Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Petualangan #8


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Aris kebingungan


"Kau adalah manusia berdosa" Jawab Agus


"Agus? Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Aris


"Kenapa? Karena kau adalah manusia berdosa yang menyelamatkan monster saat ingin dieksekusi" Jawab Agus


"Miftah.. miftah..!!" Kata Aris teriak


"Oh.. tenang saja. Dia sedang dalam pemulihan" Kata Agus


"Pemulihan? Memangnya dia sakit apa?" Tanya Aris


"Tentu saja sakit hati" Jawab Agus


"Jawaban yang tidak masuk akal" Kata Aris


"Oh.. begitu? Sebaiknya kau jangan membuat seorang wanita menangis" Kata Agus sambil berjalan ke arah Aris


"Memangnya apa yang aku perbuat?" Tanya Aris


"Kau telah menipu dia" Kata Agus sambil memukul perut Aris


Aris pun terjatuh karena kesaktian yang dideritanya. Dan Agus menyuruh untuk membawa Aris ke ruang tahanan.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Quester


"Aduh, sakit sekali. Entahlah kita harus menunggu saja" Kata Aris sambil mengusap perutnya


"Langkah selanjutnya apa wakil ketua?" Tanya salah satu anggota pasukan kerajaan


"Kita tunggu saja, saat ketua sudah sembuh dan melupakannya kita akan langsung membunuhnya" Kata Agus


"Baik" Kata anggota pasukan kerajaan


Setelah itu Agus pergi ke kamarnya Miftah untuk melihat kondisinya saat ini.


"Ketua, apa kau baik-baik saja?" Tanya Agus


"Tubuhku masih terasa panas dan dadaku sesak" Jawab Miftah


"Beristirahatlah lebih lama lagi mungkin kau akan segera sembuh" Kata Agus


"Ya.. terimakasih" Kata Miftah


Setelah keluar dari kamarnya Miftah Agus langsung pergi ke ruangan tahanan. Dia ingin menanyai beberapa pertanyaan.


"Baiklah, buka pintunya" Kata Agus


"Tapi wakil ketua?" Tanya penjaga


"Aku ingin mengintrogasinya" Jawab Agus


"Baiklah" Kata penjaga sambil membuka pintunya


Setelah pintunya terbuka Agus langsung menghampiri Aris dan duduk di depannya.


"Apa benar kau menyelamatkan monster itu?" Tanya Agus


"Jika kubilang tidak apa kau akan percaya?" Tanya balik Aris


"Aku akan percaya jika seseorang itu adalah kenalanku" Jawab Agus


"Begitu ya.. baguslah" Kata Aris


"Pertanyaan kedua, sudah berapa banyak monster yang kau bunuh?" Tanya Agus


"Aku belum pernah sama sekali membunuh monster. Lagipula aku masih sekolah dan aku sedang ada misi" Jawab Aris


"Misi? Bagaimana kau bisa melaksanakan sebuah misi padahal kau masih sekolah?" Tanya lagi Agus

__ADS_1


"Entahlah, mungkin aku hanya dijadikan tumbal saja" Jawab Aris


"Begitu ya, ngomong-ngomong misi apa kau jalankan?" Tanya Agus


"Misi utamaku adalah pergi ke desa Afharza dan misi yang satunya adalah aku harus mengirim surat ini ke raja Ruhyus" Jawab Aris


"Surat? Dari siapa?" Tanya Argus


"Dari regar" Jawab Aris


"Regar? Bukankah dia pemimpin ras kelinci?" Tanya Agus


"Tentu saja. Dan aku disuruh untuk memberikan surat ini padanya" Jawab Aris


"baiklah, untuk saat ini aku mempercayaimu tapi aku akan menyerahkan mu pada asosiasi sihir" Kata Agus


"Baiklah.. silahkan" Kata Aris dengan tenangnya


Setelah pergi dari ruangan tahanan agus langsung menelpon kantor asosiasi sihir bahwa dia telah menangkap manusia berdosa. Tetapi jawaban dari kantor asosiasi sihir ternyata dia dinyatakan tidak bersalah. Mendengar itu Agus langsung pergi ke tempatnya Aris.


"Penjaga buka pintunya" Kata Agus


"Kau pergilah" Kata Agus


"Memangnya ada apa?" Tanya Aris


"Saat ku telepon ternyata kau terbukti tidak bersalah dan maafkan aku" Kata Agus


"Kau ini lagian kenapa tiba-tiba menangkap ku?" Tanya Aris


"Itu karena Miftah salah memberikan informasi. Saat ia pulang dari kantor asosiasi sihir ia langsung menangis dan berkata Aris, aris.. manusia berdosa kata dia dan ternyata kau sudah di interogasi di sana" Jawab Agus


"Baiklah aku maafkan kau tapi.." Kata Aris sambil memukul perutnya agus


"Aku ingin balas dendam padamu" Kata Aris


"Baiklah terimakasih banyak" Kata Agus sambil menahan sakitnya


Setelah itu ia pergi ke kamarnya Miftah. Ia melihat rasa sakitnya yang teramat sakit. Setelah ia masuk, Aris langsung duduk disampingnya dan tidak sengaja membuatnya terbangun.


"Maaf, apa aku membangunkan mu?" Tanya Aris


"Ti-tidak, aku baru saja bangun sendiri" Jawab Miftah


"Maafkan aku yang membuat begini. Apa ada yang ingin kau lakukan denganku?" Tanya Aris


"Benarkah? Bolehkah aku mengajakmu jalan-jalan?" Tanya Miftah


"Tentu saja. Kau ingin pergi kemana?" Tanya balik Aris


"Aku ingin kau saja yang menentukan tempatnya" Jawab miftah


"Kalau begitu tokonya Nia? Bagaimana?" Tanya Aris


"Baiklah aku setuju" Kata Miftah


"Kalau begitu aku pergi dulu" Kata Aris


"Tunggu.." Kata Miftah sambil memegang tangannya


"Ada apa?" Tanya Aris


"Apa benar kau bersalah?" Tanya Miftah menahan tangis


"Kau bisa tanyakan saja wakil mu, dia juga ada disana mendengar jawabanku" Jawab Aris


"Baiklah kalau begitu aku bisa tenang" Kata Miftah sambil mengusap air matanya


Setelah pergi Aris memutuskan untuk kembali ke tempatnya Nia, karena dia masih ingin menginap disana. Dan ternyata Aris disambut baik oleh Nia.


"Selamat datang" Jawab Nia saat pintu loncengnya terbuka

__ADS_1


Melihat Aris datang ia langsung berlari ke arahnya dan menanyainya apa yang dibutuhkannya hari ini.


"Ada apa? Apa kau membutuhkan bantuan ku?" Tanya Nia


"Tentu saja, aku ingin menyewa kamarmu lagi" Jawab Aris


"Baik, silahkan lewat sini" Kata Nia


"Oh iya .. Dimana adikmu?" Tanya Nia


"Ah.. dia.. sedang.. ke rumah temannya" Jawab Aris


"Hebatnya ya adikmu bisa berteman cepat dengan warga disini" Kata Nia kagum


"Yah.. itulah hebatnya dia" Kata Aris


"Sekarang, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nia


"Untuk sekarang aku akan beristirahat dan memikirkan besok" Jawab Aris


"Begitu ya.. baiklah kalau begitu aku permisi dulu" Kata Nia


Setelah besoknya Aris melihat cuaca sedang mendung, ia memutuskan untuk disini sementara.


"Aris, apa kau mau pergi?" Tanya Nia


"Mungkin nanti, cuacanya sedang kurang bagus" Jawab Aris


"Kalau begitu apa kau mau makan dulu?" Tanya lagi Nia


"Baiklah, dan juga jangan lupa es susunya" Jawab Aris


"Siap tuan!!" Kata Nia bersemangat


Saat sedang makan, suasana toko saat ini sepi dikarenakan cuaca yang kurang bagus. Yang bisa datang hanyalah pengguna elemen air karena dengan elemennya ia bisa menahan air hujannya agar tidak mengenai tubuhnya.


"Yah.. seperti yang kuduga masakan mu memang selalu enak" Kata Aris


"Benarkah?" Tanya Nia


"Iya.. mungkin suatu saat kau bisa menjadi istri yang hebat" Jawab Aris


"Istri? Apa ini tandanya lamaran?" Tanya Nia dalam hati sambil mukanya memerah


"Ada apa? Mukamu memerah" Tanya Aris


"Ah.. tidak ada apa-apa" Jawab Nia menahan rasa malu


"Kukira kau sedang sakit karena cuaca ini" Kata Aris


"Ah.. tidak. oh.. iya sebenarnya misi mu apa?" Tanya Nia


"Misi utamaku adalah pergi ke desa Afharza. Dan misi sekarang aku harus pergi menemui raja untuk menyerahkan surat ini padanya" Jawab Aris sambil mengeluarkan suratnya


"Desa afharza? Kudengar disana banyak bahaya" Kata Nia


"Bahaya?" Tanya Aris bingung


"Iya.. disana dikatakan bahwa monster berlevel SSS bersarang di sana. Dan juga kudengar ada masalah juga kemarin ini" Jawab Nia


"Ya.. dan aku disuruh untuk mengecek apa yang terjadi disini. padahal aku masih sekolah" Kata Aris


"Kau masih sekolah?" Tanya Nia kaget dan heran


"Ya.. dan gara-gara manusia itu aku harus menyelesaikan masalah ini" Jawab Aris sambil kesal


"Tapi disana dikatakan juga ada roh kuat yang berada di desa itu" Kata Nia


"Roh kuat?" Tanya Aris kebingungan


...END...

__ADS_1


__ADS_2