
Setelah menteleport mereka semua. Aris, langsung kembali lagi ke asrama.
"Uangku sudah habis. Aku harus lebih giat lagi untuk mencari pekerjaan, sejak kapan aku bisa seboros ini, ya?" Kata Aris
"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Quester
"Sekarang aku butuh pekerjaan. Urusan sayur dan buah akan kuserahkan kepada Ririn dan juga Riana" Jawab Aris
"Kalau begitu, kita kembali lagi ke rumah lama" Kata Quester
"Baiklah" Kata Aris langsung berpindah tempat ke rumah yang berada di hutan Ecber
"Kak Aris, ada apa?" Tanya Tasya
"Dimana yang lainnya?" Tanya Aris
"Mereka sedang melihat-lihat rumah baru ini" Jawab Tasya
"Begitu, ya. Bisa kau panggilkan Kak Riana dan juga Kak Ririn, Tasya?" Tanya Aris
"Baiklah. Akan segera kupanggilkan" Jawab Tasya
Setelah cukup lama, akhirnya mereka berdua tiba.
"Ada apa, master?" Tanya Ririn
"Aku ingin kalian berdua bertanggungjawab atas usaha sayuran dan buah-buahan. Aku harus mencari pekerjaan yang lain. Karena sekarang, simpananku sudah habis" Kata Aris
"Tenang saja. Kami akan membuat semua barangnya terjual habis" Kata Riana
"Aku harap begitu. Kalau begitu, aku pergi dulu" Kata Aris
"Baik. Sampai jumpa" Kata Ririn
Aris pun menteleport dirinya ke asrama. Setelah sampai, ia langsung pergi ke luar.
"Tuan, kita akan pergi kemana?" Tanya Quester
"Aku mau ke pusat kota. Barang kali aku menemukan pekerjaan" Jawab Aris
"Tapi, apa tidak apa-apa? Soalnya sebentar lagi sekolah akan dimulai" Kata Quester
"Tenang saja, aku akan mencari yang waktu malam" Kata Aris
"Begitu, ya. Kalau begitu, semangat, Tuan" Kata Quester
"Terimakasih. Ayo, waktunya kita kerja" Kata Aris
Setelah itu, Aris dan Quester pergi ke pusat kota dan tibalah di alun-alun kota. Disana ia menemukan papan pengumuman dan banyak sekali orang yang mengantri.
"Ramai sekali orangnya. Apa mereka semua pengangguran, ya?" Tanya Aris
"Tidak juga, Tuan. Menurutku, mereka lakukan untuk tambahan uang saku. Jika Tuan bergerak, maka Tuan akan mendapatkan pekerjaan yang Tuan inginkan" Jawab Quester
__ADS_1
"Baiklah. Mari kita lakukan" Kata Aris
Setelah melihat-lihat, Aris menemukan pekerjaan yang cocok. Yaitu harus membawa tanaman obat dan dikirim ke toko obat yang ada di ujung jalan.
"Aku ambil ini saja. Bawa tanaman obat apa saja sebanyak 10 buah. Aku rasa cocok dengan pekerjaanku" Kata Aris
"Ambil saja, Tuan. Aku juga ikut membantu" Kata Quester
"Benarkah? Terimakasih banyak" Kata Aris
Mereka pun berangkat ke luar gerbang kerajaan untuk mencari tanaman obat apa saja. Setelah berada di hamparan tanah hijau. Mereka melihat banyak sekali tanaman obat yang menurut Aris cocok.
"Anginnya segar sekali" Kata Aris
"Kau benar, Tuan. Aku jadi betah tinggal disini" Kata Quester
"Kau benar. Tapi, mari kita kumpulkan tanamannya agar kita bisa pulang cepat" Kata Aris
"Baik!" Kata Quester
Mereka berdua mengumpulkan semua tanaman obat. Sebenarnya, Aris tidak tahu. Tapi, ia mengumpulkan semua tanamannya berharap ada yang berhasil. Setelah cukup banyak, Aris langsung kembali ke pusat kota untuk memberikan tanamannya ke toko obat. Setelah sampai disana, ia disambut oleh orang tua yang umurnya sudah cukup lama.
"Permisi" Kata Aris
"Wah, ada langganan. Ada yang bisa dibantu?" Tanya orangtua itu
"Aku ingin menjual semua tanaman obat ini" Jawab Aris
"Oh, baiklah. Biar kulihat" Kata orangtua itu
"Ini, kan.." Kata orang itu terkejut
"Ada apa?" Tanya Aris yang juga kebingungan
"Darimana kau mendapatkan tanaman langka ini?" Tanya orang itu
"Tanaman langka? Aku tidak tahu. Aku hanya asal memetiknya saja" Jawab Aris
"Begitu, ya. Baiklah, Ini dia. Aku berikan 2 keping perak dan juga 50 perunggu. Apa segini cukup?" Tanya orang tua itu
"Tidak apa-apa. Terimakasih banyak" Kata Aris
"Tidak kusangka, aku akan mendapatkan tanaman ini" Kata orang itu
Aris pun pergi dengan perasaan senang. Ia pun kembali lagi ke alun-alun kota untuk melihat pekerjaan yang lainnya.
"Menjadi pelayan, wanita ataupun pria. Datanglah ke cafe star" Kata Aris membaca pengumuman itu
"Bagaimana, Tuan?" Tanya Quester
"Sepertinya aku tertarik" Jawab Aris
Aris pun pergi ke cafe yang dituju. Setelah itu, ia bertanya dengan pelayan yang berada di sana. Pelayan itu menunjukkan untuk pergi ke kantornya pemilik cafe tersebut. Setelah berbincang cukup lama. Akhirnya, Aris diterima kerja.
__ADS_1
"Akhirnya, aku mendapatkan pekerjaan kedua ku" Kata Aris
"Permisi, aku ingin memesan" Kata pelanggan wanita
"Baik. Akan segera kesana" Kata Aris
Sesampainya disana, Aris melakukan pekerjaannya dengan sangat baik dan cepat.
"Permisi, apa aku boleh berkenalan denganmu?" Tanya wanita pelanggan itu
"Baik. Silahkan tunggu sebentar lagi. Pekerjaanku hampir selesai" Jawab Aris
"Baik. Akan aku tunggu" Kata wanita itu
"Tuan, kau sangat populer, ya" Kata Quester
"Ah, tidak. Ini juga bagian dari pekerjaanku. Sudah biasa para pelayan ada yang mengajak berkenalan" Kata Aris
"Aku rasa dia suka padamu" Kata Quester
"Jangan bercanda, aku ini hanya pelayan" Kata Aris
Setelah cukup lama, akhirnya pekerjaan Aris telah selesai. Waktunya untuk bergantian. Aris pun langsung mengganti pakaiannya dan duduk di meja yang sudah ditunggu wanita itu.
"Jadi, ada apa?" Tanya Aris
"Anu, aku merasa sangat aneh dan juga senang. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku" Jawab wanita itu
"Terus, sejujurnya aku kurang paham. Bisa langsung ke intinya saja?" Tanya Aris
"Baik. Namaku Marsela Arya. Aku pernah melihatmu di sekolah" Jawab Marsela
"Disekolah? Apa kau satu angkatan atau kakak kelasku?" Tanya Aris
"Aku adalah kakak kelasmu. Yang ingin kukatakan adalah kenapa engkau bekerja?" Tanya Marsela
"Ternyata itu yang membuat hatimu terganjal. Sebenarnya, aku butuh uang. Aku sangat membutuhkannya untuk bertahan hidup" Jawab Aris
"Begitu, ya. Begini saja, aku akan memberikan 50 keping perak jika engkau mau menjadi asistenku" Kata Marsela
"Asisten? Memangnya Kak Marsela itu siapa?" Tanya Aris
"Aku adalah ketua klub pedang. Aku pernah melihatmu dan aku juga cukup terkesan dengan gaya pedangmu. Saat itu, aku ingin membuatmu bergabung dengan klub ku dan ternyata kau sulit sekali untuk didekati. Pada waktu itu, aku hampir menyerah. Tapi, saat ini aku melihat kesempatan emasku untuk membuatmu bergabung denganku. Bagaimana? Apa kau ingin bergabung. Tidak, setidaknya menjadi asistenku?" Tanya Marsela
"Begitu, ya. Baiklah. Kalau berurusan dengan uang aku akan lakukan" Jawab Aris
"Baiklah, sudah diputuskan. Pada saat sekolah dimulai datanglah ke klub pedang. Aku akan menunggumu" Kata Marsela
"Tunggu, berapa anggota yang dimiliki klub pedang?" Tanya Aris
"Coba kupikir, sekitar 12 orang. Lagipula itu wanita semua. Aku heran kenapa tidak ada satupun pria yang mau bergabung dengan klub ku" Jawab Aris
"Begitu, ya. Baiklah" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah. Aku pergi dulu" Kata Marsela
...END...