
Setelah jam istirahat, Aris memanggil Quester untuk membangunkan Alan agar menyuruhnya pergi ke sekolah.
"Baik, Tuan" Kata Quester
Sesampainya di sana, Alan langsung berkeliling di sekitaran sekolah. Saat berkeliling, Alan merasakan ada seseorang yang sedang mengawasinya. Alan pun pergi dan sesampainya di persimpangan lorong, Alan belok ke arah kiri. Dan orang yang mengikutinya pun berbelok ke arah kiri. Saat berbelok, orang itu terkejut karena ia tidak bisa menemukannya. Dan tiba-tiba Alan muncul dibelakang orang tersebut dan langsung membuatnya pingsan.
"Aku akan menahan mu. Kau tunggu saja" Kata Alan
"Tuan, aku menemukan orang yang mencurigakan. Apa kau tahu sesuatu?" Tanya Alan lewat telepati
"Orang yang mencurigakan? Sejak kemarin aku tidak merasakan apa-apa. Apa orang itu baru saja datang?" Tanya Aris membalas lewat telepati
"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi, aku sudah menahannya. Jika mau, Tuan bisa menginterogasinya" Kata Alan lewat telepati
"Baiklah. Terimakasih banyak. Tunggu di taman, setelah ini aku akan menemuimu" Kata Aris lewat telepati
"Dimengerti, Tuanku" Kata Alan lewat telepati
Setelah jam pelajaran selesai, Aris langsung pergi ke taman untuk menemui Alan.
"Jadi, dimana orangnya?" Tanya Aris
"Aku menaruhnya di belakang sekolah. Apa Tuan ingin kesana?" Tanya balik Alan
"Bawa aku kesana. Kita perlu menginterogasinya" Jawab Aris
"Baik" Kata Alan menundukkan kepalanya
Mereka berdua pun pergi ke belakang sekolah untuk menemui orang tersebut. Aris terkejut karena orangnya adalah penjaga ibukota kerajaan Eurlars.
"Ini, kan" Kata Aris sedikit terkejut
"Ada apa, Tuan?" Tanya Alan
"Alan, apa kau tahu orang ini?" Tanya balik Aris
"Tentu saja. Mereka adalah penjaga dari kerajaan Eurlars. Memangnya ada apa?" Tanya Alan
"Setelah sadar, kita harus menginterogasinya. Waktunya kita menemui ketua OSIS dan juga wakilnya" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Alan menundukkan kepalanya
Setelah berjalan di lorong, Aris dipanggil oleh Ibu guru Ika.
"Aku sudah mencarimu kemana-mana" Kata Ika
"Ada apa, Bu guru?" Tanya Aris
"Pahlawan. Pahlawan telah tiba" Jawab Ika
"Ternyata begitu. Itu adalah pengawalnya. Kenapa aku tidak tahu. Dimana dia?" Tanya Aris
"Dia sedang berada di kantor kepala sekolah. Dia menyuruhku untuk membawamu padanya" Kata Ika
"Baiklah. Alan, kau tunggu di kantor OSIS saja. Aku akan segera menemuimu" Kata Aris
"Baik" Kata Alan menundukkan kepalanya
"Mari kita pergi Bu Ika" Kata Aris
"Ayo" Kata Ika
Mereka berdua pun pergi ke kantor kepala sekolah.
"Permisi" Kata Ika
"Masuklah" Kata kepala sekolah
"Kepala sekolah, aku sudah membawa Aris" Kata Ika
"Bagus. Terimakasih. Silahkan duduk" Kata kepala sekolah
Aris dan Bu guru Ika duduk di sofa yang sudah disediakan.
"Aris, dia adalah salah satu keempat pahlawan. Dan merupakan salah satu ras Elf" Kata kepala sekolah
__ADS_1
"Namaku adalah Elfa. Aku disini untuk menyembuhkan penyakitmu. Salam kenal" Kata Elfa
"Terimakasih banyak, Tuan pahlawan. Aku harus bersikap seperti orang biasa, dengan begitu dia akan langsung menyembuhkanku" Kata Aris dalam hati
"Kamu.. Apa kamu memiliki hubungan dengan The Master Academy yang hilang?" Tanya Elfa
Mendengar itu, Aris terkejut.
"The Master Academy yang hilang? Aku.. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan orang kelas atas" Jawab Aris
"Begitu, ya" Kata Elfa
"Tuan pahlawan, memangnya ada apa?" Tanya kepala sekolah
"Tidak. Aku hanya merasa dia seperti The Master Academy yang hilang" Jawab Elfa
"Dia saja tidak memiliki sihir. Bagaimana dia bisa memiliki hubungan dengan The Master Academy?" Tanya Ika
"Kau tidak memiliki sihir? Lalu bagaimana caramu bertarung?" Tanya Elfa
"Aku bertarung menggunakan pedang. Gawat, dia sepertinya mencari kebenaran tentang diriku. Aku harus keluar dari pembicaraan ini" Kata Aris dalam hati
"Maaf mengganggu. Tapi, bisakah kita mulai saja dengan penyembuhannya. Ketua OSIS memberiku misi. Jadi, aku harap kalian mengerti dengan keadaannya" Kata Aris
"Baiklah. Kita lakukan saja penyembuhannya. Lagipula, aku juga ingin segera pulang" Kata Elfa
"Terimakasih banyak" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya
"Bu guru Ika, bawa mereka berdua ke UKS. Pastikan kau menjaga mereka agar tetap aman" Kata kepala sekolah
"Baiklah, kepala sekolah. Mari kita pergi Tuan pahlawan" Kata Ika
Mereka bertiga pun pergi ke ruangan UKS.
"Baiklah. Buka bajumu dan celanamu" Kata Elfa
"Eh? Apa menurutmu aku harus telanjang?" Tanya Aris sangat terkejut
"Tidak juga. Gunakan celana pendekmu saja" Jawab Elfa
"Ba-Baiklah. Aku aku lepaskan" Kata Aris menunduk malu
"Sekarang berbaring. Aku akan memeriksamu" Kata Elfa
"Baik" Kata Aris sambil menaiki kasur dan berbaring
Elfa pun mengeceknya dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Ada apa, Tuan pahlawan?" Tanya Elfa
"Kau memang benar-benar tidak mempunyai mana sama sekali. Tetapi, bagaimana caramu masuk ke sekolah sihir ini?" Tanya Elfa
"Awalnya aku hanya mencobanya saja. Aku tahu, aku tidak memiliki sihir sama sekali. Jadi, aku mencoba keberuntunganku lewat ujian tertulis. Dan hasilnya, aku berhasil lulus" Jawab Aris
"Dan acara The Master Academy kemarin kau ikut pertandingan itu?" Tanya Elfa
"Ya, aku menggunakan pedang" Jawab Aris
"Dia memang tidak memiliki sihir. Tapi, kemampuan pedangnya sangat tidak boleh diragukan. Dia pernah mengalahkan penyihir tingkat S dan menurutku, itu adalah pencapaian yang luar biasa" Kata Elfa dalam hati
"Ada apa?" Tanya Aris
"Tidak ada apa-apa. Sekarang aku akan keluarkan penyakitmu" Kata Elfa
Elfa melakukan pemurnian dengan menggunakan sihir cahayanya. Dan tidak lama, Aris telah selesai melakukan pengobatan.
"Tuan pahlawan, terimakasih banyak" Kata Aris
"Tidak apa-apa. Itu sudah tugasku untuk menyembuhkanmu. Setelah ini, aku akan melaporkan kejadian ini dan juga kepala sekolah dari sekolahku mengirimi mu ini" Kata Elfa memberikan surat
"Sebuah surat?" Tanya Aris
"Aku tidak tahu isinya mungkin saja itu sebuah perintah untukmu" Jawab Elfa
"Baiklah. Aku akan membacanya" Kata Aris
__ADS_1
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku akan melaporkan ini pada kepala sekolah" Kata Elfa
"Tunggu sebentar. Aku juga ingin memberikan surat ini padanya. Alangkah baiknya, kita berdua pergi ke kantor kepala sekolah. Bagaimana?" Tanya Aris
"Apa kau mulai jatuh cinta padaku? Sehingga kau sebisa mungkin ingin mendekatiku?" Tanya Elfa
"Apa? Tidak mungkin.. Aku hanya ingin memberikan surat ini padanya dan juga lagipula kita satu arah" Kata jawab Aris
"Begitu, ya. Mohon maaf, aku tidak tertarik dengan manusia. Mereka adalah musuh bagi kami, yaitu ras elf" Kata Elfa
"Berbicara dengan ras elf, aku memiliki satu di rumahku" Kata Aris
Mendengar itu Elfa langsung marah dan menyerang Aris dengan sangat cepat. Tetapi, Aris bisa menahannya dan mengunci tubuhnya.
"Kau!!!" Kata Elfa marah
"Tenang dulu, Elf kecil. Mereka benar-benar benci dengan dengan manusia, ya" Kata Aris
"Sialan kau, dimana elf yang kau tawan itu? Cepat kembalikan!!" Kata Elfa benar-benar marah
"Tenang dulu. Kau adalah salah satu 4 pahlawan. Dan yang paling kuat adalah dirimu. Jika aku bisa mengalahkanmu, maka pahlawan lainnya juga akan bisa kami kalahkan" Kata Aris
"Kau..!!" Kata Elfa
"Tidak baik berbicara disini. Alan!!" Kata Aris memanggil Alan
"Ya, tuanku" Kata Alan
"Bawa dia bersama pengawalnya" Kata Aris
"Kau, lepaskan aku" Kata Elfa
"Percuma saja, kekuatan mu tidak bahkan bisa mengalahkanku ataupun mengalahkan dia. Menyerahlah" Kata Aris
"Sial.." Kata Elfa
"Tenang saja. Aku tidak akan menyakitimu" Kata Aris
"Kau pikir aku akan percaya padamu?" Tanya Elfa
"Terserah kau saja. Alan, bawa dia" Kata Aris
"Ya, Tuan" Kata Alan
Alan dan Aris, membawa Elfa kesebuah kelas yang kosong.
"Baiklah, aku sudah memakai sihir kedap suara. Jadi, teriaklah sesuka kalian" Kata Aris
"Katakan, apa tujuanmu?" Tanya Elfa
"Alan, lepaskan ikatan mereka" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Alan
Alan pun melepaskan ikatannya dan Elfa kembali menyerang. Tetapi, Aris masih bisa mengalahkannya.
"Kau, padahal kau manusia biasa. Kenapa bisa sekuat ini?" Tanya Elfa
"Alan, buka topeng pengawalnya" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Alan
Alan membuka topengnya dan setelah membukanya Aris maupun Alan tidak terkejut sama sekali karena dia adalah seorang perempuan dengan telinga elf.
"Begitu, ya. Ternyata pengawalnya juga ras elf" Kata Aris
"Terus? Setelah ini, apa yang akan kau lakukan? Menjual kami?" Tanya Elfa
"Menjual kalian? Sebelumnya aku juga kepikiran untuk menjual kalian, karena kondisi ekonomi ku juga sangat kurang. Tapi, karena aku adalah orang yang baik maka aku tidak akan menjual kalian" Jawab Aris
"Lalu? Menjadikan kami budakmu, agar kau bisa selalu puas dengan kami?" Tanya lagi Elfa
"Pemuas nafsu? Tentu saja aku juga ini, lagipula aku juga masih perjaka dan belum menikah. Tapi, aku katakan sekali lagi aku adalah orang baik" Kata Aris
"Lalu, kau akan melepaskan kami?" Tanya Elfa
__ADS_1
"Tentu tidak. Pembicaraan kita tentang elf yang berada di rumahku belum selesai. Maka dari itu aku disini ingin menyelesaikannya" Kata Aris
...END...