
Iwan pun memanggil staff untuk menyiapkan pertandingan pembukaan dan para staff pun menyetujui diadakan pertandingan pembukaan.
"Baiklah, para pemirsa. Silahkan kalian duduk di tempatnya masing-masing karena kita memiliki pertandingan pembukaan maka dari itu cepatlah duduk dan jangan sampai ketinggalan" Kata pembawa acara
"Wah, jarang sekali ada pertandingan pembuka. Kau mau lihat?" Tanya pemuda perempuan
"Tentu saja, kita harus melihat siapa yang bertanding" Jawab pemuda lelaki
"Ayo kita lihat!" Kata perempuan itu
"Baik" Kata pemuda lelaki
Angelia, Miftah, dan Nadia merasa khawatir karena baru kali ini ada rakyat biasa yang menentang bangsawan.
"Jadi, apa yang bisa kugunakan disini?" Tanya Aris bersuara kecil
"Tuan, kenapa disini ada tongkat bambu?" Tanya Quester lewat telepati
"Entahlah, sepertinya kita harus mencobanya" Jawab Aris
"Apa kita akan mempermainkannya?" Tanya Quester lewat telepati
"Sepertinya boleh dicoba" Kata Aris
"Baiklah, peserta pembuka acara pertandingan kita dia merupakan seorang bangsawan dari keluarga bangsawan Setiawan. Dan dia juga merupakan pendekar pedang No.1 di akademi. Dia adalah Iwan Setiawan" Kata pembawa acara
Iwan pun muncul dari sebelah kanan arena dan penonton pun bersorak dengan sangat keras.
"Dan lawannya adalah murid dari kerajaan Ayus dan juga guru dari teman pedangnya. Dia adalah Aris Darmayudha" Kata pembawa acara
Aris datang dari sebelah kiri arena dan membuat para penonton maupun pembawa acara terkejut karena ia membawa tongkat bambu.
"Apa ini? Mengapa ia membawa tongkat bambu di arena padahal kan itu bisa terpotong tanpa sihir sekalipun" Kata pembawa acara kebingungan
"Apa kau ingin menyerah atau ingin kekalahan telak?" Tanya Iwan
"Aku hanya ingin mempermainkanmu. Itu saja" Kata Aris
"Wah.. ternyata dia benar-benar hanya ingin mempermainkannya saja. Ini benar-benar tak terduga" Kata pembawa acara
"(kesal terus tersenyum).. Apa kau tahu keluarga ku itu sangat terkenal bahkan bisa menindas keluarga lainnya?" Tanya Iwan
"Tidak tahu dan aku tidak peduli" Jawab Aris
"Kau!!" Kata Iwan kesal
"Jika kau menyerah sekarang aku akan melepaskanmu. Jika tidak aku akan mencari informasi tentang keluargamu" Kata Iwan mengancam
"(menghela nafas).. Aku tidak punya keluarga. Bagaimana kau akan mengancamku?" Tanya Aris
"Kau benar-benar membuatku kesal!!" Kata Iwan marah
"Kuberi satu hal padamu. Karena ini hanya pertandingan pembukaan jadi kusarankan kau untuk tidak menggunakan sihir andalanmu. Karena jika kau lakukan itu para peserta disini akan mencari cara untuk mengalahkan teknikmu" Kata Aris
"Jangan menasehatiku rakyat jelata!!" Kata Iwan mulai menyerang
__ADS_1
"Aris!!" Kata Angelia
Aris menghindari serangannya dan langsung memukul punggungnya hingga jatuh kebawah.
"Kau!!!" Kata Iwan
"Kenapa? Aku bahkan belum mengangkat pedangku" Kata Aris
"Bagaimana aku bisa kalah dari rakyat jelata sepertimu!!" Kata Iwan teriak sambil menyerang
"Berisik sekali" Kata Aris sambil memukul perutnya hingga membuatnya pingsan
Semua penonton terkejut dan terdiam.
"Dan.. pemenang adalah Aris Darmayudha" Kata pembawa acara dengan penuh semangat
"Hore.. dia menang" Kata Angelia
"Tentu saja dia juga rivalku" Kata Nadia
"Dia memang yang terhebat" Kata Miftah
"Baiklah semuanya, hari ini kita berisitirahat dulu dan sampai jumpa besok pagi!!" Kata pembawa acara
Aris pun pergi untuk mengembalikan tongkat bambunya dan menemui yang lainnya. Tetapi saat ingin kembali ia bertemu dengan perempuan, dia merupakan manusia setengah hewan. Pakaiannya lusuh dan tubuhnya kotor.
"Ada apa?" Tanya Aris
"(gemetar ketakutan).. Anu.. bisakah aku meminta uang untuk teman-temanku yang lainnya?" Tanya manusia setengah hewan itu
"Apa kau dan teman-temanmu belum makan?" Tanya Aris
"Siapa namamu?" Tanya Aris
"Namaku Tasya" Jawab Tasya
"Baiklah tasya, bisa bawa aku ke teman-temanmu?" Tanya Aris
"Anu.. maaf aku tidak bisa membawamu" Kata Tasya
"Kenapa?" Tanya Aris
"Karena aku takut kamu akan membawa aku dan teman-temanku untuk dijadikan budak" Kata Tasya
"Budak? Apa masih ada yang seperti itu disini?" Tanya Aris
"Iya.. mereka menjual kami para manusia setengah hewan untuk dijadikan budak atau hanya pemuas nafsu" Jawab Tasya
"Benarkah? Kalau begitu biarkan aku bertemu dengan temanmu. Aku janji tidak akan menjual kalian atau membawa kalian ke suatu tempat" Kata Aris
"Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Tasya
"Tentu saja. Jika kau menurut, aku akan memberikan kau makanan dan juga teman-temanmu" Kata Aris
"Apa aku bisa mempercayaimu?" Tanya Tasya masih ragu-ragu
__ADS_1
"(menghela nafas).. Terus aku harus berbuat apa agar kau bisa mempercayaiku?" Tanya Aris
"Berikan sedikit uangmu maka aku akan mempercayai mu" Kata Tasya
"Kau bisa mengambil semuanya kalau kau mau" Kata Aris sambil mengeluarkan uangnya dan memberikannya
"Tapi.." Kata Tasya
"Apa segini cukup?" Tanya Aris
"Tidak, ini sudah cukup untukku dan yang lainnya" Kata Aris
"Kalau kau bilang begitu berarti kau bisa mengantarkanku ke tempat teman-temanmu?" Tanya Aris
"Bisa. Tapi, saat sampai disana aku akan menanyakan padanya apakah mereka mau bertemu dengan orang luar" Kata Tasya
"Baiklah kalau begitu. Tapi sebelum itu aku harus pergi ke temanku juga" Kata Aris
"Baiklah, akan aku tunggu di sebelah selatan arena" Kata Tasya
"Baiklah, aku pergi" Kata Aris sambil meninggalkan Tasya yang sendirian
"Teman-teman, maaf" Kata Tasya sambil mengeluarkan air mata
Setelah berlama-lama akhirnya Aris tiba sesuai dengan apa yang Tasya katakan dan pergi ke tempat di sebelah selatan ibu kota kerajaan Ruhyus. Mereka berdua pergi melewati gang-gang kecil dan juga menghindari manusia sesering mungkin.
"Aku tidak percaya ada yang beginian di kerajaan ini. Kukira kerajaan ini baik-baik saja" Kata Aris sambil berjalan
"Kami para manusia setengah hewan di culik dan dijual oleh bangsawan dan orangtua kami telah dibunuh. Para ksatria beralasan bahwa ada monster yang menyerang desa kami. Dan setelah semuanya aman kami yang masih anak-anak dibawa oleh para ksatria itu. Bukannya dibawa ke tempat yang aman malah kami dibawa ketempat penjara yang bahkan angin saja tidak bisa masuk" Kata Tasya
"Jahatnya mereka, menjadikan anak-anak yang masih muda untuk dijadikan budak. Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Aris
"Aku setiap hari meminta uang kepada para petualang maupun warga disekitar sini. Dan pada saat aku dalam bahaya, aku akan pergi entah kemana saja asalkan itu tidak menuju tempat kami. Dan bila keadaan sudah aman maka aku akan kembali ke tempat kami dan melanjutkan apa yang bisa kami makan" Kata Tasya
"Tapi, bagaimana dengan pembagian makanannya?" Tanya Aris
"Kami satu sama lain hanya bisa makan 2-3X seminggu" Jawab Tasya
"Kasian sekali. Mereka sejak kecil sudah harus bisa hidup mandiri tanpa dapat rasa kasih sayang dari orangtua mereka. Dunia ini memang tidak ada yang adil " Kata Aris dalam hati
"Oh iya, kak.. namamu siapa? Aku tidak bisa memanggilmu tanpa nama, kan?" Tanya Tasya
"Ah.. namaku Aris Darmayudha. Kau bisa memanggilku aris" Kata Aris
"Kak Aris, ya?" Kata Tasya
Setelah mereka berdua jalan melewati setiap gang akhirnya Aris melihat rumah yang sangat kosong dan jauh dari ramainya orang.
"Kalian tinggal disini?" Tanya Aris
"Ya.. kami ada berenam. Dan semuanya tinggal disini. Kalau begitu silahkan tunggu aku akan bertanya pada mereka apakah mereka akan mengizinkannya atau tidak" Kata Tasya
"Baiklah" Kata Aris
Tasya pun pergi masuk ke rumahnya dan tidak lama keluar anak muda berambut biru pendek dari pintu rumahnya.
__ADS_1
"Jadi, kau yang ingin mengunjungi kami?" Tanya anak perempuan berambut biru pendek
...END...