Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Melawan Bayangan


__ADS_3

Aris dan yang lainnya berpindah tempat ke sebuah rumah kosong dengan dikelilingi banyak pohon.


"Kukira aku bisa, nyatanya aku tidak bisa" Kata Aris sedang menundukkan kepala


"Yuni..." Kata Yuli sambil menangis


"Sudahlah, nanti kita pasti bisa membawanya kembali" Kata Angelia menenangkan Yuli


"Iya, aku percaya kepada kak Angelia" Kata Yuli


"Tapi, ini dimana?" Tanya Angelia


"Ini adalah rumahku" Kata Aris


"Rumahmu? Kenapa tidak ada orang?" Tanya Angelia


"Karena aku tinggal seorang diri. Jadi, aku meninggalkan rumahku sendiri" Jawab Aris


"Kenapa kau meninggalkan rumahmu sendiri?" Tanya Angelia


"Setidaknya aku ingin mendapatkan seorang teman" Jawab Aris


"Jika kau disini, siapa yang ada di arena?" Tanya lagi Angelia


"Aku menggunakan bayanganku untuk melawan Nadia" Jawab Aris


"Kau menggunakan bayanganmu untuk melawannya? Bagaimana jika dia terluka dan tiba-tiba terkena serangan dan menghilang?" Tanya Angelia teriak


"Tenang saja, aku sudah mengaturnya agar tidak terkena serangannya sedikitpun. Bisa dipastikan kita menang dalam pertandingan ini" Jawab Aris


"Begitu, ya. Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Angelia


"Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana kita bisa menemukan Yuni" Jawab Aris


"Tapi bagaimana caranya? Kita tidak bisa mencarinya tanpa adanya jejak?" Tanya Angelia


"Aku akan mencarinya" Jawab Aris


"Baiklah, aku percaya padamu" Kata Angelia


"Untuk sekarang, aku akan membiarkan mereka tinggal disini" Kata Aris


"Apa kau yakin?" Tanya Angelia


Aris pun berdiri dan jalan ke arah mereka.


"Untuk sementara, kalian akan tinggal disini. Sampai keadaan sudah benar-benar aman" Kata Aris


"Baik, kak Aris" Kata Melani


"Apa diantara kalian ada yang bisa melakukan pekerjaan rumah?" Tanya Aris


"Aku bisa memasak" Jawab Tasya


"Aku bisa bersih-bersih" Jawab Septi


"Apa kau yakin dengan umur segitu bisa bersih-bersih?" Tanya Aris

__ADS_1


"Kak Aris terlalu meremehkan Septi" Jawab Septi


"Baiklah, bagian kebersihan kau yang bertugas" Kata Aris sambil menghela nafas


"Aku bisa mencari kayu bakar" Jawab Melani


"Bagus, kita bisa menggunakannya untuk memasak" Kata Aris


"Dan kamu?" Tanya Aris ke Yuli


"Aku suka berkebun. Kami keluarga Fraxe sangat suka berkebun" Jawab Yuli


"Baiklah, kalau begitu aku akan membeli beberapa bibit untuk kau tanam. Dan kau Riana?" Tanya Aris


"A-Aku tidak bisa apa-apa" Jawab Riana sambil menundukkan kepala


"Begitu, ya. Kalau begitu aku akan memberimu tugas" Kata Aris


"Apa itu?" Tanya Riana penasaran


"Kau akan mengawal Melani untuk mencari kayu bakar" Jawab Aris


"Baik, saya akan melaksanakannya sesuai kak Aris" Kata Riana


"Terimakasih. Karena latihan kita masih kurang, aku akan mengajarimu teknik yang lain. Agar suatu saat kau bisa melindungi dirimu sendiri atau pun orang lain" Kata Aris


"Baik!!" Kata Riana


"Kalau begitu, aku titipkan rumah ini kepada kalian. Jaga dia baik-baik, ya" Kata Aris


"Apa kak Aris akan pergi?" Tanya Tasya


"Tapi, bagaimana caranya" Tanya Angelia


"Pertama-tama aku akan kembali ke arena untuk memenangkan pertandingannya. Setelah itu, baru kita mencari Yuni" Jawab Aris


"Baiklah. tapi, akan kuulangi pertanyaanku. Dimana sekarang kita?" Tanya Angelia


"Kita berada di tengah hutan terlarang. Hutan ini dinamakan hutan larangan Berdilo" Jawab Aris


"Hutan Berdilo? Kenapa kita bisa berpindah kesini?" Tanya lagi Angelia


"Aku saat ini sedang belajar sihir teleportasi dan yang aku ingat hanya rumahku yang dulu" Jawab Aris


"Tapi, kan. Hutan larangan Berdilo merupakan tempat monster tingkat SS berada" Kata Angelia


"Memang benar disini banyak sekali monster tingkat SS. Tapi, aku sarankan jangan pernah pergi dari rumah ini" Kata Aris


"Kalau begitu, bagaimana kau bisa keluar dari sini?" Tanya Angelia


"Itu karena, aku sering bertarung dengan para monster disini" Kata Aris


"Entah kenapa, dia sangat menyeramkan. Rasanya aku tidak ingin mau bertarung dengannya" Kata Angelia dalam hati


"Baiklah, kita akan siap-siap pergi" Kata Aris


Di lain tempat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Dimana Aris?" Tanya Dinda


"Aku tidak bisa melihatnya dikarenakan debu ini" Jawab Resti


Tiba-tiba para penjaga di belakang Dinda dan Resti pergi melerai para penonton dan para bangsawan yang sedang berkelahi.


"Ada apa?" Tanya Dinda


"Nona, sepertinya ada keributan. Apakah anda ingin pergi dari sini?" Tanya pelayan di belakang Dinda


"Tidak, aku tidak akan pergi sampai pertandingan ini selesai" Jawab Dinda


"Baiklah" Kata pelayan di belakang Dinda


Saat ada perkelahian di bangku penonton Miftah sekilas melihat 2 anggota bangsawan yang sedang membawa anak kecil. Bangsawan itu memakai pakaian yang sangat panjang berwarna biru dan hitam. Tetapi, Miftah tidak memperdulikannya dan hanya melihatnya saja.


"Bagaimana? Akhirnya aku bisa mengalahkanmu" Kata Nadia tersenyum


Aris keluar dari asap itu dan hanya diam.


"Diam saja, ya? Kalau begitu, aku akan menyerangmu. Bersiaplah" Kata Nadia berancang-ancang


Nadia pun menyerang dengan sangat cepat dan tidak lupa dia juga sedikit menggunakan sihir. Tapi, Aris hanya bisa diam di tempat dan membiarkan dirinya mengenai sihirnya.


"Apa?" Tanya Nadia kaget


"Ada apa ini? Kenapa dia tidak terkena seranganku?" Tanya Nadia dalam hati


"Ada yang aneh, dia tidak berbicara dan tidak terkena semua serangannya. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Miftah dalam hati


Tiba-tiba tubuh Aris mengeluarkan cahaya putih yang menandakan bahwa dia sedang memulihkan diri. Nadia yang melihatnya langsung sigap menyerangnya.


"Tak akan kubiarkan kau memulihkan diri" Kata Nadia sambil bergerak sangat cepat ke arah Aris


Tidak beberapa lama, akhirnya terjadi ledakan yang sangat besar. Ternyata Nadia terpental sangat keras. Dan ia pun melihat apa yang sedang terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Nadia bersuara pelan


Aris pun yang sedang berdiri hanya mengangkat pedangnya.


"Apa itu? Aku merasa seperti ada sihir yang sangat besar. Jika begitu, mulai sekarang sepertinya aku hanya harus bertahan" Kata Nadia dalam hati sambil berdiri


Saat hendak berdiri Aris sudah berdiri dibelakang Nadia.


"AWAS!!!" Kata Miftah teriak


Nadia yang tidak memiliki waktu untuk menoleh langsung ditendang oleh Aris sehingga membuat dia semakin jauh.


"Apa-apaan dia itu?" Tanya Nadia


Aris pun mulai berjalan menghampiri Nadia yang sedang berusaha bangun. Dan saat sudah sampai, Aris mengangkat Nadia dan melemparnya ke tengah arena. Dan langsung memberikan sihir berupa bola api.


"Apa? Tanpa rapalan. Teknik Pedang - Tebasan Angin" Rapalan Nadia


Bola api itu pun seketika menghilang.


"Ini benar-benar di luar dugaan. Ia bisa menggunakan sihir tanpa rapalan. Setahuku hanya penyihir tingkat SSS yang bisa menggunakan sihir tanpa rapalan. Sebenarnya siapa dia itu?" Kata Miftah dalam hati

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya MIftah sadar. Bahwa Angelia tidak ada di bangku penonton, ia pun mulai berpikir ada hubungannya dengan manusia setengah hewan itu. Dan suasana di bangku penonton pun sudah mulai mereda.


...END...


__ADS_2