
"Iya" Kata Aris
"Masuklah" Kata perempuan berambut biru pendek
Tanpa berpikir Aris langsung masuk ke dalam. Ia terkejut karena ruangannya sempit dan juga basah. Mungkin, karena hujan beberapa waktu lalu.
"Permisi" Kata Aris sambil masuk ke rumahnya
"Ini adalah teman-temanku" Kata perempuan berambut biru pendek
Mereka yang melihat Aris tampak ketakutan dan tidak ingin berbicara dengannya.
"Namaku Aris Darmayudha. Panggil saja Aris" Kata Aris
"Oh iya, namaku Melani Leimena. Umurku 15 tahun" Kata perempuan berambut biru pendek
"Oh, salam kenal" Kata Aris sambil memberikan salam
"Aku juga salam kenal" Kata Melani membalas salamnya
"Jadi, siapa nama kalian?" Tanya Aris
"Ah.. aku. Yuli Fraxe. Panggil saja Yuli. Umurku 14 tahun" Kata perempuan berambut panjang berwarna merah
"Salam kenal, Yuli" Kata Aris sambil tersenyum
"A-aku.. na-namaku adalah Yuni Fraxe. Panggil saja Yuni. Umurku 15 tahun" Kata perempuan berambut panjang berwarna merah
"Yuni? Apa kalian saudara?" Tanya Aris
"Ya, dia adalah saudaraku dari suku Fraxe" Kata Yuni
"Kalau begitu, salam kenal juga, Yuni" Kata Aris sambil tersenyum
"Namaku Septi Sanustika. Salam kenal. Umurku 13 tahun" Kata perempuan berambut pendek coklat sambil ngumpet dibalik Tasya
"Tenanglah. Jangan takut. Kak Aris tidak jahat kok. Ayo, beri salam padanya" Kata Tasya
"Baiklah" Kata Septi sambil memberikan tangannya
"Salam kenal ya, Septi" Kata Aris sambil tersenyum
"Dan namaku adalah Riana Antoinette. Umurku 17 tahun. Salam kenal" Kata perempuan berambut pirang panjang
"17 tahun? Berarti kau yang paling besar ya disini? Ternyata kau manis juga, ya?" Tanya Aris sambil tersenyum
"A-apa kau juga akan menculik ku?" Tanya Riana sambil mundur sedikit
"Tentu saja tidak. Aku hanya ingin melihat teman-temannya Tasya" Jawab Aris
"Sudah kubilang, kan? Kak Aris itu orangnya baik" Kata Tasya
"Aku benar-benar tidak setuju dengan itu. Biasanya manusia hanya baik diawal dan jika sudah berhubungan cukup maka sifat aslinya akan keluar" Kata Melani
"Apa aku seperti itu dimata mereka?" Tanya Aris dalam hati
"Itu tidak benar! Aku yang mengalaminya sendiri kak Aris itu baik hati. Jika begitu mana mungkin dia tidak menculikku saat pertama kali bertemu?" Tanya Tasya teriak
__ADS_1
"Sudahlah, pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah" Kata Aris menenangkan
"Tasya, kau sepertinya sudah dicuci otaknya oleh dia. Sadarlah!" Kata Melani teriak
"Otakku tidak sedang dicuci! Aku berbicara sesuai keadaan!" Kata Tasya teriak juga
"Kalau begitu, Aku akan pergi saja" Kata Aris
"Tidak, tunggu! Biarkan aku ikut denganmu" Kata Tasya
"Apa? Kau tidak percaya apa yang dikatakan temanmu? Bagaimana kalau aku memang sedang mengincar mu untuk dijual?" Tanya Aris
"Itu tidak apa-apa. Karena.. akhirnya aku tahu cara diperlakukan dengan baik oleh seseorang" Kata Tasya
"Tasya.." Kata Melani
"Pokoknya aku akan ikut dengannya. Kalian berusahalah sendiri" Kata Tasya bersedih
"Baiklah, aku akan ikut juga dengannya" Kata Melani
"Tapi.." Kata Tasya
"Kita sudah berjanji untuk tidak berpisah, kan?" Tanya Melani
"Melani!!" Kata Tasya sambil memeluk Melani
"Quester, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aris lewat telepati
"Berusahalah untuk membesarkannya dan juga ajari dia cara bertarung. Dengan begitu mereka bisa hidup mandiri tanpa bantuanmu" Jawab Quester lewat telepati
"Terkadang perkataanmu memang benar, ya?" Tanya Aris bersuara kecil
"Aku masih belum dipercaya olehmu, ya?" Tanya Aris
"Anu.. kakak, apa kakak tidak akan menculikku?" Tanya Septi memohon
"Sial.. imut banget. Ehm.. tentu tidak. Kakak akan menjadi kakak yang baik untuk kalian semua" Kata Aris mendekati Septi sambil mengusap kepalanya
"Janji ya kakak. Kakak akan melindungi aku dan. teman-temanku?" Tanya Septi sambil memeluknya
"Sialan terlalu imut. Bisa-bisa aku kena penyakit gula berlebih. Pokoknya kita akan pergi dari sini. Tempat ini sepertinya kurang nyaman bagi kalian. Aku tahu tempat yang bagus dan juga nyaman bagi kalian" Kata Aris
"Baik, kakak Aris!" Kata semuanya
"Sial, terlalu banyak gula" Kata Aris dalam hati
Tidak berapa lama akhirnya mereka berenam pun keluar dari rumah lamanya dan pergi ke arena. Disana Aris bertemu dengan Angelia. Angelia yang melihatnya langsung kaget dan juga marah.
"Hey lolicon, kenapa kau membawa mereka? Apa kau beneran seorang pedofil?" Tanya Angelia jijik
"Ti-tidak, ini tidak bener. Dia meminta pertolongan dan aku yang menyelamatkannya" Jawab Aris
"Eh, benarkah?" Tanya Angelia masih jijik dengan Aris
"Kakak pemarah, jangan memarahi kakakku" Kata Melani
"Ho.. jadi apa kau benar adiknya?" Tanya Angelia
__ADS_1
"Te-tentu saja" Kata Melani
"Jika kau memang adiknya. Apa kau tahu semua tentangnya?" Tanya Angelia
"Ti-tidak tahu dan tidak peduli" Jawab Melani
"Sudah, sudah tenanglah. Kakak cantik mohon maafkan temanku yang sudah kasar kepada kakak. Aku mohon kakak maafkanlah dia" Kata Tasya sambil menundukkan kepalanya
"Ba-baiklah aku maafkan dia cuma karena kau yang memintanya. Ngomong-ngomong, namamu siapa?" Tanya Angelia yang melihat sisi imutnya Tasya
"Dia.. apakah jangan-jangan.." Kata Aris
"Namaku Tasya" Kata Tasya sambil tersenyum
"Jadi namamu Tasya, ya? Aku ingin sekali memelukmu setiap hari" Kata Angelia
"Kalau itu tidak bisa. Karena aku akan selalu ikut bersama kakak setiap hari" Kata Tasya
"Kau.. apa yang sudah kau perbuat terhadap anak imut ini? Apa kau sudah mencuci otaknya?" Tanya Angelia kesal
"Ti-tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya.." Kata Aris ketakutan
"Hanya..?" Tanya Angelia yang masih marah karena penasaran
"Hanya.. seorang kakaknya" Jawab Aris
"Apa yang kau katakan. Itu lucu sekali. Baiklah, Aris kita harus istirahat karena pertandingannya besok" Kata Angelia
"Apa kakak cantik dan kakak Aris ikut pertandingan?" Tanya Yuni
"Ah.. namaku Angelia Frasiska. Panggil saja Angelia. Tidak, kakak yang mengikuti pertandingannya sedangkan dia guru yang melatih kakak" Kata Angelia
"Berarti kak Angelia belajar pedang sama kak Aris, ya?" Tanya Yuli
"Begitulah" Kata Angelia
"Pertandingan besok, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Aris
"Kau pergilah mencari penginapan, dan aku akan pergi sebentar bersamanya" Kata Angelia sambil memegang Tasya
"Kenapa aku?" Tanya Aris
"Ha? Mau kusebarkan tentang kalau kau adalah seorang lolicon?" Tanya Angelia dengan tatapan tajam
"Ti-tidak, baik. Aku akan pergi" Kata Aris ketakutan
"Kalau begitu, dek Tasya mari kita jalan-jalan dan beli beberapa makanan. Untuk kalian juga tunggu saja, kakak juga akan membelikan buat kalian. Tapi, tidak untuk pedofil" Kata Angelia
"Apa memang segitunya diriku?" Tanya Aris bersuara kecil
"Te-tenang saja kak Aris, aku juga akan membantumu" Kata Riana
"Kau memang yang terbaik dek Riana" Kata Aris sambil berlari ke arah Riana
"Apa yang kau lakukan, dasar bodoh?" Tanya Angelia sambil memukul Aris
"A-aku hanya memujinya" Kata Aris setengah sadar karena dipukul oleh Angelia
__ADS_1
...END...