Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Rencana Besar


__ADS_3

Setelah mengerjakan semuanya. Aris dan Dedi akhirnya bisa beristirahat sejenak karena dapur yang diimpikan oleh Aris telah selesai.


"Akhirnya, selesai" Kata Dedi


"Aku tidak percaya. Aku akhirnya memiliki dapur" Kata Aris


"Selamat, temanku. Akhirnya kau memiliki apa yang kau impikan selama ini" Kata Dedi


"Ini juga berkatmu. Terimakasih banyak, Dedi" Kata Aris


"Ya. Aku senang. Kalau begitu, aku pergi dulu" Kata Dedi


"Kau tidak ingin mencoba masakanku?" Tanya Aris


"Tentu saja. Tapi, aku sudah lelah. Kau bisa mengirimkannya padaku" Jawab Dedi


"Baiklah. Sebelum itu aku harus membeli bahan-bahannya terlebih dahulu" Kata Aris


"Baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu, ya. Aku sudah mengantuk" Kata Dedi


"Terimakasih banyak. Loh, aku lupa mengembalikan ini padanya" Kata Aris melihat kotak makan Resti


Setelah itu, Aris melihat jam dan waktu menunjukkan sore hari. Ia pun pergi ke bawah untuk membeli beberapa sayuran dan juga makanan kaleng.


"Tolong sayur dan juga makanan kalengnya" Kata Aris


"Baik" Kata penjualnya


Setelah mendapatkan bahan-bahannya. Aris langsung mandi dan istirahat. Saat terbangun ia sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Ia pun bergegas membuat makanan menggunakan dapur yang baru saja selesai.


"Kenapa aku tidak tahu jika waktu sudah malam. Aku harus bergegas" Kata Aris


Setelah selesai, Aris langsung pergi memberikan makanannya ke Dedi yang berada di kamarnya.


"Dedi? Apa kau didalam?" Tanya Aris


"Ya, masuk saja" Jawab Dedi


Aris pun membuka pintunya dan melihat Dedi yang sedang menulis surat.


"Apa itu?" Tanya Aris


"Ah, ini. Ini surat untuk orangtuaku. Jadi, ada keperluan apa?" Tanya Dedi


"Ini, aku sudah membuatnya. Aku juga tidak yakin dengan rasanya tapi cobalah" Kata Aris


"Wah, sepertinya sudah jadi. Tapi, apa ini?" Tanya Dedi


"Aku menggunakan bahan-bahan dari makanan kaleng. Jadi, aku menggunakan sedikit sayuran agar bisa membuat lebih kenyang" Jawab Aris


"Begitu, ya. Yah, aku tidak peduli. Selagi itu masakanmu, apapun akan kumakan" Kata Dedi


"Terimakasih banyak" Kata Aris


Setelah itu, Aris pergi kembali ke kamarnya.


"Tuan, aku lapar. Apakah Tuan masih menyisakan sedikit untukku?" Tanya Quester


"Ada. Dan tentu saja itu untukmu. Aku sudah siapkan sebelum kau memintanya. Silahkan dimakan. Tapi, aku tidak yakin dengan rasanya" Kata Aris

__ADS_1


"Ya. Terimakasih banyak, Tuan" Kata Quester yang langsung pergi ke dapur


Setelah Quester memakan semuanya. Ia pun duduk bersama Aris di dekat jendela.


"Cuacanya bagus, ya" Kata Aris


"Eh? Ya. Cuacanya sangat bagus. Memangnya kenapa?" Tanya Quester


"Entah kemana. Aku berharap turun hujan" Jawab Aris


"Tuan, tadi enak sekali. Aku bersyukur menjadi hewan peliharaanmu" Kata Quester


"Begitu, ya. Aku juga sangat senang" Kata Aris sambil mengelus kepalanya


"Tuan, aku suka sekali kepalaku di elus oleh Tuan" Kata Quester


"Sebenarnya aku ingin sekali membuka usaha. Tapi, apakah aku bisa?" Tanya Aris


"Usaha? Usaha apa yang ingin Tuan buka?" Tanya balik Quester


"Kau tahu, dirumahku tanahnya subur. Jadi, aku ingin berjualan sayuran dan buah-buahan" Jawab Aris


"Begitu, ya. Memang benar tanahnya sangat subur. Tapi, apa mereka yakin mau membeli dagangan kita? Lagipula jika ada pembeli datang, ia harus melewati banyak sekali monster-monster. Belum lagi, lokasi kita yang sangat dalam di hutan sana" Kata Quester


"Untuk itu, aku ingin membangun pos di luar hutan. Jadi, pembeli hanya datang ke pos itu sedangkan untuk pengantaran barangnya. Aku mungkin akan menyewa petualang untuk misi pengawalan" Kata Aris


"Tapi, kenapa Tuan ingin membuka usaha sayuran? Bukankah masih banyak pekerjaan yang lain?" Tanya Quester


"Aku bingung dengan hasil panen yang ada di rumah itu. Dan juga, aku tahu betul bahwa ras setengah hewan itu suka sekali dengan bekerja. Jadi, jika aku tidak bisa membuatnya bekerja. Aku takut mereka akan pergi. Entah itu menjadi pemburu atau yang lainnya" Jawab Aris


"Begitu ya. Tapi, apa yang harus kita lakukan pertama kali?" Tanya Quester


"Jadi, kita besok akan pergi ke kantor asosiasi sihir, ya. Apa ada yang ingin kau lakukan padaku?" Tanya lagi Quester


"Aku ingin kau menjadi adikku dan menghilangkan sementara aliran sihir. Dengan begitu, mereka pasti berpikir kita hanya warga biasa" Jawab Aris


"Begitu, ya. Rencana Tuan sangat hebat. Baiklah. Waktunya kita tidur" Kata Quester


Setelah itu, Aris pun pergi tidur juga. Di malam hari ia bermimpi buruk.


"Sayangku, dimana kamu?" Tanya wanita dengan wajah yang menyeramkan


Mendengar itu, Aris langsung terbangun dengan wajah yang penuh keringat.


"Apa itu? Jangan-jangan..." Kata Aris dalam hati


Setelah itu, Quester pun ikut terbangun.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Quester


"Tidak, tidak ada apa-apa" Jawab Aris


"Baiklah. Aku mau mandi dulu setelah itu kita berangkat" Kata Quester


"Ya, duluan saja. Nanti aku belakangan" Kata Aris


"Kau yakin tidak ada apa-apa?" Tanya lagi Quester


"Benar-benar tidak ada apa-apa" Jawab Aris

__ADS_1


Setelah mereka berdua mandi dan bersiap-siap. Tiba saatnya mereka untuk pergi.


"Apa tidak ada yang ketinggalan, Tuan?" Tanya Quester


"Aku baru ingat, Quester. Bisa kau kunci pintu kamarnya? Jika ada tamu, mereka akan tahu bahwa aku pergi" Jawab Aris


"Baiklah" Kata Quester


"Sebenarnya aku sudah berjanji pada mereka akan membuatkan makanan. Tapi, setelah aku berpikir. Mungkin akan aku buatkan saat sudah memasuki sekolah saja" Kata Aris


"Tenang saja. Tuan, masakanmu selalu enak. Aku berani jamin itu" Kata Quester


"Kalau kau bilang begitu. Aku jadi merasa lega. Terimakasih, Quester" Kata Aris sambil tersenyum


"Sudahlah. Ayo kita berangkat" Kata Quester terkejut melihat senyuman Aris


"Ah, aku lupa. Baiklah" Kata Aris sambil mengeluarkan sihir teleportasi


Setibanya di pusat kota, Quester langsung berubah wujud menjadi anak kecil dan menghilangkan aliran mananya.


"Baiklah. Kita berangkat" Kata Aris


"Baik. Tuan" Kata Quester


Mereka berdua pun pergi ke kantor asosiasi sihir. Setelah tiba disana, ia disambut oleh resepsionis.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis itu


"Ya, kami ingin bertemu dengan pak Ade dan juga Bu Ida. Apakah mereka berdua ada?" Tanya Aris


"Mereka ada. Apa perlu aku panggilkan?" Tanya balik resepsionis


"Ya, tolong. Aku akan duduk di bangku sebelah sana" Jawab Aris


"Baik. Tunggu sebentar" Kata resepsionis itu


Tidak lama, mereka berdua pun sampai.


"Kau.." Kata Ade


"Yo... " Kata Ida


"Selamat pagi. Maaf, merepotkan anda berdua pagi-pagi ini" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Ah, tidak apa-apa. Lagipula kami juga sedang santai. Jadi, ada apa?" Tanya Ida


"Aku langsung ke intinya saja. Aku dengar, kalian mempunyai rumah lama yang berada di dalam hutan Ecber" Kata Aris


"Ya, kami pemiliknya" Kata Ade


"Masa, aku saja tidak ingat" Kata Ida


"Kalau begitu, tolong jual padaku. Aku ingin sekali mempunyai rumah itu" Kata Aris


"Kau yakin? Rumah itu cukup lama dan juga disana banyak sekali monster. Tunggu sebentar, jika kau tahu rumah kami ada disana? Bagaimana kau bisa lolos dari para monster itu?" Tanya Ade


"Aku pernah masuk kedalam sana untuk mencari pengalaman bertempur ku. Dan melihat rumah itu sangat rusak dan rapuh. Setelah itu, aku bertanya kepada kepala sekolah tentang rumah yang berada di hutan Ecber. Dan benar saja, ia mengatakan bahwa rumah itu adalah milik kalian" Jawab Aris


"Benarkah?" Tanya Ade yang merasa curiga

__ADS_1


...END...


__ADS_2