"Kau benar. Ayo kita berangkat" Kata Dedi
"Ya" Kata Aris
Di lain tempat di pusat kota.
"Apa yang kita beli, ya?" Tanya Arina
"Kalian belanja saja, aku ingin membelikan kompor sihir untuknya" Kata Dinda
"Kalau begitu, aku juga ingin membelikannya piring dan juga tempat bekal makanan" Kata Resti
"Sepertinya aku juga akan menyumbang sesuatu untuknya" Kata Arina
"Sepertinya kita menyukai pria yang sama, ya" Kata Dinda
"Eh? Aku.. A-Aku tidak menyukainya. Aku hanya menganggapnya teman. Ya benar, kita adalah teman. Benarkan, Resti" Kata Arina panik dan mukanya merah
"Ah, ya. Kita hanya teman" Kata Resti juga ikutan malu
"Begitu, ya. Aku hanya ingin kita menjalin hubungan dengan baik" Kata Dinda
"Dinda.." Kata Arina
"Sudah, ayo kita berangkat. Aku yakin mereka sudah menunggu kita" Kata Dinda
"Kau benar. Ayo kita pergi" Kata Resti
Sesampainya di toko peralatan. Mereka memilih masing-masing barang yang akan diberikan kepada Aris.
"Sudah, ayo kita bayar" Jawab Arina
"Ayo" Kata Dinda
Setelah mereka membayar barangnya. Mereka langsung pergi ke tempat semula.
"Kalian, baru sampai?" Tanya Aris
"Ya, apa kalian juga baru sampai?" Tanya Arina
"Ya, kami sudah selesai berbelanja nya dan juga sepertinya barang kalian banyak" Kata
"Yah, ini karena kami sangat membutuhkannya, ya kan?" Tanya Arina panik
"Ya, karena ini untuk membantu nanti pada saat pelajaran dimulai" Jawab Dinda
"Kalau begitu, kita taruh saja di kereta kuda bersama dengan barang-barangku, bagaimana?" Tanya Aris
"Itu bagus, kami sangat senang" Kata Resti
"Sekarang masih siang, apa yang ingin kita lakukan?" Tanya Dedi
"Aku tahu cafe yang enak disini. Mari ikuti aku" Kata Angelia
"Tunggu sebentar, sebelum kita pergi. Kita harus menunggu kereta kuda kita" Kata Aris
__ADS_1
"Biasanya, jika kita menyewa kereta kuda bukankah mereka akan mengantarkan kita pulang pergi?" Tanya Angelia
"Memang benar, tapi yang kita tunggu adalah gerobak kuda. Karena dengan merekalah kita bisa membawa barang-barang berat ke tempat kita" Jawab Aris
"Tapi, apakah mereka bisa ditemukan?" Tanya lagi Angelia
"Sejujurnya, pertama kali memang sulit. Tapi, aku kenal dengan salah satu pemilik toko di daerah sini. Jadi, aku menyuruhnya untuk menarik gerobak kuda. Dan hasilnya, tepat seperti yang kita butuhkan" Jawab Aris
Tidak lama datang seseorang dengan gerobak kudanya.
"Apa aku terlambat?" Tanya orang itu
"Tidak sama sekali, pak Aryo" Jawab Aris
"Syukurlah. Aku tidak terlambat" Kata Aryo
"Tapi, sepertinya kita akan lambat pulangnya pak Aryo. Bagaimana kalau pak Aryo membawakan saja barang-barang kita ke tempat asrama laki-laki dan setelah itu pak Aryo kembali ke tokonya untuk melanjutkan pekerjaannya? Tentu saja, kami akan bayar setelah kita semua selesai dengan acara minum teh. Bagaimana?" Tanya Aris
"Baiklah, kalau itu yang diinginkan kalian" Kata Aryo
"Heh? Apa tidak apa-apa menyuruh orang tua?" Tanya Angelia berbisik ke telinga Aris
"Aku rasa tidak apa-apa. Aku juga pernah menyuruhnya satu kali" Jawab Aris
"Baiklah, kalau begitu. Apa boleh buat" Kata Angelia
"Baik, semuanya. Silahkan masukkan semua barang kalian ke gerobak kuda. Biarkan pak Aryo yang mengerjakan pekerjaannya. Dan tentu saja, ia bisa dipercaya" Kata Aris
"Terimakasih banyak, Aris" Kata Aryo
"Mari kita pergi" Kata Aris
"Tolong, ya" Kata Angelia
"Tenang saja, nona muda" Kata Aryo sambil tersenyum
Setelah memasukkan semua barangnya, mereka langsung pergi ke cafe yang dituju oleh Angelia. Dan tidak terlalu jauh, akhirnya mereka sampai di toko cafe yang dikatakan oleh Angelia.
"Apa ini?" Tanya Dedi
"Ya, aku pernah kesini bareng teman-temanku pada saat aku masih SMP. Rasanya seperti nostalgia saja. Ayo mari kita masuk saja" Kata Angelia
Mereka semua pun masuk dan disambut oleh pelayan yang cantik.
"Selamat datang di cafe Kehidupan. Untuk satu meja penuh, ya" Kata pelayan itu sambil menundukkan kepalanya
"Tidak usah formal begitu, kak Elsa. Dan tentu saja kami ingin satu full meja" Kata Angelia
"Dari suara itu, aku bisa menduganya. Ternyata, kau sudah besar, ya. Angelia" Kata Elsa mengangkat kepalanya
"Kukira kau sudah tidak mengingatku lagi. Ternyata masih ingat saja, ya" Kata Angelia
"Aku tidak akan pernah melupakan pelangganku yang selalu mampir kesini setiap hari" Kata Elsa
Mereka berdua pun tertawa dengan terbahak-bahak. Aris dan yang lainnya hanya melihatnya.
"Apa-apaan pembicaraan ini" Kata mereka semua dalam hati
"Silahkan, ikuti aku" Kata Elsa
__ADS_1
"Mari, kita ikuti dia" Kata Angelia
...END...