
Setelah selesai bekerja, Aris langsung kembali ke asramanya untuk istirahat.
"Aku lelah sekali. Buatkan aku mie cup dong" Kata Aris
"Baik, Tuan. Silakan tunggu" Kata Quester
Quester pun pergi ke dapur untuk membuat mie cup. Setelah cukup lama, akhirnya mie cup telah selesai. Quester pun membawa mie cupnya ke Aris.
"Ini dia Tuan" Kata Quester memberikan mie cupnya
"Terima kasih banyak. Setelah selesai bekerja rasanya perutku sudah lapar" Kata Aris
"Sekarang apa yang kita lakukan?" Tanya Quester
"Oh, iya. Quester, bisa belikan aku bahan-bahan ini" Kata Aris
"Bahan-bahan? Memangnya apa yang ingin Tuan lakukan?" Tanya Quester
"Aku rasa, aku ingin memulai usaha menjual makanan" Jawab Aris
"Bener juga, ya. Tuan kan jago dalam hal memasak. Mana bahannya yang harus dibeli" Kata Quester semangat
"Ini dia. Aku sudah membuatkan daftar yang sangat mudah. Jadi, aku rasa kau tidak akan kelewatan bahan sedikitpun" Kata Aris memberikan selembar kertas
"Ternyata cukup sedikit ya bahan-bahannya. Apa Tuan yakin hanya dengan segini makanannya terasa enak?" Tanya Quester ragu-ragu
"Tentu saja, aku yakin dan ini uangnya" Kata Aris memberikan beberapa keping perak
"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu" Kata Quester
"Aku tunggu, ya" Kata Aris
Quester pun pergi ke lantai bawah untuk membeli beberapa bahan yang sudah ditulis oleh Aris dan setelah cukup lama membeli bahan-bahannya, Quester pun langsung kembali ke kamarnya.
"Ini Tuan bahan-bahannya" Kata Quester memberikan bahan-bahannya
"Terima kasih banyak. Biar aku periksa, ya" Kata Aris memeriksa bahan-bahannya
"Bagaimana? Apa ada yang kurang?" Tanya Quester
"Tidak. Ini sudah semua. Terima kasih, ya" Kata Aris
"Aku jadi tidak sabar ingin memakan masakan Tuan" Kata Quester
"Tunggu sebentar, ya. Kau pasti akan merasakannya" Kata Aris
Aris pun pergi ke dapur untuk memasak dengan bahan yang sudah disiapkan. Setelah membuat cukup lama akhirnya masakannya pun selesai. Aris menambahnya dengan daging dengan pinggiran sayuran.
"Sudah selesai. Silakan, Quester cicipi" Kata Aris
"Baik, dengan senang hati" Kata Quester
Quester pun memakannya dengan santai dan ternyata masakannya pun enak.
"Bagaimana? Apa enak?" Tanya Aris
"Enak sekali, Tuan, aku jadi ingin nambah" Jawab Quester
"Syukurlah. Aku takut rasanya tidak enak" Kata Aris
"Jadi bagaimana, apa Tuan sudah siap untuk memulai usaha makanan?" Tanya Quester
__ADS_1
"Yang kita butuhkan tinggal gerobak, ya. Aku tidak yakin bisa membuat gerobak. Karena aku masih tidak punya uang" Kata Aris tersenyum
"Kalau begitu, kenapa tidak menyewa saja?" Tanya Quester
"Benar juga katamu dan aku tahu siapa yang bisa menyewakan kita gerobak" Kata Aris
"Siapa Tuan?" Tanya Quester
"Ayo kita pergi menemui dia" Jawab Aris
Mereka berdua pun pergi ke pusat kota dan berjalan ke sebuah toko. Toko itu sangat bersih dan rapi.
"Tempat apa ini?" Tanya Quester
"Ini adalah toko antik. Pemiliknya di sini adalah orang yang sering membantuku menyewakan gerobak kudanya" Jawab Aris
"Siapa namanya?" Tanya Quester
"Namanya adalah Pak Aryo. Beliau juga yang suka membantuku membawakan belanjaan dan juga bahan bangunan" Jawab Aris
"Begitu, ya. Berarti dia adalah orang paling berjasa kepada Tuan, ya" Kata Quester
Tiba-tiba datanglah pak Aryo.
"Oh, ada Aris. Apa yang bisa kubantu hari ini? Apa mau menyewa gerobak kudaku lagi?" Tanya Aryo
"Tentu saja. Tapi, aku ingin membuka usahaku sebagai penjual makanan" Jawab Aris
"Penjual makanan, ya. Berapa hari yang kau perlukan?" Tanya Aryo
"Entahlah. Aku hanya ingin tahu apakah usahaku ini akan sukses atau tidak" Jawab Aris
"Begitu, ya. Coba kupikir, tunggu sebentar" Kata Aryo pergi ke belakang
"Entah" Jawab Quester
"Coba kau gunakan ini. Jika enak aku akan meminjamkannya padamu" Kata Aryo memberikan daging yang masih segar
"Apa maksudnya?" Tanya Aris kebingungan
"Aku ingin kau memasak sesuatu untukku. Jika masakanmu enak, maka aku akan meminjamkannya padamu sampai kau berhenti usaha" Jawab Aryo
"Baiklah. Kalau begitu" Kata Aris
Aris pun pergi ke belakang untuk memasak sesuatu dengan bahan daging. Setelah memasak, akhirnya masakannya telah selesai.
"Silahkan, cicipi. Biar kuberitahu satu hal. Dasar makanan berbahan daging adalah keahlianku" Kata Aris
"Kau yakin sekali. Biar kucicipi" Kata Aryo
"Silahkan. Dan Quester, aku juga punya untukmu. Silakan" Kata Aris
"Kenapa kau membaginya?" Tanya Aryo
"Terlalu memakan daging akan menyebabkan kolesterol tinggi dan menyebabkan penyakit yang lain. Maka dari itu, aku memberikan setengahnya pada dia" Jawab Aris
"Begitu, ya. Aku mengerti" Kata Aryo
"Cepatlah. Makan. Keburu dingin" Kata Aris tersenyum
Mereka berdua terkejut karena rasanya yang sangat enak.
__ADS_1
"Apa ini?" Tanya Aryo
"Apa katamu? Itu adalah daging dengan irisan daun bawang. Awalnya aku bingung mau diapakan daging ini. Karena bahan bumbunya tidak terlalu banyak didapurmu. Jadi, aku buatkan yang biasa saja. Pada akhirnya, aku menemukan daun bawang. Dan juga menambahkan sedikit bumbu yang kubawa" Kata Aris
"Begitu. Pantas saja rasanya berbeda" Kata Quester
"Kenapa kau menangis?" Tanya Aris
"Su-Sudah lama aku tidak merasakan masakan seenak ini. Aku jadi teringat dengan almarhum istriku yang selalu membuatkan makanan daging untukku. Terimakasih banyak" Kata Aryo
"Baiklah. Aku anggap itu pujian" Kata Aris
"Silahkan gunakan gerobakku. Dia ada disana" Kata Aryo
"Terimakasih banyak" Kata Aris
"Kasian sekali, ya. Tuan" Kata Quester
"Aku harap aku bisa membantunya. Tapi, tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantunya. Aku ada ide, aku akan memberikan sisa makanan setiap selesai bekerja. Dengan begitu, ia akan selalu memakan masakan yang enak" Kata Aris
"Ide yang bagus, Tuan. Aku setuju" Kata Quester
Aris dan Quester pergi ke belakang rumah. Ia menemukan kuda dan juga gerobaknya.
"Tuan, disana ada kayu" Kata Quester
"Benarkah? Aku punya ide" Kata Aris
Aris mengambil beberapa kayu untuk membuat atap agar tidak kehujanan. Setelah selesai, ia pun kembali ke asrama untuk mengambil kompor dan peralatan masak yang lainnya. Setelah mengambil barang-barang yang diperlukan, Aris pergi ke toko untuk membeli beberapa bahan. Setelah semuanya, Aris langsung pergi ke pusat kota untuk berjualan.
"Baiklah, Quester. Aku yang akan memasak, dan kau yang akan menjadi pelayannya" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester
Malam pun tiba. Datanglah seseorang pria dengan anaknya.
"Apa yang kalian jual?" Tanya pria itu
"Kami menjual makanan. Apa Anda ingin membelinya? Kami juga menjual makanan dari berbagai bahan mulai dari sayuran sampai daging. Silahkan" Kata Quester
"Sepertinya enak. Aku beli 2 daging dengan pinggiran sayur" Kata pria itu
"Baiklah. Terimakasih banyak. Tunggu sebentar. Tuan, daging dengan pinggiran sayur 2" Kata Quester
"Baik, tunggu sebentar" Kata Aris
Aris memasak dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Dan tidak lama, makanannya pun jadi.
"Ini, Quester" Kata Aris
"Silahkan" Kata Quester
"Berapa semuanya?" Tanya pria itu
"Semuanya 10 perunggu saja" Jawab Quester sambil tersenyum
"10 perunggu? Murah sekali" Kata pria itu terkejut
"Iya. Toko kami memang menyediakan masakan yang enak dengan harga yang terjangkau. Dan juga kami baru saja buka. Silahkan datang lagi" Kata Quester
"Baik. Ini dia uangnya" Kata pria itu memberikan sepuluh keping perunggu
__ADS_1
"Terimakasih banyak" Kata Quester
...END...