Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Anggota Pembasmi Monster


__ADS_3

"Sesuai dugaanku" Kata Aris


"Eh? Jadi Kak Aris sudah tahu" Tanya Melani


"Sebenarnya jika Kak Angelia bisa menguasai teknik itu, dia mungkin bisa mengalahkannya" Jawab Aris


"Emang bisa?" Tanya Melani


"Sebenarnya teknik itu memiliki kelemahan yaitu pada saat diawal. Kau melihat ia mengisi tenaga, kan?" Tanya Aris


"Ya, aku melihatnya. Memangnya kenapa?" Tanya balik Melani


"Disaat ia sedang mengisi tenaga kau bisa menyerangnya dengan cepat agar dia bisa dikalahkan" Jawab Aris


"Semudah itu mengalahkannya?" Tanya Melani


"Ya, hanya itu. Tapi, kenapa ia tidak menyerangnya?" Tanya lagi Melani


"Aku rasa ia tidak mengetahui. Lagipula aku juga tidak tahu ada pengguna teknik aliran Jaher di pertandingan ini" Jawab Aris


"Begitu, ya" Kata Melani


"Baiklah waktunya kita hibur Kak Angelia" Kata Aris sambil berdiri dari kursi penonton


"Oke. Semuanya mari kita hibur Kak Angelia" Kata Melani


"Ya!!!" Kata mereka serentak


"Sudah kukatakan aku yang akan menang tahun ini" Kata Nadia


"Ya, kurasa aku tidak akan pernah bisa menyeimbangi kekuatanmu" Kata Angelia berjabat tangan


"Baiklah, Kita akan selalu menjadi rival" Kata Nadia


Tidak lama Angelia keluar dari arena dan sedih. Di lorong sudah ada Aris yang sedang menunggunya.


"Sudahlah, semua orang pernah merasakan kekalahan" Kata Aris sambil memeluk Angelia


Mendengar itu Angelia menangis sekencang-kencangnya. Dan yang lainnya pun datang memeluk mereka berdua.


"Sepertinya kau menang lagi tahun ini?" Tanya Miftah


"Ya, tapi masih ada satu masalah lagi. Yaitu dia.." Kata Nadia


"Kau masih berpikir dia sulit dikalahkan?" Tanya Miftah


"Ya, sepertinya dia kuat dan lebih kuat dari sahabatnya The Master Academy" Jawab Nadia


"Tenang saja, dengan teknik dari suku Jaher kau mungkin bisa mengalahkannya" Kata Miftah memberi semangat


"Ya, aku rasa bisa" Kata Nadia gelisah


"Ketua OSIS kalah" Kata Dinda


"Teknik bulan sabitnya masih belum sempurna makanya dia bisa dikalahkan dengan mudah" Kata Resti


"Kau tahu banyak tentang teknik pedang, ya?" Tanya Dinda

__ADS_1


"Aku tahu karena kakakku seorang pengguna pedang dan juga ahli sihir" Jawab Resti


"Menurutmu bagaimana ketua OSIS?" Tanya Dinda


"Dia bagus dalam ilmu sihir tapi dia kurang pengalaman dalam menggunakan pedang. Maka dari itu dia bisa dikalahkan dalam pertempuran jarak dekat" Jawab Resti


"Aku ingin tahu siapa yang mengajari teknik bulan sabit. Jika dia bisa menggunakan teknik itu, siapa dia sebenarnya" Tanya Resti dalam hati kebingungan


"Jika dia tidak bisa menggunakan pedang, kenapa dia ikut kompetisi ini?" Tanya Dinda


"Aku rasa karena hadiahnya" Jawab Resti


"Jika ini pertandingan pedang, kenapa kau tidak ikut serta dalam pertandingan ini?" Tanya lagi Dinda


"Aku juga kurang berpengalaman dalam senjata pedang" Jawab Resti


"Jadi karena dia yang menang dia masuk final dong" Kata Dinda


"Pertandingan selanjutnya adalah Aris melawan Ketua OSIS dari sekolah Rose, ya" Kata Resti


"Siapa yang akan kau dukung?" Tanya Dinda


"Eh.. tentu saja Aris, kan?" Kata Resti


"Kau juga begitu? Ya, karena aku tunangannya aku harus mendukungnya, kan?" Tanya balik Dinda


"Aku pernah mendengar ketua OSIS dari Rose School juga seorang pengguna pedang yang hebat. Ditambah lagi dia juga termasuk dalam regu pemburu monster. Aku tidak bisa membayangkan prestasi apa lagi yang ia capai. Tapi karena ada peserta dalam sekolah kita, kita harus mendukungnya secara penuh" Kata Resti


"Kau benar, biarpun dia tidak kuat tetapi dia masih satu sekolah dengan kita. Maka dari itu kita perlu mendukungnya" Kata Dinda


Aris pun muncul dari sisi kiri.


"Angelia, aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan memenangkan semua pertandingan dan membawakan hadiahnya padamu" Kata Aris sebelumnya


"Janji, ya" Kata Angelia memberikan jari kelingking


"Janji" Kata Aris sambil menyilangkan jari kelingkingnya


"Tunggu saja, akan aku rebut semua hadiahnya dan kuberikan padamu" Kata Aris


"Baiklah, dan lawannya adalah seorang ketua OSIS dari sekolah Rose dia merupakan pengguna pedang dan juga seorang anggota dari regu pemburu monster. Mari kita sambut saja Zer Fores" Kata pembawa acara


Zer muncul dari sisi kanan memakai baju berwarna hijau dengan celana hitam dan berkacamata sambil membawa pedangnya.


"Jadi, kau yang bernama Aris?" Tanya Zer


"Ya, dan juga kau orang yang bernama Zer, seorang pengguna pedang dan juga orang yang ikut dalam pembasmian monster. Sepertinya kau cukup kuat" Kata Aris


"Aku masih tidak percaya bahwa kau yang mengalahkan sahabatnya dari The Master Academy hanya dengan kata-kata. Padahal aku ingin sekali melawannya, tetapi yang aku dapatkan hanya sebuah kroco" Kata Zer


"Jadi aku hanya sebuah kroco bagimu?" Tanya Aris sambil tersenyum


"Ya, dan sepertinya kau tidak sebanding denganku" Kata Zer


"Tidak sebanding, ya? Sepertinya kau memang kuat" Kata Aris


"Tentu saja aku lebih kuat darimu" Kata Zer

__ADS_1


"Sepertinya boleh dicoba" Kata Aris sambil tersenyum


"Baiklah para penonton, mari kita mulai saja pertandingannya" Kata pembawa acara


"Ya!!!" Kata penonton bersorak


"Baiklah para peserta silahkan mulai pertandingannya" Kata pembawa acara


"Aris, aku mohon menangkan pertandingannya" Kata Angelia dalam hati sambil mengenggam kedua tangannya


"Sayang, menangkan pertandingannya" Kata Dinda dalam hati


"Aris, berjuanglah" Kata Resti dalam hati


"Kak Aris, kami semua percaya padamu" Kata Melani dalam hati


"Elemen Air - Tebasan Air" Rapalan Zer


"Teknik Pedang Air - Gelombang Air" Rapalan Aris


Muncul tebasan air dan juga gelombang yang menghadang tebasan air milik Zer.


"Kau lumayan hebat" Kata Zer


"Kau kurang cepat" Kata Aris


"Baiklah, aku akan lebih cepat dari sebelumnya" Kata Zer


"Aku tidak suka menunggu, silahkan hibur aku lagi" Kata Aris


"Elemen Api - Bola Api" Rapalan Zer


"Elemen Air - Gelombang Air" Rapalan Aris


"Lambat.." Kata Zer sambil menyerang dari depan


Aris yang melihatnya kaget dan ia pun terkena pukulan sehingga membuatnya terpental hingga di ujung arena.


"Jadi begitu, saat lawanmu menahan serangan kau juga menyerangnya secara langsung. Benar-benar cara militer" Kata Aris sambil berdiri


"Ternyata kau mengetahui tentang cara bertarung militer, ya" Kata Zer


"Aku hanya sedikit terkejut karena hanya beberapa orang saja yang bisa menggunakan teknik militer" Kata Aris


"Bagaimana? Apa kau sudah tahu perbedaan kekuatan kita?" Tanya Zer


"Benar-benar mengagumkan, aku suka cara begitu" Kata Aris sambil tertawa dengan keras


"Kau, apa benar-benar waras?" Tanya Zer


"Kenapa? Aku senang, akhirnya aku bisa menemukan orang yang lebih hebat dari aku" Kata Aris


"Ini akan berakhir, Teknik Pedang Rahasia - Teknik Nomor 2 - Tebasan Jeritan Arwah" Rapalan Zer


"Oh.. sepertinya ia akan mengakhirinya dengan cepat, itu adalah teknik pembasmian yang ia gunakan saat menjadi regu pembasmi monster. Apakah ini akan menjadi akhir dari Aris Darmayudha?" Kata pembawa acara


Semua orang menutup mata karena ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2