Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Rencana Pertama : Sukses


__ADS_3

Setelah mengalahkan monster dan membuat jalan. Mereka berdua sudah mulai kelelahan.


"Bagus sekali. Aku terkejut dengan perkembangan kalian" Kata Aris


"Baik. Terimakasih banyak" Kata Riana


"Kenapa? Oh, kalian pasti kelelahan, ya" Kata Aris


"Tidak. Hanya saja, kami butuh istirahat sebentar" Kata Ririn


"Kalau begitu. Kita istirahat saja disini" Kata Aris


"Eh? Apa tidak apa-apa?" Tanya Riana sedikit takut


"Tenang saja. Ini masih belum siang" Jawab Aris


"Memangnya apa bedanya?" Tanya Ririn


"Monster itu jam makannya siang dan juga malam. Tapi, ada juga dari mereka yang makan hanya pagi hari dan setelah itu ia tidur. Jika kita di luar hutan Ecber seharusnya para monster sudah mulai tidak agresif. Tapi, karena kita di dalam hutan Ecber. Tentu saja para monster suka dengan apa yang mereka temukan" Kata Aris


"Apa masih jauh tempatnya?" Tanya Riana


"Mungkin kita baru setengah di dalam hutan Ecber. Belum lagi di dalam hutan Bergilo. Aku yakin 1 hari tanpa istirahat tidak akan bisa keluar" Jawab Aris


"Tidak mungkin. Tapi, kenapa Kakak mempunyai rumah di dalam hutan ini?" Tanya Riana


"Sebenarnya aku masih memiliki orangtua. Mereka sangat menyukai yang namanya tantangan. Aku bisa begini karena mereka. Orangtuaku selalu melatihku dengan sangat keras. Saking kerasnya, aku sampai tidak sadar bahwa aku bisa menggunakan teknik-teknik yang tidak biasa digunakan oleh siapapun. Apalagi pada malam hari, mereka hampir tidak bisa tidur karena para monster selalu mendekati rumah kami. Bahkan aku saat tertidur pun dibangunkan untuk melawan monster tersebut. Setelah itu, setiap malam aku jadi terbiasa" Kata Aris


"Apa kita akan selalu disitu terus?" Tanya Ririn


"Tentu saja. Tujuan ku setelah sukses akan membeli sebuah toko dan juga cafe. Karena itu aku masih membutuhkan tanahnya yang subur" Jawab Aris


"Tapi, kenapa tidak langsung buka toko saja?" Tanya Riana


"Maunya begitu. Tapi, pasti sulit jika langsung membuka toko. Sebelum itu, aku harus membuka lewat orang-orang sekitar. Karena dengan begitu, lama-lama mereka pasti akan tahu kalau aku memiliki toko dan setelah itu mereka akan datang ke tokoku bukan ke tempat pergelaran" Jawab Aris


"Begitu, ya. Sekarang aku paham. Tenang saja, aku akan selalu bersama Kak Aris" Kata Riana


"Terimakasih banyak. Baiklah, apa kalian sudah siap?" Tanya Aris


"Ya" Kata Ririn


"Aku siap kapanpun" Kata Riana


"Kalau begini, aku harus turut serta" Kata Aris mengeluarkan pedang sihirnya


"Kau mau membantu?" Tanya Riana


"Aku tidak bisa membiarkan orang yang berusaha keras untuk orang lain. Maka dari itu, aku akan membantu kalian dan juga ini demi tujuanku" Kata Aris


Setelah mereka berusaha sampai sore. Akhirnya mereka keluar dari hutan Bergilo.


"Akhirnya, kita bisa keluar" Kata Riana


"Aku sudah hampir tidak bisa merasakan lagi angin segar" Kata Ririn


"Kalian, sudah bekerja keras. Ini" Kata Aris memberikan ramuan


"Wah, terimakasih" Kata Ririn


"Terimakasih banyak" Kata Riana


"Baiklah. Waktu sudah sore hari. Kemungkinan dia masih ada" Kata Aris


"Apa masih sempat?" Tanya Ririn


"Aku rasa tidak. Tapi, kita akan gunakan dia" Kata Aris


"Dia?" Kata Riana kebingungan


"Quester, aku membutuhkanmu. Kami baru saja keluar dari hutan. Maka dari itu, sebelum terlambat aku membutuhkan bantuanmu. Beri salam ke Maya" Kata Aris lewat telepati

__ADS_1


"Baiklah. Maya, aku dapat kabar dari Tuan. Katanya dia baru keluar dari hutan" Kata Quester


"Apa? Baru sekarang? Sebenarnya seberapa dalam hutan ini?" Tanya Maya


"Seberapa dalam? Kau saat melacak sihirnya Tuan kenapa bisa sampai kesini dengan cepat?" Tanya Quester


"Itu karena aku menggunakan sihir angin" Kata Maya


"Apa benar?" Tanya Quester mencurigakan


"Sudahlah. Cepat pergi sana" Kata Maya marah-marah


"Baiklah. Tuan, panggil aku" Kata Quester lewat telepati


"Baiklah" Kata Aris lewat telepati


"Master?" Tanya Ririn


"Ah, maaf. Baiklah. Summon" Rapalan Aris


Datanglah Quester dari lingkaran sihir.


"Kak Quester?" Tanya mereka berdua terkejut


"Halo" Kata Quester sambil tersenyum


"Maaf sudah memanggilmu" Kata Aris


"Jadi, ada apa?" Tanya Quester


"Seperti yang kau dengar. Kami baru saja keluar dari hutan ini tanpa bantuan teleportasi. Sebelum malam, aku ingin menyerahkan sampel ini padanya. Tapi, karena waktunya sudah sore. Jadi, aku membutuhkan bantuanmu" Kata Aris


"Jadi, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Quester


"Gunakan wujud nagamu dan antarkan kami sampai desa" Jawab Aris


"Baiklah. Akan aku lakukan" Kata Quester


Quester pun berubah menjadi naga.


"Baiklah, Tuan. Tapi, kenapa tidak menggunakan sihir teleportasi saja setelah keluar dari hutan?" Tanya Quester


"Kau tahu, biarpun kapasitas manaku banyak. Tapi, aku tidak mau menggunakannya" Jawab Aris


"Katakan saja, kau malas" Kata Quester


"Hoi. Baiklah, aku akan memberikan sihirnya. Bersiaplah" Kata Aris


"Baik" Kata Quester


Aris pun memberikan sihir menghilang kepada Quester. Mereka berempat pun menjadi tidak terlihat.


"Waktu sihirku hanya bertahan selama 3 jam. Jadi, sepertinya kita akan sampai sebelum batas waktu itu" Kata Aris


"Tenang saja. Aku akan terbang dengan cepat" Kata Quester


"Baiklah. Kita berangkat" Kata Aris


Mereka berangkat menuju pasar. Setelah tiba di depan gerbang, mereka turun dan menghilangkan sihir menghilangnya.


"Baiklah. Kita sudah sampai" Kata Aris


"Entah kenapa rasanya aku deg-degan" Kata Riana


"Begitu pula denganku" Kata Ririn


"Tenang saja. Ikuti saja kata-kataku. Jika ada yang mencoba menyerang kalian, buatlah pingsan saja" Kata Aris


"Baiklah. Ayo kita masuk" Kata Ririn menguatkan hatinya


Saat memasuki pasar tersebut. Para penjual dan pembeli melihat Aris dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


"Rasanya kita benar-benar diawasi" Kata Ririn mulai sedikit takut


"Kau benar" Kata Riana


Singkat cerita, mereka sampai di depan rumah kepala desa. Aris pun mengetuk pintunya dan yang keluar adalah istrinya kepala desa.


"Baik. Silahkan masuk" Kata istri kepala desa


"Terimakasih banyak. Ayo kita masuk" Kata Aris


"Ya" Kata mereka berdua


Mereka pun masuk dan duduk di bangku. Istrinya kepala desa memanggil suaminya untuk menemuinya. Setelah datang, ia terkejut melihat apa yang dia lihat.


"Bisa aku tanya satu hal?" Tanya kepala desa


"Tentu saja. Apa itu?" Tanya Aris


"Apa mereka benar-benar manusia setengah hewan yang punah itu?" Tanya kepala desa


"Ya. Mereka adalah ras terakhir manusia setengah hewan dan aku bersyukur memiliki mereka" Jawab Aris


"Begitu, ya. Berarti kau orang paling kaya di sini" Kata kepala desa


"Ya, tentu saja. Jika aku menjual mereka maka aku akan menjadi manusia paling kaya di desa ini" Kata Aris


"Kau lucu sekali, ya Aris" Kata kepala desa


"Jadi apa kita bisa melanjutkan obrolan kita?" Tanya Aris


"Tentu saja. Sayangku, panggilkan Johan" Kata kepala desa


"Baik sayangku" Kata istrinya kepala desa


Istrinya pun pergi memanggil Johan yang berada di kamarnya. Mendengar itu, Johan pun keluar dan menemui mereka. Johan sedikit terkejut karena ia bisa melihat manusia setengah hewan yang sudah punah.


"Apa mereka benar-benar manusia setengah hewan?" Tanya Johan


"Tentu saja. Jadi, apa kita bisa melanjutkan obrolan kita? Tanya balik Aris


"Baiklah. Tapi sebelum itu, dari mana kamu dapatkannya?" Tanya Johan


"Aku menemukan mereka di suatu tempat dan aku memutuskan untuk merawatnya" Jawab Aris


"Begitu, ya. Jadi, mana barangnya?" Tanya Johan


"Riana, Ririn. Keluarkan" Kata Aris


Mereka berdua pun mengeluarkan sayur dan buah. Johan terkejut karena kualitasnya sangat bagus dan berbeda dari yang lainnya.


"Kalau begitu, berapa harga yang ingin kau jual?" Tanya Johan


"Aku akan menjualnya semuanya seharga 3 keping perunggu. Setiap buah dan sayur akan kuisi dengan kantung sebanyak 10 buah. Jadi, biar mudah menghitungnya" Jawab Aris


"3 keping perunggu. Murah sekali. Apa tidak apa-apa?" Tanya Johan


"Tentu saja. Aku lebih suka bila daganganku cepat habis. Jadi, para pekerja ku akan semakin semangat untuk bekerja menanamnya" Jawab Aris


"Baiklah. Karena ada 10 macam buah dan sayur. Maka aku akan membayar mu secara langsung" Kata Johan


Johan pun memberikan 30 keping perunggu untuk semua buah dan sayuran yang kualitasnya sangat bagus.


"Terimakasih banyak. Jika, kau ingin membeli barang di kami lagi. Silahkan menggunakan ini" Kata Aris memberikan burung pengirim pesan berwarna merah


"Apa benar ini burung pengirim pesan? Tampaknya ia berbeda dari burung pada umumnya" Kata Johan


"Tentu saja. Soalnya dengan burung ini, pengiriman pesan akan sangat mudah. Jika kita menggunakan burung biasa sebelum masuk ke dalam hutan Ecber kemungkinan burung itu akan tewas dimakan oleh monster yang ada di sana. Soalnya tempat tinggal ku dan juga pengawal ku adalah di dalam hutan Ecber. Aku yakin kau sudah tahu keadaan disana" Kata Aris


"Hutan Ecber? Belakangan ini yang kutahu adalah para monster mulai agresif disana. Apa itu benar?" Tanya Johan


"Tidak hanya di dalamnya. Di luar pun ada juga yang seperti itu" Jawab Aris

__ADS_1


"Kalau begini, aku tidak bisa mendapatkan manusia setengah hewan itu" Kata Johan sedikit kesal


...END...


__ADS_2