
Pertama-tama mereka pergi ke tempat penyewaan kereta kuda. Karena tempatnya tidak terlalu jauh, mereka pun sampai di tempat penyewaan kereta kuda.
"Pak, kami ingin memesan 2 kereta kuda" Kata Aris
"Woy Aris, apa tidak terlalu banyak?" Tanya Dedi
"Betul, tuh. Aku juga tidak setuju" Kata Arina
"Kau terlalu banyak memesannya, Sayang" Kata Dinda
"Eh? Kenapa?" Tanya Aris yang kebingungan
"Kau tahu, kan. Kereta kuda bisa muat untuk 4 orang? Kenapa kita tidak bersama saja?" Tanya balik Dedi
"Apa kalian berpikir begitu?" Tanya Aris
"Kau ini, ya" Kata Arina
"Aku pikir kalian tidak ingin bersama aku dan Dedi" Kata Aris
"Tidak. Justru kami merasa senang" Kata Dinda
"Baiklah, kalau begitu. Pak, 1 saja. Antarkan kami ke pusat kota" Kata Aris
"Baik. Totalnya 2 keping emas" Kata penyewa kereta kuda
"Baik. Ini dia" Kata Aris sambil memberikan uang 2 keping emas
"Terima kasih. Selamat jalan" Kata penyewa kereta kuda
Aris dan yang lainnya naik ke kereta kuda menuju ke pusat kota. Tidak berapa lama, akhirnya mereka sampai di tujuan.
"Ternyata ramai sekali, ya" Kata Arina
"Menakjubkan. Kerajaan Ayus ternyata ramai seperti di kerajaan Ruhyus" Kata Dinda
"Jadi, kemana kita akan pergi?" Tanya Dedi
"Sebenarnya aku ingin merubah kamarku. Jadi, aku ingin membeli semua kebutuhan kamarku agar nyaman" Jawab Aris
"Begitu, ya. Kalau begitu kita akan pergi ke toko kasur terlebih dahulu" Kata Dedi
"Baiklah" Kata Aris
Mereka pun pergi ke toko kasur. Dan didalamnya sangat banyak jenis kasur dan warnanya.
"Jadi, kita akan membeli kasur yang 1 bantal, ya?" Tanya Dedi
"Tidak. Aku ingin membeli yang 2 bantal" Jawab Aris
"2 bantal? Untuk siapa satunya?" Tanya Arina
"Ah, kau ini. Kita masih sekolah belum siap untuk tidur bersama" Kata Dinda tersipu malu
"Tidak. Aku hanya suka kasur yang luas dan juga aku menggunakan bantal satunya untuk kakiku" Jawab Aris tersenyum
"Oh, begitu" Kata Arina
"Jadi, kecewa aku" Kata Dinda sedih
"2 bantal, ya? Mungkin kita harus mencarinya ke dalam" Kata Dedi
"Sebentar lagi malam, seharusnya kita pergi saat libur sekolah, ya" Kata Aris
"Jangan kecewa terhadap itu temanku. Karena kita akan membantumu untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Karena itulah kita disebut teman, kan?" Kata Dedi tersenyum
"Semuanya terimakasih" Kata Aris
__ADS_1
"Sudah. Sudah. Mari kita mencarinya" Kata Arina
Setelah berjalan kedalam akhirnya mereka menemukan kasur luas dengan 2 bantal.
"Jadi, kau ingin memilih yang mana?" Tanya Dedi
"Aku lebih suka yang putih polos, sih. Aku ambil yang putih saja" Jawab Aris
"Yang putih, ya. Bagus sekali pilihanmu. Permisi, apa kami boleh membeli yang ini?" Tanya Dedi
"Ya, silahkan" Kata pegawai tersebut.
"Semuanya, 20 keping emas. Apa ada lagi?" Tanya pegawai kasir tersebut
"apa kau punya alas tidur dengan 1 bantal?" Tanya Aris
"Tentu saja ada. Sebentar, aku ambilkan" Kata pegawai kasir tersebut
"untuk apa lagi kau membeli itu?" Tanya Dedi
"Untuk jaga-jaga. Jika kasurku mendadak rusak" Jawab Aris
"Baik. Ini dia, Tuan. Semuanya jadi 22 keping emas" Kata pegawai kasir tersebut
"Ini dia" Kata Aris sambil memberikan uang kepingan emasnya
"Tuan, kasur ini akan diapakan?" Tanya pegawai kasir tersebut
"Itu biar kami saja yang membawanya" Jawab Aris
"Serahkan pada kami, Aris" Kata Dedi
"Terima kasih semuanya. Arina, Dinda kalian bawa bantal dan juga alasnya, ya? Biar aku dan Dedi yang membawa kasurnya" Kata Aris
"Serahkan pada kami" Kata Arina
"Baik" Kata Dinda
"Baiklah" Kata Dedi
Aris pun keluar dari toko kasur tersebut. Ia melihat ke atas dan sepertinya sudah malam. Ia pun bergegas mencari kereta gerobak dan kereta kuda agar bisa pulang ke asrama. Dan tidak berapa lama akhirnya Aris menemukan kereta gerobak dan juga kereta kuda.
"Kalian, bawa ke kereta gerobak dan setelah itu naik ke kereta kuda" Kata Aris
"Baik" Kata Dinda dan juga Arina
"Dedi, bantu aku, ya?" Kata Aris
"Tentu saja, kawan" Jawab Aris
Setelah itu kasurnya pun dinaikkan ke atas kereta gerobak.
"Akhirnya selesai. Melelahkan sekali" Kata Arina
"Padahal kita belanjanya cuma 1 kenapa lelah sekali, ya?" Kata Dinda
"Semuanya terimakasih. Maaf, aku tidak bisa membalasnya. Tapi, setelah libur aku akan pergi lagi dan juga aku akan mentraktir kalian makan di pusat kota" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya
"Angkat kepalamu, kawan. Aku senang bisa membantumu" Kata Dedi
"Tapi..." Kata Aris
"Hari ini saja sudah cukup senang. Apalagi dari pagi sampai sore" Kata Arina
"Benar, aku jadi tidak sabar" Kata Dinda
Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di depan penyewaan kereta kuda.
__ADS_1
"Ini uangnya. Terimakasih" Kata Aris memberikan 2 keping emas ke penyewa kereta kuda
"Dan ini juga 5 keping emas untuk kamu. Terimakasih banyak karena membantuku" Kata Aris
"Tapi, ini kebanyakan bukankah kita sepakat nya 1 keping emas?" Tanya bapak tersebut yang terkejut
"Ambillah. Aku senang ketika ada orang lain yang membantu mereka yang sedang kesusahan" Kata Aris
"Terimakasih banyak" Kata bapak tersebut
"Sama-sama. Terima kasih atas bantuannya" Kata Aris
Tidak berapa lama akhirnya Aris bertemu dengan penjaga asrama.
"Ada apa ini, Aris?" Tanya penjaga asrama tersebut
"Aku hanya ingin mengganti kasurku yang lama" Jawab Aris
"Begitu, ya. Baiklah. Jangan lama-lama. Karena kalian para gadis tidak boleh bersama di kamar laki-laki' Kata penjaga asrama tersebut
"Baik, pak. Terimakasih banyak" Kata Arina
"Permisi" Kata Dinda
"Bantu aku, Dedi" Kata Aris
"Baiklah" Kata Dedi
"Dimana kamarnya?" Tanya Dinda
"Kamar dia berada di pojokkan. Aku pernah kesana. Kamarnya parah sekali" Kata Arina
"Parah? Apa isi kamarnya berantakan?" Tanya Dinda
"Tidak. Tapi. Dari pihak sekolah yang memberikannya. Karena Aris tidak bisa menggunakan sihir. Dan gelarnya adalah No Magic" Jawab Arina
"Jahatnya" Kata Dinda yang terkejut
"Benarkan? Tapi setelah ini, aku yakin pasti dia akan segera memperbaiki kamarnya. Apalagi ia selalu mendapatkan uang dari misi guild" Kata Arina
"Hebatnya" Kata Dinda
"Aris, pintu kamarnya di kunci" Kata Arina
"Ya, tunggu sebentar" Kata Aris
Tidak berapa lama akhirnya Aris dan Dedi sampai di depan kamarnya Aris.
"Terimakasih, Dedi" Kata Aris yang nafasnya terengah-engah
"Ini.. bukan apa-apa" Kata Dedi yang juga nafasnya terengah-engah
"Mana kuncinya?" Tanya Arina
"Tunggu sebentar, biarkan aku istirahat. Aku lelah sekali" Jawab Aris
"Itu pintu apa?" Tanya Dinda
"Itu pintu keluar. Aku kabur lewat pintu itu sebelumnya saat menginap di kamarnya" Jawab Arina
"Kau pernah menginap dikamar nya?" Tanya Dinda yang terkejut
"Pernah sekali" Jawab Arina
"Apa? Bagaimana caranya?" Tanya Dedi
"Woy, kau terlalu senang membawanya" Kata Aris marah ke Arina
__ADS_1
...END...