Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Perubahan Terakhir


__ADS_3

"Aris!!!" Kata Angelia teriak


"Kakak!!!" Kata Tasya teriak


"Aris!!!" Kata Resti teriak


"Sayang!!!" Kata Dinda teriak


Saat tebasan sudah mulai mendekat, Aris langsung mengeluarkan teknik pedang penghapusan energi.


"Teknik Pedang - Penghapusan Energi" Rapalan Aris


Seketika tebasan Zer menghilang dan membuat ia pun kaget.


"Apa yang terjadi?" Tanya Zer kebingungan


"Sepertinya hampir saja" Kata Aris


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Zer


"Ada apa? Itu adalah teknik andalanku" Jawab Aris


"Sukurlah, dia tidak apa-apa" Kata Dinda


"Aku masih berpikiran, siapa dia sebenarnya? Apa dia adalah kakakku?" Tanya Resti dalam hati


"Kakak, sukurlah. Aku tahu dia pasti baik-baik saja" Kata Melani


"Jadi begitu ya, aku juga ragu kau bisa mengalahkannya" Kata Miftah


"Sepertinya aku harus menggunakan cara lain" Kata Nadia


"Jika dilihat-lihat teknik itu akan dia gunakan saat sedang dalam keadaan terdesak dalam sihir yang besar. Jadi begitu kenapa dinamakan penghapusan energi" Kata Miftah


"Terus apa yang harus aku lakukan?" Tanya Nadia


"Jika dia menggunakan teknik itu dalam keadaan diserang oleh sihir yang besar, maka cara untuk mengalahkannya adalah dengan menggunakan cara fisik" Kata Miftah


"Maksudmu?" Tanya Nadia


"Kau jangan menyerangnya menggunakan sihir tapi gunakan cara fisik seperti beradu pedang atau beradu pukulan" Jawab Miftah


"Begitu, ya? Jadi aku hanya jangan sampai menggunakan sihir, ya?" Kata Nadia


"Kau bisa menggunakan sihir yang kecil. Mungkin sihir tingkat S contohnya" Kata Miftah


"Baiklah, aku mengerti" Kata Nadia


Zer yang melihatnya masih berpikir apa yang terjadi pada sihirnya.


"Penghapusan energi, ya? Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana, ya?" Kata Zer sambil memikirkannya


"Aku hanya menggunakannya pada saat terdesak saja" Kata Aris


"Sial, aku lupa bahwa aku pernah melihatnya. Kau.. apa pernah menggunakan teknik itu untuk menyerang?" Tanya Zer


"Itu adalah teknik pertahanan, teknik itu tidak sama sekali bisa digunakan untuk menyerang" Jawab Aris


"Jadi begitu, dia hanya menggunakannya sebagai pertahanannya, ya? Benar-benar orang yang hebat. Aku tahu kau menyembunyikan teknik andalan yang lainnya. Cepatlah tunjukkan semuanya" Kata Zer

__ADS_1


"Dia ingin memprovokasiku, ya? Dengar, aku tidak bisa menggunakan teknik selain itu. Tapi aku rasa sudah cukup bermain-mainnya" Kata Aris sambil tersenyum


"Oh.. Jadi kau ingin bermain serius, ya? Baiklah, aku terima permainanmu" Kata Zer sambil menaikkan kacamatanya


Aris pun memasang kuda-kudanya.


"Akhirnya kau serius juga" Kata Zer sambil tertawa


"Lupakan omong kosong itu. Bertarunglah denganku" Kata Aris serius


"Baiklah, Teknik Pedang - Tebasan Daun Gugur" Rapalan Zer


Datanglah tebasan yang sangat cepat mengarah ke Aris. Tetapi dia bisa menahannya menggunakan pedangnya.


"Apa hanya segini kekuatan dari anggota regu pembasmi monster?" Tanya Aris sambil meledek


"Baiklah, tadi aku hanya permulaan" Kata Zer kesal


"Seranglah aku lebih kuat, jangan kalah dengan kroco ini" Kata Aris


"Kau akan menerimanya. Teknik Pedang - Penghancur Air" Rapalan Zer sambil mengayunkan pedangnya


"Lemah. Teknik Pedang - Auman Singa" Rapalan Aris


Tebasan itu pun beradu menciptakan ledakan yang sangat besar.


"Ternyata kau boleh juga. Memang anggota dari regu pembasmi monster tidak boleh diremehkan" Kata Aris


"Apa kau menghinaku?" Tanya Zer


"Menghinamu? Untuk apa aku menghina anggota dari regu pembasmi monster? Jadi, apa kau masih ingin melanjutkannya? Aku sudah tahu pemenangnya. Yaitu aku" Kata Aris


"Jangan senang dulu kroco, ini baru permulaan. Aku akan tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya" Kata Zer


" Kau akan menerimanya" Kata Zer


Pakaian Zer pun berubah menjadi berwarna merah dan matanya juga ikut berwarna merah dan muncul pedang berwarna merah menyala seperti berapi-api.


"Apa kau masih sadar?" Tanya Aris


"Tenang saja. Aku masih bisa mengontrolnya" Kata Zer


"Biar kutanya padamu. Apa kau ingin penghabisan?" Tanya Aris sambil menatap matanya dengan tajam


"Penghabisan? Apa kemenangan akan ditentukan apabila salah satu dari kita ada yang mati?" Tanya Zer


"Tentu saja, kau boleh membunuhnya. Karena itulah dinamakan penghabisan" Jawab Aris


"Boleh saja. Aku suka itu. Oy panitia.. perketat keamanan arena ini, kita akan melakukan penghabisan" Kata Zer kepada panitia arena


Mendengar itu panitia pun mengatakan semuanya kepada pembawa acara dan memperketat keamanan arena.


"Baiklah permisi, siapkan kopi yang panas karena kita akan mengadakan pertandingan penghabisan. Ini dikarenakan salah satu permintaan dari salah satu peserta" Kata pembawa acara


"Aris!!!" Kata Resti sambil berdiri dari bangkunya


"Ada apa?" Tanya Dinda yang sedang kebingungan


"Mereka akan mengadakan pertandingan penghabisan" Jawab Resti yang mulai ketakutan

__ADS_1


"Memangnya apa itu pertandingan penghabisan?" Tanya lagi Dinda


"Itu adalah pertandingan yang salah satunya harus ada yang mati atau sekarat. Jika Aris ikut maka dia akan mati" Jawab Resti yang sudah mulai ketakutan


"Tidak mungkin. Jadi pertandingan ini.. Hidup dan mati, ya?" Kata Dinda bersuara lemas


"Apa dia sudah gila?" Tanya Miftah


"Aku tidak percaya dia akan menggunakan cara ini" Kata Nadia


"Aku yakin pasti dari ketua OSIS itu yang meminta pertandingan ini" Kata Miftah


"Kenapa kau bisa yakin?" Tanya Nadia


"Apa kau sudah lihat bahwa ketua OSIS itu sudah kalah. Tetapi, ia tidak mau mengakui kekalahannya" Jawab Miftah


"Jadi begitu. Aku tidak sadar" Kata Nadia


"Pertandingan ini adalah hidup dan mati" Kata Miftah


"Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantunya?" Tanya Nadia


"Percuma, jika dia menolaknya maka dia akan dianggap sebagai kalah" Jawab Miftah


"Kejam sekali" Kata Nadia


"Memang begitulah sistem dalam pertandingan penghabisan" Kata Miftah


"Aris!!! Apa kau sudah bodoh?" Tanya Angelia


"Memangnya kenapa" Tanya Tasya


"Dia menerima pertandingan penghabisan" Jawab Angelia


"Memangnya ada apa dengan pertandingan penghabisan?" Tanya Melani


"Itu adalah pertandingan dimana para peserta harus saling membunuh untuk memenangkan pertandingan" Jawab Angelia


"Apa Kak Aris dalam bahaya?" Tanya Yuni


"Tentu saja, Kak Aris akan mati jika dia kalah" Jawab Angelia


"TIDAK!!! Aku tidak ingin kak Aris mati, Aku masih ingin bersamanya" Kata Yuni sambil menangis


"Tenanglah, kak Aris tidak akan kalah dan juga ia akan selalu bersama kita" Kata Angelia


"Sungguh?" Tanya Yuni sambil mengusap air matanya sendiri


"Kakak berjanji" Kata Angelia


"Apa kau yakin dengan apa yang kau lakukan?" Tanya Aris


"Apa menurutmu aku tidak bersungguh dalam menggunakan pakaian ini?" Kata Zer


"Baiklah, ini akan menjadi pertandingan terakhir bagi kta berdua" Kata Aris


"Berani sekali dia melawan orang itu dalam pertandingan penghabisan" Kata Rendi yang sedang jongkok diatas arena


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Ronald yang sedang melihat pertandingan lewat cermin sihir

__ADS_1


"Melihat dari kekuatannya kemungkinan Aris akan kalah" Jawab Tiara


"Begitu, ya. Mari kita lihat saja" Kata Ronald


__ADS_2