
Setelah selesai mandi dan ganti pakaian Angelia masuk ke kamarnya. Tetapi ia kaget karena Aris terpaku melihat salah satu pedang miliknya.
"Aris, ada apa?" Tanya Angelia
"Angel, darimana kau mendapatkan pedang ini?" Tanya Aris
"Aku membelinya pada saat acara final" Jawab Angelia
"Dimana kau membelinya?" Tanya Aris teriak sambil mendekati Angelia
"Aku membelinya di pedagang, ia mengatakan padaku bahwa pedang ini sudah digunakan oleh Darma di pertandingan sebelumnya" Jawab Angelia ketakutan
"Baiklah maafkan aku, aku punya permintaan padamu" Kata Aris
"Apa itu?" Tanya Angelia
"Aku ingin kau memberikan pedang ini ke kantor asosiasi sihir untuk dihancurkan" Jawab Aris
"Dihancurkan? Tapi kenapa? Pedang ini tidak pernah menyakiti aku dan orangtuaku. Tapi kenapa harus dihancurkan?" Tanya Angelia panik
"Karena pedang itu memiliki aura jahat" Kata Aris
"Aura jahat?" Tanya Angelia kebingungan
"Biar aku tanya padamu, apakah semenjak kamu membeli pedang ini orangtuamu selalu pulang malam?" Tanya Aris
"ya.. semenjak aku membelinya orangtuaku tidak pernah ada untukku dan sejak itu pula aku bingung ada masalah apa aku dan orangtuaku" Jawab Angelia menangis kecil
"Aura itu dinamakan aura pemutus hubungan" Kata Aris
"Pemutus hubungan?" Tanya Angelia semakin bingung
"Jadi aku sarankan kamu untuk pergi ke kantor asosiasi sihir dan hancurkan pedang ini. Dengan begitu, hubungan orangtuamu dan dirimu akan kembali seperti semula" Kata Aris
"Tapi.. pedang ini digunakan oleh Darma" Kata Angelia menahan tangisnya
"The Master Academy tidak pernah menggunakan pedang yang memiliki aura jahat" Kata Aris
"Kalau begitu, besok aku akan membawanya ke kantor asosiasi sihir" Kata Aris
"Itu bagus, sekarang apa kau ingin aku peluk?" Tanya Aris
"Ya.. tentu saja. Peluk aku. Aku sangat ingin dihibur" Kata Angelia
Setelah mendapatkan jawaban itu Aris langsung memeluknya dan Angelia menangis. Besok paginya Aris yang tidur di rumahnya Angelia dibangunkan oleh alarm.
"Angelia.. angel. Bangun sudah pagi" Kata Aris
"(menguap).. Baiklah. Aku akan bangun" Kata Angelia
"Jangan lupa kita akan pergi ke kantor asosiasi sihir" Kata Aris
"Iya.. tunggu sebentar" Kata Angelia
"Kalau begitu aku akan menyiapkan sarapan, ya?" Kata Aris
"Baiklah" kata Angelia
Setelah beberapa waktu akhirnya Angelia bangun dan Aris sudah menyiapkan sarapannya.
"Makan dahulu setelah itu kita pergi" Kata Aris
__ADS_1
"Ya.." Kata Angelia sambil memakan sesendok
"Bagaimana? Apa enak?" Tanya Aris
"Ah.. enak sekali. Pasti kau bisa menjadi suami yang baik" Kata Angelia
"Suami, ya? Aku rasa itu terlalu berlebihan" Kata Aris
Setelah menghabiskan sarapannya mereka berdua pun pergi ke kantor asosiasi sihir sambil membawa pedang yang telah dipakaikan sarungnya.
"Setelah kita menghancurkan pedang ini, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Aris
"Apa kau ingin berkencan denganku setelah ini?" Tanya balik Angelia
"Kencan? Ya.. tidak masalah" Jawab Aris
"Kalau begitu, kita harus cepat-cepat" Kata Angelia
Saat berjalan-jalan mereka berdua bertemu dengan Arina dan Dinda yang sedang berbelanja di sekitaran tempat ini.
"Gawat, aku tidak bisa bertemu dengan mereka. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aris dalam hati sambil terdiam
"Aris, ada apa?" Tanya Angelia
"Ah.. ada Aris dan ketua OSIS, ya?" Kata Arina sambil menghampirinya
"Wanita ini siapa?" Tanya Angelia
"Ayo kenalkan dirimu" Kata Arina
"Baik. Anu.. namaku.. namaku adalah Dinda Ruhyus. Aku adalah seorang putri dari kerajaan Ruhyus dan juga tunangannya Aris" Kata Dinda
"Tunangan? Tunggu aris.. bisa kau jelaskan detailnya?" Tanya Angelia hilang kendali
"Ada apa?" Tanya Dinda kebingungan
"Tunggu aku bisa menjelaskan" Kata Aris
"Jelaskan!!!" Kata Arina dan juga Angelia
Setelah menjelaskan kepada mereka berdua akhirnya mereka berdua pun mengerti apa yang sudah terjadi.
"Jadi, kalian mau kemana sekarang?" Tanya Arina
"Ah.. aku dan Aris sedang ingin pergi ke kantor asosiasi sihir untuk menghancurkan pedang ini" Jawab Angelia sambil menunjukkan pedangnya
"Memangnya ada apa dengan pedang itu?" Tanya Arina
"Dia berkata bahwa dipedang ini terdapat aura jahat yang kuat" Jawab Angelia
"Aris? Sepertinya pedang ini biasa-biasa saja" Kata Dinda
"Ya betul, tidak ada aura apa-apa" Kata Arina
"Jadi, sekarang bagaimana? Apa kau ingin menghancurkannya atau tidak?" Tanya Aris
"Aku akan menghancurkannya karena aku percaya padamu" Jawab Angelia
"Angel.." Kata Aris bersuara kecil
"Baiklah setelah ini aku dan Aris akan kencan. Maka, tolong pinjamkan tunanganmu padaku, ya?" Tanya Angelia
__ADS_1
"Memangnya aku ini barang seperti apa seenaknya main pinjam saja" Kata Aris
"Boleh saja kok, aku juga sedang membuat dia mencintaiku. Maka dari itu aku tidak akan kalah darimu" Kata Dinda
"Tunggu, kenapa auranya menjadi menyeramkan?" Tanya Arina dalam hati
"Bagaimana kalau kalian ikut kami ke kantor asosiasi sihir, lagipula tuan putri tidak tahu tentang kerajaan Ayus, kan?" Tanya Angelia
"Panggil saja Dinda seperti biasa. Aku tidak senang jika dipanggil tuan putri" Kata Dinda
"Baiklah Din-dinda" Kata Angelia
"Jadi kita berangkat?" Tanya Arina
"Ayo!!" Kata Angelia
Mereka berempat pun jalan-jalan menelusuri kota sampai menuju ke kantor asosiasi sihir, saat di depan pintu pengunjungnya sangat ramai sehingga membuat tempat ini menjadi seperti tempat wisata.
"Ini pertama kalinya aku ke kantor asosiasi sihir" Kata Dinda
"Apa disana tidak ada kantor asosiasi sihir?" Tanya Arina
"Kau tahu seluruh daratan Restafa memiliki kantor asosiasi sihir yang berpusat pada di kerajaan ini" Kata Angelia
"Aku sungguh benar-benar tidak tahu" Kata Arina
"Baiklah kalau begitu kita masuk" Kata Angelia
"Kenapa aku disini?" Tanya Aris dalam hati
"Ada apa tuan?" Tany Quester lewat telepati
"Entah kenapa saat aku memasuki kantor ini aku merasa tidak nyamannya" Jawab Aris lewat telepati
"Mungkin tuan tidak suka tempat ini karena dia" Kata Quester
Saat melamun Aris dikagetkan karena dia dipanggil oleh Angelia dan yang lainnya.
"Ada apa? Cepatlah" Kata Angelia
"Baiklah tunggu!!" Kata Aris
Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya mereka sampai di depan resepsionis.
"Ada yang saya bisa bantu, nona?" Tanya seorang perempuan resepsionis berpakaian merah dan hitam
"Anu.. aku mau minta tolong apakah kami bisa menghancurkan benda?" Tanya Angelia
"Baiklah, nama nona?" Tanya resepsionis
"Angelia Fransisca" Jawab Angelia
"Benda apa yang ingin dihancurkan?" Tanya resepsionis
"Benda ini" Kata Angelia sambil memberikan pedangnya
"Baiklah kami akan mengeceknya" Kata resepsionis mengambil pedangnya
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya resepsionis memanggil mereka semua. Dan tanpa sadar mereka dikepung oleh para anggota asosiasi sihir yang siap menangkapnya.
"Ada apa ini?" Tanya Aris kesal sambil melihat ke arah sekeliling
__ADS_1
...END...