Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Menunggu kedatangannya


__ADS_3

"Hey, kenapa kak Aris lama?" Tanya Yuli


"Tunggu saja, nanti dia juga pulang kok. Yang harus kita lakukan adalah percaya padanya sekarang" Jawab Riana


"Aku harap mereka berdua baik-baik saja" Kata Melani


"Semuanya, jangan hanya diam saja. Sebentar lagi mau turun hujan. Ayo cepat, cepat" Kata Tasya


Di tempat lain. Nia berhasil mengetahui tempat toko itu. Toko itu masih buka dan ia melihat toko itu tanpa adanya penjagaan. Tanpa pikir panjang, ia langsung masuk ke toko kue itu. Saat di dalam, ia disambut oleh pelayan perempuan.


"Selamat malam, silahkan duduk" Kata pelayan itu


Pelayan itu sangat ramah kepada Nia, Nia pun menuruti apa kata pelayan itu dan ia pun duduk di bangku. Tidak selang beberapa lama pelayan itu datang memberikan teh hangat kepada Nia. Nia pun curiga kepada pelayan itu dan dia juga memesan kue cokelat yang ada di etalase. Meminta itu pelayan itu pun mengambilnya dan memberikannya kepada Nia.


"Silahkan" Kata pelayan itu


"Terimakasih" Kata Nia


Nia melihat pelayan itu penuh dengan kecurigaan. Hingga pada akhirnya pelayan itu pun bertanya tentang kue tersebut.


"Bagaimana kuenya?" Tanya pelayan itu penuh dengan senyuman


"Rasanya sangat enak. Aku yakin toko ini pasti ramai" Jawab Nia


"Aku harap begitu, soalnya tokoku ini milik ayahku. Ia berpesan kepadaku untuk selalu menjaga tokoku ini sampai ke generasi berikutnya" Kata pelayan itu


Mendengar itu, Nia yang sebelumnya curiga menjadi merasa bersalah. Ia berpikir mungkin toko ini ada kaitannya dengan penguasa disini.


"Kalau boleh bertanya, apakah ayahmu dulu memiliki masalah kepada penguasa disini?" Tanya Nia


"Masalah? Aku pikir mungkin gara-gara hutang" Jawab pelayan itu


"Begitu, ya. Aku ingin bertanya lagi. Kenapa didalam tokomu ini ada penjaga?" Tanya Nia


"Aku juga tidak tahu. Kemarin penguasa daerah sini datang ke tokoku dan mengatakan ingin meminjam ruangan itu. Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang ada didalam ruangan itu. Yang mengetahui tempat itu hanyalah ayahku dan penguasa itu" Jawab pelayan itu


"Kalau begitu. Terimakasih atas kuenya. Dan juga kuemu itu sangat enak" Kata Nia sambil menaruh uang diatas meja


"Terimakasih. Anu.. uangnya terlalu banyak" Kata pelayan itu


"Simpan saja. Untuk membayar hutang-hutang ayahmu" Kata Nia


"Terimakasih" Kata pelayan itu bersuara kecil sambil menggenggam uangnya


Tidak berapa lama akhirnya Nia sampai di penginapan Bela. Ia pun langsung melaporkan ke Aris.


"Jadi, bagaimana?" Tanya Aris


"Maafkan aku, misinya gagal" Jawab Nia


"Begitu, ya. Baiklah" Kata Aris sedikit kecewa


"Kau.. tidak ingin mendengar alasannya?" Tanya Nia agak gugup

__ADS_1


"Ha? Untuk apa? Jika misi ini tidak berhasil untuk apa aku menanyakan alasannya?" Tanya balik Aris


"Itu.. karena pemilik toko kue itu sangat ramah kepadaku dan dia mengatakan bahwa penguasa disini mengambil ruangan yang tersembunyi milik ayahnya. Maka dari itu, aku tidak bisa merusak apa yang ada di toko kue itu. Apalagi itu adalah peninggalan milik ayahnya" Jawab Nia


Mendengar itu, Aris pun menghampiri Nia dan memegang bahunya.


"Itu bagus. Lain kali aku akan ikut denganmu" Kata Aris tersenyum


"Aris.." Kata Nia bersuara kecil


"Tapi, hadiahmu sudah tidak berlaku, ya" Kata Aris


"Tidak!!!!" Kata Nia teriak


Di kamar penginapan.


"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?" Tanya Ririn


"Pada waktu itu, kak Tasya yang membawanya. Tetapi, pada saat sesampainya ia ditolak oleh kak Melani. Perdebatan pun terjadi. akhirnya, karena kak Melani yang ingin mengusir kak Aris. Kak Tasya ingin ikut dengannya. Tapi, semuanya setuju dengan keputusan Kak Riana bahwa mereka harus tetap bersama. Jadi, pada akhirnya kami mengikuti kak Aris. Karena menurut mereka kak Aris itu sangat baik. Dan begitulah hingga sekarang. Buktinya dia ingin menyelamatkanku" Jawab Yuni


"Aku tidak menyangka bahwa masih ada manusia seperti dia" Kata Ririn


"Tuan putri, apakah kita bisa tinggal seperti dulu lagi?" Tanya Yuni


"Kita tidak bisa seperti dulu lagi. Hanya saja kita bisa membuatnya menjadi lebih indah" Jawab Ririn


"Tuan putri, kak Aris itu orangnya sangat baik. Aku tidak ingin pisah darinya" Kata Yuni yang sudah mulai tertidur


"Ya, dia memang orang yang sangat baik" Kata Ririn bersuara kecil sambil mengusap kepalanya Yuni


Di lain tempat.


"Sebentar, ada yang membuatku kepikiran" Kata Angelia


"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Debi


"Jika memang dibunuh, kemanakah tubuhnya Darma?" Tanya balik Angelia


"Terkadang pikiranmu itu yang membuat pikiranku menjadi pusing. Untuk apa mengetahuinya? Lagipula itu terjadi 5 tahun lalu. Mungkin sudah menjadi tulang belulang" Jawab Debi


"Tetap saja. Menghilangnya The Master Academy membuat seluruh daratan Restafa menjadi heboh. Pasalnya, alasan macam apa yang membuat Asosiasi Sihir mengatakan bahwa dia telah diculik dan dijadikan tumbal untuk raja iblis" Kata Angelia


"Aku rasa mereka tidak mengetahui apa-apa dan membuat alasan yang sangat jelas" Kata Debi


"Dan kau percaya begitu saja?" Tanya Angelia


"Jika yang mengatakan ketua Asosiasi Sihir bukankah kita seharusnya percaya padanya" Jawab Debi


"Tetap saja, kan" Kata Angelia


"Sudahlah, waktunya pulang. Sebentar lagi waktu malam" Kata Debi


"Baiklah" Kata Angelia sambil berdiri

__ADS_1


Di lain tempat.


"Nanti makan malamnya dengan apa?" Tanya Melani


"Apa ada yang ingin kau makan?" Tanya Tasya


"Apa kita mempunyai sesuatu untuk dimakan?" Tanya lagi Melani


"Coba kupikir, aku rasa hanya sayuran yang kita punya" Jawab Tasya


"Hey, apa kalian ingin sesuatu untuk dimakan?" Tanya Melani


"Aku mah yang ada saja" Jawab Yuli


"Yang ada saja" Kata Riana


"Aku ikut saja" Kata Septi


"Baiklah, menu makan malam ini adalah sayuran" Kata Melani semangat


"Sudah, sudah. Kau terlalu bersemangat, Melani" Kata Tasya


"Tentu saja, karena panen kita sangat berlimpah kemarin" Kata Melani


"Benar juga, apa yang harus kita lakukan dengan hasil kita, ya?" Tanya Tasya


"Nanti kita tanyakan saja pada kak Aris" Jawab Melani


"Tapi, jika kak Aris tidak pulang lebih dari 3 hari maka sayuran ini akan membusuk" Kata Tasya


"Apa? Membusuk?" Tanya Melani yang terkejut


"Ya. Dan juga kita tidak tahu kita berada dimana saat ini. Karena pada saat itu kita dipindahkan oleh kak Aris" Kata Tasya


"Benar juga, ya. Entah kenapa semangatku tiba-tiba menghilang" Kata Melani


Tidak lama terdengar suara gemuruh dari langit.


"Sepertinya bakalan turun hujan" Kata Riana


"Sudah lama disini tidak turun hujan" Kata Tasya


"Baiklah, sepertinya sudah mau malam. Tasya, nyalakan apinya" Kata Melani


"Apa kita masih memiliki kayu yang tersisa?" Tanya Yuli


"Biar kulihat, hanya sedikit. Mungkin mampu untuk malam ini saja" Kata Riana


"Baiklah, kalau begitu. Ririn, besok kau cari kayu bakar, ya" Kata Tasya


"Serahkan padaku" Kata Riana


"Kak Aris, aku harap kamu cepat pulang" Kata Tasya dalam hati

__ADS_1


...END...


__ADS_2