Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Final Antara Pelayan Dan Penguasa Tanah


__ADS_3

Keesokan harinya, mulailah pertandingannya. Aris dan Alan pergi pamit dari kediaman Frasiska


"Hati-hati, ya. Nak" Kata ibunda Angelia


"Jangan memaksaku diri, ya" Kata Ayahanda Angelia


"Baik. Terimakasih banyak. Kami pergi dulu, ya" Kata Aris


"Ya" Kata Ibunda Angelia


Aris dan Alan pun pergi dari rumahnya Angelia.


"Apa kau takut?" Tanya Aris


"Yang aku takutkan hanya dirimu, Tuanku. Selebihnya tidak" Jawab Alan


"Kau jujur sekali" Kata Aris


Tidak lama mereka sampai di sebuah arena. Di arena tersebut banyak sekali orang yang mendaftar.


"Aku tidak tahu ada arena seperti ini di desa yang terpencil ini" Kata Alan


"Ternyata kau terkejut, ya. Yah, itu sudah sewajarnya sih" Kata Aris


"Kalian berdua bisa minggir tidak. Jika kalian sudah mendaftar jangan halangi jalanku" Kata seorang pria muda


"Kau.." Kata Alan sedikit merasa kesal


"Alan, sudahlah" Kata Aris menahan Alan


"Ternyata begitu. Jaga hewan peliharaanmu agar tidak menggigit orang lain, ya" Kata pria itu sambil pergi dengan sombongnya


"Aku melarangmu untuk menggunakan emosimu" Kata Aris


"Maafkan aku Tuan. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Kata Alan sambil menundukkan kepalanya


"Karena sudah mendaftar, bagaimana kalau kita mencari makanan dulu?" Tanya Aris


"Baiklah, Tuan" Kata Alan


Mereka berdua pun pergi ke kios-kios makanan dan membeli beberapa makanan. Tidak lama terdengar suara bahwa pertandingan akan dimulai. Para peserta pun pergi ke arena untuk bersiap-siap.


"Oke, para hadirin. Selamat datang di acara turnamen ini. Turnamen ini dibuat oleh Tuan Rafi Werder. Turnamen ini dibuat olehnya agar dia bisa mengetahui seberapa hebat kemampuannya. Nah, maka dari itu. Keluarkan semua kemampuan kalian agar mendapatkan 5000 keping emas dan juga satu permintaan apa saja. Permintaan tersebut langsung dikabulkan oleh Tuan Rafi sendiri. Tapi, yang masuk akal, ya permintaannya" Kata pembawa acara


"5000 keping emas?" Tanya salah satu penonton


"Apa tidak kebanyakan? Terlebih lagi, satu permintaan" Kata penonton lainnya


"Tau gitu, aku ikut serta tadi" Kata penonton yang lain


"Kau itu tidak cukup kuat. Palingan ronde pertama langsung kalah" Kata penonton di sebelahnya

__ADS_1


"Jadi, dia orangnya? Kenapa kau tidak ikut serta? Aku akan membuatmu melawanku. Karena, Angelia hanya milikku seorang" Kata Rafi


"Baiklah. Tanpa pikir panjang, langsung saja kita ke pembukaan pertama" Kata pembawa acara


Pembukaan pertama kali ini adalah Alan melawan seorang pria dengan tubuh yang besar. Dengan kemampuannya, Alan dengan mudah memenangkan pertandingan pertamanya. Jam berganti jam, hingga siang hari. Pertandingan ke sekian kalinya Alan dengan mudah memenangkan pertandingannya. Saat ini dia menuju ke semi final. Waktu menunjukkan sore hari. Pertandingan semi final antara Alan melawan pria yang waktu di tempat pendaftaran.


"Hai, tidak kusangka hewan peliharaannya sampai di semi final" Kata pria muda itu


"Anak muda, sepertinya kau tidak mempunyai sopan santun, ya" Kata Alan


"Dengar, ya. Kakek Tua. Pertandingan ini aku akan memenangkan dan juga aku akan melawanmu" Kata pria itu sambil menunjukkan jarinya ke arah Rafi


Rafi hanya bisa tersenyum sambil menunggu.


"Baiklah. Kita buktikan saja. Ngomong-ngomong, siapa namamu?" Tanya Alan


"Namaku Hida. Hida saja. Tidak ada nama keluarga" Jawab Hida


"Begitu, ya. Baiklah. Mari kita buktikan siapa yang terkuat" Kata Alan mengambil kuda-kudanya


"Jadi kau juga sudah bersiap, ya. Kalau begitu, aku juga tidak akan kalah!" Kata Hida sambil memasang kuda-kudanya


Pertandingan pun dimulai. Hida langsung menyerang Alan dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi, Alan bisa menghindari setiap pukulannya.


"Kau pengguna teknik bela diri, ya?" Tanya Alan


"Kata siapa, Pak Tua?" Kata Hida sambil mengeluarkan sihir api dan menyerang Alan dengan sangat cepat


Sihirnya pun menghilang.


"Apa yang terjadi?" Tanya Hida kebingungan


"Aku hanya menahan seranganmu saja. Baiklah, giliranku sekarang. Persiapkan dirimu" Kata Alan


"Cih. Majulah, Pak Tua. Aku akan menahan semua seranganmu" Kata Hida


Alan pun menyerang dengan kekuatan dan kecepatan penuh. Hida pun hanya bisa menghindari sedikit pukulan Alan sisanya Hida juga terkena pukulannya Alan.


"Menyerahlah. Aku akan menahan diri untukmu" Kata Alan


"Menyerah? Lebih baik aku mati disini" Kata Hida mengusap darah dari mulutnya


"Kalau begitu, aku tidak punya pilihan lain" Kata Alan sambil menyerang Hida


Hida langsung menghindar sebisa mungkin dari pukulan Alan. Tetapi, tetap saja pukulan Alan selalu tepat mengenainya. Sehingga Hida tidak sanggup lagi melawannya. Aris pun berdiri dari bangku penonton.


"Alan, sudahlah" Kata Aris


Semua penonton pun terkejut. Alan pun seketika langsung diam. Sedangkan Hida sudah pingsan berdiri.


"Wasit, Lihatlah lawannya. Dia sudah tidak bisa melawan" Kata Aris teriak dari tribun penonton

__ADS_1


Wasit pun melihat dan benar saja. Hida sudah pingsan berdiri dengan posisi kuda-kuda. Wasitnya pun memanggil penyihir penyembuh untuk membawanya ke ruang perawatan. Sedangkan Alan pergi ke sisi lainnya.


"Wah, hebat sekali. Alan bisa mengalahkan Hida dengan teknik bela dirinya. Dengan ini Alan masuk ke final untuk melawan Tuan Rafi" Kata pembawa acara


Penonton pun bersorak untuk Alan. Sesampainya di ruang tunggu, Aris datang menemui Alan.


"Alan, apa kau menggunakan emosimu untuk mengalahkannya?" Tanya Aris


"Tidak. Sama sekali tidak, Tuanku" Jawab Alan


"Begitu, ya. Baguslah. Akan aku nantikan pertandinganmu selanjutnya" Kata Aris sambil pergi


"Baik. Tunggu, apa kita akan pergi sesuai rencana?" Tanya Alan


"Tidak usah. Aku yakin dia sendiri yang akan memancingku. Kau kalahkan saja dia. Tapi, jangan sampai terbawa emosi" Jawab Aris langkahnya terhenti


"Baik, Tuan" Kata Alan


"Apa tidak ada pertanyaan lain?" Tanya Aris


"Tidak, Tuanku" Jawab Alan


"Begitu, ya. Baiklah, aku harus mencari makanan untuk pertandingan selanjutnya" Kata Aris


"Silakan Tuanku" Kata Alan


Di ruangan rapat asosiasi sihir.


"Kemana satu lagi anggota kita?" Tanya Bagas


"Bekti, ya? Aku jarang melihatnya di kantor. Kemana dia, ya?" Tanya salah satu anggota lainnya


"Kemampuan apa yang dimiliki oleh orang itu?" Tanya Bagas


"Dia adalah penyihir pemanggil. Kemampuan pemanggilannya sangat hebat" Jawab salah satu anggota lainnya


"Apa kalian percaya jika dia adalah dalang dari kekacauan ini semua?" Tanya Bagas


Semua anggota yang rapat disana terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pemimpin asosiasi sihir tersebut.


"Ta-Tapi, itu tidak mungkin. Dia adalah penyihir pemanggil milik asosiasi sihir. Bagaimana mungkin dia mengkhianati kita. Benar, 'kan?" Tanya salah satu anggota lainnya


"Menurut laporan, hewan-hewan yang menyerang warga adalah salah satu miliknya yaitu, Red Mouse" Kata Bagas


"Ka-Kalau begitu, mungkin ada benarnya" Kata anggota asosiasi sihir


"Baiklah. Sudah diputuskan, kirim semua poster pencarian Bekti ke semua kerajaan dan kantor cabang kita" Kata Bagas berdiri dan tegas


"Baik!" Kata para anggota lainnya


...END...

__ADS_1


__ADS_2