
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Resti
"Aku? Aku hanya menghindari seranganmu" Jawab Aris
"Kau bisa menggunakan sihir? Padahal ibu kepala sekolah tidak pernah melihatmu menggunakan sihir dan bahkan kau si No Magic" Kata Resti
"Kau tau aku malas menggunakan sihir menurutku itu membuang-buang tenaga" Kata Aris
"Terus kenapa kau tidak menggunakan sihir pada saat kau terpojok?" Tanya Resti
"Kau disini untuk mengujiku atau berbicara padaku?" Tanya balik Aris
"Begitu ya, sepertinya kau sudah ingin kalah" Kata Resti
"Kalau begitu serang aku" Kata Aris
Resti menyerang sekuat tenaga untuk mengalahkan Aris tetapi ia tetap tidak bisa mengalahkan Aris.
"Huf .. huf.. si-siapa kau?" Tanya Resti yang sudah kelelahan
"aku hanyalah manusia itu saja" kata Aris
"Jangan bercanda, lalu apa tujuanmu untuk melindungiku?" Tanya Resti teriak keras
"Tentu saja aku bisa menggunakanmu" Jawab Aris
"Apa kau seperti mereka?" Tanya Resti
"Mungkin ya dan mungkin tidak" Jawab Aris
"Tidak akan kumaafkan para monster itu menangkapku bahkan dirimu" Kata Resti
"Baiklah kalau begitu tunjukkan kekuatanmu" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu aku akan membunuhmu walaupun kau siswa disini" Kata Resti
"Elemen Es - Pembekuan Tanah" Rapalan Resti dengan kedua tangan menyentuh tanah
Seketika lantai ruangan latihan menjadi beku agar membuat Aris licin. Tetapi itu tidak bisa membuat Aris kewalahan.
"Kau hebat adikku sepertinya kau sudah banyak kemajuan. itu saja kekuatanmu, kah?" Tanya Aris mengejek
"Tunggu saja kau pasti akan menyesal dasar monster, Elemen Air - Water Kraken" Rapalan Resti
"Dia semakin hebat saja setelah aku tinggalkan 5 tahun. Apa sudah cukup?" Tanya Aris
"Yah kalau begitu aku akan menyerang.. Elemen Es - Pembekuan" Rapalan Resti saat masih menggunakan sihir air
Aris pun membeku dan saat Aris berhasil keluar dari bekuan es kakinya ditarik oleh tentakel sihir air milik Resti.
"Kau tau ini mudah sekali" Kata Aris sambil keluar dari bekuan
"Masih belum.. Kraken - Tentakel" Rapalan Resti
"Apa!!" Kata Aris bingung
Tentakel milik Resti menangkap kaki kanan dan membuat Aris terlempar tinggi. Tetapi, dia menggunakan sihir lain untuk menyerang balik melawan Resti.
"Kalau begitu giliranku untuk menyerang, ya? Elemen Api - Hawa Api" Rapalan Aris sambil terjun di ketinggian
Hawa api membuat tempat menjadi panas dan melelehkan lantai es milik Resti.
"Hawa - Pembakaran" Rapalan Aris
"Kalau begitu Elemen Air - Gelembung Air" Rapalan Resti
"Jangan lupa aku akan tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya" Kata Aris
__ADS_1
"Elemen Tanah - Akar Tanah" Rapalan Aris
Saat ingin membuat gelembung air, kaki Resti ditangkap oleh elemen tanah milik Aris sehingga membuat Resti harus membatalkan sihirnya dan harus mengeluarkan dari ikatan akar tanah milik Aris. Jika tidak Aris akan menyerangnya dan akan membuat ia kalah.
"Elemen Es - Pedang Es" Rapalan Resti
Resti berusaha keras menggunakan sihirnya untuk menghancurkan ikatan akar tanah.
"Jangan lupakan aku.. Elemen Angin - Langkah Tornado" Rapalan Aris
Aris melangkah secepat angin untuk menyerang Resti yang sedang berusaha keluar dari jeratan akar tanah.
"Elemen Air - Tinju Air" Rapalan Aris
"Apa aku akan kalah? Kakak maaf aku kalah dari orang lain" kata Resti sambil meneteskan air mata
Flashback..
Pada saat masih disekolah sihir. Aris memiliki nama Darma yang membuat banyak penghargaan di sekolah. Pada saat ia melihat adiknya Resti saat latihan, ia mendatanginya untuk belajar bersama kakaknya.
"Adikku, maukah kakakmu ini yang mengajarimu sihir?" Tanya darma
"Benarkah, kak?" Tanya balik Resti
"Tentu saja, tetapi berjanjilah pada kakakmu ya?" Tanya Aris lagi
"Janji? Baiklah aku akan berjanji pada kakak. Tapi apa?" Tanya balik lagi Resti
"Kau tidak boleh kalah dari orang lain sebelum kakakmu" Kata darma
"Baiklah kak aku janji dengan sepenuh hati" Kata Resti
"Kakak maafkan aku" Kata Resti sambil meneteskan air mata
"Tunggu.. kenapa kau menangis" Tanya Aris sambil menghentikan tinjunya
"Kenapa" tanya Aris
"Karena aku sudah berjanji pada kakakku" Jawab Resti
"Janji? Memangnya kau berjanji apa padanya?" Tanya Aris
"Aku tidak boleh kalah dari orang lain sebelum kakakku" Jawab Resti
Aris kaget dan langsung lemas mendengar perkataannya. Dia tidak menyangka bahwa adiknya mengingat janji padanya waktu masih disekolah.
"Baiklah kalau begitu aku menyerah tetapi tetap saja aku yang menang" Kata Aris
"Baiklah terimakasih.." Kata Resti
Aris dan Resti menghentikan tes tersebut dan membuat kembali ke dunia nyata.
"Maaf sebenarnya siapa kakakmu?" Tanya Aris
"Dia adalah kakak yang baik. Pada saat aku gagal dalam ujian sihir ia mengajariku banyak sihir bahkan sampai aku menjadi peringkat pertama" Jawab Resti
"Dia bahkan selalu ada untukku jika aku sedang kesulitan dan tidak ragu untuk membantuku dan tanpa sadar aku jatuh cinta padanya" tambahnya
"Tapi bukannya kalian sedarah?" Tanya Aris
"Tidak, orang tuanya hebat. Ayahnya seorang pria yang bekerja di kantor penyihir dan ibunya merupakan guru pengajar dengan tingkat SS. Dan aku hanya yatim piatu yang ditinggal mati oleh orangtuanya saat perang melawan para monster" Kata Resti sambil meneteskan air mata sedikit
"Aku tidak tahu kalau aku dan dia tidak sedarah" Kata Aris dalam hati
"Baiklah semuanya waktunya untuk pertandingan selanjutnya yaitu sekolah dari Rose School melawan sekolah Magical" Kata penyiar
"Percayalah.. kakakmu tidak tewas ia masih hidup dan dalam waktu yang tepat pasti kau akan bertemu dengannya" Kata Aris
__ADS_1
"Benarkah? Benarkah dia masih hidup?" Tanya Resti sambil berlari ke arah Aris dan memegang tangannya
"Kau bisa percayakan padaku, kan?" Kata Aris sambil mengusap kepalanya
"Iya" Kata Resti sambil mengusap air matanya
Tidak berapa lama pemenangnya berasal dari sekolah Magical, dan pertandingan terus berlanjut. Pada akhirnya sekolah The Magic Academy melawan sekolah Magic Excellent dan perwakilannya ialah Debi melawan Dimas. Tidak berapa lama mereka berdua muncul di arena.
"Selamat siang, namaku Dimas Laksono aku berasal dari sekolah Magic Excellent" Kata Dimas
"Baiklah namaku Debi dari sekolah The Magic Academy" Kata Debi sambil masang kuda-kuda
"Sepertinya dia ingin cepat-cepat pergi dari pertarungan ini, kalau begitu aku akan membuatmu lama" Kata Dimas dalam hati
"Elemen Angin - Tebasan Angin" Rapalan Dimas
Debi menghindari semua serangannya dengan mudah.
"Ciah.. ketahuan kan kalau kau ingin cepat-cepat pergi dari arena ini" Kata Dimas dalam hati
"Kenapa? Kau tidak menyerang sama sekali? Jika kau tidak menyerang maka kau akan kalah loh" Kata Dimas
"Begitu ya, maaf membuat menunggu" Kata Debi sambil memasang kuda-kuda seperti petarung
"Penguatan Tubuh - Serangan Tambahan" Rapalan Debi
"Penguatan? Untuk apa?" Tanya Dimas dalam hati
"Kalau begitu aku maju ya coba tahan ini" Kata Debi
Debi menyerang dengan cepat mengenai bagian perutnya dan Dimas tidak menyadari saking cepatnya. Pukulannya membuat dia terpental cukup jauh.
"Kenapa? Ada apa? Apa jangan-jangan itu efeknya?" Tanya Dimas bertanya-tanya
"Kalau begitu, aku akan mengikutinya Elemen Angin - Langkah Angin" Kata Dimas
Dimas berputar-putar di arena dan ia bersiap untuk menyergap Debi. Saat sudah cepat, Dimas langsung menyerang tetapi itu bisa ditahan oleh Debi.
"Bagaimana dengan ini? Kau pasti tidak bisa mengenai aku kan?" Tanya Dimas
"Lambat.. Penguatan - Pukulan Besi" Kata Debi
Dimas pun terpental jauh, dan pemenangnya adalah Debi dari sekolah The Magic Academy.
"Pemenangnya adalah Debi" Kata penyiar
"Kepala sekolah, aku dapat pesan dari militer sihir disini dikatakan monster akan menyerang sekolah ini!!!" Kata asisten di sekolah lewat telepati
"Apa tujuan mereka?" Tanya ibu kepala sekolah menjawab lewat telepati
"Resti .. adik dari The Master Academy" Kata asisten di sekolah
"Baiklah kalau begitu kita hentikan saja dulu pertandingannya" Kata ibu kepala sekolah
"Baiklah" Kata pria itu
"Semuanya.. pertandingan hari ini kita tunda dulu dikarenakan akan ada monster yang akan menuju kemari bagi kalian penyihir yang tidak mampu bertarung silahkan untuk mengevakuasi secepat mungkin dan murid yang bisa bertarung silahkan menjaga barisan belakang" Kata ibu kepala sekolah sambil berdiri
Semua orang pun panik dan berhamburan keluar arena untuk menyelamatkan diri.
"Monster? Beneran dia akan kemari? Tetapi untuk apa?" Tanya Aris dalam hati
"Dan tujuan mereka adalah tamu penting kita yaitu Resti" Kata ibu kepala sekolah
Aris kaget dan tidak menyangka bahwa yang ia katakan benar. Dengan wajah yang dingin ia akan menjaga adiknya yang manis dengan kemampuan nya.
...END...
__ADS_1