Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Tugas Lagi


__ADS_3

Saat sedang mengantarkan barang, Ririn dan juga Riana dihadang oleh beberapa bandit.


"Tidak baik ini. Aku hanya bisa mengalahkan beberapa saja" Kata Riana


"Kita harus mengirim barang ini ke kepala desa. Aku tidak akan kalah dari para perampok ini" Kata Ririn


"Lihatlah, kita juga mendapatkan harta karun. 2 manusia setengah hewan, tas kalian adalah target kami. Tapi, sepertinya keberuntungan datang kepada kami juga. Tangkap mereka dan juga bawaan mereka" Kata bos bandit itu


"Baik, bos" Kata para bandit itu


Mereka semua menyerang Riana dan juga Ririn. Tapi, para bandit itu dikalahkan dengan mudah oleh mereka.


"Sudah cukup main-mainnya. Kami harus pergi" Kata Riana


"Kalian tidak akan pergi kemana-mana. Keluarlah" Kata bos bandit itu


Datanglah perempuan dengan memakai masker yang sepertinya kuat.


"Dia kuat. Aku tidak tahu apakah kami bisa mengalahkannya atau tidak" Kata Riana dalam hati


"Riana, aku sudah berjanji kepada Master agar tidak mengacaukan semuanya dan membalas jasanya. Aku tidak akan kalah dari siapapun" Kata Ririn


"Iya, aku juga. Ayo, kita satukan kekuatan kita dan tunjukkan pada mereka bahwa kami juga bisa melawan para penjahat yang ada dunia ini" Kata Riana semangat


"Apa kalian berpikir bisa mengalahkan ku?" Tanya wanita itu


"Aku yakin jika kita menggabungkan kekuatan maka kami pasti bisa mengalahkanmu" Kata Riana


"Baiklah. Coba saja, targetku hanya tas itu. Serahkan saja jika kalian ingin selamat" Kata wanita itu


"Tidak hanya tas itu tapi mereka juga" Kata bos bandit memarahi wanita itu


"Perjanjiannya adalah tas itu. Kenapa kalian sangat egois?" Tanya wanita itu


"Sudahlah, dengarkan aku. Mereka juga bisa dijual dengan harga yang sangat mahal. Cepat bawa tas itu dan tangkap mereka juga" Kata bos bandit itu


"Maaf saja, aku hanya melakukan apa yang sudah menjadi perjanjian kita" Kata wanita itu


"Baiklah. Aku tunggu di markas kita. Cepatlah kembali aku akan membuat ulang perjanjian kita" Kata bos bandit itu pergi


"Baiklah, mari kita lanjutkan. Apa kalian akan menyerahkan tas itu atau tidak?" Tanya wanita itu


"Teknik Pedang - Tebasan Angin" Rapalan Riana


Datanglah sabetan pedang dengan sangat cepat. Tetapi, wanita itu dapat menghindarinya dengan mudah.


"Kau ini memang tidak bisa diajak negosiasi, ya" Kata wanita itu


"Maaf saja, aku tidak akan pernah memberikannya" Kata Riana


"Kami disini untuk melawanmu. Menyerahlah atau kami akan mengalahkanmu" Kata Ririn


"2 lawan 1, tidak buruk. Aku juga ingin melawan kalian" Kata wanita itu

__ADS_1


Di lain tempat, di hutan Ecber.


"Kenapa aku merasakan ada sesuatu yang tidak enak, ya. Mungkin perasaanku saja" Kata Maya dalam hati


"Kak Maya, tambah dong" Kata Septi


"Baiklah, tunggu sebentar. Sudahlah, mungkin perasaanku saja" Kata Maya


Di sekolah, tepatnya di kantor OSIS.


"Ada apa, Angelia?" Tanya Aris yang sedikit panik


"Dia, dia mengirimiku surat pengancaman" Jawab Angelia


"Aku sudah kesana untuk berbicara dengannya. Tapi, dia sangat kuat" Kata Debi


"Kau.." Kata Aris bersuara pelan


"Aku mengirim Debi untuk berbicara dengannya. Tapi, dia mengatakan..." Kata Angelia


"Kau harus mengalahkannya dan buatlah satu permintaan" Kata Debi


"Bagaimana cara mengalahkannya?" Tanya Aris


"Dalam seminggu ini dia akan mengadakan pertandingan. Pertandingan ini adalah menunjukkan siapa yang paling kuat di antara pengguna pedang dan juga sihir. Aris, aku mohon menangkan pertandingan itu dan buatlah permohonan untuk membatalkan pernikahan ini" Kata Angelia


"Tunggu, kenapa harus aku?" Tanya Aris


"Biarkan aku berpikir, apa pertandingan ini bisa diwakilkan oleh orang lain?" Tanya lagi Aris


"Tentu saja boleh. Memangnya kau ingin menunjuk siapa sebagai perwakilan darimu?" Tanya balik Angelia


"Aku tahu orang yang sangat berbakat dalam teknik pedang dan juga sihir" Jawab Aris


"Kau yakin bisa mengalahkannya?" Tanya Debi


"Aku tidak tahu. Ceritakan semuanya secara detail padaku calon suamimu itu. Aku harus mengetahui semua teknik-tekniknya dan juga sihirnya agar bisa membuat rencana untuk mengalahkannya" Jawab Aris


"Baiklah akan aku ceritakan semuanya" Kata Angelia


Angelia pun mengatakan semuanya kepada Aris.


"Begitu, ya. Baiklah, aku akan mencari cara untuk mengalahkannya. Kau tunggu saja kabar baik dariku" Kata Aris


"Namanya adalah Rafi. Rafi Werder. Dia berasal dari keluarga Werder, keluarga dia mengelola sebagian pertanian di kota tersebut. Mungkin orang tuaku diancam olehnya" Kata Angelia tambahnya


"Baiklah, aku pergi dulu" Kata Aris sambil pergi meninggalkan kantor OSIS


"Apa kau yakin menyerahkan tugas ini padanya?" Tanya Debi


"Aku tahu dia kuat apalagi teknik pedangnya. Aku hanya bisa berharap dia bisa memenuhi permintaanku" Kata Angelia


"Kalau kau bilang begitu aku akan percaya juga" Kata Debi

__ADS_1


"Debi, berikan semua apa yang dia minta. Kita sudah mempercayakan padanya, maka dari itu setidaknya kita harus memberikan apa yang dia butuhkan" Kata Angelia


"Dimengerti, akan saya laksanakan" Kata Debi keluar dari kantor OSIS


Terdengar suara bel berbunyi menandakan bahwa jam istirahat sudah selesai. Aris pun masuk ke kelasnya. Debi yang masih di lorong hanya bisa melihat Aris memasuki kelasnya.


"Aris, apa kau sibuk saat ini?" Tanya Dedi


"Sepertinya aku bakalan sibuk belakangan ini. Memangnya ada apa?" Tanya Aris


"Begitu, ya. Tidak ada apa-apa" Kata Dedi


"Jika kau mempunyai masalah, katakan saja. Mungkin aku bisa membantumu walaupun sedikit" Kata Aris


"Terimakasih, kawan. Aku senang mendengarnya" Kata Dedi


Bel pulang pun berbunyi. Semua orang pada pulang ke asramanya masing-masing. Di lorong, Aris bertemu dengan Debi yang sudah menunggunya.


"Kau.." Kata Aris


"Bisa temani aku sebentar?" Tanya Debi


Mereka berdua berbicara di lantai dua. Jadi, Aris dan Debi bisa melihat lapangan sekolah yang luas.


"Jadi, ada apa?" Tanya Aris


"Angelia menyuruhku untuk memberikan apapun yang kau butuhkan untuk perjalanan ini. Apa ada yang ingin kau butuhkan?" Tanya Debi


"Begitu, ya. Aku butuh jubah. Jubah ini akan aku gunakan setiap kali aku melakukan tugas. Aku hanya ingin terlihat keren" Jawab Aris


"Apa itu saja?" Tanya Debi sambil tersenyum


"Sebenarnya ini yang lebih penting" Kata Aris


"Apa itu? Biarkan aku kabulkan permintaanmu" Kata Debi


"Bisa kau bantu aku untuk absensinya? Aku tidak mau di laporan belajarku aku mendapati bahwa aku bolos di setiap pelajaran" Kata Aris


"Baiklah. Aku bantu dengan itu. Apa ada lagi?" Tanya Debi


"Aku mau kau jubahku seperti ini" Kata Aris memberikan sebuah kertas bergambar


"Ini, kan.." Kata Debi terkejut


"Ya, aku penggemar berat The Master Academy. Maka dari itu, aku ingin memiliki jubahnya walaupun ini hanya sebuah kain" Kata Aris


"Permintaanmu aneh-aneh, ya. Baiklah, aku akan melaksanakan semuanya" Kata Debi


"Tunggu sebentar, apa hubungan kau dengan Angelia. Walaupun kalian teman, tapi kalian seperti memiliki kedekatan yang luar biasa. Bisa kau ceritakan itu?" Tanya Aris


"Hubunganku dengan Ketua? Baiklah, aku akan ceritakan semuanya" Jawab Debi


...END...

__ADS_1


__ADS_2