
Di sekolah, Aris yang sedang duduk tiba-tiba di panggil oleh Resti dan ia pun langsung menghampirinya.
"Ada apa?" Tanya Aris
"Anu.. Apa benar kau tahu keberadaan kakakku?" Tanya balik Resti
"Huh? Kata siapa?" Tanya lagi Aris
"Alice yang memberitahuku bahwa kau tahu keberadaan kakakku" Jawab Resti
"Tunggu, apa kau tahu kakakmu sudah meninggal atau belum?" Tanya lagi Aris
"Tapi alice yang memberitahuku bahwa kakakku belum meninggal dan hanya kau yang tahu keberadaannya. Kumohon bantulah aku menemui kakakku aku rindu sekali dengannya" Jawab Resti sambil menangis kecil
"Dasar, apa yang dia pikirkan, Kau tahu yang dia katakan semuanya adalah kebohongan" Kata Aris
"Tapi.. Dia berkata.." Kata Resti masih menangis
"Sudahlah.. tapi memang begitu kenyataannya" kata Aris
"baiklah.. sepertinya aku harus melupakan dia" Kata Resti sambil mengusap air matanya
"Kalau begitu aku pergi dulu.. dadah" Kata Aris sambil meninggalkan sendirian
"Quester, apa yang kau katakan padanya?" Tanya Aris
"Aku hanya mengatakan kebenarannya saja" Jawab Quester
"Kau tahu belum saatnya" Kata Aris kesal
"Maafkan aku, tuan" Kata Quester bersedih
"Sudahlah, aku mau ke kantin. Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Aris
"Ya, aku ingin daging" Jawab Quester semangat
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat!!" Kata Aris juga bersemangat
Di tempat pengungsian Dinda terdiam sendirian.
"Kau, bukankah, tunangannya bocah itu?" Tanya Ida
"Ah.. iya. Dia menyuruhku untuk menunggu" Jawab Dinda
"Siapa namamu?" Tanya Ida
"Dinda. Aku adalah putri dari kerajaan Ruhyus" Jawab Dinda
"Apa benar kau seorang putri? Tanya Ida
"Tentu saja ibuku bernama Erna Sari dan juga ayahku bernama Eko Ruhyus" Jawab Dinda
"Kalau begitu maafkan perkataan yang lancang, nona" Kata Ida sambil menundukkan kepalanya
"Ya.. tidak apa-apa. Sudahlah angkat kepalamu" Kata Dinda tersenyum
"Baik!! Tapi, apa kau pernah berpikir dia akan meninggalkanmu begitu saja?" Tanya Ida
"Aku yakin dia tidak akan meninggalkanku sendiri" Jawab Dinda
"Aku ragu dia tidak akan datang. Bagaimana kalau kau kembali ke kerajaanmu?" Tanya Ida
"Bagaimana caranya?" Tanya Dinda
"Tunggu aku akan memanggil seseorang" Jawab Ida
"Baiklah.." Kata Dinda
"Sayang, bisakah kau membantuku untuk mengantar seseorang?" Tanya Ida lewat telepati
"Jarang sekali kau menghubungiku lewat telepati, posisimu dimana?" Tanya balik Ade lewat telepati
__ADS_1
"Aku sedang ada di pengungsian" Jawab Ida lewat telepati
"Baiklah tunggu, aku akan segera kesana" Kata Ade lewat telepati
Tidak beberapa lama akhirnya ade sampai di pengungsian dan yang membuat ia terkejut adalah adanya Putri Dinda dari kerajaan Ruhyus. Awalnya ia bingung karena seharusnya ia bersama Aris sekarang tetapi mendengar cerita itu Ade pun terdiam.
"Baiklah nona, aku akan mengantarkanmu sekarang" Kata Ade
"Baiklah terimakasih" Kata Dinda
"Apa kau mau ikut, sayang?" Tanya Ade
"Apa boleh?" Tanya balik Ida
"Tentu saja" Jawab Ade sambil tersenyum
Ade pun melakukan teleport dan disekelilingnya mengeluarkan cahaya tidak berapa lama akhirnya mereka menghilang dan muncul di depan gerbang kerajaan Ruhyus. Tanpa berpikir panjang mereka bertiga pun langsung memasuki ke dalam kerajaan Ruhyus dan menuju ibukota.
"Yang Mulia, Tuan Putri telah kembali dan juga dia bersama Ade dan istrinya" Kata penjaga
"Biarkan mereka masuk" Jawab Raja
"Baik!!" kata penjaga
Setelah beberapa saat akhirnya mereka masuk dan bertemu dengan raja.
"Ayah!!" Kata Dinda
"Ah.. anakku. Bagaimana perkembangan mu?" Tanya raja
"Aku sedang berusaha ayah" Jawab Dinda
"Yang Mulia, dia ditinggalkan oleh tunangannya" Kata Ida
"Ditinggalkan? Apa dia tidak menyukai anakku?" Tanya raja
"Dia berkata bahwa ia sedang ada dalam misi yang cukup berbahaya. Dan dia menyuruh untuk tetap di pengungsian dan setelahnya ia tidak kembali dari misinya" Kata Ida
"Apa dia kabur?" Tanya raja
"Terus, dimana dia sekarang?" Tanya ratu
"Tidak ada yang tau keberadaannya, ya" Kata raja
"Ah .. aku baru ingat. Para penjaga yang mengawasi kita pasti tahu keberadaan soalnya dia kan yang selalu menanyainya apabila mereka mau melakukan permintaan kita" Kata ratu
"Ah.. kau benar sayangku. Hey.. panggil dua penjaga itu" Kata raja memanggil salah satu penjaganya
Tidak berapa lama akhirnya dua penjaga yang pernah menjaga kediamannya datang.
"Ada apa Yang Mulia sehingga memanggil kami?" Tanya penjaga itu
"Aku ingin bertanya. Apa kau tahu tentang anak yang menyelamatkan kami?" Tanya raja
"Ya aku tahu. Tapi, hanya 1 informasi saja" Jawab penjaga itu
"Apa itu?" Tanya lagi raja
"Dia bersekolah di The Magic Academy" Jawab penjaga itu
"The Magic Academy? Itu kan sekolah yang berada di kerajaan Ayus dan juga merupakan sekolah terpopuler disana. Apa dia orang yang hebat, ya" Kata raja
"Apa ada hal lainnya?" Tanya raja lagi
"Sepertinya hanya itu yang kami tahu, Yang Mulia" Kata penjaga satunya
"Baiklah terimakasih. Informasimu sangat berguna" Kata raja
"Kalau begitu kami permisi dulu" Kata penjaga itu
"Baik silahkan" Kata raja
__ADS_1
Setelah mereka pergi akhirnya raja menanyai apakah ia akan pergi ke tempatnya. Dan dinda langsung meng-iyakan.
"Kalau begitu Ade aku minta tolong padamu antarkan dia ke kerajaan Ayus. Dan aku akan menghubungi pihak sekolah untuk menjadikan murid disana" Kata raja
"Baik!! Tapi sebelum itu aku harus mengantarkan istriku ke tempat sebelumnya" Kata Ade
"Baiklah, silahkan" Kata raja
Ade pun langsung menteleport Ida dan kembali ke istana dengan sangat cepat.
"Apa kau siap?" Tanya Ade
"Iya" Kata Dinda
Dengan kemampuannya mereka langsung teleport ke kerajaan Ayus dan tiba di depan gerbang kerajaan Ayus.
"Hei, darimana kalian datang?" Tanya penjaga kerajaan Ayus
"Ah.. kami baru saja sampai" Jawab Ade
"Jadi, ada keperluan apa datang ke sini?" Tanya penjaga itu
"Aku sedang mengantarkan tuan putri ke sekolah The Magic Academy" Jawab Ade
"Tuan Putri? Memangnya dia dari kerajaan mana?" Tanya penjaga itu kebingungan
"Perkenalkan namamu" Kata Ade
"Baik. Namaku Dinda aku adalah Putri dari kerajaan Ruhyus dan tujuan kemari adalah untuk menjadi murid di sekolah The Magic Academy karena menurut ayahku sekolah disana terbaik di kerajaan sini" Kata Dinda
"Baiklah, silahkan masuk. Mohon maafkan kami tuan putri" Kata penjaga itu
"Oh iya, ngomong-ngomong kemana anaknya bang ade?" Tanya Dinda sambil berjalan
"Dia.. sudah meninggal" Jawab Ade
"(kaget).. Mohon maafkan aku" Kata Dinda
"Tidak apa-apa. Apa kau tahu tentang The Master Academy?" Tanya Ade
"Dia adalah Darma, benarkan?" Kata Dinda menebak
"Ya.. dia adalah anakku" Kata Ade
"Tunggu.. kau yakin? Dia adalah anakmu?" Tanya Dinda sambil berhenti berjalan
"Jika bukan, aku tidak akan menceritakannya, kan?" Tanya balik Ade sambil tersenyum
"Benar juga" Kata Dinda
Tanpa sadar mereka berdua sudah sampai di depan gerbang sekolah The Magic Academy.
"Baik, kita sudah sampai" Kata Ade
"Begitu ya, baiklah aku akan masuk saja" Kata Dinda
"Apa tidak apa-apa kau sendirian?" Tanya Ade
"Tidak apa-apa aku bisa sendirian" Jawab Dinda
"Kalau begitu hati-hati, ya" Kata Ade
"Bang Ade, terimakasih atas bantuannya" Kata Dinda
"Tidak apa-apa. kalau begitu aku pergi dulu" Kata Ade
"Baiklah" Kata Dinda
Di tempat lain.
"Bos.. apa kita bisa membangkitkan raja iblis?" Tanya monster itu
__ADS_1
"Kita akan segera berhasil. tunggu saja.. Hahahaha.." Kata monster yang besar itu tertawa kencang
...END...