
"Kenapa? Padahal elemen petir kesukaan ku" Kata Aris disekitar tubuhnya terdapat aliran listrik
"Begitu, ya. Pantas saja, pada saat Tuan melawanku kau selalu menggunakan elemen petir" Kata Quester
"Dari kecil aku suka sekali dengan petir. Karena menurutku, elemen itu sangat kuat" Kata Aris
"Sudahlah, aku mau tidur. Lagipula Tuan juga harus tidur. Besok adalah hari terakhir kita ujian" Kata Quester
"Kau benar. Aku jadi penasaran, bagaimana perasaan teman-teman yang lainnya?" Tanya Aris melihat ke arah jendela
"Mungkin mereka akan bersemangat" Jawab Quester
Keesokan paginya, Aris bangun dan langsung bersemangat untuk ujian terakhir. Aris langsung bergegas menuju ke sekolah. Saking semangatnya, ia meninggalkan Quester yang masih tidur terlelap.
"Semuanya, selamat pagi. Hari ini, hari terakhir. Semangat, ya" Kata Aris heboh sendiri
"Dia itu kenapa, sih?" Tanya wanita sekelasnya
"Aku juga tidak tahu" Jawab wanita sebelahnya
"Dia sangat percaya diri sekali" Kata Arina
"Ya, sayang. Aku akan semangat" Kata Dinda
"Aku ingin tahu ekspresinya setelah ia mendapatkan remedial" Kata Resti
"Kau bodoh, ya. Kita sedang ujian tahu" Kata Dedi yang sedang panik kencang
Tidak lama bel berbunyi, menandakan bahwa ujian telah dimulai. Guru pun datang dan memberikan surat ujian. Seperti biasa, Aris langsung cepat menyelesaikan ujiannya. Semua teman sekelasnya, sudah tidak asing lagi dengan pemandangan tersebut.
"Asiknya kemana, ya?" Kata Aris berjalan sendirian di lorong sekolah
Tiba-tiba, Aris mencium bau yang sangat sedap dari kantin sekolah. Dia pun mengikuti bau tersebut hingga sampai pada warung mie instan dengan isinya yang banyak.
"Halo, apa kau mau semangkok?" Tanya penjual wanita tersebut
"Ya, tolong. Aku ingin mencobanya" Jawab Aris
"Ini dia. Mie instan dengan isi yang penuh" Kata penjual memberikan makanannya
"Terimakasih banyak. Kalau begitu, waktunya makan" Kata Aris
Penjual itu pun terkejut karena hanya Aris seorang yang berada di kantin. Karena penasaran ia pun bertanya kepadanya.
"Anu.. Kenapa kau hanya sendirian? Apa kau sedang bolos pelajaran?" Tanya penjual itu
"Ah, tidak. Aku bisa keluar begini karena aku sudah selesai dengan ujiannya. Lagipula di kelas aku bosan. Saat berjalan di lorong pun aku juga bosan. Tapi, ada bau yang sangat enak jadinya aku mampir kesini" Jawab Aris
"Oh, jadi kau yang selalu dibicarakan oleh yang lain?" Tanya penjual tersebut kaget
"Ah, ya. Itu aku" Kata Aris
"Hebatnya. Tapi, apa kau yakin dengan semua jawabanmu?" Tanya penjual itu
"Tentu saja, aku yakin" Jawab Aris
"Kalau kau yang bilang begitu, apa boleh buat" Kata wanita itu
__ADS_1
"Sekarang, bisakah aku menghabiskan makananku? Dari tadi kau bertanya terus" Tanya Aris
"Silahkan, dan maafkan aku" Kata Aris
Setelah selesai, ia pun pergi ke taman dan tiduran di bangku yang dekat pohon besar.
"Jadi, dia orangnya?" Tanya wanita penjual mie instan
"Beruntungnya dirimu" Jawab penjual disampingnya
"Sepertinya aku terlalu cepat mengerjakannya" Kata Aris sambil tiduran
Saat sedang tiduran. Datang kepala sekolah menghampirinya.
"Jadi, kau disini. Ada yang ingin kubicarakan padamu" Kata kepala sekolah
"Jadi, ada apa?" Tanya Aris yang duduk di bangku taman
"Apa kau ingat tentang ramuan yang kubeli beberapa waktu lalu?" Tanya kepala sekolah
"Memangnya ada apa?" Tanya Aris
"Ternyata ramuan itu tidak dibeli lewat penjualnya. Melainkan orang lain" Jawab kepala sekolah
"Apa! Pantas saja itu efeknya" Kata Aris
"Dan juga kenalanku mengatakan bahwa ia membeli dengan harga murah" Kata kepala sekolah
"Dengan harga murah? Kata Aris terkejut
"Pantas saja, harganya jauh berbeda dari yang aku tahu. Aku pun sempat berpikiran buruk kenapa harganya jauh berbeda. Karena masalah waktu aku mengesampingkan hal itu dan membelinya tanpa pikir panjang" Kata kepala sekolah
"Untuk sekarang, biarkan kenalanku yang melakukan pekerjaannya. Kita disini hanya tinggal menunggu kabar baiknya. Dan juga aku minta maaf karena keegoisanku kau hampir merasakan kesakitan yang amat parah" Kata kepala sekolah
"Ya, tidak apa-apa. Kalau begitu aku pergi dulu" Kata Aris
Saat berdiri, tiba-tiba Aris merasakan kesakitan yang amat parah di bagian dada sehingga membuatnya terjatuh. Kepala sekolah yang melihatnya hanya bisa berteriak memanggil namanya.
"Aris.... Aris...!!" Kata kepala sekolah
Saat sadar, Aris berada di kamarnya. Disebelahnya ada banyak orang termasuk teman sekelasnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Aris yang sudah siuman
"Tuan..." Kata Quester langsung memeluknya
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku" Kata Aris sambil mengelus kepalanya Quester
"Kau sudah sadar?" Tanya kepala sekolah
"Ya, walaupun masih ada rasa sakit di bagian dada. Jadi, apa yang terjadi padaku?" Tanya Aris
"Kalau begitu, biarkan aku yang memanggil guru Ika. Tunggu sebentar" Kata kepala sekolah
Tidak lama, datang guru Ika.
"Syukurlah, kau sudah sadar. Aku bawakan obat penawarnya" Kata Ika
__ADS_1
"Penawar? Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Aris
"Tenang saja. Kau hanya mengalami gangguan mana" Jawab Ika
"Gangguan mana? Jangan bilang.." Kata Aris terkejut
"Ya, ada elemen kegelapan dalam tubuhmu. Mungkin itu penyebabnya kau merasakan kesakitan" Kata kepala sekolah
"Apa jangan-jangan ia membeli ramuan yang salah?" Tanya Dedi
"Bukan ramuannya yang salah. Tapi, kandungannya" Jawab kepala sekolah
"Kandungannya? Apa tadi yang guru Ika bilang?" Tanya Dinda
"Ya, elemen kegelapan. Yang hanya dapat disembuhkan oleh pengguna elemen cahaya" Jawab guru Ika
"Tapi, bukankah pengguna elemen cahaya sangat sedikit?" Tanya Resti
"Memang benar. Dan juga ketrampilannya harus berada di tingkat SSS" Jawab guru Ika
"Tidak mungkin. Mustahil ada pengguna elemen cahaya tingkat SSS. Di kantor asosiasi sihir saja tidak ada yang dapat mencapainya" Kata Resti
"Tenang saja. Efeknya juga sangat lama dan juga efeknya dapat menyebabkan pingsan jika terlalu lama ditahan. Selagi kita masih menunggu seseorang untuk berada di tingkat tersebut. Maka efeknya juga akan lama aktifnya" Kata guru Ika
"Aku tahu seseorang yang berada di tingkat tersebut. Ia adalah seorang pahlawan dan juga seorang pendukung" Kata Aris
"Kalau begitu, aku akan mengabarkan kepada kepala sekolah yang berada di kerajaan Eurlars" Kata kepala sekolah bergegas keluar
"Kalau begitu, aku pamit juga. Aku harus membuat penawarnya. Setelah sekian lama, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan" Kata guru Ika
"Maaf merepotkan" Kata Aris
"Tidak sama sekali. Justru, aku yang berterima kasih padamu. Kalau begitu, sampai jumpa" Kata guru Ika
"Aku juga mau pulang. Aku harap besok tidak remedial" Kata Dedi
"Aku juga, deh. Ayo pulang Resti, Dinda" Arina
"Ya, sudah. Kami pergi dulu, sampai jumpa" Kata Resti
Mereka semua pun pergi.
"Mau sampai kapan kau memelukku?" Tanya Aris
"Aku tidak mau kehilangan Tuan" Jawab Quester
"Tenang saja. Si Elf itu akan datang dan menyembuhkanku. Percaya saja padaku" Kata Aris
"Benarkah?" Tanya Quester
"Benar. Sekarang, lepaskan aku. Aku tidak sadar pingsan sampai malam" Kata Aris
"Aku kira Tuan tidak akan kembali. Aku tidak ingin sendirian. Aku hanya ingin Tuan ada disampingku" Kata Quester
"Aku mengerti. Sekarang kau kunci pintunya dan tidur. Besok kita akan pergi ke sekolah untuk melihat hasilnya. Kau mau, kan?" Tanya Aris
"Iya, mau" Kata Quester
__ADS_1
"Adikku memang baik" Kata Aris
...END...